PDF -pertama - (ISI) Padangpanjang - WALIKOTA BUKITTINGGI
Wait Loading...


PDF :1 PDF :2 PDF :3 PDF :4 PDF :5 PDF :6 PDF :7 PDF :8 PDF :9


Like and share and download

WALIKOTA BUKITTINGGI

pertama - (ISI) Padangpanjang

WALIKOTA BUKITTINGGI PERATURAN WALIKOTA BUKITTINGGI NOMOR : 39 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN WALIKOTA BUKITTINGGI NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG KETENTUAN DAN TATA CARA PERJALANAN DINAS

WALIKOTA BUKITTINGGI PERATURAN WALIKOTA BUKITTINGGI NOMOR : 39 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN WALIKOTA BUKITTINGGI NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG KETENTUAN DAN TATA CARA PERJALANAN DINAS PDF WALIKOTA BUKITTINGGI PROVINSI SUMATERA BARATbukittinggikota go id download RPJMD pdf PDF walikota bukittinggi propinsi sumatera barat peraturan walikota jdih bukittinggikota go id v2 asset files Perwako 07 2015 pdf PDF walikota bukittinggi provinsi sumatera barat PPID Kemendagrippid kemendagri go id

Related PDF

WALIKOTA BUKITTINGGI PROVINSI SUMATERA BARAT

[PDF] WALIKOTA BUKITTINGGI PROVINSI SUMATERA BARATbukittinggikota go id download RPJMD pdf
PDF

walikota bukittinggi propinsi sumatera barat peraturan walikota

[PDF] walikota bukittinggi propinsi sumatera barat peraturan walikota jdih bukittinggikota go id v2 asset files Perwako 07 2015 pdf
PDF

walikota bukittinggi provinsi sumatera barat - PPID Kemendagri

[PDF] walikota bukittinggi provinsi sumatera barat PPID Kemendagrippid kemendagri go id 30360000105 37 perwako nomor 37 retribusi pelayanan sampah pdf
PDF

walikota bukittinggi - Ditjen PP

[PDF] walikota bukittinggi Ditjen PPditjenpp kemenkumham go id files Kota Bukittinggi 13 2014 pdf
PDF

walikota bukittinggi provinsi sumatera barat - Ditjen PP

[PDF] walikota bukittinggi provinsi sumatera barat Ditjen PPditjenpp kemenkumham go id files Kota Bukittinggi 15 2014 pdf
PDF

walikota bukittinggi provinsi sumatera barat - Ditjen PP

[PDF] walikota bukittinggi provinsi sumatera barat Ditjen PPditjenpp kemenkumham go id files Kota Bukittinggi 14 2014 pdf
PDF

walikota bukittinggi provinsi sumatera barat - BPK RI Perwakilan

[PDF] walikota bukittinggi provinsi sumatera barat BPK RI Perwakilan padang bpk go id wp PERDA BUKITTINGGI 1 TH 2015 pdf
PDF

WALIKOTA BUKITTINGGI

[PDF] WALIKOTA BUKITTINGGI sippa ciptakarya pu go id sippa 7998 RTBL 1375 ea0ec2 pdf
PDF

pertama - (ISI) Padangpanjang

180 OalHuk Dl20l7 Pada hari ini Senin tanggal Dua Belas bulan luni tahun dua ribu h rjuh hlas (t2{i6 2}tt), bertempat di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi, kami
PDF

BUPATI BULUNGAN SALINAN PERATURAN BUPATI BULUNGAN NOMOR 9 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN DI KABUPATEN BULUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BULUNGAN, Menimbang

keuangan desa maka Peraturan Bupati Bulungan Nomor Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679); SALINAN? Jangka Menengah Daerah Kabupaten Bulungan Tahun 2016 2021, maka perlu Undang Undang Nomor 9 tahun 2015 tentang Perubahan SALINAN? PERUBAHAN

PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 50 TAHUN 2009 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

KOMISI PEMILIHAN UMUM PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 50 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PELAPORAN DANA KAMPANYE PESERTA PEMILIHAN UMUM DALAM PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN

ahsanulminan webs Peraturan 2009 Pilpres PKPU 8 Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 05 Tahun 2008 tentang Tata Kerja Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kota sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 21 Tahun 2008 dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum

PROGRAN MAHASISWA WIRAUSAHA (PMW)

PANDUAN PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA POLMAN BABEL

PEDOMAN TEKNIS PROGRAN MAHASISWA WIRAUSAHA (PMW) BAGI PERGURUAN TINGGI DI LINGKUNGAN KOPERTIS WILAYAH VII JAWA TIMUR TAHUN 2012 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOORDINASI PERGURUAN TINGGI SWASTA

meluncurkan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) untuk dilaksanakan dan Wirausaha (PMW) pada tahun 2015 dengan lebih efektif dan efisien dengan 14 Mar 2019 Pendidikan Nasional telah meluncurkan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) untuk dilaksanakan dan dikembangkan oleh Perguruan? Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) merupakan salah satu program

SOP TRAINING : MMP-SOP--004 Halaman : 1 dari 8 1 TUJUAN : SOP ini dibuat untuk menetapkan dan memelihara suatu sistem yang memberikan panduan dalam proses training supaya teratur sesuai dengan persyaratan

akperdharmawacana ac id wp content uploads 2018 01 SOP A Kode Dokumen MANUAL Judul SOP REKRUTMEN Waktu yang diperlukan untuk melakukan proses perekrutan Calon tenaga dosen tersebut akan melalui masa training akperdharmawacana ac id SOP A05 3 Masa

Standar Dokumen Kualifikasi Jasa Konsultansi

Bab IV Tata Cara Pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi Badan Usaha

