PDF -laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah perwakilan bpkp - PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
Wait Loading...


PDF :1 PDF :2 PDF :3 PDF :4 PDF :5 PDF :6 PDF :7 PDF :8 PDF :9 PDF :10


Like and share and download

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah perwakilan bpkp

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENGGUNAAN, PEMANFAATAN, PENGHAPUSAN, DAN PEMINDAHTANGANAN BARANG MILIK DAERAH

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENGGUNAAN, PEMANFAATAN, PENGHAPUSAN, DAN PEMINDAHTANGANAN BARANG MILIK DAERAH PDF pemerintah provinsi nusa tenggara barat dinas pekerjaan umum dpu ntbprov go id assets 0a1ea65eb4cb658821d54a835ad3065d pdf PDF pemerintah provinsi nusa tenggara barat JDIH Prov NTB jdih ntbprov go id Perda 20No 203 20Th 202009 pdf

Related PDF

pemerintah provinsi nusa tenggara barat dinas pekerjaan umum

[PDF] pemerintah provinsi nusa tenggara barat dinas pekerjaan umum dpu ntbprov go id assets 0a1ea65eb4cb658821d54a835ad3065d pdf
PDF

pemerintah provinsi nusa tenggara barat - JDIH Prov NTB

[PDF] pemerintah provinsi nusa tenggara barat JDIH Prov NTB jdih ntbprov go id Perda 20No 203 20Th 202009 pdf
PDF

kajian ekonomi dan keuangan regional - Bank Indonesia

[PDF] kajian ekonomi dan keuangan regional Bank Indonesia bi go id ntb KEKR 20Nusa 20Tenggara 20Barat 20Februari 202017 pdf
PDF

provinsi nusa tenggara barat - Bank Indonesia

[PDF] provinsi nusa tenggara barat Bank Indonesia bi go id id ntb KER 20Tw 20I 202014 20Full pdf
PDF

Provinsi Nusa Tenggara Barat - SIMREG - Bappenas

[PDF] Provinsi Nusa Tenggara Barat SIMREG Bappenas simreg bappenas go id 02 20Analisis 20Provinsi 20Nusa 20Tenggara 20Barat 202015
PDF

ANALISIS kinerja Pendidikan Provinsi nusa tenggara barat

[PDF] ANALISIS kinerja Pendidikan Provinsi nusa tenggara baratpublikasi data kemdikbud go id isi D4906838 880A 4A56 9A4A 4803AC02D841 pdf
PDF

laporan kunjungan kerja komisi vii dpr ri ke provinsi nusa tenggara

[PDF] laporan kunjungan kerja komisi vii dpr ri ke provinsi nusa tenggara dpr go id K7 12 6075a7f42181913da44ccd63a454b902 pdf
PDF

2016 - Kementerian Kesehatan

[PDF] 2016 Kementerian Kesehatan depkes go id resources download PROVINSI 18 NTB 2016 pdf
PDF

Forum Temu INOVASI: Mendorong Solusi Lokal - Tentang Inovasi

[PDF] Forum Temu INOVASI Mendorong Solusi Lokal Tentang Inovasi inovasi or id Siaran Pers Temu INOVASI NTB 2018 Final pdf
PDF

laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah perwakilan bpkp

13 Jan 2017 Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Perwakilan BPKP Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2016 ini merupakan salah
PDF

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

berita negara republik indonesia - Direktorat Jenderal Kelembagaan

No.643, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKEU. Penggunaan Anggaran. Tata Cara. Perubahan. PERATURAN MENTERI KEUANGANREPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 /PMK.02/2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI

PDF berita negara republik indonesia Ditjen PPditjenpp kemenkumham go id arsip bn 2018 bn217 2018 pdf PDF berita negara republik indonesia Ditjen PPditjenpp kemenkumham go id arsip bn 2018 bn1392 2018 pdf PDF berita negara republik indonesia Bphn

