PDF -Perancangan Aplikasi Pengadaan Aset Berbasis Web: Studi Kasus - IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SISTEM INFORMASI E-PROCUREMENT BERDASAR KEPPRES 80 TAHUN 2003 DENGAN MEMPERGUNAKAN REQUIREMENT MODEL (RQM)
Wait Loading...


PDF :1 PDF :2 PDF :3


Like and share and download

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SISTEM INFORMASI E-PROCUREMENT BERDASAR KEPPRES 80 TAHUN 2003 DENGAN MEMPERGUNAKAN REQUIREMENT MODEL (RQM)

Perancangan Aplikasi Pengadaan Aset Berbasis Web: Studi Kasus

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SISTEM INFORMASI E-PROCUREMENT BERDASAR KEPPRES 80 TAHUN 2003 DENGAN MEMPERGUNAKAN REQUIREMENT MODEL (RQM) Khakim Ghozali (1), Aris Tjahyanto (2) Jurusan Sistem Informasi Fakultas

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SISTEM INFORMASI E-PROCUREMENT BERDASAR KEPPRES 80 TAHUN 2003 DENGAN MEMPERGUNAKAN REQUIREMENT MODEL (RQM) Khakim Ghozali (1), Aris Tjahyanto (2) Jurusan Sistem Informasi Fakultas PDF 1 BAB I PENDAHULUAN 1 1 Latar Belakang Sistem informasi telah thesis binus ac id doc Bab1 2011 2 00020 SI 20Bab1001 pdf PDF rancang bangun sistem informasi e purchasing Digilib ITSdigilib its ac id public ITS paper 19425 5207100068 Paper

Related PDF

1 BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang Sistem informasi telah

[PDF] 1 BAB I PENDAHULUAN 1 1 Latar Belakang Sistem informasi telah thesis binus ac id doc Bab1 2011 2 00020 SI 20Bab1001 pdf
PDF

rancang bangun sistem informasi e-purchasing - Digilib ITS

[PDF] rancang bangun sistem informasi e purchasing Digilib ITSdigilib its ac id public ITS paper 19425 5207100068 Paper pdf
PDF

Perancangan Aplikasi Pengadaan Aset Berbasis Web: Studi Kasus

Jurusan Sistem Informasi, Universitas Telkom Jalan solved by creating an electronic procurement system (e procurement) through online so that it basis pemasok (mitra) dengan kebutuhan pelanggan Tahap identifikasi a Perumusan
PDF

KUESIONER Peranan Sistem Informasi Akuntansi Kas dan Bank Terhadap Kewajaran Laporan Keuangan Perusahaan Petunjuk Pengisian Daftar pertanyaan ini terdiri dari dua tipe yaitu pertanyaan tipe A (Pertanyaan

repository usd ac id 6538 2 112114120 full pdf EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN TUNAI Studi kasus di Minimarket KOPMA UNY SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi eprints dinus ac id 8491 1 jurnal 11632 pdf terutama pihak manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan

PEMERINTAH KABUPATEN BIAK NUMFOR UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA Jln. Gunung Lawu Ridge Biak Papua BERITA ACARA HASIL PELELANGAN NOMOR : 11.J/POKJA-V/PRC.SS/DPU/2016 Paket Pekerjaan : Pengawasan pembangunan

PDF pemerintah kabupaten biak numfor JDIH Kemendagri jdih setjen kemendagri go id KAB BIAK 20NUMFOR 3 2009 pdf PDF Untitled Ombudsman RI ombudsman go id produk LP file 20180129 170313 pdf PDF Untitledsipsn menlhk go id

PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK Dokumen Pengadaan Pengadaan Kain Pakaian Dinas Harian (PDH) Metode Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi Panitia /Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Gresik D O K U M E N P

PDF bupatibojonegoro JDIH Gresik Kabupaten Gresikjdih gresikkab go id 34 Tahun 2017 Pedoman Teknis Dana Desa ADD Bagian dari hasil pajak retribusi daerah pdf PDF pemerintah kabupaten gresik peraturan daerah JDIH Kemendagri jdih setjen kemendagri go

Republik Indonesia Pengadaan Jasa Konsultansi Badan Usaha [Dokumen ] -Metode [Seleksi Umum /Seleksi Sederhana] dengan Prakualifikasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah - i DAFTAR ISI BAB

PDF Pengadaan Pengadaan Jasa Konsultan Jasa Konsultansi Badan lkpp go id SBD Jasa Konsultansi Badan Usaha Prakualifikasi Satu Sampul pdf PDF peraturan presiden republik indonesia nomor 16 Setkab go idsetkab go id wp content uploads Perpres

BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Evaluasi Struktur Organisasi Perusahaan Menurut Mulyadi (2001:165) menyatakan bahwa Struktur organisasi merupakan rerangka (framework) pembagian tanggung jawab fungsional kepada

PDF BAB IV PEMBAHASAN Pada bab ini akan membahas hasil analisis sir stikom edu id eprint 1635 6 BAB IV pdf PDF BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Perpustakaan UIlib ui ac id file?file=digital 116702 T 2024592 Studi 20persepsi pdf PDF

SALINAN PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF DENGAN

Kementerian Pariwisata (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 20); 6 Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 28 Menimbang a bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 18 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2012 tentang Sertifikasi Kompetensi dan?

AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH 2

SILABUS-MATRIKULASI Akuntansi Keuangan II Jurusan - UNS

AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH 2 Dr. Bandi, M.Si., Ak 1 Sesi 2 UTANG LANCAR DAN KONTIJENSI 2 SIKLUS (PROSES) AKUNTANSI KEUANGAN Penjurnalanpenutupan Bukti Bk Jurnal Bk Besar BB Pembantu LAP KEUANGAN: ~Neraca

Akuntansi Keuangan Menengah II, S 1, 3 SKS, Semester 4 Mata kuliah ini merupakan mata kuliah pokok dengan prasyarat mahasiswa telah lulus mengambil? 1 Nama Mata Kuliah Akuntansi Keuangan Menengah 2 2 Kode PA402 3 Bobot sks

AGRO-BASED INDUSTRY CERTIFICATION SERVICES

Malaysian Agricultural Qualty Standards - FFTC-AP

PANDUAN PROSES SERTIFIKASI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2008, SERTIFIKASI SISTEM HACCP, DAN SERTIFIKASI SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN PANGAN ISO 22000:2005 AGRO-BASED INDUSTRY CERTIFICATION SERVICES BALAI

Chief, Publishing Management Service, Information Division, FAO, Viale delle in some of them, most obviously in organic agriculture and the related labelling verification methods that are also relevant for other sectors and industries Rural Infrastructure and Agro Industries Division 2

BAB III LANDASAN TEORI

10 BAB III LANDASAN TEORI 31 Definisi Perancangan

BAB III LANDASAN TEORI Untuk pembuatan website penjualan cd demo program Surabaya, mengambil beberapa teori penunjang sebagai acuan pembuatan website ini. Teoriteori tersebut antara lain : 3.1 Pengertian

BAB III LANDASAN TEORI 3 1 Metode Penelitian Metodologi penelitian bertujuan untuk memberikan kerangka penelitian yang sistematis sehingga dapat? 3 1 Museum Museum memiliki beberapa arti yang diperoleh sebagai sumber, menurut Peraturan Pemerintah RI No 19 Tahun 1995, museum merupakan? BAB III

Home back455456 457458459460 Next

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SISTEM INFORMASI E-PROCUREMENT BERDASAR KEPPRES 80 TAHUN 2003 DENGAN MEMPERGUNAKAN REQUIREMENT MODEL (RQM) Khakim Ghozali (1), Aris Tjahyanto (2) Jurusan Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Sukolilo, 60111, Surabaya, Indonesia 1), 2) Abstrak Dengan keluarnya Keppres 80 tahun 2003 mengenai tata cara lelang pengadaan barang dan jasa yang mempergunakan dana APBN dan APBD maka diharapkan dapat mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel sehingga peluang untuk terjadinya korupsi dapat semakin dipersulit

Dalam Keppres tersebut menyaratkan bahwa lelang pengadaan barang dan jasa harus dipublikasikan baik melalui internet, koran, maupun melalui papan pengumuman

Dampak dari keputusan tersebut adalah biaya yang tinggi jika lelang dipublikasikan melalui koran

Selain itu bagi anggota yang terlibat sebagai panitia pengadaan diwajibkan memiliki sertifikat pengadaan barang dan jasa yang dikeluarkan oleh Bappenas

Sertifikasi diwajibkan bagi panitia agar tidak mengalami kesalahan dalam proses pengadaan

Beberapa masalah diatas dapat diatasi dengan menggunakan bantuan sistem informasi pelelangan berbasis internet atau e-procument

Dengan adanya sistem informasi tersebut maka publikasi mengenai lelang pengadaan barang dan jasa dapat dilakukan secara efektif dan efisien karena informasi lelang dapat dilihat melalui internet oleh semua user, dimanapun dan kapanpun

Untuk membangun sebuah sistem informasi diperlukan beberapa tahapan mulai dari pengumpulan data, analisis kebutuhan, desain sistem informasi, pembuatan program, uji coba, implementasi dan perawatan

Untuk penelitian ini penulis membatasi ruang lingkup pada kegiatan pengumpulan data dan identifikasi kebutuhan

Identifikasi kebutuhan dilakukan dengan menggunakan template dari Requirement Model (RQM), yang terdiri dari 3 bagian utama yaitu requirement document iews, traceability matrix iews dan user allocation matrix iews

Untuk melengkapi ketiga bagian utama RQM tersebut dilakukan permodelan terlebih dahulu terhadap proses bisnis pada pengadaan barang/ jasa

Penelitian kali ini difokuskan pada pengadaan barang/ jasa dengan metode

Pada metode tersebut terdapat 19 tahap yang harus dilakukan mulai dari tahap pengumuman lelang sampai dengan penandatangan kontrak

PENDAHULUAN 1

Latar Belakang Mulai tahun 2006 setiap proses pengadaan barang dan jasa harus mengikuti aturan yang tercantum dalam Keputusan Presiden No

Beberapa pemerintah daerah dan instansi sudah mulai mengembangkan e-procurement (lelang online)

Dengan mempergunakan e-procurement maka beberapa tahapan proses pengadaan dapat dilakukan melalui internet yaitu pengumuman proyek yang dilelang, pendaftaran calon rekanan, pemasukan dokumen, penyusunan peringkat rekanan, pengumuman pemenang lelang, dan sebagainya

Akan tetapi beberapa sistem lelang online yang ada di masyarakat masih kurang optimal dikarenakan sistem tersebut hanya dapat dipergunakan untuk sebagian prosedur pengadaan barang

