PDF -BAB 2 LANDASAN TEORI - thesisbinusacid - BAB 2 LANDASAN TEORI
Wait Loading...


PDF :1 PDF :2 PDF :3 PDF :4 PDF :5 PDF :6 PDF :7 PDF :8


Like and share and download

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI - thesisbinusacid

5 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Persediaan 2.1.1 Pengertian Persediaan Persediaan atau stock merupakan salah satu aspek penting bagi perusahaan yang menjual barang dagangan atau perusahaan pengolahan. Stock

5 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Persediaan 2.1.1 Pengertian Persediaan Persediaan atau stock merupakan salah satu aspek penting bagi perusahaan yang menjual barang dagangan atau perusahaan pengolahan. Stock library binus ac id eColls eThesisdoc Bab2 2012 2 01190 BAB 2 LANDASAN TEORI 2 1 Penelitian Terdahulu Penelitian terdahulu ini menjadi salah satu acuan penulis dalam melakukan penelitian sehingga penulis dapat memperkaya teori yang digunakan dalam mengkaji penelitian yang dilakukan Dari penelitian terdahulu, penulis tidak menemukan sir stikom

Related PDF

BAB 2 LANDASAN TEORI - librarybinusacid

library binus ac id eColls eThesisdoc Bab2 2012 2 01190 BAB 2 LANDASAN TEORI 2 1 Penelitian Terdahulu Penelitian terdahulu ini menjadi salah satu acuan penulis dalam melakukan penelitian sehingga penulis dapat memperkaya teori yang digunakan dalam mengkaji penelitian yang dilakukan Dari penelitian terdahulu, penulis tidak menemukan
PDF

BAB 2 LANDASAN TEORI - sirstikomedu

sir stikom edu id eprint 2008 4 BAB II pdf BAB 2 LANDASAN TEORI 2 1 User Acceptance Pada umumnya penguna teknologi akan memiliki persepsi positif terhadap teknologi yang disediakan Persepsi negatif akan muncul sebagai dampak dari penggunaan teknologi tersebut Artinya persepsi negatif berkembang setelah
PDF

BAB 2 LANDASAN TEORI 21 Definisi Strategi

library binus ac id eColls eThesisdoc Bab2 2013 1 00190 BAB 2 LANDASAN TEORI 2 1 Definisi Strategi Strategi merupakan hal penting bagi kelangsungan hidup dari suatu perusahan untuk mencapai sasaran atau tujuan perusahaan yang efektif dan efisien, perusahaan harus bisa menghadapi setiap masalah masalah atau hambatan yang datang dari dalam perusahaan maupun dari luar perusahaan
PDF

BAB II LANDASAN TEORI 21 Proses Bisnis - sirstikomedu

sir stikom edu id eprint 660 5 BAB II pdf 7 BAB II LANDASAN TEORI 2 1 Proses Bisnis Proses bisnis adalah serangkaian instrumen untuk mengorganisir suatu kegiatan dan untuk meningkatkan pemahaman atas keterkaitan suatu kegiatan
PDF

BAB 2 LANDASAN TEORI - thesisbinusacid

thesis binus ac id doc Bab2 2012 2 00812 HM Bab2001 pdf BAB 2 LANDASAN TEORI 2 1 Ragi Ragi adalah suatu macam tumbuh tumbuhan bersel satu yang tergolong kedalam keluarga cendawan Ragi berkembang biak dengan suatu proses yang dikenal dengan istilah pertunasan, yang menyebabkan terjadinya peragian Peragian adalah istilah umum yang mencangkup perubahan
PDF

BAB II LANDASAN TEORI 21 Rasio Likuiditas - Digital Library

digilib unila ac id 7171 16 BAB II pdf BAB II LANDASAN TEORI 2 1 Rasio Likuiditas Rasio likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka pendek tepat pada waktunya Pengendalian yang cukup diperlikan untuk mempertahankan kegiatan dan kelancaran operasional perusahaan yang bertujuan untuk menghindari adanya tindakan tindakan penyelewengan atau
PDF

3 Bab 2 Landasan Teori - Walisongo Repository

eprints walisongo ac id 1574 2 093111124 Bab2 pdf BAB II LANDASAN TEORI A Kajian Pustaka Dari beberapa literatur yang dapat peneliti akses, ada beberapa peneliti yang terdahulu yang menggunakan metode reward dan punishment , di bawah ini peneliti sajikan beberapa penelitian tersebut Skripsi Muhammad Nurul Huda NIM 07140065, mahasiswa Fakultas
PDF

BAB 2 LANDASAN TEORI - thesisbinusacid


PDF

Petunjuk Pemakaian AMIO untuk JURI

bupati sumbawa - WordPresscom

Petunjuk Pemakaian AMIO untuk JURI Berikut ini adalah tahapan-tahapan yang perlu dilakukan oleh Juri dalam rangka melakukan penilaian terhadap karya-karya pada kegiatan Lomba Karya Inovasi yang diselenggarakan

PDF aplikasi manajemen inovasi online Lomba Karya Inovasi PLNinovasipln co id data petunjuk manual petunjuk juri pdf PDF COVER cd Inovasi PLNinovasipln co id data direktori inovasi dir2012 pdf PDF Tugas Akhir BPPSDMK Kementerian Kesehatanbppsdmk kemkes go id

Standar Dokumen Pengadaan

Standar Dokumen Pengadaan - Kemendag

Republik Indonesia Pengadaan Barang -Metode Pelelangan Sederhana dengan Pascakualifikasi Metode Satu Sampul Sistem Gugur (Kontrak Lump Sum) Lembaga Kebijakan /Jasa Pemerintah D O K U M E N P E N G A D