Standar Dokumen Kualifikasi Jasa Konsultansi PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 07/PRT/M/2011 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA KONSULTANSI DENGAN RAHMAT TUHAN

E Seleksi adalah metode pemilihan Penyedia jasa konsultansi secara elektronik untuk elektronik mengenai riwayat kinerja dan atau data kualifikasi Penyedia Pasal 8 (1) Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik sebagaimana Standar Dokumen Pemilihan Pengadaan Pengadaan Langsung Jasa Konsultansi Perorangan DOKUMEN

Lampiran 9. Format Laporan Tahunan/Akhir a. Sampul Muka LAPORAN TAHUNAN/AKHIR *.. ** Logo Perguruan Tinggi JUDUL Tahun ke... dari rencana... tahun Ketua/Anggota Tim (Nama lengkap dan ) PERGURUAN TINGGI

lppm uny ac id sites lppm uny ac id files Sitematika lppm itb ac id wp content uploads sites 55 dp2m umm ac id files file Format Laporan Akhir pdf penelitian bab 4 kelayakan perguruan bab 4 metode penelitian tinggi bab 5

Cara Mudah Menghitung Tarif KWh listrik PLN prabayar Pulsa Murah

PERHITUNGAN EKONOMI DAN PENDANAAN PLTN SMR 100 MWe

1 of 8 5/3/2014 12:43 PM Cara Mudah Menghitung Tarif KWh listrik PLN prabayar Cara menghitung KWh PLN prabayar, Sistem ini memiliki keunggulan dimana pelanggan bisa menentukan sendiri pemakaian listriknya,

inginpunyarumah files wordpress 2016 06 listrik tersebut, semisal harga per titik di DKI Jakarta bisa mencapai lebih dari Rp 50 000, untuk pemasangan di rumah dan akan lebih mahal untuk pemasangan di perusahaan 2 Besaran KWH yang dipilih Kwh 450 watt, 900 watt dan 1300 watt

GOLONGAN TARIF DASAR LISTRIK

Tarif Listrik Dibakar Kenaikan Batubara - aktualcom

LAMPIRAN I KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 70 TAHUN 1998 TANGGAL 4 MEI 1998 GOLONGAN TARIF DASAR LISTRIK No. Golongan Batas Daya Keterangan Tarif 1. S-1/TR 220 VA Tarif S-1 yaitu tarif untuk keperluan pemakai

kamoenyo files wordpress 2011 06 perpres 08 Listrik Negara dinyatakan dalam Tarif Dasar Listrik berdasarkan Golongan Tarif Dasar Listrik Pasal 2 Tarif Dasar Listrik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, terdiri atas a Tarif Dasar Listrik untuk keperluan Pelayanan Sosial, terdiri atas 1 Golongan tarif

TUGAS AKHIR KWH METER DIGITAL PRABAYAR BERBASIS MIKROKONTROLER AVR ATMEGA8535

1 BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang Masalah kWh (Kilo

TUGAS AKHIR KWH METER DIGITAL PRABAYAR BERBASIS MIKROKONTROLER AVR ATMEGA8535 Diajukan Sebagai Tugas dan Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Pada Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah

PDF perbandingan akurasi kwh meter digital dan kwh meter analogeprints ums ac id 50839 2 SKRIPSI 20RIDHO 20FIX pdf PDF 1 Makalah Seminar Tugas Akhir PERANCANGAN KWH METER elektro undip ac id el kpta wp content L2F006069 MTA pdf PDF PEMBERI INFORMASI JUMLAH

Home back415416417418 419420 Next

WALIKOTA BUKITTINGGI PERATURAN WALIKOTA BUKITTINGGI NOMOR : 39 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN WALIKOTA BUKITTINGGI NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG KETENTUAN DAN TATA CARA PERJALANAN DINAS DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BUKITTINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BUKITTINGGI, Menimbang : a

bahwa dalam rangka perjalanan dinas dapat dilaksanakan secara lebih tertib, transparan dan bertanggung jawab, perlu dilakukan perubahan kedua Peraturan Walikota Bukkittinggi Nomor 2 Tahun 2014 tentang Ketentuan dan Tata Cara Perjalanan Dinas Di Lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Walikota tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Walikota Nomor 2 Tahun 2014 tentang Ketentuan dan Tata Cara Perjalanan Dinas Di Lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi

Mengingat : 1

Undang-Undang Nomor 09 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kota Besar dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sumatera Tengah, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 20)

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234)

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3387) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 1

Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 24, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5657)

Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494)

Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil kepala Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 210, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4028)

Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4416), sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4712)

Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578)

Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737)

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2011 tentang Pedoman Perjalanan Dinas Ke Luar Negeri Bagi Pejabat/Pegawai di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Daerah, dan 2

Pimpinan serta Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 113/PMK

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah

Peraturan Daerah Kota Bukittinggi Nomor 03 Tahun 2008 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan daerah (Lembaran Daerah Kota Bukittinggi Tahun 2008 Nomor 03)

Peraturan Daerah Kota Bukittinggi Nomor 04 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintah Kota Bukittinggi (Lembaran Daerah Kota Bukittinggi Tahun 2008 Nomor 04)

Peraturan Daerah Kota Bukittinggi Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bukittinggi (Lembaran Daerah Kota Bukittinggi Tahun 2008 Nomor 10)

Peraturan Daerah Kota Bukittinggi Nomor 11 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kota Bukittinggi, (Lembaran Daerah Kota Bukittinggi Tahun 2008 Nomor 11 ), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Bukittinggi Nomor 9 Tahun 2013 (Lembaran Daerah Kota Bukittinggi Tahun 2013 Nomor 9)

