PDF -BAB III TRANSAKSI TRANSFER PRICING - PENERAPAN KEBIJAKAN HARGA TRANSFER BAHAN BAKU UNTUK PENGUKURAN PRESTASI DIVISI PADA PT. HONORIS INDUSTRY
Wait Loading...


PDF :1 PDF :2 PDF :3 PDF :4 PDF :5 PDF :6 PDF :7 PDF :8


Like and share and download

PENERAPAN KEBIJAKAN HARGA TRANSFER BAHAN BAKU UNTUK PENGUKURAN PRESTASI DIVISI PADA PT. HONORIS INDUSTRY

BAB III TRANSAKSI TRANSFER PRICING

JURNAL ILMIAH RANGGAGADING Volume 8 No. 1, April 2008 : 9-16 PENERAPAN KEBIJAKAN HARGA TRANSFER BAHAN BAKU UNTUK PENGUKURAN PRESTASI DIVISI PADA PT. HONORIS INDUSTRY Oleh: Bambang Pamungkas* dan Nunuk

JURNAL ILMIAH RANGGAGADING Volume 8 No. 1, April 2008 : 9-16 PENERAPAN KEBIJAKAN HARGA TRANSFER BAHAN BAKU UNTUK PENGUKURAN PRESTASI DIVISI PADA PT. HONORIS INDUSTRY Oleh: Bambang Pamungkas* dan Nunuk PDF analisis pengaruh penetapan harga transfer terhadap kontribusi mahasiswa dinus ac id docs skripsi jurnal 20195 pdf PDF analisis penentuan harga transfer terhadap kontribusi laba antar simki unpkediri ac id mahasiswa file artikel 11 1 01 04 0069 pdf PDF Untitled

Related PDF

analisis pengaruh penetapan harga transfer terhadap kontribusi

[PDF] analisis pengaruh penetapan harga transfer terhadap kontribusi mahasiswa dinus ac id docs skripsi jurnal 20195 pdf
PDF

analisis penentuan harga transfer terhadap kontribusi laba antar

[PDF] analisis penentuan harga transfer terhadap kontribusi laba antar simki unpkediri ac id mahasiswa file artikel 11 1 01 04 0069 pdf
PDF

Untitled - IPB Repository

[PDF] Untitled IPB Repository repository ipb ac id jspui bitstream A02dwp abstract pdf
PDF

Bab 6 Penentuan Harga Transfer - Rowland BismarkF Pasaribu

[PDF] Bab 6 Penentuan Harga Transfer Rowland Bismark F Pasaribu rowlandpasaribu files wordpress 06 harga transfer pdf
PDF

analisis implementasi kebijakan transfer pricing documentation

[PDF] analisis implementasi kebijakan transfer pricing documentation lib ui ac id file?file=digital 20320254 S pdf
PDF

penentuan harga jual perusahaan dengan metode full costing pada

[PDF] penentuan harga jual perusahaan dengan metode full costing pada eprints uns ac id 8369 1 102971709200908431 pdf
PDF

i ABSTRAK D F, Carolina Neolen 2008 Penerapan Harga Transfer

[PDF] i ABSTRAK D F, Carolina Neolen 2008 Penerapan Harga Transfer fe um ac id wp content uploads 2009 11 ABSTRAK141 pdf
PDF

BAB III TRANSAKSI TRANSFER PRICING

harga transfer dengan tujuan untuk mengurangi pembayaran pajak Sehingga, manipulasi Kebijakan aplikasi transfer pricing multinasional bertujuan meliputi (1) Persediaan (bahan mentah, barang setengah jadi, dan barang jadi,
PDF

BAB III GAMBARAN UMUM

BAB III GAMBARAN UMUM KAWASAN ALUN-ALUN KOTA TANGERANG 31

BAB III GAMBARAN UMUM 3.1 Profil Perusahaan Refals merupakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perusahaan ini bergerak dibidang manufaktur atau tepatnya dibidang konveksi yaitu produksi berbahan jeans

repository uksw edu bitstream 123456789 14288 4 T0 BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 3 1 Sejarah Perusahaan Argo Manunggal Group adalah sebuah organisasi bisnis utama meliputi tekstil, baja, Unggas,Properti, Pertambangan, Energi, pipa PVC, Asuransi, Perkebunan, dll Kelompok ini sangat kompetitif, dan telah sangat sukses