PDF Standar Dokumen Pengadaan Dokumen Pengadaan LKPP lkpp go id 11012011192526Jasa Konsultansi Badan Usaha Prakualifikasi Satu Sampul pdf PDF Standar Dokumen Pengadaan Standar Dokumen Pengadaan LKPP lkpp go id 11012011192526SBD JASA LAINNYA Pascakualifikasi

http://www.karyailmiah.polnes.ac.id ANALISIS KINERJA KEUANGAN PDAM TIRTA KENCANA SAMARINDA PERIODE 006-00 - BERDASARKAN SK MENDAGRI No 7 Th 999 Eko Adi Widyanto (Staf Pengajar Jurusan AKuntansi Politeknik

karyailmiah polnes ac id images Download PDF Arsip Jurnal penilaian atas kinerja PDAM meliputi aspek keuangan, aspek operasional, daan aspek administrasi (SK Mendagri No 47 Tahun 1999 Pasal 2 ayat 1) Penilaian kinerja dari aspek keuangan, Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kencana Samarinda melakukan pengukuran dengan analisis rasio keuangan

LAPORAN MAGANG EVALUASI PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP SIKLUS PENJUALAN JASA PADA PT.SULAWESI JAYA RAYA OLEH: RONALD THEODORA LOLO 3203012239 JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS BISNIS UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA

PDF laporan praktik kerja lapangan evaluasi pengendalian internal repository unair ac id 54060 13 FV A 100 16 20Rah 20e min pdf PDF laporan praktik kerja lapangan evaluasi pengendalian intern atas repository unair ac id 54098 13 FV A 104 16 20Ahm 20e min pdf

4.12 SYARAT DAN KONDISI YANG MENGATUR VERIFIKASI LEGALITAS KAYU

1 salinan peraturan menteri negara lingkungan hidup nomor 12

4.12 SRAT DAN KONDISI NG MENGATUR VERIFIKASI LEGALITAS KAYU 1. Syarat dan Kondisi ini mengatur Skema Verifikasi Legalitas Kayu (selanjutnya disebut sebagai Skema ) yang diselenggarakan oleh TROPICAL RAINFOREST

PDF 1 POLIS STANDAR ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR aig co id content dam aig psakbi wording 2010 pdf PDF polis standar BCAinsurance bcainsurance co id 5a715287c65d3 psakbi feb 2017 sekarang

RGS Mitra 1 of 7 Lampiran UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2001 TENTANG PEMBENTUKAN KOTA CIMAHI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dengan

PDF rgs mitra 1 of 7 biro sdm – polda kepribirosdmkepri PP no 20 tahun 2001 ttg PEMBINAAN DAN PENGAWASAN ATAS PENYELENGGARAAN PEMERINTAHA PDF rgs mitra 1 of 18 aseanasean I24 Kep Menteri TKRI No KEP204MEN1999 Th 1999

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2001 TENTANG PEMBENTUKAN KOTA BAU-BAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dengan perkembangan dan kemajuan

Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 13 Tenaga kerja asing adalah warga negara asing pemegang visa dengan maksud bekerja Undang Undang Dasar Negera Republik Indonesia tahun 1945; 13 Tenaga kerja asing adalah warga negara asing pemegang visa dengan maksud bekerja ?

PENETAPAN BAKAL PASANGAN CALON PERSEORANGAN YANG MEMENUHI

BENTUK DAN JENIS FORMULIR PENCALONAN PASANGAN CALON BUPATI

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN BULELENG KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN BULELENG Nomor : 75/Kpts/KPU-Kab-016.433727/TAHUN 2016 TENTANG PENETAPAN BAKAL PASANGAN CALON PERSEORANGAN YANG MEMENUHI

ppkjatiwaras files wordpress 2012 08 14 Tim Pelaksana kampanye adalah tim kampanye yang dibentuk oleh bakal pasangan calon bersama sama partai politik atau gabungan partai politik yang mengusulkan atau oleh bakal pasangan calon perseorangan yang susunan nama namanya didaftarkan ke KPU Provinsi Jawa Barat bersamaan dengan pendaftaran bakal

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan negara yang cukup memberikan kebebasan kepemilikan asing, hal ini menyebabkan dominasi pihak asing saat ini semakin menyebar pada sektor

scholar unand ac id 12659 6 2 BAB I pdf BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Sektor pertanian mempunyai peranan penting dalam mempengaruhi pembangunan suatu negara, terutama pada negara berkembang seperti di Indonesia Hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor seperti (1) sektor pertanian merupakan sumber

Home back515516517 518519520 Next

Stock atau persediaan yang dimiliki oleh perusahaan tidak boleh terlalu banyak, namun juga tidak boleh terlalu sedikit

Pengertian persediaan dalam topik ini difokuskan pada persediaan bahan baku

Menurut Sumayang, Lalu (2003

p213), Inventory adalah sebuah persediaan dari material yang digunakan untuk menunjang produksi atau untuk memenuhi permintaan pelanggan

Inventory (persediaan) terdiri dari : bahan mentah, barang dalam proses dan barang jadi

Menurut Sumayang, Lalu (2003

p211), menyebutkan bahwa pengambilan keputusan dalam pengelolaan inventory terdiri dari berapa banyak material yang dipesan, kapan pemesanan dilakukan dan jenis apakah sistem pengendalian yang digunakan

Peranan dari pengambilan keputusan adalah merinci berapa banyak yang dipesan dan kapan

Dalam memperhitungkan peranan ini, ada empat macam biaya persediaan yang harus dipertimbangkan yaitu : 1

Biaya item / item cost

Biaya pemesanan / biaya penyiapan atau ordering set up cost

Biaya penyimpanan / carrying atau holding cost 4

Biaya yang timbul sebagai akibat kehabisan persediaan atau stock out cost

p ), berpendapat bahwa persediaan meliputi persediaan bahan mentah, persediaan barang dalam proses (work-inprocess), persediaan MRO (perlengkapan pemeliharaan / perbaikan / operasi), dan persediaan barang jadi

Persediaan bahan mentah merupakan persediaan bahan yang telah dibeli namun belum diproses

Persediaan barang dalam proses yaitu merupakan persediaan bahan yang telah mengalami beberapa perubahan, tetapi belum selesai

MRO adalah persediaan yang dikhususkan untuk perlengkapan pemeliharaan / perbaikan / operasi

Persediaan barang jadi merupakan persediaan bahan yang telah selesai diproses dan menunggu untuk dikirim

Menurut Shroeder, Roger G

p304), inventory / persediaan adalah stok bahan yang digunakan untuk memudahkan produksi atau untuk memuaskan permintaan pelanggan

Secara khusus persediaan meliputi bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi

Menurut Pardede, Pontas M (2005

p412), persediaan (inventory) adalah sejumlah bahan baku atau barang yang tersedia untuk digunakan sewaktu-waktu dimasa yang akan datang

Persediaan adalah kuantitas dimana produsen akan menjual produk pada harga yang ditentukan

( Jadi persediaan merupakan stok bahan baku / barang dalam proses / barang jadi yang digunakan dalam proses produksi untuk memenuhi keinginan konsumen Jenis-jenis persediaan Setiap jenis persediaan memiliki ciri-ciri atau karakteristik tersendiri dan cara pengelolaannya yang berbeda

Persediaan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis :
  • 7 Berdasarkan pendapat Assauri (2004
  • p ), menurut jenisnya persediaan dapat dibedakan menjadi : 1

    Persediaan bahan baku (row materials stock) yaitu persediaan dari barang-barang berwujud yang digunakan dalam proses produksi, barang yang dapat diperboleh dari sumber-sumber alam atau pun dibeli dari supplier atau perusahaan yang menghasilkan bahan baku bagi perusahaan pabrik yang menggunakannya

    Bahan baku diperlukan oleh pabrik untuk diolah, yang setelah melalui beberapa proses diharapkan menjadi barang jadi (finished goods)

    Persediaan bagian produk atau parts yang dibeli (purchased parts/components stock) yaitu persediaan yang terdiri dari parts yang diterima perusahaan lain, yang dapat secara langsung dapat dirakit (assembling) dengan parts lain, tanpa melalui proses produksi sebelumnya

    Jadi bentuk barang yang merupakan parts ini tidak mengalami perubahan dalam operasi

    Persediaan bahan-bahan pembantu atau barang-barang perlengkapan (supplies stock) yaitu persediaan barang-barang atau bahan-bahan yang diperlukan dalam proses produksi untuk membantu berhasilnya produksi atau yang dipergunakan dalam bekerjanya suatu perusahaan, tetapi tidak merupakan bagian atau komponen dari barang jadi

    Persediaan barang setengah jadi atau barang dalam proses (work in process / procress stock) yaitu persediaan barang-barang yang keluar dari tiap-tiap bagian dalam satu pabrik atau bahan-bahan yang telah diolah menjadi suatu bentuk, tetapi lebih perlu diproses kembali untuk kemudian menjadi barang jadi

    Persediaan barang jadi (finished goods stock) yaitu persediaan barang yang telah selesai diproses atau diolah dalam pabrik dan siap untuk dijual kepada pelanggan atau perusahaan lain

    Jadi barang jadi ini adalah merupakan produk selesai dan telah siap untuk dijual

    Menurut Garisson Noreen (2000

    p48) yang diterjemahkan oleh Budisantoso, A

    Gambar 2

    Persediaan bahan mentah adalah persediaan yang berupa bahan-bahan produksi yang masih harus diolah dalam produksi

    Persediaan barang dalam proses adalah bahan baku atau mentah yang telah diolah dimana barang dalam proses ini telah menampakan bentuknya dalam serangkaian aliran produksi 3

    Persediaan barang jadi adalah barang produksi yang secara keseluruhan telah siap untuk dijual atau dipasarkan kepada para konsumen Fungsi Persediaan Fungsi persediaan merupakan salah satu unsur yang paling penting dalam operasional perusahaan yang secara terus menerus diperoleh untuk diubah dan kemudian untuk dijual kembali

    Berikut ini adalah fungsi persediaan : Menurut Assauri, Sofjan (2004, p170), fungsi dari persediaan ada 3 macam, yaitu :

    Batch Stock/Lot Size Inventory Yaitu persediaan yang diadakan karena kita membeli atau membuat bahan-bahan atau barang-barang dalam jumlah yang lebih besar daripada jumlah yang dibutuhkan saat itu

    Keuntungannnya : Potongan harga pada harga pembelian

    Efesiensi produksi

    Penghematan biaya angkutan

    Fluctuation stock

    Adalah persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan yang tidak dapat di ramalkan

    Anticipation Stock

    Merupakan persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat diramalkan, berdasarkan pola musiman yang terdapat dalam satu tahun dan untuk menghadapi penggunaan penjualan, atau permintaan yang meningkat

    Menurut Rangkuti, Freddy (2004

    p15), fungsi persediaan ada tiga macam yaitu: 1

    Fungsi Decoupling Yaitu persediaan yang memungkinkan perusahaan dapat memenuhi permintaan pelanggan tanpa tergantung pada supplier

    Fungsi Economic Lot Size Persediaan lot size ini perlu mempertimbangkan penghematan atau potongan pembelian, biaya pengangkutan per unit menjadi lebih murah dan sebagainya, karena perusahaan melakukan pembelian dalam kuantitas yang

  • 10 lebih besar dibandingkan biaya-biaya yang timbul karenanya besarnya persediaan (biaya sewa gudang, investasi, resiko, dan sebagainya) 3
  • Fungsi Antisipasi Apabila perusahaan menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat diperkirakan dan diramalkan berdasarkan pengalaman atau data-data masa lalu, yaitu permintaan musiman

    Maka perusahaan dapat mengadakan persediaan musiman (seasional inventories)

    Sedang bila perusahaan menghadapi ketidakpastian jangka waktu pengiriman dan permintaan barang-barang selama periode tertentu, maka perusahaan memerlukan persediaan ekstra yaitu persediaan pengaman (safety stock/inventories)

    Persediaan (inventory) memiliki berbagai fungsi penting menambah fleksibilitas dari operasi suatu perusahaan

    Berdasarkan pendapat Render dan Heizer (2001

    p314), ada enam pengunaan persediaan yaitu : 1

    Untuk memberikan suatu stock barang-barang agar dapat memenuhi permintaan yang diantisispasi akan timbul dari konsumen

    Untuk memasangkan produksi dan distribusi

    Untuk mengambil keuntungan dari potongan jumlah, karena pembelian dalam jumlah besar dapat secara substansial menurunkan biaya produk

    Untuk melakukan hedging terhadap inflasi dan perubahan harga

    Untuk menghindari kekurangan stock yang dapat terjadi karena kekurangan pasokan, masalah mutu atau pengiriman yang tidak tepat

