PDF -BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang Masalah - BAB I PENDAHULUAN. sebagai pendamping dan pembimbing pelaku utama dan pelaku usaha. Penyuluh
Wait Loading...


PDF :1 PDF :2 PDF :3 PDF :4 PDF :5 PDF :6 PDF :7 PDF :8 PDF :9 PDF :10


Like and share and download

BAB I PENDAHULUAN. sebagai pendamping dan pembimbing pelaku utama dan pelaku usaha. Penyuluh

BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Percepatan pembangunan pertanian memerlukan peran penyuluh pertanian sebagai pendamping dan pembimbing pelaku utama dan pelaku usaha. Penyuluh mempunyai peran penting

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Percepatan pembangunan pertanian memerlukan peran penyuluh pertanian sebagai pendamping dan pembimbing pelaku utama dan pelaku usaha. Penyuluh mempunyai peran penting scholar unand ac id 17253 2 BAB 1 PENDAHULUAN pdf wilayah dan pendataan usaha tani serta menyampaikannya melalui sms, (6 ) Membuat laporan tingkat wilayah pendampingan yang disampaikan kepada pembimbing Berdasarkan uraian diatas menarik untuk diteliti tentang bagaimana mahasiswa alumni pendamping dalam menjalankan tugasnya sebagai pendamping pada pelaksanaan

Related PDF

BAB I PENDAHULUAN - scholarunandacid

scholar unand ac id 17253 2 BAB 1 PENDAHULUAN pdf wilayah dan pendataan usaha tani serta menyampaikannya melalui sms, (6 ) Membuat laporan tingkat wilayah pendampingan yang disampaikan kepada pembimbing Berdasarkan uraian diatas menarik untuk diteliti tentang bagaimana mahasiswa alumni pendamping dalam menjalankan tugasnya sebagai pendamping pada pelaksanaan program Upsus PAJALE
PDF


PDF

BAB I PENDAHULUAN 11 Latar belakang - eprintsummacid

eprints umm ac id 27904 2 gdl ratuayuand 33701 2 bab1 pdf BAB I PENDAHULUAN 1 1 Latar belakang Kerupuk merupakan salah satu makanan khas masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa Timur Kerupuk ini banyak disukai oleh kalangan anak anak sampai orang dewasa, baik masyarakat pedesaan sampai masyarakat diperkotaan yang mengkonsumsi kerupuk sebagai makanan pendamping ataupun
PDF

BAB I PENDAHULUAN - digilibuinsbyacid

digilib uinsby ac id 2397 4 Bab 1 pdf BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah Skizofrenia merupakan bentuk gangguan jiwa berat yang berlangsung kronis dan berdampak bagi penderita, keluarga dan masyarakat Pravelensi skizofrenia di dunia yaitu tujuh dari 10 000 populasi dewasa, dengan angka kejadian terbesar pada tahun kelompok umur 23 25 tahun (Wuryaningsih,dkk, 2013 178 185)
PDF

BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang - eprintsumsacid

eprints ums ac id 38335 19 BAB I pdf Pemberian makanan pendamping ASI (MP ASI) berarti memberikan makanan lain sebagai pendamping ASI yang diberikan pada bayi dan anak usia 7 24 bulan MP ASI yang tepat dan baik merupakan makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi sehingga bayi dan anak dapat tumbuh kembang dengan optimal
PDF

BAB I PENDAHULUAN - repo unpas

repository unpas ac id 12245 4 9 BAB I pdf 2 Fasilitator pemberdayaan masyarakat dipertegas sebutannya sebagai tenaga pendamping profesional yang terbagi atas pendamping desa, pendamping teknis dan tenaga ahli pemberdayaan masyarakat Tidak disebut sebagai fasilitator, karena fungsi fasilitator bisa diperankan siapa saja termasuk pemerintah
PDF

BAB I PENDAHULUAN - eprintsundipacid

eprints undip ac id 51356 2 BAB I tesis jintan pdf BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Persalinan merupakan hal yang alami dan fisiologis yang dialami oleh seorang wanita, namun persalinan dapat menimbulkan masalah traumatik bagi seorang wanita yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu Salah satu masalah morbiditas yang sering timbul karena proses persalinan
PDF

BAB I PENDAHULUAN - diskopumkmfileswordpresscom

diskopumkm files wordpress 2015 01 lakip BAB I PENDAHULUAN A LATAR BELAKANG Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sinjai Nomor 35 Tahun 2012 tentang tentang perubahan atas Peraturan Daerah No 18 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Sinjai, dan Peraturan Bupati Sinjai Nomor 3 Tahun 2013
PDF