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Analisis sistem sangat bergantung pada teori sistem umum sebagai sebuah landasan konseptual. Tujuannya adalah untuk memperbaiki berbagai fungsi

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai analisis dan perancangan sistem aplikasi yang akan dibuat Pokok BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4 4 1 Identifikasi Permasalahan Informasi mengenai perangkat daerah Kota Bengkulu merupakan suatu BAB

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

1 BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM IV1 Dokumen

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM.1. Analisis Sistem Yang Berjalan Bab ini diterangkan secara singkat mengenai analisa sistem yang ada di toko sahabat teknik, untuk mempermudah dalam mengetahui kelemahan

PDF BAB IV Analisis dan perancangan sistem ELIB UNIKOMelib unikom ac id jbptunikompp gdl faqihudinn 19643 8 babiv m pdf PDF BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM Analisa sir stikom edu 257 7 BAB 20IV pdf PDF bab

Formulir VII.I.5 Permendagri No.54 Tahun 2010 EVALUASI TERHADAP HASIL RENJA SKPD RENJA SKPD BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PERI0DE PELAKSANAAN : Tahun 2012 Indikator dan Target Kinerja SKPD

PDF Tahapan dan Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Renja SKPDferryfebub lecture ub ac id Tahapan dan Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Renja SKPD pdf PDF evaluasi terhadap hasil renja skpd renja skpd Pemerintah bandungkab go id 6

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan telekomunikasi di Indonesia pada era globalisasi sekarang ini sangat pesat. Salah satunya pada perkembangan telekomunikasi seluler. Mobilitas serta meningkatnya

etd repository ugm ac id downloadfile 95598 potongan S2 1 PENDAHULUAN 1 1 Latar Belakang Perkembangan industri telekomunikasi saat ini, khususnya telekomunikasi bergerak (mobile) atau dikenal juga dengan telekomunikasi selular, sedikit banyak mempengaruhi bagaimana pelaku bisnis di industri ini dalam membuat keputusan strategi Faktor yang mendorong perkembangan industri telekomunikasi

TATA CARA PENGHAPUSAN BARANG MILIK NEGARA Dr. Ahmad Yusuf Sobri, S.Sos., M.Pd Imam Gunawan, S.Pd., M.Pd DASAR HUKUM 1. Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah;

ulp uny ac id sites ulp uny ac id files Pengahapusan BMN pdf PEMINDAHTANGANAN BARANG MILIK NEGARA TATA CARA PELAKSANAAN PENGHAPUSAN BARANG MILIK NEGARA I Definisi Penghapusan adalah tindakan menghapus Barang Milik Negara dari daftar barang dengan menerbitkan keputusan dari pejabat yang

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PELAYANAN VULKANISIR BAN DI NUANSA BARU NASKAH PUBLIKASI diajukan oleh Fery Dian Bagus Prasetiyo 09.11.2571 kepada SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM

repository amikom ac id files Publikasi 09 11 2571 pdf skripsi yang berjudul “Analisis dan Perancangan Sistem Pelayanan Vulkanisir Ban di Nuansa Baru” 2 Landasan Teori 2 1 Konsep Dasar Sistem Suatu sistem adalah jaringan kerja dari prosedur prosedur yang saling berhubungan satu sama lain, berkumpul bersama sama

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan jaman, persaingan di dalam industri semakin ketat. Banyaknya perusahaan perusahaan baru dalam industri sejenis yang mempersempit pangsa

PDF 1 BAB 1 PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah eprints ums ac id 21677 2 BAB I pdf PDF 1 BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah Seiring eprints ums ac id 30245 2 BAB I pdf PDF 1 BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Persaingan lembaga keuangan perbankan semakin ketat dan berkembang pada produk dan layanan jasanya. Menurut Kasmir (2005:9) lembaga keuangan adalah setiap perusahaan

digilib uinsgd ac id 2848 4 4 bab1 pdf BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah Lembaga keuangan adalah bagian dari sistem keuangan dalam ekonomi modern yang melayani masyarakat pemakai jasa jasa keuangan Lembaga keuangan menawarkan berbagai jasa keuangan antara lain berbagai jenis skema tabungan, proteksi asuransi,