    Untuk menjaga agar operasi dapat berlangsung dengan baik dengan menggunakan barang dalam proses dalam persediaannya

    Hal ini karena perlu waktu untuk memproduksi barang dan arena sepanjang proses, terkumpulnya persediaanpersediaan

    pengertian pengendalian Pengendalian merupakan salah satu fungsi manajemen yang berkaitan dengan perumusan kesuksesan untuk performa organisatoris di masa depan dan pengaturan sumber daya yang diperlukan guna pencapaian kesuksesan yang diinginkan

    Pengendalian merupakan segala upaya untuk menjamin dan mengarahkan agar kegiatan yang dilaksanakan dapat mencapai sasaran sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan

    ( Pengendalian adalah kemampuan untuk menentukan, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan cara apapun, pengelolaan dan atau kebijakan

    ( Pengendalian adalah upaya pencegahan dan atau penanggulangan dan atau pemulihan ( Menurut pendapat Nasution (2003, p1), pengendalian merupakan tindakan yang menjamin bahwa semua kegiatan yang dilaksanakan dalam perencanaan sesuai dengan target yang telah ditetapkan

    p2), perencanaan, konstruksi dari program, merupakan proses dari menyadari kesempatan maupun ancaman eksternal, menentukan tujuan yang diinginkan, dan mengunakan sumber daya untuk mencapai tujuan tersebut

    Perencanaan yang efektif didasarkan pada analisis atas fakta dan membutuhkan cara berfikir yang reflektif, imajinasi, dan visi kedepan serta membutuhkan partisipasi dan koordinasi dari semua bagian dalam entitas tersebut

    Menurut pendapat Robbins, Stephen P

    p200), perencanaan adalah suatu proses yang melibatkan penentuan sasaran atau tujuan organisasi, menyusun strategi menyeluruh untuk mencapai sasaran yang diterapkan, dan

  • 12 mengembangkan hierarki rencana secara menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan kegiatan
  • Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan tepat yang diperlukan setelah melihat berbagai opsi yang ada berdasarkan sumber daya yang tersedia untuk mencapai suatu tujuan

    Tujuan yang ingin dicapai bisa segera atau bisa di kemudian hari, yang secara umum dapat dikategorikan ke dalam tujuan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang

    Berikut definisi ekonomis: Berdasarkan pendapat poerwadarminta, W

    p278), ekonomis berarti hemat atau tidak boros

    Menurut pendapat sadli,m (2005

    p1), ekonomis berarti mengukur berbagai biaya (atau bagi konsumen: harga) dan membandingkan dan akhirnya ekonomi merupakan pilihan agar manfaat bisa sebesar-besarnya

    ( Jadi dapat dikatakan ekonomis adalah pemanfaatan bahan baku dengan mengukur dan membandingkan berbagai biaya agar biaya yang dikeluarkan menjadi kecil

    Pengertian Biaya Biaya merupakan aspek yang mutlak diperusahaan manapun

    Besar kecilnya biaya yang dikeluarkan perusahaan tergantung dari tingkat kebutuhan yang diperlukan untuk mencapai tujuan

    Berikut ini adalah pengertian biaya : Berdasarkan pendapat Hongren, Datar dan Foster (2005

    p34), biaya adalah suatu sumber daya yang dikorbankan (sacrified) atau dilepaskan (forgone) untuk mencapai tujuan tertentu

    Biaya adalah arus keluar atau pengkonsumsian aset dan/atau timbulnya kewajiban selama suatu periode yang berasal dari pengiriman dan produksi barang, penyerahan jasa, atau penyelenggara aktivitas-aktivitas lainnya yang merupakan operasi utama dari suatu entitas

    htm) Jadi biaya merupakan pengeluaran yang dilakukan untuk memperoleh profit dan demi tercapainya suatu tujuan Pengertian Biaya Persediaan Berdasarkan pendapat zulfikarijah (2005

    p13-17), biaya persediaan adalah semua pengeluaran dan kerugian yang disebabkan oleh adanya persediaan Klasifikasi Biaya Menurut Usry, carter dan Thomson (2004

    p57-60), keberhasilan dalam merencanakan dan mengendalikan biaya tergantung pada pemahaman yang menyeluruh atas hubungan antara biaya dan aktivitas bisnis

    Studi dan analisis yang hati-hati atas dampak aktivitas bisnis atas biaya umumnya akan menghasilkan klasifikasi tiap pengeluaran sebagai biaya tetap, biaya variabel atau biaya semi variabel

    Biaya tetap Didefinisikan sebagai biaya yang secara total tidak berubah saat aktivitas bisnis meningkat atau menurun

    Contohnya overhead pabrik memasukan item seperti supervisi, penyusutan, sewa, asuransi properti, semuanya secara umum dianggap sebagai biaya

    Biaya variabel Didefinisikan sebagai biaya yang secara total meningkat secara proposional terhadap peningkatan dalam aktivitas

    Contoh yang termasuk biaya variabel adalah biaya bahan baku langsung, beberapa perlengkapan, beberapa tenaga kerja tidak langsung, alat-alat kecil, pengerjaan ulang, dan unit-unit yang rusak

    Biaya semi variabel Didefinisikan sebagai biaya yang memperlihatkan baik karakteristik-karakteristik dari biaya tetap maupun biaya variabel

    Yang termasuk biaya semivariabel adalah biaya listrik, air, gas, batu bara, bensin, perlengkapan, pemeliharaan, beberapa tenaga kerja tidak langsung, asuransi jiwa kelompok untuk karyawan, biaya pensiun, pajak penghasilan, biaya perjalanan, dan biaya hiburan Jenis-jenis biaya persediaan Berdasarkan pendapat Zulfikarijah (2005

    p13-p17), biaya persediaan di dalam perusahaan umum dibedakan menjadi empat jenis yaitu : 1

    Biaya pembelian (purchasing order)

    Merupakan biaya yang dikeluarkan untung membeli barang, jumlahnya tergantung pada yang dibeli dan harga per unit barang