Agar terbentuk sebuah sistem informasi pengadaan barang dan jasa secara online dan lengkap yang mencakup seluruh aktifitas pengadaan barang dan jasa, maka diperlukan identifikasi kebutuhan terhadap sistem informasi tersebut

Tahapan pengembangan sistem informasi dimulai dari pengumpulan data dan melakukan identifikasi kebutuhan

Salah satu faktor penyebab kegagalan dalam implementasi sistem informasi di sebuah instansi atau perusahaan adalah ketidaklengkapan kebutuhan sistem informasi yang bisa diidentifikasi

Dengan adanya identifikasi kebutuhan yang lengkap maka diharapkan tahapan berikutnya yaitu analisis, desain, dan pembuatan program dapat disesuaikan dengan kebutuhan

Ada dua kelompok kebutuhan yang akan diidentifikasi yaitu kebutuhan fungsional

dan kebutuhan non fungsional Perumusan Masalah Permasalahan yang diangkat dalam paper ini adalah bagaimana membuat identifikasi kebutuhan sistem lelang pengadaan barang dan jasa berdasar pada aturan Keppres 80 tahun Dokumen identifikasi kebutuhan yang akan ditampilkan dalam paper ini mempergunakan Model Requirement (RQM)

Identifikasi kebutuhan ini disesuaikan dengan tahapan pelelangan umum secara Kontribusi Penelitian Kontribusi yang diharapkan dari hasil penelitian yang ditampilkan pada paper ini adalah: Dokumen identifikasi kebutuhan pengadaan barang dan jasa yang dihasilkan dapat menjadi masukan bagi pengguna (analis sistem, programmer, dan lain-lain) yang akan mengembangkan sistem informasi lelang online melalui media internet

Sebagai bahan diskusi bagi semua pihak yang terkait dengan kegiatan lelang (pejabat pembuat komitmen, panitia pengadaan, dan lainnya) apakah sistem lelang online yang akan dikembangkan sudah sesuai dengan kebutuhan atau tidak

Dokumen identifikasi kebutuhan yang akan dihasilkan dalam penelitian ini menjadi masukan utama pada tahap desain sistem informasi e- procurement

Hasil penelitian ini merupakan langkah awal untuk mewujudkan terciptanya proses pengadaan barang dan jasa yang transparan dan akuntabel

DASAR TEORI 2

Requirement Model Untuk membangun sebuah sistem informasi diperlukan beberapa tahapan pelaksanaan yaitu: pengumpulan data, identifikasi kebutuhan, analisa dan desain sistem informasi, pembuatan program, uji coba, implementasi dan perawatan

Untuk melakukan identifikasi kebutuhan sistem informasi yang akan dikembangkan maka dapat dipergunakan Requirement Model (RQM)

Dengan mempergunakan RQM ini maka akan dapat diuraikan secara rinci berbagai kebutuhan yang harus dimiliki oleh sebuah sistem informasi selama proses pengembangannya dan siapa saja yang bertanggung jawab terhadap kebutuhan tersebut

Requirement model merupakan model referensi yang dipergunakan untuk mendefinisikan aktifitas dan berorientasi terhadap pekerjaan semua pengguna dan kelompok yang terlibat selama proses pengembangan sistem informasi (Bray, 2003)

Requirement model dapat dipergunakan untuk membuat dokumen teknis yang terstruktur (misal spesifikasi teknis dan fungsional, rencana pengujian)

Requirement Model terdiri dari 3 bagian utama yaitu: Requirements document iews: Berisikan daftar kebutuhan yang dilengkapi dengan sekumpulan atribut yang terkait dengan kebutuhan tersebut

Traceability matrix iews: Memperlihatkan hubungan antar kebutuhan dan desain obyek, file eksternal dan kebutuhan lainnya

User allocation matrix iews: Memperlihatkan hubungan antara kebutuhan dan pengguna atau kelompok yang harus terlibat dalam kebutuhan tersebut selama proses pengembangan

Secara garis besar, kebutuhan sistem informasi dibedakan menjadi dua kelompok utama yaitu kebutuhan fungsional dan kebutuhan non fungsional

Kebutuhan fungsional terkait dengan proses bisnis di sebuah organisasi atau instansi

Sedangkan kebutuhan non fungsional merupakan kebutuhan lain yang harus dimiliki oleh sebuah sistem informasi

Contoh kebutuhan kebutuhan fungsional adalah sebuah sistem informasi harus mempunyai fasilitas pengelolaan database, fasilitas pencarian data atau informasi tertentu lain

Contoh kebutuhan non fungsional adalah kebutuhan antar muka sistem informasi yang mudah dipergunakan, kecepatan yang harus dimiliki oleh sistem informasi, keamanan dan sebagainya Proses Pengadaan Barang dan Jasa Metode Pemilihan Penyedia Barang/Jasa Dalam pemilihan penyedia barang/jasa pemborongan/jasa lainnya, pada prinsipnya dilakukan melalui metode pelelangan umum

Pelelangan umum adalah metode pemilihan penyedia barang/jasa yang dilakukan secara terbuka dengan mengumumkan secara luas melalui media massa dan papan pengumuman resmi untuk penerangan umum, sehingga apabila masyarakat dunia usaha berminat dan memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya

Jumlah penyedia barang/jasa yang mampu melaksanakan pelelangan diyakini terbatas untuk pekerjaan yang kompleks, maka pemilihan penyedia barang/jasa dapat dilakukan dengan metode pelelangan terbatas dan diumumkan secara luas melalui media massa dan papan pengumuman resmi dengan mencantumkan penyedia barang/jasa yang telah diyakini mampu, guna memberi kesempatan kepada penyedia barang/jasa lainnya yang memenuhi kualifikasi

Dari segi metode, pelelangan umum atau pelelangan terbatas dinilai tidak efisien dari segi biaya, maka pemilihan penyedia barang/jasa dapat dilakukan dengan metode pemilihan langsung, yaitu pemilihan penyedia barang/jasa yang dilakukan dengan membandingkan sebanyak-banyaknya, sekurang-kurangnya 3 (tiga) dari penyedia

barang/jasa yang telah lulus serta dilakukan negosiasi baik teknis maupun biaya serta harus diumumkan minimal melalui papan pengumuman resmi untuk penerangan umum dan bila memungkinkan melalui internet

Untuk keadaan tertentu dan khusus, pemilihan penyedia barang/jasa dapat dilakukan dengan cara penunjukan langsung terhadap satu penyedia barang/jasa dengan melakukan negosiasi baik teknis maupun biaya sehingga diperoleh harga yang wajar dan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis Prosedur Pemilihan Penyedia Barang/ Jasa Ada 4 macam prosedur pemilihan Penyedia Barang yaitu: 1

Pelelangan umum 2

Pelelangan terbatas 3

Pemilihan langsung 4

Penunjukan langsung Prosedur pemilihan penyedia barang/jasa pemborongan/jasa lainnya dengan metode pelelangan umum meliputi: a

Cara : 1) pengumuman

Cara Pascakualifikasi: 1) pengumuman pelelangan umum

PROSES BISNIS Pada penelitian kali ini identifikasi kebutuhan dilakukan pada metode pelelangan umum dengan Persiapan Pada tahap persiapan ini maka pengguna barang atau jasa membuat usulan pengadaan barang atau jasa dan estimasi Harga Pokok Satuan (HPS)

Usulan tersebut selanjutnya diserahkan kepada pejabat pembuat komitmen beserta permohonan pembuatan panitia pengadaan dan panitia pengawas

Pejabat pembuat komitmen dibantu staf kemudian membuatkan SK panitia pengadaan dan panitia pengawas

Setelah SK Panitia Pengadaan dibuat maka Panitia Pengadaan segera memulai pekerjaan dengan menyusun dokumen dan mempersiapkan form pendaftaran peserta lelang Pengumuman Prakualifikasi Setelah dokumen dipersiapkan maka Panitia Pengadaan mempersiapkan iklan pengadaan barang dan jasa

Iklan yang akan dipublikasikan dibuat dalam dua model yaitu model pengumuman yang akan dimuat dalam media cetak harian atau model lembar pengumuman yang akan ditempel pada papan pengumuman

Papan pengumuman diletakkan pada unit penyelenggara pengadaan barang / jasa

Sedangkan publikasi melalui media cetak harian supaya diketahui oleh masyarakat bersama

Beberapa tahun terakhir ini publikasi resmi pengadaan barang/ jasa harus melalui Media Indonesia Pengambilan Dokumen Prakualifikasi Bagi calon rekanan yang mengetahui publikasi dan tertarik dengan pengadaan barang/jasa yang ditawarkan maka mereka akan segera mendaftarkan diri kepada panitia pengadaan dengan mengisi form pendaftaran

Selain mengisi form pendaftaran maka biasanya calon rekanan harus membayar sejumlah uang sebagai pengganti biaya penggandaan dokumen dan juga untuk menghindari calon rekanan yang hanya sekedar coba-coba

Setelah calon rekanan membayar maka panitia pengadaan akan menyerahkan dokumen dan kuitansi

Ada kalanya panitia pengadaan juga menyediakan amplop atau sampul yang diperlukan untuk memasukkan dokumen

Biaya yang diperoleh dari penjualan dokumen selanjutnya akan disetor ke kas negara Pemasukan Dokumen Prakualifikasi Tahap berikutnya adalah calon rekanan diwajibkan mengisi dokumen tersebut dan dilampiri dengan beberapa persyaratan pengadaan yang diperlukan antara lain: SIUP, NPWP, TDP, dan

  • sebagainya
  • Selanjutnya dokumen dan lampirannya dimasukkan kedalam amplop/ sampul yang telah ditentukan/ dipersiapkan panitia

    Setelah mereka memasukkan dokumen kedalam kotak yang sudah dipersiapkan panitia maka calon rekanan mengisi daftar calon rekanan yang memasukkan

    Selain itu panitia akan memberikan bukti penerimaan dokumen kepada calon rekanan tersebut Ealuasi Dokumen Prakualifikasi Setelah menerima dokumen tersebut maka setelah berakhirnya masa pemasukan dokumen maka panitia pengadaan akan mengadakan pertemuan

    Pada pertemuan tersebut akan dibahas keabsahan dan kelengkapan dokumen tersebut berdasar kriteria yang sudah dicantumkan dalam Rencana Kerja dan Syarat (RKS) sesuai dengan pedoman yang ada dalam Keppres 80 tahun Dokumen yang tidak sesuai dengan pedoman yang sudah ditentukan maka akan langsung dinyatakan tidak sah