Home back495496497 498499500 Next

JURNAL ILMIAH RANGGAGADING Volume 8 No

HONORIS INDUSTRY Oleh: Bambang Pamungkas* dan Nunuk Yuliati *Dosen Tetap Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan Bogor ABSTRACT In a big company, where there is more and more longer process of production, usually the main functional activities are carried out by separated organization unit named division

If a division buys basic commodity from other division in the same company, transfer price need to be fixed

It is not easy to fix transfer price

The purpose of this research is to find out transfer price policy application of basic commodity in behalf of division performance measurement at PT Honoris Bogor

The outcome of this research shows that transfer price fixation utilized by the company to electronic division and camera division is cost plus method, namely standard variable cost plus mark up 30%

This transfer price must be fixed by top management, in this case is production director

Division manager has only right to propose the best price

The fixation of accurate method can be as a way of division performance measurement

The principle of performance evaluation conducted to both of the divisions encompasses: (a) periodical profit, (b) product quality, and (c) production efficiency

Keywords: Transfer price fixation

Basic commodity

Performance measurement

PENDAHULUAN Dalam perusahaan yang besar, dimana semakin banyak atau semakin panjangnya proses produksi, biasanya kegiatan-kegiatan fungsional utamanya dilaksanakan oleh unit organisasi tersendiri yang terpisah, yang disebut divisi

Tiap divisi yang ada di perusahaan akan melakukan suatu kegiatan produksi tertentu saja dan bukan kegiatan secara keseluruhan

Tiap-tiap divisi yang dibentuk akan memiliki tanggungjawab dan wewenang untuk melakukan pengambilan keputusan tertentu yang disebut sebagai desentralisasi

Manajer pusat laba yang terdesentralisasi mempunyai wewenang untuk memilih bahan baku bagi pusat labanya

Manajer tersebut dapat menentukan apakah lebih menguntungkan membeli bahan baku dari pemasok diluar perusahaan atau membeli dari pusat laba lainnya dalam perusahaan itu sendiri

Jika suatu pusat laba membeli bahan bakunya dari pusat laba lain dalam perusahaan yang sama, maka perlu ditetapkan suatu harga transfer

Penetapan harga transfer ini tidak hanya terbatas pada barang, tetapi juga jasa yang diberikan oleh suatu pusat laba kepada pusat laba yang lain

Harga produk yang ditransfer merupakan penghasilan bagi pusat laba yang mengirim dan merupakan biaya bagi pusat laba yang menerimanya

Untuk memindahkan atau mentransfer suatu produk dari divisi yang satu ke divisi yang lain diperlukan adanya suatu kebijakan perusahaan mengenai besarnya harga yang harus dibebankan oleh divisi pembuat atas produk yang diprosesnya

Untuk menerapkan

PAMUNGKAS dan YULIATI, Penerapan Kebijakan Harga Transfer Bahan Baku dan menetapkan suatu harga transfer dapat digunakan beberapa alternatif atau metode harga transfer

Metode yang digunakan oleh perusahaan merupakan suatu kebijakan perusahaan itu sendiri, dimana telah dipertimbangkan kebaikan atau kelebihan dari pemanfaatan metode yang dipakai

Penentuan harga transfer dalam perusahaan yang terdesentralisasi sering menimbulkan berbagai masalah, terutama yang menyangkut : a) Penentuan harga transfer yang adil bagi semua pusat laba yang terlibat, dimana adakalanya pusat laba satu dengan pusat laba lainnya berusaha memaksimalkan labanya sendiri dan bertentangan dengan tujuan perusahaan secara keseluruhan

b) Masalah pengukuran prestasi manajer suatu pusat laba

Penetapan harga transfer yang tidak adil dapat menyesatkan penilaian terhadap prestasi manajer suatu pusat laba

c) Masalah motivasi manajer suatu pusat laba

Manajer suatu pusat laba mungkin tidak termotivasi untuk melakukan transfer intra perusahaan bila penetapan harga transfer itu sendiri tidak adil

d) Tercapainya tujuan dari penetapan harga transfer itu sendiri

Tujuan yang diharapkan dari penggunaan harga transfer yaitu untuk mengevaluasi kinerja segmen dan apabila harga transfer yang ditetapkan tidak adil, maka baik manajer divisi pembelian maupun manajer divisi penjualan tidak dapat mengambil keputusan-keputusan yang serasi sehingga tujuan perusahaan secara keseluruhan tidak dapat tercapai