PERATURAN DAERAH KABUPATEN GRESIK NOMOR 19 TAHUN 2000 TENTANG PENYUSUNAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GRESIK Menimbang : Bahwa untuk melaksankan ketentuan

PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK PERATURAN DAERAH KABUPATEN GRESIK NOMOR 19 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN? 19 Peraturan Daerah Kabupaten Gresik Nomor 26 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Dinas Daerah; 20 Peraturan Daerah ? c bahwa Peraturan

237/PMK.05/2011 PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 228/PMK.05/2010 TENTANG MEKANISME PE Contributed by Administrator Friday, 23 December 2011 Pusat Peraturan Pajak Online PERATURAN MENTERI

PDF Lampiran 237 PMK 05 2011 WordPress pajaksite files wordpress lampiran 237 pmk 05 2011 pdf PDF jdih kemenkeu go id jdih kemenkeu go id fullText 2018 46~PMK 010~2018Per pdf PDF jdih

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu tumpuan perekonomian Indonesia. Hingga tahun 2011, tercatat sekitar 99,99 persen usaha di Indonesia adalah

PDF 1 BAB I PENDAHULUAN 1 1 Latar Belakang Perkembangan data eprints ums ac id 14534 4 BAB I pdf PDF 1 BAB I PENDAHULUAN 1 1 Latar Belakang Penggunaan jaringan eprints ums ac id 39920 2 BAB 201 20 20skripsi pdf PDF

PERATURAN DAERAH KABUPATEN CILACAP NOMOR 19 TAHUN 2010

lembaran daerah kabupaten cilacap - Bphn

PERATURAN DAERAH KABUPATEN CILACAP NOMOR 19 TAHUN 2010 TENTANG PENYERTAAN MODAL DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN CILACAP KEPADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM ( PDAM ) KABUPATEN CILACAP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

PDF bupati cilacap provinsi jawa tengah peraturan daerah kabupaten jdih cilacapkab go id download prokum PerdaClp 2017 19 pdf PDF pemerintah daerah kabupaten cilacap JDIH Kab Cilacapjdih cilacapkab go id download prokum Perda Clp 2001 17 pdf PDF bupati cilacap JDIH

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANJAR NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM INTAN BANJAR KABUPATEN BANJAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANJAR,

ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN 1989 1990 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DIREKTUR J ENDERAL PENDIDIKAN ISLAM, a bahwa dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan? DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

lembaran daerah kabupaten kulon progo nomor 7 tahun - HuMa

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR : 12 TAHUN : 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR 13 TAHUN 2009

PDF lembaran daerah kabupaten kulon progo JDIH Kemendagri jdih setjen kemendagri go id Kab Kulon Progo 2 2017 pdf PDF peraturan daerah kabupaten kulonprogo JDIH Kulon Progojdih kulonprogokab go id jdih getfile php?id=413&file=PD PDF lembaran daerah kabupaten kulon progo

JURNAL ILMIAH RANGGAGADING Volume 9 No. 1, April 2009 : 38-44 PENGARUH PENJUALAN DAN PROFITABILITAS TERHADAP PERTUMBUHAN PERUSAHAAN Studi kasus pada PT. Gudang Garam, Tbk. dan PT. Bentoel Internasional

mengkaji tentang pengaruh perputaran piutang dan perputaran persediaan terhadap profitabilitas pada perusahaan makanan 2355 9357 e Proceeding of Management Vol 1, No 3 Desember 2014 | Page 279 Ranggagading vol 2 no 1 Putra Sukses Makmur Tbk

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

SATUAN ACARA PERKULIAHAN - SAP Gunadarma - Universitas

Matakuliah : Pengantar Akuntansi 2 Fakultas : Ekonomi Jurusan / Jenjang : S1/Akuntansi SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA Minggu Pokok Bahasan ke dan TIU 1 1. Akuntansi Perusahaan Dagang (Penjualan