Peraturan Daerah Kota Bukittinggi Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kota Bukittinggi (Lembaran Daerah Kota Bukittinggi Tahun 2008 Nomor 12 ), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Bukittinggi Nomor 10 Tahun 2013 (Lembaran Daerah Kota Bukittinggi Tahun 2013 Nomor 10)

Peraturan Daerah Kota Bukittinggi Nomor 13 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bukittinggi (Lembaran Daerah Kota Bukittinggi Tahun 2008 Nomor 13 ), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Bukittinggi Nomor 11 Tahun 2013 (Lembaran Daerah Kota Bukittinggi Tahun 2013 Nomor 11)

Peraturan Daerah Kota Bukittinggi Nomor 14 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan dan Kelurahan Kota Bukittinggi (Lembaran Daerah Kota Bukittinggi Tahun 2008 Nomor 14 )

Peraturan Walikota Bukittinggi Nomor 14 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas SLTP, Unit Pelaksana Teknis Dinas SMU/SLTA pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kota Bukittinggi (Berita Daerah Kota Bukittinggi Tahun 2008 Nomor 14)

Peraturan Walikota Bukittinggi Nomor 15 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Instalasi Farmasi, dan Unit Pelaksana Teknis Dinas Laboratorium pada Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi (Berita Daerah Kota Bukittinggi Tahun 2008 Nomor 15)

Peraturan Walikota Bukittinggi Nomor 16 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Terminal dan Parkir serta Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengujian Kendaraan Bermotor pada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Bukittinggi (Berita Daerah Kota Bukittinggi Tahun 2008 Nomor 16)

Peraturan Walikota Bukittinggi Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Kerajinan Industri pada Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Bukittinggi (Berita Daerah Kota Bukittinggi Tahun 2008 Nomor 17)

Peraturan Walikota Bukittinggi Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Rumah Potong Hewan, Unit Pelaksana Teknis Dinas Pusat Kesehatan Hewan dan Inseminasi Buatan dan Unit Pelaksana Teknis (Berita Daerah Kota Bukittinggi Tahun 2008 Nomor 18)

Peraturan Walikota Bukittinggi Nomor 2 Tahun 2014 tentang Ketentuan dan Tata Cara Perjalanan Dinas Di Lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi (Berita Daerah Kota Bukittinggi Tahun 2014 Nomor 2), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Walikota Bukittinggi Nomor 17 Tahun 2014 (Berita Daerah Kota Bukittinggi Tahun 2014 Nomor 17)

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN WALIKOTA BUKITTINGGI NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG KETENTUAN DAN TATA CARA PERJALANAN DINAS DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BUKITTINGGI 4

Pasal 1 Beberapa ketentuan dalam Peraturan Walikota Bukittinggi Nomor 2 Tahun 2014 tentang Ketentuan dan Tata Cara Perjalanan Dinas di Lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi (Berita Daerah Kota Bukittinggi Tahun 2014) yang telah diubah dengan Peraturan Walikota Bukittinggi Nomor 17 Tahun 2014 (Berita Daerah Kota Bukittinggi Tahun 2014 Nomor 17), diubah sebagai berikut: 1

Ketentuan angka 2 dan angka 12 Pasal 1 diubah, sehingga Pasal 1 berbunyi sebagai berikut: Pasal 1 Dalam Peraturan Walikota ini, yang dimaksud dengan : 1

Daerah adalah Kota Bukittinggi

Pemerintah Daerah adalah kepala daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom

Walikota adalah Walikota Bukittinggi

Wakil Walikota adalah Wakil Walikota Bukittinggi

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bukittinggi yang selanjutnya disingkat DPRD adalah lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah

Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi

Asisten Administrasi Umum adalah Asisten Administrasi Umum pada Sekretariat Daerah Kota Bukittinggi

Pejabat adalah Pegawai Negeri Sipil dilingkup Pemerintah Kota Bukittinggi yang menduduki jabatan struktural eselon II, eselon III, eselon IV dan eselon V serta jabatan fungsional

Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disebut PNS adalah Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kota Bukittinggi

Pegawai Tidak Tetap yang selanjutnya disingkat PTT adalah pegawai yang diangkat untuk jangka waktu tertentu guna melaksanakan tugas pemerintahan dan pembangunan yang bersifat teknis profesional dan administrasi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan organisasi dalam kerangka sistim kepegawaian yang tidak berkedudukan sebagai pegawai negeri

PNS Non Pemerintah Kota Bukittinggi adalah PNS Instansi vertikal atau Instansi lain yang berkedudukan di Kota Bukittinggi, yang diikutsertakan dalam perjalanan kedinasan dengan penugasan yang bersamaan dengan Walikota/Wakil Walikota/Pimpinan dan anggota DPRD/PNS/PTT Pemerintah Kota Bukittinggi

Masyarakat adalah personil selain Walikota/Wakil Walikota, pimpinan dan anggota DPRD, PNS, PTT Pemerintah Kota Bukittinggi ataupun PNS Non Pemerintah Kota Bukittinggi, yang diutus untuk melakukan perjalanan dinas/ diikutsertakan dalam perjalanan kedinasan dengan 5

penugasan yang bersamaan dengan Walikota/Wakil Walikota/pimpinan dan anggota DPRD/PNS/PTT Pemerintah Kota Bukittinggi

Tempat kedudukan adalah Kota Bukittinggi

Tempat tujuan adalah tempat/kota/negara yang menjadi tujuan perjalanan dinas

Pelaksana perjalanan dinas adalah Walikota/Wakil Walikota/Pimpinan dan anggota DPRD/PNS/PTT/PNS Non Pemerintah Kota Bukittinggi/Masyarakat yang melaksanakan perjalanan dinas