Jadi suatu penetapan harga transfer sebenarnya tidak mudah karena perusahaan harus memperhatikan bukan saja tujuan perusahaan secara keseluruhan, tetapi juga kehendak atau keinginan dari divisi-divisi yang ada di perusahaan tersebut, agar divisi-divisi yang ada bekerja dengan efisien dan efektif

METODE PENELITIAN Dengan tidak terlepas dari uraian yang telah ada sebelumnya, yaitu yang berhubungan dengan penerapan kebijakan harga transfer untuk pengukuran prestasi divisi pada PT

Honoris, maka penelitian yang dilakukan adalah dengan mengidentifikasikan faktor-faktor yang berpengaruh dalam merumuskan harga transfer berdasarkan metode-metode yang diterapkan di dalam perusahaan

Setelah data terkumpul, kemudian data tersebut dianalisis untuk mengungkapkan permasalahan yang ada dalam penelitian ini

Permasalahan akan dianalisis dengan membandingkan metode yang dipakai perusahaan dengan landasan teoritis dalam penetapan harga transfer bahan baku

HASIL DAN PEMBAHASAN 1

Penerapan Kebijakan Sistem Harga Transfer Bahan Baku di PT

Honoris PT

Honoris mempunyai 6 divisi yaitu divisi kamera, divisi elektronik, divisi kawai, divisi plastik, divisi covac dan divisi lensa

Dalam pembahasan ini akan dibahas penetapan harga transfer antara produk elektronik di divisi elektronik dengan produk kamera di divisi kamera

Metode harga transfer yang digunakan oleh PT

Honoris adalah metode cost plus yaitu biaya variabel standar ditambah mark up sebesar 30%

Selain menjual elektronik ke divisi kamera, divisi elektronik juga menjual produk ke pelanggan luar yaitu Sony dan Aiwa

Harga transfer sebesar biaya variabel standar ditambah mark up 30% ditentukan oleh manajemen puncak dalam hal ini Direktur Produksi

Meski ditentukan oleh manajemen puncak, para manajer divisi masih mempunyai hak untuk mengusulkan harga yang terbaik

Alasan mark up ditentukan manajemen puncak adalah agar harga produk yang dijual oleh divisi elektronik tidak menjadi terlalu mahal dan bisa bersaing di pasaran

Analisis Terhadap Metode Harga Transfer Bahan Baku Yang Mungkin Diterapkan Pada PT

Honoris Dalam pembahasan berikut ini, untuk perusahaan secara keseluruhan perhitungan margin kontribusinya hanya terdiri dari penjualan kamera, sedang margin kontribusi 10

Jurnal Ilmiah Ranggagading, Vol

Variabel Cost-Based Transfer Pricing Menurut metode ini, harga transfer ditetapkan berdasarkan biaya variabel standar yaitu sebesar yen

Harga transfer yang ditetapkan sama dengan biaya variabel tidak memenuhi kriteria kesamaan tujuan

Divisi elektronik tidak memperoleh laba (tidak dapat menutup biaya tetap) dan mengalami kerugian sebesar yen per peace (90% x biaya tetap 1

Sebaliknya, harga transfer ini memberikan margin kontribusi sebesar yen per unit baik untuk divisi kamera maupun perusahaan secara keseluruhan

Divisi kamera akan termotivasi dengan harga transfer ini karena dapat menekan biaya variabelnya, yang akan berpengaruh pada margin kontribusi

Jadi, secara tidak langsung divisi kamera akan memenuhi penilaian prestasi

Incremental Cost-Plus Fixed Fee Berdasarkan metode ini, maka harga transfer ditetapkan sebesar biaya variabel standar yaitu sebesar yen

Walaupun divisi elektronik mentransfer produk ke divisi kamera sebesar biaya variabel standar, tetapi setiap bulan sebanyak 90% dari biaya tetap divisi elektronik akan dibebankan ke divisi kamera