    Biaya pengadaan (procurement cost)
  • 15 merupakan biaya yang berhubungan dengan pembelian barang terdiri dari biaya pemesanan (ordering cost) apabila barang yang dikeluarkan berasal dari luar perusahaan dan biaya persiapan (set-up cost)
  • biaya pemesanan (ordering cost)

    Adalah semua pengeluaran yang disebabkan oleh adanya kegiatan mendatangkan barang dari luar, biaya ini meliputi : Biaya menentukan pemasok

    Pengetikan pemesanan

    Pengiriman pemesanan

    Biaya pengangkutan

    Biaya penerimaan

    Biaya persiapan (set-up cost) Yaitu semua pengeluaran yang disebabkan oleh kegiatan memproduksi suatu barang, biaya ini berasal dari pabrik yang meliputi : Biaya menyusun peralatan produksi

    Menyetel mesin

    Mempersiapkan gambar kerja

    Biaya penyimpanan (carrying cost/holding cost)

    Biaya penyimpanan adalah semua pengeluaran yang disebabkan oleh adanya kegiatan menyimpan barang dalam periode waktu tertentu, biaya ini diwujudkan dalam bentuk prosentase nilai rupiah per unit waktu

    Biaya ini meliputi : a

    Biaya modal (cost of capital) Adanya penumpukan barang dalam proses persediaan sama artinya dengan biaya penumpukan modal yang menyebabkan peluang untuk investasi lainnya berkurang

    Modal ini dapat diukur dengan besarnya suku bunga bank, oleh karena itu biaya yang disebabkan oleh karena memiliki

  • 16 persediaan harus diperhitungkan dalam biaya sistem persediaan
  • Biaya modal diukur sebagai prosentase nilai persediaan untuk periode waktu tertentu

    Biaya penyimpanan (cost of storage)

    Biaya gudang adalah biaya yang dikeluarkan untuk tempat/gudang penyimpanan barang

    Apabila gudang yang digunakan adalah sewa, maka biaya dapat berupa biaya sewa dan apabila gudang milik sendiri, maka biayanya merupakan biaya depresiasi

    Adapun masuk dalam biaya gudang adalah biaya tempat, asuransi, pajak

    Biaya keusangan/kadaluarsa (obselence cost) Biaya kerusakan (deterioration) penyimpanan barang dalam waktu yang relatif lama dapat berakibat menurun/merosotnya nilai barang, hal ini dapat disebabkan oleh adanya perubahan teknologi, model dan trend konsumen

    Biaya keusangan ini diukur dalam prosentase berdasarkan pengalaman yang selama ini terjadi

    Biaya kehilangan (loss cost) dan biaya kerusakan (deterioration)

    Penyimpanan barang dapat mengakibatkan dan penyusutan karena beratnya dapat berkurang atau jumlahnya berkurang karena kehilangan

    Biaya keusangan ini diukur dalam prosentase berdasarkan pengalaman yang selama ini terjadi

    Biaya asuransi (insurance cost) Akibat lain dalam penyimpanan persediaan adalah adanya bahaya yang tidak dapat dikendalikan seperti bencana alam, kebakaran, dan lain-lain

    Beberapa perusahaan besar mengasuransikan persediaannya untuk mengantisipasi kerugian tersebut, adapun jumlahnya sesuai dengan nilai, jenis persediaan, dan kesepakatan dengan pihak asuransi

    Biaya administrasi dan pemindahan

    Biaya administrasi dan pemindahan yaitu merupakan biaya yang dikeluarkan untuk administrasi persediaan barang yang ada, baik pada saat pemesanan, penerimaan barang, maupun penyimpanannya dan untuk memindahkan dari dan ke tempat penyimpanan termasuk biaya tenaga kerja dan material handling

    Biaya kekurangan persediaan (stockout cost) Biaya kekurangan persediaan merefleksikan konsekuensi ekonomis yang disebabkan oleh adanya kehabisan persediaan

    Kondisi ini sangat merugikan perusahaan karena proses produksi akan terganggu dan kesempatan untuk memperoleh peluang/keuntungan akan hilang atau konsumen dapat pindah ke perusahaan lain karena permintaannya tidak terpenuhi yang pada akhirnya akan berpengaruh pada citra perusahaan Adapun yang termasuk dalam biaya stock out adalah : a

    Jumlah barang yang tidak terpenuhi

    Adanya kehabisan barang menyebabkan kegiatan proses produksi terhenti dan sejumlah permintaan tidak terpenuhi, sehingga perusahaan akan kehilangan peluang untuk memperoleh pendapatan dan keuntungan

    Pengukuran biaya ini didasarkan peluang yang hilang tersebut yang disebut juga dengan biaya penalti dengan satuan Rp/unit

    Waktu pemenuhan

    Kekurangan persediaan dapat juga berakibat pada lambatnya waktu penyelesaian barang karena adanya waktu menganggur pada saat perusahaan harus memesan persediaan, waktu menganggur ini merupakan biaya kehilangan pendapat

    Pengukuran biaya ini didasarkan waktu yang diperlukan untuk mengisi gudang dengan satuan Rp/satuan waktu

    Biaya pengadaan darurat Biaya darurat ini sering kali diperlukan sebagai upaya untuk memenuhi permintaan konsumen dalam kondisi kehabisan biaya persediaan, sehingga biaya yang akan dikeluarkan lebih besar dibandingkan kondisi normal

    Besarnya biaya ini dikarenakan pemesanan yang mendadak dimana perusahaan tidak mempunyai kesempatan untuk berpikir lebih jauh untu menentukan pilihannya, baik harga, pemasok, atau biaya-biaya yang mengikutinya

    Pengukurannya didasarkan pada pemesanan setiap kali kehabisan persediaan

    persediaan adalah : Menurut Render dan Heizer (2001

    p319), yang termasuk dalam biaya 1

    Biaya penyimpanan Biaya penyimpanan ini adalah biaya-biaya yang dikaitkan dengan penyimpanan atau penahanan (carrying) persediaan sepanjang waktu tertentu, oleh karena itu biaya penyimpanan juga mencakup biaya yang berkaitan dengan gudang

    seperti biaya asuransi, Staffing tambahan, dan pembayaran bunga

    Biaya pemesanan Biaya pemesanan mencakup biaya-biaya pasokan, formulir, pemrosesan pesanan, tenaga para pekerja dan sebagainya

    Biaya pemasangan Biaya pemasangan adalah biaya-biaya untuk mempersiapkan mesin atau proses untuk memproduksi pesanan

    Manajemen operasi dapat menurunkan biaya pesanan dengan mengurangi biaya pemasangan dengan menggunakan prosedur yang efesien semacam pembayaran dan pemesanan elektronik

    Pengertian Bahan baku Di dalam perusahaan manufaktur, bahan merupakan aspek terpenting dalam proses barang dan jasa

    Berikut ini adalah beberapa pengertian tentang bahan baku : Menurut pendapat Assauri, Sofjan (2004

    p ), bahan baku merupakan barang-barang berwujud yang digunakan dalam proses produksi, barang dapat diperoleh dari sumber-sumber alam ataupun dibeli dari supplier atau perusahaan yang menghasilkan bahan baku bagi perusahaan pabrik yang menggunakannya

    Bahan baku diperlukan oleh pabrik untuk diolah, yang setelah melalui beberapa proses diharapkan menjadi barang jadi

    Bahan baku adalah bahan utama yang dipakai dalam kegiatan atau proses produksi, bahan baku dapat berupa bahan mentah, barang setengah jadi, atau bahan jadi

    ( Jadi bahan baku adalah bahan-bahan yang didapat dari sumber-sumber alam ataupun dibeli dari supplier untuk memproduksi barang dan jasa dalam proses produksi

    Berikut adalah pengertian EOQ : Berdasarkan pendapat Pardede, Pontas M (2005

    p422), menyatakan bahwa EOQ (Economic Order Quantity) menunjukan jumlah barang yang harus di pesan untuk tiap kali pemesanan agar biaya sediaan keseluruhan menjadi sekecil mungkin

    Berdasarkan pendapat Sumayang, Lalu (2003

    p212), jumlah pemesanan yang ekonomis atau Economic Order Quantity atau EOQ mengisyaratkan beberapa hal, yaitu :

  • 20 Laju permintaan yang tetap Waktu penyiapan pemesanan atau set up time tetap
  • Tidak pernah terjadi kehabisan persediaan atau no stock out

    Pemesanan berupa paket dalam satu paket berisi beberapa unit material

    Jenis material atau produk yang dipesan hanya terdiri dari satu jenis

    Waktu tenggang pemesanan atau lead time yang tetap

    Tidak ada pengurangan harga pesanan

    Menurut Pendapat Reksohadiprodjo dan Gitosudarmo Indriyo

    p200), EOQ (Economic Order Quantity) adalah Volume atau pembelian yang paling ekonomis untuk dilaksanakn pada setiap kali pembelian

    Ada tiga asumsi yang harus dipenuhi dalam penerapan model EOQ (Economic Order Quantity) yaitu : 1

    Permintaan rata-rata konstan dan dinyatakan dalam suatu distribusi yang tidak berubah dengan perubahan waktu

    Tenggang waktu (Lead Time) pengiriman konstan

    Apabila tenggang waktu lebih kecil dari yang diperkirakan maka akan timbul kelebihan persediaan, dan apabila lebih panjang akan timbul kekurangan persediaan

    Setiap orang tidak tergantung pada barang yang lain

    Berdasarkan pendapat Rangkutti (2004

    Menurut Pendapat Keown, et al (2000

    p748), menyebutkan bahwa EOQ ( Economic Order Quantitiy) adalah mementukan jumlah pemesanan yang ekonomis untuk jenis persediaan dengan penggunaan yang diperkirakan, biaya penyimpanan dan biaya pemesanan

    Biaya penyimpanan (holding cost)

    Biaya penyimpanan adalah biaya-biaya yang berkaitan dengan penyimpanan atau penahanan (carrying) persediaan sepanjang waktu

    Biaya pemesanan (ordering cost) Biaya pemesanan mencakup biaya-biaya pasokan, formulir, pemrosesan pemesanan, tenaga para pekerja, dan sebagainya (Render dan Heizer, 2001

    Harris mengembangkan rumus yang cukup terkenal yaitu EOQ (Economic Order Quantity)

    Rumus ini banyak digunakan di perusahaan-perusahan atas usaha yang dilakukan oleh seorang konsultan bernama Wilson oleh karena itu Rumus ini sering disebut dengan EOQ Wilson walaupun yang mengembangkannya FW

    Walaupun EOQ merupakan Teknik penentuan persediaan tertua, namun EOQ dengan variasinya banyak digunakan di perusahaan-perusahaan untuk permintaan independent dalam manajemen persediaan karena relatif mudah di gunakan

    Menurut pendapat Schroeder (2000

    p326), menyebutkan bahwa kuantitas pesanan ekonomis (EOQ) dikembangkan oleh seorang bernama FW

    Harris pada tahun kemudian rumus ini bertambah luas penggunaannya di dalam industri melalui seorang konsultan bernama Wilson

    Oleh sebab itu rumus ini lebih sering disebut EOQ Wilson, walaupun dikembangkan oleh Harris

    EOQ dan variasinya masih digunakan secara luas di dalam industri bagi manajemen persediaan untuk permintaan bebas

    Carrying cost Gambar 2

    p100), Model EOQ sangat aplikatif untuk situasi di mana item dibeli dari perusahaan lain

    Model EOQ dapat digunakan dalam menentukan persediaan dengan syarat harus memenuhi beberapa asumsi di bawah ini : 1

    Tingkat penggunaan seragam dan di ketahui ( permintaan konstan) misalnya permintaan tiap hari 200 unit dan permintaan ini diasumsikan berlangsung, terus menerus

    Harga item sama untuk semua ukuran pemesanan (tidak ada diskon)

    Semua pesanan dikirim pada waktu yang sama

    Lead time konstan dan diketahui dengan baik

    Pesanan datang tepat pada persediaan habis (minimal persediaan nol atau tidak terjadi kehabisan persediaan) 5

    Item merupakan produk tunggal dan tidak ada kaitannya dengan produk lain

    Biaya penempatan dan penerimaan pesanan diabaikan untuk sejumlah pesanan

    Struktur biaya khusus digunakan dengan cara biaya item unit konstan dantidak ada diskon untuk pembelian dalam jumlah besar