Surat Tugas adalah surat perintah untuk penugasan Pejabat/PNS/PTT/PNS Non Pemerintah Kota Bukittinggi/Masyarakat melakukan perjalanan kedinasan

Surat Perintah Perjalanan Dinas yang selanjutnya disingkat SPPD adalah surat perintah perjalanan kedinasan kepada Pejabat/PNS/PTT/Masyarakat sesuai dengan identitas Pejabat/PNS/PTT/PNS Non Pemerintah Kota Bukittinggi/Masyarakat yang ditugaskan yang meliputi penjelasan waktu, maksud dan tujuan perjalanan dinas, transportasi yang digunakan serta sumber dana untuk pembiayaan perjalanan dinas akibat penugasan tersebut

Perjalanan Dinas Dalam Negeri adalah perjalanan dinas ke luar tempat kedudukan yang dilakukan dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk kepentingan negara

Perjalanan Dinas Dalam Daerah adalah perjalanan yang dilakukan dalam rangka pelaksanaan tugas atas perintah/penugasan dari pejabat yang berwenang dari tempat kedudukan ke tempat tujuan yang berada dalam wilayah Provinsi Sumatera Barat, dengan jarak tempat tujuan minimal 5 (lima) kilometer dari batas wilayah tempat kedudukan

Perjalanan Dinas Luar Daerah adalah perjalanan yang dilakukan dalam rangka pelaksanaan tugas atas perintah/penugasan dari pejabat yang berwenang dari tempat kedudukan ke tempat tujuan yang berada diluar wilayah Provinsi Sumatera Barat dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Perjalanan Dinas Luar Negeri adalah kegiatan perjalanan kunjungan kerja ke negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dilakukan oleh Walikota/Wakil Walikota, pimpinan dan anggota PRD/PNS/PTT/PNS Non Pemerintah Kota Bukittinggi/Masyarakat dalam rangka efektifitas penyelenggaraan pemerintahan

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang selanjutnya disingkat APBD adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah daerah dengan DPRD dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah

Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat SKPD adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah selaku pengguna anggaran/pengguna barang

Lumpsum adalah suatu jumlah uang yang telah dihitung terlebih dahulu (precalculated amount) dan dibayarkan sekaligus

Biaya rill (at cost) adalah biaya yang dikeluarkan sesuai dengan bukti pengeluaran yang sah

Standar Biaya adalah satuan biaya yang ditetapkan sebagai acuan perhitungan kebutuhan anggaran dalam rencana kerja dan anggaran kegiatan Pemerintah Kota Bukittinggi, baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus)

Tarif adalah nilai suatu jasa yang ditentukan pada waktu tertentu untuk perhitungan biaya komponen masukan kegiatan

Izin Pemerintah adalah Izin Presiden/Menteri Dalam Negeri terkait perjalanan dinas ke luar negeri

Paspor dalam rangka Perjalanan Dinas ke Luar Negeri, yang selanjutnya disebut Paspor Dinas adalah dokumen yang diberikan kepada pejabat/pegawai lingkungan pemerintah daerah serta pimpinan dan anggota DPRD Kota Bukittinggi yang berangkat ke luar negeri dalam rangka tugas resmi yang tidak bersifat diplomatik

Exit permit adalah tanda pengesahan berupa cap resmi untuk meninggalkan suatu negara yang tercantum dalam paspor dinas

Visa adalah dokumen pemberian izin masuk ke suatu negara dalam suatu periode waktu dan tujuan tertentu yang dikeluarkan oleh kedutaan negara bersangkutan

Tempat bertolak adalah tempat/kota dalam wilayah negara Kesatuan Republik Indonesia yang dikarenakan fungsi/kapasitas/fasilitas yang dimiliki merupakan tempat persinggahan (transit) sewaktu keberangkatan dari tempat kedudukan menuju tempat tujuan dan/atau sewaktu kepulangan dari tempat tujuan menuju tempat kedudukan

Bendahara Pengeluaran adalah pejabat fungsional yang ditunjuk menerima, menyimpan, membayarkan, menatausahakan, dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan yang selanjutnya disingkat PPTK adalahpejabat pada unit kerja SKPD yang melaksanakan satu atau beberapa Kegiatan dari suatu program sesuai dengan bidang tugasnya

Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat PA adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi SKPD yang dipimpinnya

Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat KPA adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagian kewenangan penggunaan anggaran dalam melaksanakan sebagian tugas dan fungsi SKPD

Dokumen Pelaksanaan Anggaran yang selanjutnya disingkat DPA adalah dokumen yang memuat pendapatan, belanja dan pembiayaan yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan anggaran oleh pengguna anggaran/pengguna barang

Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran yang selanjutnya disingkat DPPA adalah dokumen yang memuat perubahan pendapatan, perubahan belanja dan perubahan pembiayaan yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan anggaran oleh pengguna anggaran/pengguna barang

Uang Persedian yang selanjutnya disingkat UP adalah uang muka kerja dalam jumlah tertentu yang diberikan kepada Bendahara Pengeluaran untuk membiyai kegiatan operasional sehari-hari satuan kerja, yang tidak mungkin dilakukan melalui mekanisme pembayaran langsung

Pembayaran Langsung yang selanjutnya disingkat LS adalah mekanisme pembayaran dari Bendahara Pengeluaran kepada rekanan atau pihak ketiga

Ketentuan ayat (5) huruf a angka (1) Pasal 9 dihapus, ayat (2) huruf c, ayat (5) huruf a angka 1 ayat (2), angka 2, dan angka 3, huruf b, ayat (6) dan ayat (8) diubah dan ayat (5) huruf b setelah angka 2, ditambah angka 3 baru dan diantara ayat (5) dan ayat (6) disisipkan 1 (satu) ayat baru yakni (5A), sehingga Pasal 9 berbunyi sebagai berikut: Pasal 9 (1) Pelaksanaan perjalanan dinas dalam negeri harus dilengkapi dengan dokumen perjalanan dinas

(2) Dokumen perjalanan dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a

Surat Tugas

Persetujuan Walikota/Wakil Walikota/Sekretaris Daerah untuk melakukan perjalanan dinas

(3) Surat Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a paling sedikit mencantumkan hal-hal sebagai berikut : a

Pemberi tugas

Pelaksana tugas

Waktu pelaksanaan tugas

Tempat tujuan pelaksanaan tugas

Maksud/kegiatan yang dilakukan dalam pelaksanaan tugas

(4) SPPD sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b merupakan surat perintah perjalanan kedinasan yang mencantumkan hal-hal sebagai berikut : a

Penjelasan waktu

Maksud dan tujuan perjalanan dinas

Transportasi yang digunakan

Sumber dana untuk pembiayaan perjalanan dinas akibat penugasan tersebut

(5) Pejabat yang berwenang menerbitkan Surat Tugas dan menandatangani SPPD sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf a dan huruf b adalah sebagai berikut : 8

Perjalanan Dinas Dalam Daerah 1

Sekretariat Daerah : 1) Dihapus 2) Pejabat Eselon II dan III, pejabat yang berwenang adalah Sekretaris Daerah 3) Pejabat Eselon IV, Non Struktural dan PTT, pejabat yang berwenang adalah Asisten Bidang terkait

Badan, Dinas, Inspektorat, Sekretariat DPRD, Kantor, Kecamatan : 1) Kepala SKPD, pejabat yang berwenang adalah Kepala SKPD terkait 2) Eselon III, IV, V, fungsional, non struktural dan PTT, pejabat yang berwenang adalah Kepala SKPD

Non SKPD : PNS Non Pemerintah Kota Bukittinggi/Masyarakat, pejabat yang berwenang adalah Kepala SKPD terkait

Perjalanan Dinas Luar Daerah 1

Walikota/Wakil Walikota, Sekretaris Daerah, pejabat yang berwenang adalah Walikota

Eselon II

b, Eselon III, Eselon IV, Eselon V, Pejabat Fungsional, PNS non Struktural, PTT, pejabat yang berwenang adalah Sekretaris Daerah

PNS Non Pemerintah Kota Bukittinggi, Masyarakat, pejabat yang berwenang adalah Kepala SKPD terkait

(5A) Pejabat yang berwenang menerbitkan Surat Tugas dan SPPD terkait dengan pelaksanaan perjalanan dinas Walikota/Wakil Walikota Bukittinggi diterbitkan dan ditandatangani oleh Walikota

(6) Persetujuan Walikota/Wakil Walikota/Sekretaris Daerah/Kepala SKPD sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf c'adalah sebagai berikut: 1

Walikota/Waakil Walikota, pejabat yang berwenang menyetujui adalah Walikota 2

Sekretariat Daerah 1) Pejabat Eselon II dan III, pejabat yang berwenang menyetujui adalah Sekretaris Daerah 2) Pejabat Eselon IV, PNS Non Struktural dan PTT, pejabat yang berwenang menyetujui adalah Asisten Bidang terkait

Badan, Dinas, Inspektorat, Sekretariat DPRD, Kantor, Kecamatan: 1) Kepala SKPD, pejabat yang berwenang menyetujui adalah Sekretaris Daerah

Non SKPD : PNS Non Pemerintah Kota Bukittinggi/Masyarakat, pejabat yang berwenang adalah Kepala SKPD terkait

Perjalanan Dinas Luar Daerah 1

Walikota/Wakil Walikota, Pejabat Eselon II, III, IV, V, Pejabat fungsional, Pegawai non Structural dan PTT, pejabat yang berwenang menyetujui adalah Walikota

PNS Non Pemerintah Kota Bukittinggi/Masyarakat, pejabat yang berwenang adalah Sekretaris Daerah

(7) Dalam hal pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (5), ayat (5A) dan ayat (6) tidak berada ditempat atau berhalangan maka kewenangan menerbitkan Surat Tugas, SPPD dan persetujuan dapat dilaksanakan sebagai berikut : a

Dalam hal Walikota tidak berada ditempat atau berhalangan, maka kewenangan menerbitkan dan menandatangani Sutar Tugas, SPPD dan persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan oleh Wakil Walikota

Dalam hal Walikota dan Wakil Walikota tidak berada ditempat atau berhalangan, maka kewenangan menerbitkan dan menandatangani Surat Tugas, SPPD dan persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilimpahkan kepada Sekretaris Daerah

Dalam hal Walikota, Wakil Walikota dan Sekretaris Daerah tidak berada ditempat atau berhalangan, maka kewenangan menerbitkan dan menandatangani Surat Tugas, SPPD dan Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan oleh pejabat yang ditunjuk berdasarkan Surat Perintah Pelaksanaan Tugas

(8) Kewenangan Kepala SKPD dalam menerbitkan dan menanda tangani Surat Tugas dan SPPD sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf a angka 2, angka 3 dan huruf b angka 3 dalam hal tidak berada ditempat atau berhalangan dapat didelegasikan kepada pejabat dilingkup SKPD yang bersangkutan, yang ditunjuk serta ditetapkan berdasarkan Surat Perintah Pelaksanaan Tugas

(9) Surat Tugas dan SPPD terkait dengan pelaksanaan perjalanan dinas pada DPRD Kota Bukittinggi diterbitkan dan ditandatangani oleh Ketua DPRD