Pembebanan sebesar 90% dari biaya tetap divisi elektronik ini merupakan harga yang harus dibayar oleh divisi kamera karena sebagian besar produksi divisi elektronik (90%) diutamakan untuk divisi kamera

Persentase ini (90%) mencerminkan berapa persen kapasitas produksi yang dikhususkan untuk divisi kamera

Jadi berarti hanya 10% dari kapasitas produksi divisi elektronik yang dapat dijual keluar

Persentase ini (90%) diperoleh dari rencana order per hari divisi kamera

Manfaat digunakannya metode ini : a

Divisi elektronik dapat menutup sebagian biaya tetapnya

Harga transfer ditetapkan sebesar biaya variabel standar sehingga divisi elektronik termotivasi untuk meningkatkan efisiensi produksi

Divisi kamera akan termotivasi untuk jujur dalam menentukan pesanan

Jadi hanya jumlah ynag benar-benar dibutuhkan saja yang dipesan, karena kalau memesan terlalu banyak pembebanan biaya tetap dari divisi elektronik juga akan bertambah

Ini merupakan harga yang harus dibayar oleh divisi kamera karena pengorbanan divisi elektronik yang yang penjualan keluarnya menjadi berkurang

Pembebanan sebagian biaya karena pemesanan yang terlalu banyak merupakan hal yang tepat, karena kalau tidak maka kapasitas produksi akan dialokasi oleh divisi elektronik untuk penjualan keluar

Maka laba divisi ini menjadi : Margin kontribusi divisi kamera Biaya tetap divisi kamera Biaya tetap dari divisi elektronik (90% X 1

Jelas ini bukan yang terbaik bagi perusahaan secara keseluruhan karena perusahaan akan lebih mementingkan penjualan divisi kamera yang akan menghasilkan laba yang lebih besar daripada laba yang dihasilkan oleh divisi elektronik dari penjualan keluar

Dengan kata lain, kapasitas produksi tidak lagi dipentingkan untuk penggunaan yang paling menguntungkan

Full Cost Transfer Pricing Berdasarkan metode ini, harga transfer ditetapkan sama dengan biaya total sebesar yen

Harga transfer yang ditetapkan sama dengan biaya total masih cukup memenuhi kiteria kesamaan tujuan

Dengan adanya transfer internal, divisi kamera dan perusahaan akan memperoleh 11

PAMUNGKAS dan YULIATI, Penerapan Kebijakan Harga Transfer Bahan Baku margin kontribusi masing-masing sebesar /unit dan 7

203/unit

Divisi kamera akan termotivasi karena margin kontribusinya sebesar 66,4% dari harga jual dan persentase ini cukup menghasilkan laba bagi divisi kamera maupun perusahaan

Dari persentase diatas, divisi kamera masih akan setuju dengan metode full cost meski persentase tersebut sedikit lebih rendah dibanding margin kontribusi perusahaan (70,6%)

Disisi lain, bagi divisi elektronik, divisi ini dengan harga transfer sebesar tidak memperoleh laba sama sekali (0) sehingga tidak memenuhi kriteria penilaian prestasi

Akibatnya, divisi elektronik tidak termotivasi untuk melakukan transfer ke divisi kamera

Full Cost-Plus Transfer Pricing Berdasarkan metode ini, harga transfer akan ditetapkan sebesar biaya total (full cost) ditambah mark up sebesar 30%

Perhitungan harga transfernya adalah sebagai berikut : Biaya total elektronik Mark up (30% X 5

Jika dilakukan transfer internal divisi kamera dan perusahaan akan memperoleh margin kontribusi masingmasing sebesar 4

Divisi kamera akan memperoleh margin kontribusi yang lebih kecil dibandingkan dengan menggunakan metode biaya total (full cost), padahal dengan harga transfer sebesar biaya total saja divisi kamera sudah merasa laba divisinya sedikit berkurang

Jadi divisi kamera kurang puas dengan metode ini dan menginginkan negoisasi serta campur tangan manajemen puncak sehingga kriteria prestasi tidak terpenuhi

Dual Transfer Pricing (Harga Transfer Ganda) Menurut metode ini, terjadi perbedaan pencatatan harga transfer oleh kedua divisi, yaitu : a

Divisi elektronik mencatat harga transfer sebesar harga jual produk ke pelanggan luar

Divisi kamera mencatat harga transfer berdasarkan biaya standar

Margin kontribusi elektronik per peace dan kamera per unit : Divisi elektronik Divisi kamera Total Dikurangi penyesuaian untuk selisih karena penetapan harga transfer ganda ( ) _ Margin kontribusi perusahaan /unit Harga transfer sebesar /unit bagi divisi elektronik dan harga transfer sebesar 3

Penetapan harga transfer ganda ini memenuhi kriteria kesamaan tujuan karena laba perusahaan secara keseluruhan (27

Karena memperoleh laba dari transfer internal ini, maka divisi elektronik akan termotivasi untuk melakukan transfer internal dan divisi kamera akan termotivasi melakukan penjualan

Kedua divisi akan memenuhi kriteria penilaian prestasi karena memperoleh laba dari transfer internal tersebut

Kriteria otonomi juga akan tercapai jika manajemen puncak menyetujui pemakaian metode harga transfer ganda ini

Tetapi metode ini mempunyai beberapa kelemahan yang menyolok sehingga menghalangi metode ini diimplementasikan dalam praktek

Dengan metode ini, laba divisi menjadi lebih besar daripada laba perusahaan secara keseluruhan

Dalam situasi yang ekstrim, divisi pembeli dan penjual dapat memperlihatkan laba, sementara perusahaan secara keseluruhan mengalami kerugian (karena terjadi penyesuaian 12

Jurnal Ilmiah Ranggagading, Vol

Jadi laba tinggi yang dihasilkan oleh divisi sebenarnya semu, dapat menyesatkan karena dalam kenyataannya belum tentu laba perusahaan akan tinggi

Metode ini juga mendorong divisi lebih menekankan penjualan dan pembelian internal pada syarat-syarat yang paling menguntungkan bagi divisi masing-masing

Divisi pembeli, karena membeli harga transfer standar, tidak termotivasi untuk melakukan pengamatan atas harga pasar, padahal ada kemungkinan biaya variabel standar lebih tinggi daripada harga pasar yang normal

Selain itu, dikhawatirkan manajer divisi menjadi tidak bergairah untuk mengendalikan biaya

Jadi, walaupun metode ini memenuhi keempat kriteria penetapan harga transfer optimal, tetapi jarang digunakan karena kelemahannya

Dari berbagai alternatif metode harga transfer yang diuraikan tersebut diatas, terlihat bahwa dalam kondisi perusahaan saat ini (produk yang dihasilkan tidak mempunyai harga pasar) metode yang dapat memberikan harga transfer yang paling menguntungkan bagi perusahaan secara keseluruhan adalah Cost Plus Method karena metode ini menimbulkan masalah yang paling sedikit dibandingkan dengan metode lainnya

Walaupaun divisi elektronik tidak bisa meningkatkan labanya lebih besar lagi, penilaian prestasi bisa ditingkatkan pada hal efisiensi dengan cara penggunaan budget (anggaran)

Jadi penilaian prestasi lebih ditekankan untuk memenuhi budget

Alternatif ini digunakan jika divisi elektronik ingin dipertahankan sebagai pusat laba

Jika divisi elektronik tidak ingin dipertahankan sebagai pusat laba, maka digunakan alternatif kedua yaitu menjadikan divisi elektronik sebagai pusat biaya (cost center) karena sebagian besar produknya (90%) ditransfer ke divisi kamera, sehingga divisi elektronik hanya 10% menjual produknya ke luar

Produk yang ditransfer ke divisi kamera akan dinilai sebesar biaya total standar

Sebenarnya incremental cost-plus fixed fee method juga merupakan metode yang dapat memberikan harga transfer yang paling baik

Tetapi metode ini tidak dapat diterapkan dalam PT

Honoris karena kondisi divisi kamera yang hanya diperbolehkan membeli produk dari divisi elektronik

Jika suatu saat, misalnya ada pesanan yang yang lebih besar secara mendadak, maka divisi kamera tidak bisa meminta tambahan pesanan dari divisi elektronik

Akibatnya, perusahaan akan kehilangan kesempatan untuk memperoleh keuntungan lebih, mengingat perusahaan memperoleh margin kontribusi yang lebih besar dari penjualan kamera (28