    Sedangkan dokumen yang sudah sesuai dengan ketentuan yang diberikan maka akan dinyatakan sah dan calon rekanan dapat melanjutkan ke tahap pengadaan selanjutnya

    Hasil ealuasi dokumen selanjutnya akan dituangkan dalam sebuah berita acara ealuasi dokumen

    Setelah itu panitia pengadaan membuat surat pengantar yang ditujukan ke pejabat pembuat komitmen untuk melaporkan hasil Penetapan Hasil Prakualifikasi Setelah menerima hasil ealuasi dokumen maka pejabat pembuat komitmen akan cek berapa jumlah calon rekanan yang berhasil lolos pada tahap ealuasi dokumen

    Jika calon rekanan yang lolos ealuasi jumlahnya tidak kurang dari maka akan dibuatkan surat penetapan perusahaan yang lolos

    Akan tetapi jika jumlah calon rekanan yang lolos kurang dari 3 maka pejabat pembuat komitmen akan menyarankan kepada panitia pengadaan untuk melakukan lelang ulang jika proses lelang baru sekali dilakukan

    Jika proses lelang sudah dilakukan sebanyak dua kali maka dapat dilakukan penunjukan langsung

    Selanjutnya pejabat pembuat komitmen akan membuat surat penetapan calon rekanan yang lolos atau pelelangan ulang kepada panitia pengadaan Pengumuman Hasil Prakualifikasi Setelah menerima surat penetapan hasil maka panitia pengadaan akan membuat surat pemberitahuan hasil

    Surat pemberitahuan tersebut akan dikirimkan ke semua calon rekanan yang mengikuti

    Selain dikirimkan ke calon rekanan maka surat pemberitahuan hasil juga ditempelkan di papan pengumuman Masa Sanggah Prakualifikasi Setelah hasil diumumkan maka calon rekanan yang tdak puas dengan hasil dapat mengajukan sanggahan

    Masa sanggahan dibatasi maksimal 5 hari

    Jika dalam 5 hari tidak ada sanggahan dari calon rekanan berarti dianggap semua calon rekanan yang mengikuti sepakat dengan panitia pengadaan

    Tetapi jika ada sanggahan dari calon rekanan dan sanggahan tersebut berasal bukan dari kesalahan panitia pengadaan maka pantia pengadaan cukup memberikan surat tanggapan

    Surat tanggapan tersebut berisi tanggapan terhadap sanggahan yang dilakukan oleh calon rekanan

    Akan tetapi jika sanggahan tersebut menyangkut karena adanya kesalahan yang dilakukan panitia pengadaan maka proses pengadaan tersebut harus dilelang ulang Undangan Kepada Peserta Yang Lolos Prakualifikasi Setelah masa sanggah lewat dan tidak ada sanggahan atau semua sanggahan dapat diberi penjelasan oleh panitia pengadaan dengan baik maka panitia pengadaan membuat surat undangan untuk mengikuti proses pengadaan berikutnya yaitu pengambilan dokumen lelang

    Surat undangan ini hanya ditujukan lepada calon rekanan yang lolos Pengambilan Dokumen Lelang Calon rekanan yang lolos dapat mengambil dokumen lelang yang sudah disediakan oleh panitia pengadaan

    Sebelum diberi dokumen lelang maka calon rekanan harus terlebih dahulu mengisi form bukti pengambilan dokumen lelang

    Biasanya panitia juga menyediakan amplop atau sampul yang dapat dipergunakan untuk memasukkan dokumen lelang

    Berdasar aturan yang ada maka disiapkan tiga amplop yaitu amplop untuk menyimpan dokumen teknis, amplop untuk menyimpan harga dan amplop luar yang berukuran lebih besar dari kedua amplop karena fungsinya untuk menyimpan kedua amplop tersebut Penjelasan Supaya tidak terjadi kesalahpahaman pada saat memasukkan dokumen maka terlebih dahulu dilakukan rapat penjelasan yang bertujuan mendiskusikan berbagai hal yang terkait dengan dokumen lelang dan proses pengadaan berikutnya

    Untuk itu terlebih dahulu panitia pengadaan membuat surat undangan lepada calon rekanan yang lolos untuk mengikuti rapat penjelasan tersebut

    Pada saat dilaksanakan rapat penjelasan maka calon rekanan yang hadar harus mengisi daftar hadir peserta rapat penjelasan

    Penyusunan Berita Acara Penjelasan Dokumen Lelang dan Perubahannya

    Rapat penjelasan dimulai dengan membahas pasal demi pasal semua ketentuan yang ada dokumen lelang

    Jika panitia pengadaan dan calon rekanan sepakat dengan ketentuan yang diberikan panitia maka diberikan catatan tetap pada berita acara penjelasan dan perubahannya

    Tetapi jika calon rekanan tidak sepakat maka dicari kesepakatan baru dan hasil kesepakatan dituangkan dalam berita acara

    Pada akhir rapat penjelasan maka berita acara rapat penjelasan dan perubahannya dicetak dan ditandatangi oleh seluruh panitia pengadaan dan 2 calon rekanan sebagai perwakilan seluruh calon rekanan

    Selanjutnya berita acara tersebut digandakan dan dibagikan ke seluruh calon rekanan Pemasukan Penawaran Setelah mendapatkan format dokumen maka calon rekanan harus mempersiapkan semua berkas yang diperlukan dalam dokumen

    Secara umum dalam dokumen ada dua berkas yang harus dipersiapkan yaitu dokumen teknis dan dokumen harga