PDF satuan acara perkuliahan universitas gunadarma SAP Gunadarmasap gunadarma ac id upload IT 012336 pdf PDF satuan acara perkuliahan universitas gunadarma SAP Gunadarmasap gunadarma ac id upload AK 012213 pdf PDF satuan acara perkuliahan universitas gunadarma SAP Gunadarmasap gunadarma ac

Home back440441 442443444445 Next

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENGGUNAAN, PEMANFAATAN, PENGHAPUSAN, DAN PEMINDAHTANGANAN BARANG MILIK DAERAH Menimbang : DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT, a

bahwa dalam rangka menjamin terlaksananya pengelolaan Barang Milik Daerah perlu pemahaman dan kesamaan persepsi dan langkah secara integral secara menyeluruh dari semua Satuan Perangkat Daerah dalam pengelolaan Barang Milik Daerah

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a perlu mentepkan Peraturan Gubernur tentang Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan, Pemanfaatan, Penghapusan, dan Pemindahtanganan Barang Milik Daerah

Mengingat : 1

Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 115, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1649)

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844)

Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438)

Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 tentang Rumah Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 69, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3573) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 tentang Rumah Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4515)

Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Daerah Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Repubik Indonesia Nomor 4609)

Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737)

Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang /Jasa Pemerintah (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 120, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4330) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 85 Tahun 2006 tentang Perubahan Keenam atas Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah

Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 2 Tahun 1999 tentang Rumah Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 1999 Nomor 17)

Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2007 Nomor 8)

Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 6 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 8 Tahun 2000 tentang Retribusi Tempat Penginapan/Pesanggerahan/Villa dan Asrama (Lembaran Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2009 Nomor 19)

Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 7 Tahun 2009 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2009 Nomor 20)

Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 8 Tahun 2009 tentang Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah (Lembaran Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2009 Nomor 21)

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN GUBERNUR TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENGGUNAAN, PEMANFAATAN, PENGHAPUSAN, DAN PEMINDAHTANGANAN BARANG MILIK DAERAH

BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1

Daerah adalah Provinsi Nusa Tenggara Barat

Pemerintah Daerah adalah Gubernur dan Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah

Gubernur adalah Gubernur Nusa Tenggara Barat

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disebut DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat

Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat

Biro Umum adalah Unit Kerja pada Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat

Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat SKPD adalah perangkat daerah selaku pengguna Barang

Unit Pelaksana Teknis Dinas yang selanjutnya disebut UPTD adalah unsur pelaksana tugas teknis dan pelaksana tugas penunjang pada Dinas selaku pembantu pengguna Barang Milik Daerah atau Kuasa Pengguna Barang Milik Daerah

Barang Milik Daerah adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBD atau dari perolehan lainnya yang sah

Pengelola Barang Milik Daerah yang selanjutnya disebut Pengelola adalah pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab melakukan koordinasi Pengelolaan Barang Daerah

Pembantu Pengelola Barang Milik Daerah yang selanjutnya disebut Pembantu Pengelola adalah pejabat yang bertanggung jawab mengkoordinir penyelenggaraan pengelolaan Barang Milik Daerah yang ada pada Satuan Kerja Perangkat Daerah

Pengguna Barang Milik Daerah yang selanjutnya disebut Pengguna adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan Barang Milik Daerah

Kuasa Pengguna Barang Milik Daerah yang selanjutnya disebut Kuasa Pengguna adalah Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah atau pejabat yang ditunjuk oleh Pengguna Barang untuk menggunakan barang yang berada dalam penguasaannya

Penggunaan adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pengguna/Kuasa Pengguna Barang dalam mengelola dan menatausahakan Barang Milik Daerah yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bersangkutan

Pemanfaatan adalah pendayagunaan Barang Milik Daerah yang tidak dipergunakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kementerian Daerah/lembaga, dalam bentuk sewa, pinjam pakai, kerjasama pemanfaatan, bangun serah guna dan bangun guna serah dengan tidak mengubah status kepemilikan