Hal ini jelas bukan bukti yang baik bagi perusahaan secara keseluruhan

Penerapan Kebijakan Harga Transfer Bahan Baku Untuk Pengukuran Prestasi Divisi Pada PT

Honoris Pada umumnya, setiap perusahaan melakukan segala aktivitasnya dengan tujuan memperoleh laba usaha yang sebesar-besarnya

Dan untuk mencapai tujuan tersebut tidak terlepas dari beberapa faktor, salah satunya adalah penetapan harga transfer antar divisi

Harga transfer menjadi masalah yang penting jika jumlah produk yang ditransfer jumlahnya cukup besar dan laba merupakan pertimbangan penting dalam pengukuran prestasi divisi

Dasar penilaian prestasi yang dilakukan terhadap divisi kamera maupun divisi elektronik adalah mencakup 1

Laba Periodik 2

Kualitas Produk 3

Efisiensi Produksi Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa divisi elektronik harus mentransfer 90% produknya untuk memenuhi kebutuhan divisi kamera dan 10% untuk di jual ke pelanggan luar, sehingga dapat diketahui margin kontribusi per unit untuk divisi elektronik, divisi kamera dan perusahaan secara keseluruhan adalah sebagai berikut : Margin kontribusi perunit Elektronik Kamera Perusahaan

PAMUNGKAS dan YULIATI, Penerapan Kebijakan Harga Transfer Bahan Baku Sedangkan jika divisi elektronik menjual seluruh produknya ke pelanggan luar, maka margin kontribusi yang diperoleh adalah sebesar yen

Berdasarkan perhitungan tersebut, diketahui bahwa dengan menjual seluruh produknya ke pelanggan luar, divisi elektronik memperoleh margin kontribusi yang lebih besar (8

Dengan kondisi seperti itu, untuk pengukuran prestasi divisi berdasarkan laba periodik, baik divisi elektronik maupun divisi kamera memenuhi kriteria pengukuran prestasi karena masing-masing memperoleh laba meskipun divisi kamera yang lebih diuntungkan karena mempunyai laba yang lebih besar

Sedangkan untuk pengukuran prestasi berdasarkan kualitas produk, divisi elektronik maupun divisi kamera memenuhi kriteria pengukuran prestasi karena dalam sourcing decision, divisi kamera harus membeli dari divisi elektronik dan tidak diperbolehkan membeli produk dari luar perusahaan karena harga dari divisi elektronik relatif lebih murah dan kualitas produk dapat dipertahankan

Dengan demikian kualitas produk dari masingmasing divisi tersebut dapat dipertahankan dan bahkan dapat ditingkatkan

Untuk pengukuran prestasi divisi berdasarkan efisiensi produksi, divisi elektronik akan terdorong untuk meningkatkan efisiensinya karena harga transfer ditetapkan berdasarkan biaya variabel standar, dimana ketidakefisienan divisi elektronik tidak boleh dibebankan ke divisi kamera, sehingga divisi kamera akan terdorong untuk selalu meningkatkan efisiensinya

KESIMPULAN Melalui hasil analisa penerapan kebijakan harga transfer bahan baku di PT

Honoris, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1

Penerapan Kebijakan Sistem Harga Transfer Bahan Baku di PT

Honoris Selama ini, PT

Honoris menggunakan harga transfer bahan baku berdasarkan metode biaya variabel standar ditambah mark up 30%

Harga transfer ini ditentukan oleh manajemen puncak

Metode Harga Transfer di PT Honoris Dalam kondisi perusahaan saat ini, metode yang paling baik digunakan adalah Cost Plus Method (biaya variabel standar dengan mark up 30%) karena masalah yang ditimbulkan paling minimum dibandingkan dengan metode yang lain

Permasalahan Penerapan Metode Harga Transfer di PT

Honoris Penetapan harga transfer yang optimal harus dapat memenuhi empat kriteria, yaitu kesamaan tujuan, motivasi, otonomi dan penilaian prestasi

Untuk itu, dalam menerapkan metode harga transfer harus diketahui apakah telah memenuhi keempat kriteria penetapan harga transfer yang optimal tersebut