    Setelah dokumen selesai dipersiapkan maka selanjutnya dokumen tersebut diwajibkan memasukkannya pada kotak lelang yang sudah disediakan oleh panitia pengadaan

    Selanjutnya calon rekanan wajib mengisi daftar hadr pemasukan dokumen sebagai tanda bukti bahwa calon rekanan tersebut telah memasukkan dokumen

    Dokumen baru akan diterima panitia pengadaan jika dokumen tersebut diterima panitia pengadaan sebelum batas waktu tanggal dan jam yang sudah ditentukan panitia Pembukaan Dokumen Penawaran Pada tanggal yang ditentukan maka calon rekanan diminta kehadirannya untuk menyaksikan pembukaan dokumen

    Pada saat hadir dalam rapat pembukaan dokumen tersebut maka pertama kali mereka harus mengisi daftar hadir

    Berikutnya panitia pengadaan membuka kotak penyimpanan dokumen

    Panitia pengadaan akan mengecek kelengkapan dan keabsahan dari dokumen tersebut disaksikan oleh calon rekanan

    Setelah semua dokumen dicek maka dibuatkan berita acara pembukaan dokumen

    Berita acara tersebut kemudian ditandatangani oleh panitia pengadaan dan dua calon rekanan yang ditunjuk untuk mewakili semua calon rekanan yang hadir

    Berita acara tersebut kemudian digandakan dan dibagikan ke semua calon rekanan baik yang hadir maupun yang tidak hadir Ealuasi Penawaran Dokumen yang telah diterima panitia pengadaan selanjutnya dilakukan ealuasi dengan mempergunakan metode yang telah ditentukan dalam dokumen Rencana Kerja dan Syarat

    Jika terdapat dokumen yang tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan maka dokumen tersebut akan digugurkan

    Sedangkan dokumen yang memenuhi persyaratan akan dilakukan ranking berdasarkan acuan yang sudah ditentukan

    Panitia pengadaan selanjutnya akan mengambil 3 ranking teratas (urutan 1, 2, dan 3)

    Selanjutnya panitia pengadaan akan membuat berita acara ealuasi dokumen dan mengirimkan berita acara tersebut kepada pejabat pembuat komitmen Penetapan Pemenang Setelah menerima berita acara ealuasi maka pejabat pembuat komitmen akan cek apakah jumlah calon rekanan yang lolos kurang dari tiga

    Jika jumlah perusahaan yang lolos kurang dari tiga calon rekanan dan proses lelang baru pertama kali dilaksanakan maka harus dilaksanakan lelang ulang

    Akan tetapi jika sudah pernah dilaksanakan lelang ulang dan ternyata jumlah calon rekanan yang lolos masih kurang dari tiga maka dilaksanakan penunjukan langsung

    Jika pada proses lelang yang pertama ternyata sudah ada minimal tiga calon rekanan yang memenuhi persyaratan maka akan dilakukan pertimbangan sebelum memutuskan siapa yang akan dijadikan pemenang

    Kandidat pemenang terkuat adalah calon rekanan yang menempati ranking pertama

    Jika yang dimenangkan adalah calon rekanan yang menempati selain ranking pertama maka harus ada penjelasan yang logis dan dapat diterima mengapa bukan ranking pertama yang dijadikan pemenang

    Setelah ditentukan siapa pemenangnya atau sudah diputuskan kalau harus lelang ulang maka pejabat pembuat komitmen mengirimkan surat penetapan pemenang kepada pejabat pembuat komitmen Masa Sanggah Penetapan Pemenang Setelah menerima surat penetapan pemenang dari pejabat pembuat komitmen maka panitia pengadaan akan membuat surat penetapan pemenang untuk dikirimkan kepada semua calon rekanan dan ditempelkan di papan pengumuman

    Bagi calon rekanan yang tidak puas dengan keputusan panitia pengadaan maka calon rekanan tersebut diberi kesempatan untuk memberikan surat sanggahan kepada panitia pengadaan

    Jika alasan sanggahan ternyata benar dan dapat diterima panitia pengadaan maka harus dilakukan lelang ulang

    Akan tetapi jika sanggahan tersebut dapat diberikan penjelasan yang masuk akal maka panitia pengadaan akan membuat surat tanggapan dan dikirimkan kepada calon rekanan tersebut

    Dan penetapan proses lelang dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya Penunjukan Pemenang Setelah masa sanggahan berakhir dan tidak ada calon rekanan yang memberikan sanggahan atau sanggahan yang masuk dapat diberikan penjelasan yang masuk akal maka panitia pengadaan akan langsung

  • menetapkan pemenangnya
  • Selanjutnya panitia pengadaan akan mengirimkan surat pemberitahuan pemenang kepada semua calon rekanan dan menempelkan surat pemberitahuan tersebut di papan pengumuman Penandatangan Kontrak Setelah menerima surat pemberitahuan pemenang maka calon rekanan pemenang akan melengkapi semua dokumen yang diperlukan sebelum kontrak ditandatangani

    Setelah semua dokumen diserahkan ke panitia pengadaan dan lengkap maka calon rekanan diminta mempelajari isi surat kontrak yang sudah dipersiapkan oleh panitia pengadaan

    Jika ada hal-hal yang kurang berkenan maka rekanan pemenang dapat mendiskusikannya dengan panitia pengadaan

    Jika semua pasal dalam surat kontrak sudah disepakati maka rekanan pemenang akan menandatangani kontrak tersebut