Penghapusan adalah tindakan menghapus Barang Milik Daerah dari daftar barang dengan menerbitkan surat keputusan dari pejabat yang berwenang untuk membebaskan Pengguna Barang dan/atau Kuasa Pengguna Barang dan/atau Pengelola Barang dari tanggung jawab administrasi dan fisik atas barang yang berada dalam penguasaannya

Pemindahtanganan adalah pengalihan kepemilikan Barang Milik Daerah sebagai tindak lanjut dari Penghapusan dengan cara dijual, dipertukarkan, dihibahkan, atau disertakan sebagai modal Pemerintah Daerah

Penilaian Barang Milik Daerah adalah suatu proses kegiatan penelitian yang selektif didasarkan pada data/fakta yang objektif dan relevan dengan menggunakan metode/teknik tertentu untuk memperoleh nilai Barang Milik Daerah

Penerimaan Daerah adalah uang yang masuk ke Kas Umum Daerah

Kas Umum Daerah adalah tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh Gubernur untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan digunakan untuk membayar seluruh pengeluaran daerah

Rekening Kas Umum Daerah adalah rekening tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh Gubernur untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan digunakan untuk membayar seluruh pengeluaran daerah pada bank yang ditetapkan

Surat Ketetapan Retribusi Daerah yang selanjutnya disingkat SKRD adalah Surat Keputusan yang menentukan besarnya jumlah retribusi yang terutang

Surat Tagihan Retribusi Daerah, yang selanjutnya disingkat STRD adalah surat untuk melakukan tagihan retribusi dan atau sanksi administrasi berupa bunga dan atau denda

Tanah adalah tanah yang dikuasai oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tengggara Barat baik yang bersertifikat maupun yang belum bersertifikat

Rumah Daerah adalah bangunan yang dikuasai oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga

Bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau diletakkan secara tetap pada tanah dan atau perairan, yang berupa bangunan gedung dan atau bukan gedung yang dikuasai oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat

BAB II ASAS UMUM Pasal 2 Pengelolaan Barang Milik Daerah dilaksanakan berdasarkan asas fungsional, kepastian hukum, transparansi dan keterbukaan, efisiensi, akuntabilitas, dan kepastian nilai

Pasal 3 (1)

Penggunaan Barang Milik Daerah oleh Pengguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang dibatasi hanya untuk penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi SKPD

Tanah dan/atau bangunan yang tidak digunakan sesuai tugas pokok dan fungsi Pengguna Barang atau Kuasa Pengguna Barang wajib diserahkan kepada Pengelola Barang

Semua penerimaan yang berasal dari pemanfaatan dan pemindahtanganan Barang Milik Daerah merupakan penerimaan Daerah bukan pajak yang harus disetor ke rekening Kas Umum Daerah

BAB III PEJABAT PENGELOLA BARANG MILIK DAERAH Pasal 4 (1) Gubernur sebagai pemegang kekuasaan pengelolaan Barang Milik Daerah berwenang dan bertanggungjawab atas pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan Barang Milik Daerah

(2) Dalam melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan Barang Milik Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Gubernur dibantu oleh : a

Sekretaris Daerah selaku Pengelola Barang Milik Daerah

Kepala Biro Umum selaku Pembantu Pengelola Barang Milik Daerah

Kepala SKPD selaku Pengguna Barang Milik Daerah

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah selaku Kuasa Pengguna Barang Milik Daerah