BAB I PENDAHULUAN - eprintsundipacid

eprints undip ac id 58914 1 BAB 1 Halaman 1 7 pdf Pendahuluan berisi tentang latar belakang masalah, ruang lingkup penulisan, tujuan dan kegunaan, serta cara pengumpulan data BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Dalam bab ini menguraikan tentang sejarah Perusahaan, visi dan misi, bentuk badan usaha, sejarah logo, profil PT PERTAMINA (Persero) Marketing Operation Region IV,
PDF

BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang Masalah


PDF

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam pembangunan sekarang ini, perusahaan tidak lagi berhadapan pada tanggung jawab pada aspek keuntungan secara ekonomis saja, yaitu nilai perusahaan yang

PDF 1 BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Tanggung jawab eprints ums ac id 23199 2 BAB I pdf PDF BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah Tanggung jawab eprints ums ac id 23180 2 BAB I pdf PDF BAB I PENDAHULUAN

Oleh: Nuraeni, M.AB Kas merupakan salah satu bagian dari aktiva yang memiliki sifat paling lancar (likuid) dan paling mudah berpindah tangan dalam suatu transaksi. Kas merupakan aktiva yang tidak menghasilkan

Laporan arus kas merupakan satu bagian dari set laporan keuangan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan salah satu dari dua metode Minimal Kas merupakan salah satu unsur modal kerja yang paling tinggi tingkat Perusahaan harus menyusun laporan arus kas sebagai bagian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan zaman, kondisi kegiatan bisnis dimuka bumi semakin berkembang dengan pesat. Persaingan antarperusahaan semakin menjamur di berbagai mancanegara.

repository warmadewa ac id 276 2 bab1 pdf BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Diberlakukannya Undang undang No 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah, merangsang setiap daerah berlomba lomba untuk memajukan daerahnya dengan memanfaatkan segala sumber daya manusia yang tersedia Otonomi daerah memberikan kewenangan dan peluang

PENJABARAN PERUBAHAN APBD

gubernur gorontalo peraturan gubernur gorontalo nomor 45 tahun

Lampiran II Penjabaran Perubahan APBD Nomor Tanggal : 36 Tahun 2014 : 10 Nopember 2014 PEMERINTAH KOTA AMBON PENJABARAN PERUBAHAN APBD TAHUN ANGGARAN 2014 Urusan Pemerintahan : 1.20 Urusan Wajib Otonomi,

PDF ringkasan penjabaran perubahan apbd Pemko Medanpemkomedan go id files apbd rptpenjabaranperubahanapbd 01 pdf PDF ringkasan penjabaran perubahan apbd Badan Pengelola bpkd pemkomedan go id rptpenjabaranperubahanapbd 01 pdf PDF penjabaran perubahan apbd Pemerintah Kota Bogor

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU

peraturan daerah kabupaten berau - BPK RI Perwakilan Propinsi

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU TAHUN : 2003 NOMOR : 57 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU NOMOR 12 TAHUN 2003 TENTANG TATA NIAGA BESI TUA DALAM WILAYAH KABUPATEN BERAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5161) ; 8 Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 8 Tahun 1991 tentang Penyidik? 20 Jan 2012 Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5161) ; 8 Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor

HARGA BAHAN PANGAN POKOK DI TINGKAT KONSUMEN

Analisa Permintaan Bahan Pangan dengan - LPEM FEB UI

HARGA BAHAN PANGAN POKOK DI TINGKAT KONSUMEN KABUPATEN : Bantul PROVINSI : DI Yogyakarta BULAN/ TAHUN : Januari 2016 1 Gabah GKG Rp/Kg 5,200 5,200 5,200 5,200 5,200 5,000 200 4 2 Beras IR 64 Medium Rp/Kg

PDF analisis perkembangan harga bahan pangan pokok di pasar bppp kemendag go id ANALISIS PERKEMBANGAN HARGA BAHAN PANGAN POKOK DI PASAR DOMESTIK DAN INTERNASI PDF analisis perkembangan harga bahan pangan pokok di Kemendagbppp kemendag go id ANALISIS PERKEMBANGAN HARGA

PERATURAN DAERAH KOTA KUPANG NOMOR 9 TAHUN 2001 TENTANG PENATAAN DAN PEMBINAAN PERGUDANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA KUPANG, Menimbang Mengingat : a. bahwa otonomi daerah telah memberikan

PDF walikota kupang provinsi nusa tenggara timur peraturan daerah kota nttonlinenow PERDA NO 9 THN 2016 LEMBAGA KEMASYARAKATAN KELURAHAN pdf PDF peraturan daerah kota kupang nomor 9 tahun JDIH Kemendagri jdih setjen kemendagri go id

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Bab I Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN 1 1 Latar - Open Library

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang CV Roland Kencana merupakan perusahaan industri manufaktur di bidang furniture. Perusahaan furniture ini memproduksi peralatan dapur (kitchen set), perlengkapan kamar

PDF Bab I Pendahuluan 1 1 Latar Belakang Rose Viviangit onelivemedia pdf bab i pendahuluan 1 1 latar belakang rose vivian pdf PDF Bab I Pendahuluan 1 1 Latar Belakang Masalahw ww sproutworld bab i pendahuluan 1 1 latar belakang masalah pdf

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK

bab iv metodologi dan implementasi karya - STIKOM Surabaya

23 BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK 3.1 Bidang Pelaksanaan Kerja Praktek Pelaksanaan Kerja Praktek bertujuan untuk memberikan pengenalan kepada penulis mengenai kinerja dan aktivitas-aktivitas yang terjadi

PDF BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK 3 1 Repository UPIrepository upi edu 5648 6 D3 SPIG 100796 Chapter3 pdf PDF pedoman pelaksanaan kerja praktek ( kp ) ITS its ac id tfisika wp content uploads

Home back515516517 518519520 Next

BAB I PENDAHULUAN 1

Penyuluh mempunyai peran penting dalam pelaksanaan program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) yang difokuskan pada pendampingan pemberdayaan petani dan Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) dan sebagai fasilitator agar GAPOKTAN mampu mengambil keputusan sendiri dengan jalan membantu menganalisis situasi yang sedang mereka hadapi dan melakukan perkiraan ke depan, membantu mereka memperoleh pengetahuan/informasi guna memecahkan masalah, serta membantu mereka mengambil keputusan yang akan diambilnya

Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) ini tidak sama dengan Program Bantuan Langsung Tunai (BLT)

Program Pengembangan Usaha Agribisnis (PUAP) merupakan program pemberdayaan usaha agribisnis yang ditujukan bagi petani/peternak di perdesaan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup, kemandirian dan tingkat kesejahteraannya

Adapun tujuan digulirkannya program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) ini adalah : (1) Untuk menumbuh kembangkan kegiatan usaha agribisnis di perdesaan sesuai dengan potensi wilayah, melalui koordinasi Gabungan Kelompoktani (GAPOKTAN) sebagai organisasi petani

Fungsi Gabungan Kelompoktani (GAPOKTAN) sebagai lembaga ekonomi petani menjadi jejaring atau mitra lembaga keuangan dan akses pasar, (2) Meningkatkan kinerja program-program Departemen Pertanian yang telah ada sebelumnya terutama dalam memfasilitasi 1

akses permodalan petani untuk mendukung usaha agribisnis perdesaan serta mengurangi kemiskinan dan pengangguran di perdesaan

(3) Meningkatkan kapasitas organisasi Gabungan Kelompoktani (GAPOKTAN) sebagai kelembagaan petani di Desa dalam melayani kebutuhan petani anggota khususnya dalam permodalan

Keterbatasan petani dalam mengakses sumber modal makin menguatkan petani mengalami beragam tekanan, baik tekanan ekonomi maupun tekanan sosial

Tekanan ekonomi berhubungan langsung dalam pengadaan sarana produksi meliputi bibit, pupuk maupun obat-obatan dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidup

Sementara itu tekanan sosial lebih bersifat kepada penilaian sebagian besar masyarakat di luar petani yang menilai bahwa petani itu terbelakang dan tertinggal karena tidak mempunyai keinginan untuk maju

Ini yang menyebabkan sebagian besar petani mengalami kemunduran dan kemiskinan

Kemiskinan yang terjadi banyak terdapat di perdesaan karena sebagian besar petani berada di wilayah Desa

Sehubungan dengan hal tersebut, pemerintah telah berupaya mengatasi permasalahan modal petani melalui program pemberdayaan masyarakat perdesaan yang dituangkan dalam program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP)

Kehadiran Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) diharapkan bisa mengatasi masalah kesulitan modal yang dihadapi petani

Program ini bertujuan untuk membantu mengurangi tingkat kemiskinan dan menciptakan lapangan pekerjaan di perdesaan serta membantu penguatan modal dalam kegiatan usaha di bidang pertanian sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani

Pola dasar Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) dirancang untuk meningkatkan keberhasilan penyaluran dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) kepada GAPOKTAN dalam mengembangkan usaha produktif petani skala kecil, buruh tani dan rumah tangga miskin

Terdapat 5 kunci pokok dalam Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP), yaitu : (a) Usaha agribisnis, (b) Pemberdayaan masyarakat pertanian, (c) Perdesaan, (d) Kelembagaan petani, dan (e) Pendampingan

Dari kelima kunci ini dibutuhkan kesimpulan yang berkaitan dalam dukungan Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota yang dapat mempercepat keberhasilan program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) diantaranya adalah : (1) Intervensi pemda dalam pengembangan komoditas unggulan spesifik lokasi serta penerapan kalender tanam, sehingga timbul komoditas pertanian lokal yang berdaya saing dan bernilai ekonomi tinggi, (2) Peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur pertanian dan perdesaan, sehingga kemudahan akses transportasi dan perdagangan antar wilayah dapat dilakukan dan dengan sendirinya akan bermunculan dan berkembang titik pertumbuhan ekonomi baru di daerah, (3) Penguatan kelembagaan petani yang mandiri, sehingga mampu meningkatkan daya tawar petani dalam menghadapi ekonomi pasar bebas sekarang ini, (4) Penempatan SDM penyuluh pertanian yang profesional dan handal agar dengan satu penyuluh satu Desa terpenuhi dan maksimal, (5) Menjamin ketersediaan sarana produksi pertanian di wilayah pengembangan pertanian dalam menunjang kuantitas, kualitas dan kontinuitas produksi, (6) Menciptakan pasar induk-pasar induk baru sebagai wadah pemasaran produk pertanian

Hal ini salah satunya dapat ditempuh dengan melakukan fasilitasi kemitraan dengan daerah atau pihak 3

lain, (7) Balai Penelitian Teknologi Pertanian (BPTP) bersama-sama dengan Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota membuka akses seluas-luasnya terhadap inovasi teknologi pertanian dalam rangka peningkatan kualitas dan kuantitas produk yang lebih baik, (8) Stabilitasi harga komoditas pertanian, dan (9) Melakukan promosi komoditas unggulan lokal serta produk turunannya melalui berbagai kegiatan baik di tingkat lokal, regional, nasional maupun internasional

Dengan adanya program PUAP setiap tahunnya bertambah, maka penyuluhpun masih sangat dibutuhkan untuk mendampingi program tersebut oleh karena itu Kementrian Pertanian berupaya melakukan percepatan pembangunan pertanian antara lain ditempuh melalui Revitalisasi Penyuluh Pertanian dengan kebijakan 1 (satu) Desa 1 (satu) penyuluh guna peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani dan keluarganya dengan merekrut Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) (Kementrian Pertanian, 2009)

Dimulai tahun Kementrian Pertanian mulai mengadakan perekrutan Tenaga Harian Lepas-Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) guna mendukung program di bidang pertanian, yang salah satunya program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) sebagai penyuluh pendamping

Syarat utama sebagai Penyuluh Pendamping Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) di Kabupaten Pasuruan yang awalnya lulusan minimal Strata-1 (S1), sekarang lulusan SMK-Pertanian/SPMA juga menjadi penyuluh pendamping Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) ini dikarenakan jumlah penyuluh PNS sangat sedikit

Dengan masa kerja 10 bulan selama satu tahun Tenaga Harian Lepas-Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL- 4

TBPP) mempunyai peranan penting dalam pendampingan program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) di Kabupaten Pasuruan

Kondisi di Kabupaten Pasuruan saat ini untuk penyuluh PNS jumlahnya sangatlah sedikit jika dibandingkan dengan program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) yang sudah ada

Untuk itu pemerintah Kabupaten Pasuruan melibatkan Tenaga Harian Lepas-Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) untuk mendampingi program tersebut

Jumlah penyuluh PNS yang ada di Kabupaten Pasuruan 84 orang sedangkan penyuluh THL-TBPP sebanyak 116 orang

Sementara itu juga jumlah PNS yang akan pensiun bertambah sehingga jumlah penyuluh PNS tiap tahunpun akan berkurang

Oleh karena itu di dalam penelitian ini akan dibahas peranan penyuluh Tenaga Harian Lepas-Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) dalam program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) tahun 2008 dan tahun Rumusan Masalah Dalam program PUAP ini sangat membutuhkan penyuluh THL-TBPP karena kurangnya Penyuluh PNS di lapangan