    Biaya penyimpanan persediaan
  • 23 memiliki fungsi linier untuk sejumlah item (tidak ada skala ekonomi dalam biaya penyimpanan)
  • Menurut pendapat Schroeder (2000, p327), memiliki pendapat bahwa asumsi-asumsi EOQ (Economic Order Quantity) didasarkan oleh: 1

    Tingkat permintaan adalah konstan, berulang-ulang dan diketahui

    Misalnya, permintaan atau pemakaian adalah 100 unit sehari tanpa variasi yang dilacak, dan permintaan diasumsikan berlanjut hingga masa depan tidak tertentu

    Tenggang waktu pesanan konstan dan diketahui

    Oleh sebab itu, tenggang waktu pesanan sejak pesanan ditempatkan sampai pengiriman pesanan selalu merupakan jumlah yang tepat

    Tidak diperbolehkan adanya kehabisan stock karena permintaan dan tenggang waktu adalah konstan, seseorang dapat menentukan secara tepat kapan untuk memesan bahan dan menghindari kekurangan stock

    Bahan dipesan atau diproduksi dalam suatu partai atau tumpukan, dan seluruh partai ditempatkan kedalam persediaan dalam satu waktu

    Suatu struktur biaya spesifik digunakan sebagai berikut: Biaya satuan unit adalah konstan, dan tidak ada potongan yang diberikan untuk pembelian yang banyak

    suatu barang merupakan produk tunggal, tidak ada interaksi dengan produk lain Keuntungan dan kerugian EOQ Menurut pendapat Schroeder (2000

    P367), keuntungan rumus EOQ merupakan perkiraan yang bermanfaat dalam praktek

    Rumusan ini memberikan asumsi-asumsi yang tepat beralasan

    Selain itu, rumus EOQ juga memberikan wawasan ke dalam perilaku ekonomi dari sediaan

    Permintaan diasumsikan secara konstan, sedangkan dalam banyak situasi yang nyata permintaan bervariasi secara substansial

    Dalam bagian berikutnya, permintaan acak akan dipertimbangkan

    Biaya/unit diasumsikan menjadi konstan, tetapi dalam prakteknya sering kali ada potongan kuantitas untuk pembelian yang besar

    Kasus ini membutuhkan suatu modifikasi dari model EOQ dasar

    bahan dalam partai diasumsikan semuanya sekali diterima, tetapi dalam beberapa kasus bahan akan ditempatkan dalam persediaan secara kontinyu selama diproduksi

    diasumsikan produk tunggal, tetapi terkadang satuan-satuan beragam dibeli dari satu pemasok tunggal dan semuanya dikirim pada waktu yang sama

    Biaya persiapan diasumsikan tetap meskipun pada kenyataan biaya ini sering dapat dikurangi Re-order point Berdasarkan pendapat Render dan Heizer (2001

    p324), titik pemesanan ulang adalah tingkat persediaan dimana harus dilakukan pemesanan kembali

    Model persediaan sederhana mengasumsikan bahwa suatu penerimaan suatu pesanan bersifat seketika

    Dengan kata lain model-model persediaan diasumsikan bahwa suatu perusahaan akan menunggu sampai tingkat persediaannya mencapai nomor pertama sebelum perusahaan memesan lagi, dan dengan seketika kiriman yang dipesan akan diterima

    Menurut Rangkuti, Freddy (2005

    p96), titik pemesanan kembali (re-order point) dapat dicari dengan rumus : ROP = Kebutuhan perhari X Lead Time (LT) Apabila terdapat safety stock, maka dapat dicari dengan rumus berikut :

  • 25 ROP = Permintaan yang diharapkan + Persediaan Pengaman (SS) Selama masa tenggang Safety stock Menurut Assauri (2004
  • p186), safety stock (persediaan penyelamat) adalah persediaan tambahan yang diadakan untuk melindungi atau menjaga kemungkinan terjadinya kekurangan bahan (stock out)

    Kemungkinan terjadinya stock out dapat disebabkan karena penggunaan bahan baku yang lebih besar dari pada perkiraan semula, atau keterlambatan dalam penerimaan bahan baku yang dipesan

    Akibat pengadaan persediaan penyelamat terhadap biaya perusahaan adalah mengurangi kerugian yang ditimbulkan karena terjadinya stock out, akan tetapi sebaliknya akan menambah besarnya carrying cost

    Oleh karena itu pengadaan persediaan penyelamat oleh perusahaan dimaksudkan untuk mengurangi kerugian yang ditimbulkan karena terjadinya stock out, tetapi juga pada saat itu diusahakan agar carrying cost adalah serendah mungkin

    Berdasarkan pendapat Assauri (2004, p ), faktor-faktor yang menentukan besarnya persediaan penyelamat adalah : 1

    Pengunaan bahan baku rata-rata

    Salah satu dasar untuk memperkirakan pengunaan bahan baku selama periode tertentu, khususnya selama periode pemesanan adalah rata-rata pengunaan bahan baku pada masa sebelumnya

    Hal ini perlu diperhatikan karena setelah kita mengadakan pesanan (order) penggantian, maka pemenuhan kebutuhan atau permintaan dari pelanggan sebelum barang yang dipesan datang, harus dapat dipenuhi dari persediaan (stock) yang ada

    Faktor waktu atau Lead time

    Lead time adalah lamanya waktu antara mulai dilakukannya pemesanan bahanbahan sampai dengan kedatangan bahan-bahan yang dipesan tersebut dan diterima gudang persediaan

    Menurut Keown, et al (2000

    p54), safety stock adalah persediaan yang dipegang untung mengakomodasikan pengunaan yang luar biasa dan tidak diharapkan selama waktu pengiriman Perusahaan pesaing Gambar 2

    Porter Sumber : Philip Kotler, Manajemen Pemasaran (2004, p268)
  • 27 Perusahaan yang menjalankan kegiatan operasionalnya selalu mempunyai perusahaan pesaing
  • Perusahaan pesaing ini selalu berusaha mencapai suatu keunggulan yang maksimal dari perusahaan tersebut