Penyimpan Barang Milik Daerah

dan

Pengurus Barang Milik Daerah

Pasal 5 (1) Gubernur sebagai pemegang kekuasaan pengelolaan Barang Milik Daerah, mempunyai wewenang : a

menetapkan kebijakan pengelolaan Barang Milik Daerah

menetapkan penggunaan, pemanfaatan atau pemindahtanganan tanah dan/atau bangunan

menetapkan kebijakan pengamanan Barang Milik Daerah

mengajukan usul pemindahtanganan Barang Milik Daerah yang memerlukan persetujuan DPRD

menyetujui usul pemindahtanganan dan penghapusan Barang Milik Daerah sesuai batas kewenangannya

menyetujui usul pemanfaatan Barang Milik Daerah selain tanah dan/atau bangunan

(2) Sekretaris Daerah selaku pengelola Barang Milik Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf a berwenang dan bertanggungjawab : a

menetapkan pejabat yang mengurus dan menyimpan Barang Milik Daerah

meneliti dan menyetujui rencana kebutuhan Barang Milik Daerah

meneliti dan menyetujui rencana kebutuhan pemeliharaan/perawatan Barang Milik Daerah

mengatur pelaksanaan pemanfaatan, penghapusan, dan pemindahtanganan Barang Milik Daerah yang telah disetujui oleh Gubernur

melakukan koordinasi dalam pelaksanaan inventarisasi Barang Milik Daerah

melakukan pengawasan dan pengendalian atas pengelolaan Barang Milik Daerah

(3) Kepala Biro Umum sebagai Pembantu Pengelola Barang Milik Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b bertanggungjawab mengkoordinir penyelenggaraan pengelolaan barang milik daerah yang ada pada SKPD

(4) Kepala SKPD sebagai Pengguna Barang Milik Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf c'berwenang dan bertanggung jawab: a

mengajukan rencana kebutuhan Barang Milik Daerah bagi SKPD yang dipimpinnya kepada Gubernur melalui Pengelola Barang

mengajukan permohonan penetapan status untuk penguasaan dan penggunaan Barang Milik Daerah yang diperoleh dari beban APBD dan perolehan lainnya yang sah kepada Gubernur melalui Pengelola Barang

melakukan pencatatan dan inventarisasi Barang Milik Daerah yang berada dalam penguasaannya

menggunakan Barang Milik Daerah yang berada dalam penguasaannya untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi SKPD yang dipimpinnya

mengamankan dan memelihara Barang Milik Daerah yang berada dalam penguasaannya

mengajukan usul pemindahtanganan Barang Milik Daerah berupa tanah dan/atau bangunan yang tidak memerlukan persetujuan DPRD dan Barang Milik Daerah selain tanah dan/atau bangunan kepada Gubernur melalui pengelola barang

menyerahkan tanah dan bangunan yang tidak dimanfaatkan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi SKPD yang dipimpinnya kepada Gubernur melalui Pengelola Barang Milik Daerah

melakukan pengawasan dan pengendalian atas penggunaan Barang Milik Daerah yang ada dalam penguasaannya

menyusun dan menyampaikan Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS) dan Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT) yang berada dalam penguasaannya kepada Pengelola Barang

Kepala UPTD selaku Kuasa Pengguna Barang Milik Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf d'berwenang dan bertanggungjawab: a

mengajukan rencana kebutuhan Barang Milik Daerah bagi unit kerja yang dipimpinnya kepada Kepala SKPD yang bersangkutan

melakukan pencatatan dan inventarisasi Barang Milik Daerah yang berada dalam penguasaannya

menggunakan Barang Milik Daerah yang berada dalam penguasaannya untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi unit kerja yang dipimpinnya

mengamankan dan memelihara Barang Milik Daerah yang berada dalam penguasaannya

melakukan pengawasan dan pengendalian atas penggunaan Barang Milik Daerah yang ada dalam penguasaannya

menyusun dan menyampaikan Laporan Barang Kuasa Pengguna Semesteran (LBKPS) dan Laporan Barang Kuasa Pengguna Tahunan (LBKPT) yang berada dalam penguasaannya kepada Kepala SKPD yang bersangkutan

Penyimpan barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf e bertugas menerima, menyimpan dan menyalurkan barang yang berada pada Pengguna/Kuasa Pengguna Barang Milik Daerah

Pengurus barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf f bertugas mengurus Barang Milik Daerah dalam pemakaian pada masing-masing Pengguna/Kuasa Pengguna Barang Milik Daerah