THL-TBPP sebagai Penyuluh pendamping GAPOKTAN/kelompoktani, berperan sebagai fasilitator agar GAPOKTAN/kelompoktani mampu mengambil keputusan sendiri dan bisa mengembangkan modal usaha yang diberikan oleh Departemen Pertanian, sehingga memerlukan upaya peningkatan pengetahuan, pendapatan dan keterampilan, upaya peningkatan tersebut perlu adanya peran penyuluh

Oleh sebab itu yang menjadi fokus dalam penelitian ini yaitu : (a) Bagaimana kinerja penyuluh THL-TBPP dalam membimbing GAPOKTAN yang mengelola bantuan program PUAP 5

(b) Bagaimana kinerja GAPOKTAN dalam mengelola dana PUAP untuk pengembangan usaha agribisnisnya (c) Bagaimana hubungan kinerja penyuluh THL-TBPP dengan kinerja GAPOKTAN dalam pengembangan usaha agribisnis perdesaan

Hasil penelitian ini juga diharapkan berguna untuk : 1

Bagi GAPOKTAN, sebagai bahan masukan perbaikan terhadap perkembangan PUAP pada GAPOKTAN di Kabupaten Pasuruan

Bagi Badan Penyuluhan Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan diharapkan bisa memberi masukan dan evaluasi serta penilaian kinerja dari masing masing GAPOKTAN hasil binaan mereka

Bagi pembaca diharapkan dapat menjadi sumber literatur dan perbandingan dalam penelitian yang akan dilakukan selanjutnya

Bagi penulis untuk dijadikan informasi penyuluhan pertanian dan sebagai ilmu serta pengalaman yang akan diterapkan di lapangan kepada petani 1

Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan yang selanjutnya disebut PUAP adalah bagian dari program PNPM-Mandiri melalui bantuan modal usaha dalam menumbuhkembangkan usaha agribisnis sesuai potensi pertanian Desa sasaran

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri yang disebut PNPM- Mandiri adalah program pemberdayaan masyarakat yang ditujukan untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesempatan kerja

Agribisnis adalah rangkaian kegiatan usaha pertanian yang terdiri atas 4 (empat) sub-sistem yaitu (a) Sub-sistem hulu, (b) Sub-sistem pertanian primer, (c) Sub-sistem agribisnis hilir dan (d) Sub-sistem penunjang

Perdesaan adalah kawasan yang secara komparatif memiliki keunggulan sumberdaya alam dan kearifan lokal, khususnya pertanian dan keanekaragaman hayati

Petani adalah perorangan warga Negara Indonesia beserta keluarganya atau korporasi yang mengelola usaha dibidang pertanian, yang meliputi usaha hulu, usaha tani, agroindustri, pemasaran dan jasa penunjang

Pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk menciptakan/meningkatkan kapasitas masyarakat, baik secara individu maupun berkelompok, dalam memecahkan berbagai persoalan, terkait dengan upaya peningkatan kualitas hidup, kemandirian dan kesejahteraannya

Kelompoktani/POKTAN adalah kemampuan petani/peternak yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, dan sumberdaya) dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota

Gabungan Kelompoktani (GAPOKTAN) PUAP adalah kumpulan beberapa kelompoktani yang bergabung dan bekerjasama untuk meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi usaha

Usaha produktif adalah segala jenis usaha ekonomi yang dilakukan oleh petani/kelompoktani perdesaan dalam bidang agribisnis yang mempunyai transaksi hasil usaha harian, mingguan, bulanan, musiman dan tahunan

Pendampingan adalah kegiatan yang dilakukan oleh penyuluh dalam rangka pemberdayaan petani/kelompoktani dalam melaksanakan PUAP 11

Penyelia Mitra Tani (PMT) adalah individu yang memiliki keahlian dibidang keuangan mikro yang direkrut oleh Departemen Pertanian, untuk melakukan 8

supervisi dan advokasi kepada penyuluh dan pengelola GAPOKTAN dalam pengembangan PUAP 12

Bantuan Langsung Masyarakat adalah bantuan dana kepada petani/kelompoktani untuk Pengembangan Usaha Agribisnis di Perdesaan yang di salurkan melalui GAPOKTAN dalam bentuk modal usaha 13

Rencana Usaha Bersama (RUB) adalah rencana usaha untuk pengembangan agribisnis yang di susun oleh GAPOKTAN berdasarkan kelayakan usaha dan potensi Desa

THL-TBPP adalah Tenaga Harian Lepas-Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian merupakan penyuluh kontrak yang sifat kerjanya dalam satu tahun di kontrak selama 10 bulan dan tugasnya memberikan penyuluhan dan mendampingi kelompoktani atau GAPOKTAN 9