Ketentuan ayat (19) Pasal 10 diubah, sehingga Pasal 10 berbunyi sebagai berikut: Pasal 10 (1) Biaya perjalanan dinas dalam negeri digolongkan dalam 3 (tiga) tingkat, yaitu : a

Tingkat A untuk Walikota dan Wakil Walikota

Tingkat B untuk Pejabat Eselon II, Pimpinan DPRD, Anggota DPRD dan Muspida c

Tingkat C untuk Pejabat lainnya, PNS, Pegawai Tidak Tetap dan Masyarakat dengan pembagian sebagai berikut: 1

Tingkat C

Tingkat C

Tingkat C

(2) Penggolongan dan tingkatan dalam melakukan perjalanan dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c'angka 1, angka 2 dan angka 3, bagi PNS dengan jabatan fungsional pada jenjang lainnya dan/atau jabatan fungsional lainnya disetarakan dengan penggolongan dan tingkatan PNS struktural pada golongan/kepangkatan yang berkenaan

(3) PNS Non Pemerintah Kota Bukittinggi/Masyarakat dapat melakukan perjalanan dinas berdasarkan pada kegiatan yang dilaksanakan oleh 10

SKPD, penggolongan dan tingkatan untuk PNS Non Pemerintah Kota Bukittinggi disetarakan dengan penggolongan dan tingkatan perjalanan dinas dalam negeri PNS Pemerintah Kota Bukittinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b

(4) Dalam hal Istri Walikota dan Istri Wakil Walikota yang melaksanakan perjalanan dinas terkait berkenaan dengan undangan/program dan kegiatan SKPD maka penggolongan dan tingkatan dalam melakukan perjalanan dinas disamakan dengan tingkat B sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b

(5) Biaya perjalanan dinas dalam negeri terdiri dari atas komponen sebagai berikut : a

Uang harian

Biaya transpor

Biaya penginapan

Biaya bahan bakar minyak

Uang representasi

Sewa kendaraan dalam Kota

Biaya menjemput/mengantar jenazah

(6) Uang harian sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf a terdiri atas komponen sebagai berikut : a

(7) Uang harian sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf a dibayarkan secara lumpsum dengan batas tertinggi sebagaimana diatur dalam Peraturan Walikota mengenai Standar Biaya

(8) Biaya transpor sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf b terdiri atas komponen biaya sebagai berikut : a

biaya transpor/biaya tiket dari tempat kedudukan menuju tempat tujuan dan kepulangan dari tempat tujuan menuju tempat kedudukan dengan menggunakan sarana transportasi umum, termasuk biaya ke terminal bus/stasiun/bandara/pelabuhan keberangkatan dan kepulangan

retribusi/pajak yang dipungut pada terminal bus/stasiun/bandara/pelabuhan keberangkatan dan kepulangan

komponen biaya lainnya sesuai dengan ketentuan serta tarif yang berlaku

(9) Komponen biaya transpor sebagaimana dimaksud pada ayat (8) dibayarkan sesuai dengan biaya riil (at cost) dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Walikota mengenai Standar Biaya

(10) Dalam hal sebahagian dan/atau seluruh komponen biaya transpor telah ditanggung oleh pihak pengundang/penyelenggara kegiatan, maka sebahagian dan/atau seluruh komponen biaya transpor sebagaimana dimaksud pada ayat (8) tidak diberikan lagi

(11) Komponen biaya lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (8) huruf c'dibayarkan dengan ketentuan sebagai berikut : a

Komponen biaya lainnya tersebut disebabkan karena penugasan lain dari pejabat pemberi tugas/pejabat yang berwenang

Komponen biaya lainnya tersebut disebabkan karena keadaan memaksa atau keadaan yang diluar kemampuan/kehendak Pelaksana perjalanan dinas, yang dibuktikan dengan dokumen serta alasan yang logis

Komponen biaya lainnya tersebut tidak disebabkan karena kelalaian dan/atau kesalahan Pelaksana perjalanan dinas

(12) Biaya penginapan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf c'adalah biaya untuk keperluan sewa penginapan di : a

Tempat penginapan lainnya (13) Biaya penginapan sebagaimana dimaksud pada ayat (12) dibayarkan sesuai dengan biaya riil (at cost) dengan batas tertinggi sebagaimana diatur dalam Peraturan Walikota mengenai Standar Biaya

(14) Dalam hal Pelaksana perjalanan dinas tidak menggunakan biaya penginapan sebagaimana dimaksud pada ayat (12), berlaku ketentuan sebagai berikut : a

Pelaksana perjalanan dinas diberikan biaya penginapan sebesar 30% (tiga puluh persen) dari tarif hotel di Kota Tempat Tujuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Walikota mengenai Standar Biaya b

Biaya Penginapan sebagaimana dimaksud pada huruf a dibayarkan secara lumpsum

(15) Dalam hal perjalanan dinas yang dilakukan berdasarkan atas undangan, dimana akomodasi dan konsumsi ditanggung atau disediakan oleh pihak pengundang/penyelenggara kegiatan, maka Uang Harian untuk hari pelaksanaan kegiatan dibayarkan kepada pelaksana perjalanan dinas adalah sebesar 75% (tujuh puluh lima persen) dan Biaya Penginapan sesuai jadwal kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf c'tidak diberikan

(16) Dalam hal kegiatan perjalanan dinas disertai dengan biaya kontribusi, dimana biaya kontribusi tersebut sudah meliputi fasilitas untuk akomodasi dan konsumsi, maka Uang Harian untuk hari pelaksanaan kegiatan dibayarkan kepada Pelaksana perjalanan dinas adalah sebesar 75% (tujuh puluh lima persen) dan Biaya Penginapan sesuai jadwal kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf c'tidak diberikan

(17) Biaya bahan bakar minyak sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf d'diberikan untuk pelaksanaan perjalanan dinas yang menggunakan kendaraan dinas/kendaraan pribadi yang digunakan untuk keperluan dinas (18) Biaya bahan bakar minyak sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf d'diberikan secara lumpsum untuk 1 (satu) kali pelaksanaan perjalanan dinas dengan batas tertinggi sebagaimana diatur dalam Peraturan 12

Walikota mengenai Standar Biaya dan Biaya Transpor sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf b tidak diberikan lagi

(19) Uang representasi sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf e dapat diberikan untuk perjalanan dinas luar daerah kepada pelaksana perjalanan dinas Tingkat A dan Tingkat B sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b, dengan batas tertinggi sebagaimana diatur dalam Peraturan Walikota mengenai Standar Biaya

(20) Sewa kendaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf f dapat diberikan kepada Walikota dan Wakil Walikota dalam melaksanakan perjalanan dinas luar daerah untuk keperluan pelaksanaan tugas di Tempat Tujuan

(21) Sewa kendaraaan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf f sudah termasuk biaya untuk pengemudi, biaya bahan bakar minyak, pajak dan dibayarkan sesuai dengan biaya riil (at cost) dengan batas tertinggi sebagaimana diatur dalam Peraturan Walikota mengenai Standar Biaya

(22) Biaya menjemput/mengantar jenazah sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf g terdiri atas : a

Biaya bagi penjemput/pengantar yang terdiri dari atas komponen biaya sebagai berikut : 1

Uang Harian

Biaya Transpor (jika dalam penjemputan/pengantaran jenazah menggunakan sarana transportasi umum)

Biaya Bahan Bakar Minyak (jika dalam penjemputan/pengantaran jenazah menggunakan kendaraan dinas/kendaraan pribadi untuk keperluan dinas)

Biaya Penginapan (jika dalam penjemputan/pengantaran jenazah diperlukan menginap)

Biaya pemetian jenazah termasuk yang berhubungan dengan pengruktian/pengurusan jenazah

Biaya angkutan jenazah

(23) Penjemput/pengantar sebagaimana dimaksud pada ayat (22) huruf a maksimal 2 orang yang ditugaskan oleh pejabat yang berwenang

(24) Komponen biaya bagi penjemput/pengantar sebagaimana dimaksud pada ayat (22) huruf a angka 1, angka 2, angka 3 dan angka 4, dibayarkan dengan batas tertinggi sebagaimana diatur dalam Peraturan Walikota mengenai Standar Biaya

(25) Biaya pemetian jenazah dan biaya angkutan jenazah sebagaimana dimaksud pada ayat (22) huruf b dan huruf c'dibayarkan sesuai dengan biaya riil (at cost)

Ketentuan ayat (3), ayat (3A) dan ayat 93A) dan ayat (15) Pasal 12 diubah, diantara ayat (3A) dan ayat (4) disisipkan 2 (dua) ayat baru yakni ayat (3B) dan ayat (3C), sehingga Pasal 12 berbunyi sebagai berikut: 13

Pasal 12 (1) Pelaksanaan perjalanan dinas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) huruf a, huruf e, huruf h, huruf i, huruf j dan huruf l'diberikan biaya perjalanan dinas maksimal sebanyak 5 (lima) hari untuk pelaksanaan 1 (satu) kegiatan

(2) Pelaksanaan perjalanan dinas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) huruf b, huruf d, dan huruf f diberikan biaya perjalanan dinas sesuai dengan 15 jadwal pelaksanaan kegiatan yang terdapat dalam surat undangan/pemberitahuan dan sejenisnya dari pihak penyelenggara

(3) Pelaksanaan perjalanan dinas dalam rangka mengikuti pelatihan/workshop/kursus dan sejenisnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) huruf c'dimana makan harian harian ditanggung oleh pengundang/penyelenggara kegiatan atau biaya konstribusi dibayarkan oleh peserta yang me

iputi fasilitas untuk makan harian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (15) dan ayat (16), diberikan Uang Harian selama jadwal pelaksanaan kegiatan dengan ketentuan sebagai berikut: a

Pelaksanaan kegiatan sampai dengan hari ke-5 (lima), Uang Harian yang dibayarkan kepada pelaksana perjalanan dinas adalah sebesar 75% (tujuh puluh lima persen)

Pelaksanaan kegiatan hari ke-6 (enam) sampai dengan hari ke-20 (dua puluh), Uang Harian yang dibayarkan kepada pelaksana perjalanan dinas adalah sebesar 50% (lima puluh persen)

(3A) Pelaksanaan perjalanan dinas dalam rangka mengikuti pelatihan/workshop/kursus dan sejenisnya sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 ayat (1) huruf c'dengan biaya makan harian tidak ditanggung oleh pengundang/penyelenggara kegiatan, diberikan Uang Harian selama jadwal pelaksanaan kegiatan dengan ketentuan sebagai berikut: a

Pelaksanaan kegiatan sampai dengan hari ke-5 (lima), Uang Harian yang dibayarkan kepada pelaksana perjalanan dinas adalah sebesar 100% (serratus persen)

Pelaksanaan kegiatan hari ke-6 (enam) sampai akhir jadwal pelaksanaan kegiatan, Uang Harian yang dibayarkan kepada pelaksana perjalanan dinas adalah sebesar 75% (Tujuh puluh lima persen)

(3B) Dalam hal pelaksanaan perjalanan dinas Walikota, Wakil Walikota, Pimpinan DPRD dan Pejabat Eselon II mengikuti pelatihan/workshop/kursus dan sejenisnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) huruf c'dengan biaya akomodasia dan biaya konsumsi tidak ditanggung oleh pengundang/penyelenggara kegiatan, diberikan Uang Harian sebesar 100% selama jadwal pelaksanaan kegiatan dan biaya penginapan sesuai dengan biaya riil (at cost) dengan batas tertinggi sebagaimana diatur dalam Peraturan Walikota mengenai Standar Biaya

(3C) Dalam hal pelaksanaan perjalanan dinas Walikota, Wakil Walikota, Pimpinan DPRD dan Pejabat Eselon II mengikuti pelatihan/workshop/kursus dan sejenisnya sebagaimana dimaksud 14

dalam Pasal 7 ayat (1) huruf c'dengan biaya akomodasia dan biaya konsumsi ditanggung oleh pengundang/penyelenggara kegiatan, diberikan Uang Harian sebesar 75% selama jadwal pelaksanaan kegiatan dan biaya penginapan tidak lagi dibayarkan

(4) Pelaksanaan perjalanan dinas dalam rangka mengikuti pendidikan setara Diploma/S1/S2/S3 dalam kapasitas melaksanakan tugas belajar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) huruf g diberikan biaya perjalanan dinas dengan ketentuan : a

Biaya perjalanan dinas yang dibayarkan hanya berupa Uang Harian dan Biaya Transpor

Biaya perjalanan dinas sebagaimana dimaksud huruf a diberikan untuk keberangkatan awal dan untuk kepulangan

Biaya perjalanan dinas diberikan maksimal 2 (dua) hari untuk keberangkatan awal dan 2 (dua) hari untuk kepulangan

Biaya perjalanan dinas berupa Biaya Transpor diberikan sesuai dengan tempat tujuan pelaksanaan tugas belajar

(5) Pelaksanaan perjalanan dinas dalam rangka orientasi/pendalaman tugas/konsultasi/kunjungan kerja bagi Pimpinan dan anggota DPRD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) huruf k diberikan biaya perjalanan dinas maksimal sebanyak 7 (tujuh) hari untuk pelaksanaan 1 (satu) kegiatan

(6) Dalam hal terdapat penambahan hari pelaksanaan kegiatan perjalanan dinas, dengan pertimbangan aspek efisiensi biaya, kepada Pelaksana perjalanan dinas dapat diberikan tambahan Uang Harian dan tambahan Biaya Penginapan

(7) Penambahan hari pelaksanaan kegiatan perjalanan dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (6) adalah : a

Penambahan hari untuk kegiatan perjalanan dinas yang sedang dilakukan

Penambahan kegiatan perjalanan dinas pada tempat/kota yang sama atau tempat/kota yang berbeda

(8) Penambahan hari pelaksanaan kegiatan perjalanan dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dinyatakan dengan Surat Keterangan perpanjangan tugas dari pemberi tugas

(9) Surat Keterangan Perpanjangan Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (8) adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Walikota ini

(10) Penambahan hari pelaksanaan perjalanan dinas sebagaimana dimaksud dalam ayat (6) dibatasi maksimal selama 2 (dua) hari, kecuali penambahan hari pelaksanaan perjalanan dinas tersebut adalah untuk kegiatan yang berdasarkan undangan dengan jadwal waktu pelaksanaan kegiatan telah ditentukan

(11) Penghitungan waktu perjalanan dinas luar daerah dengan menggunakan sarana transportasi umum dapat meliputi 1 (satu) hari sebelum dan 1 (satu) hari sesudah jadwal pelaksanaan kegiatan dengan tetap memperhatikan serta mempertimbangkan efisiensi waktu pelaksanaan perjalanan dinas

(12) Pembayaran Uang Harian untuk 1 (satu) hari sebelum dan 1 (satu) hari sesudah jadwal pelaksanaan kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (11) diberikan penuh 100% (seratus persen)

(13) Dalam hal pembayaran Uang Harian sebagaimana dimaksud pada ayat (12) berlaku ketentuan sebagai berikut : a

Untuk 1 (satu) hari sebelum jadwal pelaksanaan kegiatan besaran Uang Harian dibayarkan sesuai dengan besaran daerah tujuan dengan batas tertinggi sebagaimana diatur dalam Peraturan Walikota mengenai Standar Biaya

Untuk 1 (satu) hari sesudah jadwal pelaksanaan kegiatan besaran Uang Harian dibayarkan sesuai dengan besaran daerah saat kepulangan menuju tempat kedudukan dengan batas tertinggi sebagaimana diatur dalam Peraturan Walikota mengenai Standar Biaya

(14) Penghitungan waktu perjalanan dinas luar daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (11) tidak termasuk untuk pelaksanaan perjalanan dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (4)

(15) Dalam hal perjalanan dinas luar daerah yang mengikutsertakan masyarakat dapat diberikan Uang Harian maksimal sebesar 75% (tujuh puluh lima persen) dari besaran Uang Harian sebagaimana diatur dalam Peraturan Walikota mengenai Standar Biaya dan 100% (seratus persen) dari besaran Uang Harian sebagaimana diatur dalam Peraturan Walikota mengenai Standar Biaya jika masyarakat tersebut diutus untuk melaksanakan perjalanan dinas luar daerah

Pasal II Peraturan Walikota ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan

Agar setiap orang mengetahuinya memerintahkan pengundangan Peraturan Walikota ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kota Bukittinggi

Diundangkan di Bukittinggi Pada tanggal 30 Desember 2015 SEKRETARIS DAERAH KOTA BUKITTINGGI dto, YUEN KARNOVA Ditetapkan di Bukittinggi Pada tanggal 30 Desember 2015 Pj

WLIKOTA BUKITTINGGI dto, ABDUL GAFAR BERITA DAERAH KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2015 NOMOR 39 16