BAB IV PENGGUNAAN BARANG MILIK DAERAH Pasal 6 (1) Penggunaan Barang Milik Daerah untuk menjalankan tugas pokok dan fungsi dilakukan berdasarkan penetapan status penggunaan oleh Pengelola Barang

(2) Tatacara Penggunaan Barang Milik Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran I yang tidak terpisahkan dari Peraturan Gubernur ini

BAB V PEMANFAATAN BARANG MILIK DAERAH Pasal 7 (1) Pemanfaatan Barang Milik Daerah dilakukan terhadap Barang Milik Daerah yang tidak digunakan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi SKPD

(3) Pemanfaatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tidak mengubah status kepemilikan Barang Milik Daerah

(4) Pemanfaatan Barang Milik Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilakukan dalam bentuk: a

bangun guna serah dan bangun serah guna

Pasal 8 (1) Pelaksanaan pemanfaatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (4) huruf a, huruf b, dan huruf c'dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: a

Barang Milik Daerah berupa tanah dan/atau bangunan oleh Pengelola Barang dengan persetujuan Gubernur

Barang Milik Daerah selain tanah dan/atau bangunan oleh Pengguna Barang dengan persetujuan Pengelola Barang

(2) Pelaksanaan pemanfaatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (4) huruf d'dilakukan oleh Pengelola Barang

(3) Pelaksanaan pemanfaatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pengguna Barang dengan persetujuan Pengelola Barang

Pasal 9 Tata cara pemanfaatan Barang Milik Daerah sebagaimana tercantum dalam Lampiran II, Lampiran III, Lampiran IV, dan Lampiran V yang tidak terpisahkan dari Peraturan Gubernur ini

Pasal 10 Ketentuan mengenai formula tarif sewa, sebagaimana tercantum dalam Lampiran II

A yang tidak terpisahkan dari Peraturan Gubernur ini

BAB VI PENGHAPUSAN BARANG MILIK DAERAH Pasal 11 (1) Penghapusan Barang Milik Daerah dilakukan dengan cara menghapuskannya dari daftar barang berdasarkan surat keputusan penghapusan Barang Milik Daerah oleh pejabat yang berwenang

(2) Penghapusan Barang Milik Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a

penghapusan dari Daftar Barang Pengguna pada Pengguna Barang dan/atau Kuasa Pengguna Barang

penghapusan dari Daftar Barang Milik Daerah pada Pengelola Barang

(3) Penghapusan Barang Milik Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dilakukan dalam hal:

penyerahan Barang Milik Daerah yang tidak digunakan untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya kepada Pengelola Barang

pengalihan status penggunaan Barang Milik Daerah kepada Pengguna Barang lainnya

pemindahtanganan Barang Milik Daerah

sebab-sebab lain yang secara normal dapat diperkirakan wajar menjadi penyebab penghapusan, antara lain hilang, kecurian, terbakar, susut, menguap, mencair, terkena bencana alam, kadaluwarsa, rusak berat, dan mati/cacat berat/tidak produktif untuk tanaman/hewan/ternak, serta terkena dampak dari terjadinya force majeure

(4) Penghapusan Barang Milik Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dilakukan dalam hal : a

sebab-sebab lain yang secara normal dapat diperkirakan wajar menjadi penyebab penghapusan, antara lain misalnya hilang, kecurian, terbakar, susut, menguap, mencair, terkena bencana alam, kadaluwarsa, rusak berat, dan mati/cacat berat/tidak produktif untuk tanaman/hewan/ ternak, serta terkena dampak dari terjadinya force majeure

(5) Tata cara penghapusan Barang Milik Daerah sebagaimana tercantum dalam Lampiran VI yang tidak terpisahkan dari Peraturan Gubernur ini

BAB VII PEMINDAHTANGANAN BARANG MILIK DAERAH Pasal 12 (1) Pemindahtanganan Barang Milik Daerah merupakan pengalihan kepemilikan Barang Milik Daerah sebagai tindak lanjut dari penghapusan dengan cara dijual, dipertukarkan, dihibahkan, atau disertakan sebagai modal pemerintah

(2) Tata cara pemindahtanganan Barang Milik Daerah sebagaimana tercantum dalam Lampiran VII, Lampiran VIII, Lampiran IX, dan Lampiran X yang tidak terpisahkan dari Peraturan Gubernur ini

BAB VIII PENILAIAN Pasal 13 (1) Penilaian Barang Milik Daerah dilakukan dalam rangka pemanfaatan dan pemindahtanganan

(2) Penilaian Barang Milik Daerah berupa tanah dan/atau bangunan dilakukan oleh Penilai yang ditetapkan oleh Pengelola Barang

(3) Penilaian Barang Milik Daerah selain tanah dan/atau bangunan dilakukan oleh tim yang ditetapkan Pengguna Barang dan dapat melibatkan Penilai yang ditetapkan oleh Pengguna Barang

(4) Hasil perhitungan Penilai merupakan hasil perhitungan yang bersifat independen dan final

(2) Penilaian terhadap Barang Milik Daerah berupa tanah dan/atau bangunan oleh tim dilakukan dengan berpedoman pada standar penilaian yang berlaku

Pasal 15 (1) Penilaian terhadap Barang Milik Daerah selain tanah dan/atau bangunan oleh tim dilakukan untuk mendapatkan nilai tertinggi dari salah satu nilai tersebut dibawah ini: a

nilai buku, yaitu nilai perolehan dikurangi penyusutan

nilai yang ditetapkan oleh instansi yang berwenang

(2) Penilaian terhadap Barang Milik Daerah selain tanah dan/atau bangunan dalam rangka sewa dan kerjasama pemanfaatan, dilakukan oleh Penilai apabila harga perolehan Barang Milik Daerah selain tanah dan/atau bangunan tersebut mempunyai nilai paling sedikit Rp ,00 (tiga puluh miliar rupiah)

(3) Penilaian terhadap Barang Milik Daerah selain tanah dan/atau bangunan dalam rangka penjualan, tukar menukar atau penyertaan modal pemerintah daerah dilakukan Penilai apabila harga perolehan Barang Milik Daerah selain tanah dan/atau bangunan tersebut mempunyai nilai perolehan paling sedikit Rp ,00 (sepuluh miliar rupiah)

BAB IX INVENTARISASI DAN SERTIFIKASI Pasal 16 (1) Barang Milik Daerah berupa tanah dan/atau bangunan yang telah ada sebelum berlakunya Peraturan Gubernur ini wajib diinventarisasi dan diselesaikan dokumen kepemilikannya menjadi atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat

(2) Pelaksanaan inventarisasi dan penyelesaian dokumen kepemilikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pengguna Barang dengan berpedoman pada Petunjuk Pelaksanaan Inventarisasi dan Sertifikasi yang ditetapkan oleh Pengelola Barang setelah berkoordinasi dengan instansi teknis terkait

BAB X KETENTUAN PERALIHAN Pasal 17 Pelaksanaan pemanfaatan, penghapusan, dan pemindahtanganan Barang Milik Daerah yang telah dilakukan antara Pemerintah Daerah dengan Pihak Ketiga sebelum ditetapkannya Peraturan Gubernur ini, agar segera menyesuaikan dengan Peraturan Gubernur ini paling lama dalam jangka waktu 1 (satu) tahun

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan Pengundangan Peraturan Gubernur ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat

Ditetapkan di Mataram pada tanggal GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT, ttd

Diundangkan di Mataram pada tanggal SEKRETARIS DAERAH PROVINSI NTB, H

ZAINUL MAJDI ttd

ABDUL MALIK BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2010 NOMOR

Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI NTB Kepala Biro Hukum, Hj

Desak Putu Yuliastini