    Setelah ditandatangani rekanan pemenang maka pejabat pembuat komitmen akan menandatangai surat kontrak tersebut

    Dengan telah ditandatanganinya surat kontrak oleh pejabat pembuat komitmen dan rekanan pemenang maka rekanan pemenang sudah dapat memulai pekerjaannya

    IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PERANGKAT LUNAK Berdasarkan proses bisnis diatas maka dapat diketahui kebutuhan dari sistem informasi e-procurement yang akan dikembangkan

    Identifikasi kebutuhan ditampilkan dalam bentuk matriks seperti tabel 1,2 dan 3

    Tabel 1 Requirements Document View Title ID Full Description P W R A Kebutuhan Non Fungsional 1 1

    Target Sistem NF1-11: Sistem informasi 1 H yang akan dibangun mempergunakan koneksi internet NF1-12: Sistem informasi 1 H harus mampu diakses secara cepat 2 2

    Deskripsi skenario NF2-1

    Skenario 1 : 1 H Proses lelang harus diulang karena sanggahan penetapan pemenang calon rekanan dapat diterima panitia NF2-4: Skenario 2: Proses lelang berjalan normal sampai ada pemenang dengan ada sanggahan di tahap penetapan pemenang 1 H B KEBUTUHAN FUNGSIONAL 1 Tahap 1 Persiapan Title ID A Full Description P W R Kebutuhan Non Fungsional 1

    Data Panitia pengadaan 2 1 L'2

    Data Panitia pengawas 3 1 L'3

    Upload dan Download Dokumen 2 Tahap 2- Pengumuman pengadaan barang/ jasa 1

    Data Pengumuman pengadaan barang/jasa 3 Tahap 3- Pengambilan dokumen 1

    Registrasi calon rekanan 1 40 H 2

    Download Dokumen 1 40 H 4 Tahap 4 Pemasukan dokumen 1

    Dokumen 5 Tahap 5 Ealuasi dokumen 1

    Data Dokumen Penilaian 3 1 L'2

    Hasil ealuasi 3

    Berita acara ealuasi 4

    Surat pengantar 2 1 M 5

    Dokumen Prakualifikasi 6 Tahap 6 Penetapan hasil 1

    Surat lelang ulang 2 1 M 2

    Surat penetapan perusahaan yang lolos 3

    Hasil Prakualifikasi 1 40 H 7 Tahap 7- Pengumuman hasil 1

    Surat pemberitahuan hasil 2

    Hasil Prakualifikasi 1 40 H 8 Tahap 8- Masa sanggah 1

    Surat sanggahan 1 5 H 2

    Surat tanggapan 1 5 H 9 Tahap 9 Undangan kepada peserta yang lolos 1

    Surat undangan pengambilan dokumen lelang 2 1 M 10 Tahap 10 Upload dan Download dokumen Lelang 1

    Dokumen lelang 1 30 H 11 Tahap 11

    Surat undangan penjelasan 2 1 M 2

    Daftar hadir peserta rapat penjelasan 12 Tahap 12 Penyusunan berita acara penjelasan dokumen lelang dan 2 1 M

    Title ID A Full Description P W R Kebutuhan Non Fungsional perubahannya 1

    Adendum penjelasan 13 Tahap 13 Pemasukan 1

    Form pemasukan dokumen 14 Tahap 14-Pembukaan dokumen 1

    Form daftar hadir pembukaan dokumen 2

    Berita acara pembukaan dokumen 15 Tahap 15 Ealuasi 1

    Upload dan Download Acuan ealuasi 2

    Berita acara ealuasi 16 Tahap 16 Penetapan Pemenang 1 30 H 1 30 H 1

    Surat penetapan pemenang 2 30 M 2

    Surat Pemberitahuan lelang ulang 1 30 M 17 Tahap 17- Masa sanggah penetapan pemenang 1

    Surat sanggahan 1 30 M 2

    Surat tanggapan 1 30 M 18 Tahap 18- Penunjukan pemenang 1

    Surat pemberitahuan pemenang 19 Tahap 19 Penandatanganan kontrak 1

    Upload dan download Surat Kontrak P:Priority, W:Workload, R:Risk H:High, M:Medium, L:Low 1 1 M Tabel 2

    Panitia pengadaan 2

    Panitia pengawas 3

    Dokumen Tahap 2- Pengumuman pengadaan barang/ jasa 1

    Pengumuman pengadaan barang/jasa Tahap 3- Pengambilan dokumen 1

    Registrasi calon rekanan 2

    Dokumen Tahap 4 Pemasukan dokumen 1

    Dokumen Identifikasi Kebutuhan S1 S2 Tahap 5 Ealuasi dokumen 1

    Dokumen Penilaian 2

    Hasil ealuasi 3

    Berita acara ealuasi 4

    Surat pengantar 5

    Dokumen Prakualifikasi Tahap 6 Penetapan hasil 1

    Surat lelang ulang 2

    Surat penetapan perusahaan yang lolos 3

    Hasil Prakualifikasi Tahap 7- Pengumuman hasil 1

    Surat pemberitahuan hasil 2

    Hasil Prakualifikasi Tahap 8- Masa sanggah 1

    Surat sanggahan 2

    Surat tanggapan Tahap 9 Undangan kepada peserta yang lolos 1

    Surat undangan pengambilan dokumen lelang Tahap 10 Pengambilan dokumen Lelang 1

    Dokumen lelang Tahap 11

    Surat undangan penjelasan 2

    Daftar hadir peserta rapat penjelasan Tahap 12 Penyusunan berita acara penjelasan dokumen lelang dan perubahannya 1