Beberapa Kemungkinan Penerapan Metode Harga Transfer Bahan Baku di PT

Honoris a) Variabel Cost-Based Transfer Pricing Metode ini tidak memenuhi kriteria kesamaan, dengan demikian divisi elektronik tidak akan menyetujui metode ini karena divisi elektronik tidak dapat menutup biaya tetap sehingga mengalami kerugian dan tidak memperoleh laba

b) Incremental Cost-Plus Fixed Fee Metode ini tidak dapat diterapkan di PT

Honoris karena keterbatasan divisi kamera dalam hal pembelian produk c) Full Cost Transfer Pricing Metode ini tidak akan disetujui oleh divisi elektronik karena menyebabkan divisinya tidak memperoleh laba sama sekali, 14

Jurnal Ilmiah Ranggagading, Vol

d) Full Cost-Plus Transfer Pricing Metode ini tidak akan disetujui oleh divisi kamera karena menyebabkan margin kontribusinya lebih kecil dibanding margin kontribusi dengan metode harga variabel standar

Akibatnya, akan dilakukan negoisasi yang jika tidak terselesaikan akan menimbulkan konflik yang merugikan perusahaan secara keseluruhan

e) Metode Dual Pricing Walaupun memenuhi keempat kriteria penetapan harga transfer yang optimal, metode ini juga sulit diterapkan karena kelemahan yang sangat menyolok

Penerapan Kebijakan Harga Transfer Bahan Baku Untuk Pengukuran Prestasi Divisi Pada PT

Honoris Industri a) Laba Periodik Dengan menggunakan metode harga transfer cost plus method, pengukuran prestasi divisi berdasarkan laba periodik, baik divisi elektronik maupun divisi kamera akan memenuhi kriteria pengukuran prestasi divisi karena masing-masing menghasilkan laba meskipun divisi kamera memperoleh laba lebih besar

b) Kualitas Produk Pengukuran prestasi berdasarkan kualitas produk, baik divisi elektronik maupun divisi kamera dapat mempertahankan kualitas produknya karena divisi kamera tidak diperbolehkan untuk membeli produk dari luar karena produk dari divisi elektronik kualitasnya lebih bagus

c) Efisiensi Produksi Pengukuran prestasi divisi berdasarkan efisiensi produksi, divisi elektronik akan terdorong untuk meningkatkan efisiensinya karena harga transfer ditetapkan berdasarkan biaya variabel standar, dimana ketidakefisienan divisi elektronik tidak boleh dibebankan ke divisi kamera, sehingga divisi kamera akan terdorong untuk selalu meningkatkan efisiensinya

DAFTAR PUSTAKA Anthony, Dearden, Bedford, Sistem Pengendalian Manajemen, Edisi Kedua, Binarupa Aksara, Yogyakarta, Carl S

Warren, James M

Reeve, Philip E

Fess, Accounting, 18 th Edition, South Western Publishing, Co, Garrison, R

H, Akuntansi manajemen, Edisi Ketiga, Penerbit AK Group Yogyakarta, Horngren, Charles T, Cost Accounting A Managerial Emphasis, Tenth Edition, Prentice-Hall International, Inc, Horngren, Charles T, Pengantar Akuntansi Manajemen, Edisi Keenam, Penerbit Erlangga, Jakarta, Ikatan Akuntansi Indonesia, Standar Akuntansi Keuangan, Penerbit Salemba Empat, Jakarta, Matz Adolph, Milton F

Usry and Lawrence H

Hammer, Akuntansi Biaya Perencanaan dan Pengendalian, Edisi Kesepuluh, Penerbit Erlangga, Jakarta1997

Mulyadi, Akuntasi Biaya, Edisi Kelima, Penerbit STIE YKPN, Yogyakarta, Mulyadi, Akuntansi Manajemen, Konsep, Manfaat dan Rekayasa, Edisi Ketiga, Salemba Empat, Jakarta, R

A Supriyono, Akuntansi Biaya : Pengumpulan Biaya dan Penentuan Harga Pokok, Edisi Kedua, Penerbit BPFE, Yogyakarta, Saudi Arif, Sistem Pengendalian manajemen, Edisi Kedua, Penerbit BPFE, Yogyakarta, William K

Carter, Milton F

Usry, Lawrence H

Hammer, Cost Accounting, 11 th Edition, Penerbit South Western Publishing Co,