    Oleh sebab itu perusahaan tersebut harus mempunyai suatu pandangan dan penilaian tentang pesaingnya

    Perusahaan dapat unggul dari pesaingnya apabila perusahaan mengerti dan tahu peran yang dimainkan persaingan dan bagaimana perusahaan memposisikan diri berhadapan dengan pesaing

    Menurut Philip Kotler (2004, p268), Michael Porter mengidentifikasi lima kekuatan yang menentukan daya tarik laba jangka panjang intrinsik dari suatu pasar atau segmen pasar

    Lima kekuatan tersebut adalah pesaing, pendatang potensial, substitusi, pembeli, dan pemasok

    Menurut Philip Kotler Gambar 2

    Ancaman persaingan segmen yang ketat Suatu segmen menjadi tidak menarik jika ia telah memiliki pesaing yang banyak, kuat atau agresif

    Ia bahkan menjadi lebih tidak menarik jika segmen tersebut stabil atau menurun, penambahan kapasitas pabrik dilakukan dalam jumlah, biaya tetap tinggi, penghalang untuk keluar besar, atau jika pesaing memiliki kepentingan yang besar untuk tinggal dalam segmen tersebut

    Ancaman pendatang baru Daya tarik suatu segmen berbeda beda menurut tingginya penghalang untuk masuk dan keluarnya

    Segmen yang paling menarik adalah segmen yang memiliki penghalang untuk masuk yang tinggi dan penghalang untuk keluar yang rendah

    Sedikit perusahaan baru yang dapat memasuki industri, dan perusahaan yang berkinerja buruk dapat dengan mudah keluar

    Jika penghalang untuk masuk dan penghalang untuk keluar tinggi, potensi laba tinggi, namun perusahaan menghadapi resiko yang lebih besar karena perusahaan yang berkinerja buruk harus tinggal

    Ancaman produk substitusi
  • 28 Suatu segmen menjadi tidak menark jika terdapat substitusi aktual atau potensial dari suatu produk
  • Substitusi membatasi harga dan laba yang dapat dihasilkan oleh suatu segmen

    Jika kemajuan teknologi atau persaingan meningkat di industri substitusi tersebut, harga dan laba dalam segmen tersebut mungkin akan menurun

    Ancaman peningkatan kekuatan posisi tawar pembeli Suatu segmen tidak menarik jika pembeli memiliki kekuatan posisi tawar menawar yang kuat atau semakin meningkat

    Pembeli akan berusaha untuk memaksa agar harga di turunkan, meminta lebih banyak mutu dan pelayanan, serta membuat para pesaing saling beradu, yang semuanya menjadi beban bagi profitabilitas penjual

    Ancaman peningkatan kekuatan posisi tawar menawar Suatu segmen menjadi tidak menarik jika para pemasok perusahaan mampu menaikkan harga atau mengurangi kuantitas yang mereka pasok

    Pemasok cenderung menjadi kuat jika mereka terkonsentrasi atau terorganisir, terdapat sedikit substitusi, produk yang dipasok adalah produk masukan yang penting, biaya berpindah pemasok tinggi, dan jika pemasok dapat melakukan integrasi ke hilir

    Pertahanan yang terbaik adalah membangun hubungan menang menang dengan pemasok atau memakai berbagai sumber pasokan

    Kerangka Pemikiran Analisis Pengendalian Persediaan bahan baku untuk menekan biaya persediaan Perencanaan dan pengendalian pemesanan Jumlah pemesanan yang Ekonomis Persediaan bahan baku Menekan biaya persediaan bahan baku 2

    Penelitian kepustakaan (library Research) Merupakan penelitian yang dilakukan denagn membaca buku-buku baik buku-buku ilmiah maupun non ilmiah yang berhubungan dengan objek yang diteliti

    Data yang diperoleh dari studi pustaka ini merupakan data skunder yang mendukung data primer

    Penelitian lapangan (Field Research) Adalah penelitian yang dilakukan dengan secara langsung meninjau perusahaan yang akan diteliti untuk mendapatkan atau memperoleh data-data yang dibutuhkan dalam pembuatan skripsi ini

    Wawancara : Dalam hal ini dilakukan dengan memperoleh data secara langsung dengan jalan mengadakan wawancara dan konsultasi secara langsung dengan pihak pimpinan dan karyawan mengenai hal yang relevan dengan apa yang akan dibahas dalam penulisan skripsi ini

    Survey/Observasi Merupakan suatu cara untuk memperoleh data secara langsung pada perusahaan dengan memperoleh gambaran yang jelas dan tepat mengenai keadaan dan kegiatan pada perusahaan tersebut Teknik Analisis Data Menurut Rangkuti, Freddy (2005, p27), untuk menganalisis data yang akan diteliti, digunakan metode kuantitatif, dengan rumus sebagai berikut : Q = 2

    Cs Cc Dimana : Cs = Biaya pemesanan (ordering cost) Cc = Biaya penyimpanan (Carrying cost) per unit per tahun D'= Jumlah permintaan per tahun Q = Optimum Order size (yang akan dicari)

  • 31 ROP = Kebutuhan per hari X Tenggang waktu Biaya pemesanan Tahunan : = Permintaan tahunan X Biaya pemesanan setiap pesanan Jumlah barang setiap pemesanan = D
  • Cs Q Biaya penyimpanan tahunan : = Jumlah Pesanan X Biaya penyimpanan per unit per tahun 2 = _Q_

    Cc 2 TC =_ D_

    Cs + _Q_

    Cc Q Kelemahan Teknik Analisis Data Kelemahan dari teknik analsis data EOQ yaitu, dalam menentukan jumlah pemesanan yang ekonomis tidak bisa dikatakan selalu tepat dan sesuai dengan kenyataan yang berlaku

    Hal ini dikarenakan ada kemungkinan terjadinya kesalahan dalam perhitungan biaya pemesanan dan biaya penyimpanan

    Selain itu juga dapat terjadi kesalahan pada pengelompokan biaya, kelalaian dalam pencatatan biaya, dan lain-lain

    Akan tetapi, dalam penelitian dilakukan dengan semaksimal mungkin untuk dapat mengelompokan dan menganalisa biaya dengan tepat