    Adendum penjelasan Tahap 13 Pemasukan 1

    Form pemasukan dokumen Tahap 14-Pembukaan dokumen 1

    Form daftar hadir pembukaan dokumen 2

    Berita acara pembukaan dokumen Tahap 15 Ealuasi 1

    Upload dan download Acuan ealuasi 2

    Berita acara ealuasi Tahap 16 Penetapan Pemenang 1

    Surat penetapan pemenang 2

    Surat Pemberitahuan lelang ulang Tahap 17- Masa sanggah penetapan pemenang 1

    Surat sanggahan 2

    Surat tanggapan Tahap 18- Penunjukan pemenang

    Identifikasi Kebutuhan S1 S2 1

    Surat pemberitahuan pemenang Tahap 19 Penandatanganan kontrak 1

    Upload dan download Surat Kontrak S1: Scenario 1, S2: Scenario 2 S1: Pengadaan barang harus lelang ulang S2: Pengadaan barang tanpa lelang ulang Tabel 3 User Allocation Matrix Views Identifikasi kebutuhan A B C D'E F Tahap 1 Persiapan 1

    Panitia pengadaan V 2

    Panitia pengawas V 3

    Dokumen Tahap 2- Pengumuman pengadaan barang/ jasa 1

    Pengumuman pengadaan barang/jasa Tahap 3- Pengambilan dokumen 1

    Registrasi calon rekanan 2

    Dokumen Tahap 4 Pemasukan dokumen 1

    Dokumen Tahap 5 Ealuasi dokumen 1

    Dokumen Penilaian 2

    Hasil ealuasi 3

    Berita acara ealuasi 4

    Surat pengantar 5

    Dokumen Prakualifikasi Tahap 6 Penetapan hasil 1

    Surat lelang ulang V 2

    Surat penetapan perusahaan V yang lolos 3

    Hasil Prakualifikasi Tahap 7- Pengumuman hasil 1

    Surat pemberitahuan hasil 2

    Hasil Prakualifikasi Tahap 8- Masa sanggah 1

    Surat sanggahan 2

    Surat tanggapan Tahap 9 Undangan kepada peserta yang lolos 1

    Surat undangan pengambilan dokumen lelang Tahap 10 Pengambilan dokumen Lelang 1

    Dokumen lelang Tahap 11

    Surat undangan penjelasan 2

    Daftar hadir peserta rapat penjelasan Tahap 12 Penyusunan berita acara penjelasan dokumen lelang dan perubahannya 1

    Adendum penjelasan Tahap 13 Pemasukan 1

    Form pemasukan dokumen Tahap 14-Pembukaan dokumen 1

    Form daftar hadir pembukaan dokumen 2

    Berita acara pembukaan dokumen Tahap 15 Ealuasi 1

    Acuan ealuasi 2

    Berita acara ealuasi Tahap 16 Penetapan Pemenang 1

    Surat penetapan pemenang 2

    Surat Pemberitahuan lelang ulang Tahap 17- Masa sanggah penetapan pemenang 1

    Surat sanggahan 2

    Surat tanggapan Tahap 18- Penunjukan pemenang 1

    Surat pemberitahuan pemenang Tahap 19 Penandatanganan kontrak 1

    Surat Kontrak A: Pembuat komitmen B: Panitia pengadaan C: Calon rekanan D: Calon rekanan yg lolos E: Rekanan pemenang F: Administrator 5

    KESIMPULAN DAN SARAN 5

    Kesimpulan Identifikasi kebutuhan dilakukan pada proses pengadaan barang/ jasa dengan metode yang terdiri dari 19 tahap pelaksanaan mulai dari tahap pengumuman lelang sampai dengan penandatangan kontrak pelaksanaan pekerjaan

    Berdasarkan identifikasi kebutuhan tersebut maka sistem informasi e-procurement yang nantinya akan dibangun tidak akan seluruhnya menggantikan dokumentasi kontrak hardcopy dengan dokumen

  • kontrak softcopy
  • Dokumen kontrak masih mempergunakan dokumen hardcopy

    Sistem informasi e-procurement hanya akan membantu proses untuk menjalankan lelang tersebut

    Berdasar identifikasi kebutuhan maka beberapa dokumen lelang yang biasanya harus dibeli calon rekanan nantinya tidak perlu dilakukan lagi karena dengan mempergunakan sistem informasi e- procurement yang akan dibangun dokumen tersebut dapat di-download tanpa biaya

    Yang penting calon rekanan harus terdaftar dahulu

    Biaya publikasi lelang yang biasanya cukup mahal maka dapat dipangkas karena publikasi lelang akan dilakukan dengan mempergunakan jalur internet Saran Beberapa dokumen yang masih berbentuk hardcopy seharusnya dapat diubah menjadi dokumen elektronik

    Untuk itu diperlukan adanya payung hukum yang kuat untuk membuat seluruh dokumen hardcopy bisa menjadi elektronik

    DAFTAR PUSTAKA Bray, I

    , 2002, Introduction To Requirement Engineering

    Keputusan Presiden No

    Software Engineering, Prentice Hall

    Uniersitas Diponegoro, 2006, Modul Pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa