PDF -EVALUASI SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT PADA PT PUCANG - EVALUASI ATAS SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT DAN PENERIMAAN KAS SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGENDALIAN INTERN (Studi pada PT.
Wait Loading...


PDF :1 PDF :2 PDF :3 PDF :4 PDF :5 PDF :6 PDF :7 PDF :8


Like and share and download

EVALUASI ATAS SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT DAN PENERIMAAN KAS SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGENDALIAN INTERN (Studi pada PT.

EVALUASI SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT PADA PT PUCANG

EVALUASI ATAS SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT DAN PENERIMAAN KAS SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGENDALIAN INTERN (Studi pada PT. KASIN Malang) Beni Makaria Siti Ragil Handayani Dwi Atmanto Fakultas Ilmu

EVALUASI ATAS SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT DAN PENERIMAAN KAS SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGENDALIAN INTERN (Studi pada PT. KASIN Malang) Beni Makaria Siti Ragil Handayani Dwi Atmanto Fakultas Ilmu thesis binus ac id doc lain lain 2012 2 00348 ak Evaluasi atas sistem akuntansi penjualan kredit dan piutang dagang Berdasarkan dari hasil penelitian yang di dapat Dalam sistem penjualan kredit dan piutang dagang pada PT Shunda Plafon cabang serpong yaitu 1 Telah diberlakukannya sistem

Related PDF

EVALUASI SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT DAN PIUTANG DAGANG

thesis binus ac id doc lain lain 2012 2 00348 ak Evaluasi atas sistem akuntansi penjualan kredit dan piutang dagang Berdasarkan dari hasil penelitian yang di dapat Dalam sistem penjualan kredit dan piutang dagang pada PT Shunda Plafon cabang serpong yaitu 1 Telah diberlakukannya sistem limit kredit untuk pelanggan baru
PDF

EVALUASI PENGENDALIAN INTERN ATAS SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN

eprints dinus ac id 8741 1 jurnal 13345 pdf pengendalian intern yang tepat atas sistem akuntansi penjualan kredit dan piutang dagang Tujuan Penelitian 1 Menganalisis dan mengidentifikasi masalah dalam prosedur yang membentuk sistem akuntansi penjualan kredit dan piutang dagang pada PT Duta Centro Kencana 2 Mengevaluasi pengendalian intern yang ada dalam sistem akuntansi
PDF

EVALUASI SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT PADA PT - CORE

core ac uk download pdf 12348232 pdf transaksi penjualan kredit tersebut diperlukan sistem informasi akuntansi yang memadai Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka penulis menyusun Tugas Akhir ini dengan judul “EVALUASI SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT PADA PT INTI GAS KABUPATEN SRAGEN” C Perumusan Masalah 1
PDF

EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL ATAS PENJUALAN KREDIT

stiepena ac id wp content uploads 2012 11 pena fokus vol EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL ATAS PENJUALAN KREDIT STUDI KASUS PADA PT “Y” SEMARANG Endang Kurniawati (1993), agar suatu sistem pengendalian dapat menjalankan fungsinya dengan baik, maka sistem pengendalian tersebut harus memenuhi beberapa faktor, yaitu a ) struktur organisasi
PDF

EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN ATAS PENJUALAN KREDIT

research dashboard binus ac id uploads paper document pada PT EP adalah (1) evaluasi sistem pengendalian intern atas fungsi penjualan kredit, mulai dari proses penerimaan pesanan penjualan kredit sampai dengan terjadinya penjualan kredit; and (2) evaluasi sistem pengendalian intern atas fungsi piutang dan penerimaan kas atas piutang, mulai dari
PDF

EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN TERHADAP SISTEM AKUNTANSI

repository usd ac id 15793 2 042114117 Full pdf EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN TERHADAP SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT Studi Kasus pada CV Andi Offset di Yogyakarta Marcelina Kun Widiastuti Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2008 Sebagian besar perusahaan dalam melakukan penjualan produknya menggunakan sistem penjualan kredit
PDF

EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL ATAS PENJUALAN KREDIT

thesis binus ac id doc Cover 2011 2 00104 AK COVER pdf Skripsi yang berjudul “Evaluasi Sistem Pengendalian Internal atas Penjualan Kredit, Piutang dan Penerimaan Kas pada PT Haskarma Prakarsa” ini dibuat untuk memenuhi salah satu prasyarat dalam menyelesaikan jenjang pendidikan Strata 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jurusan Akuntansi, Universitas Bina Nusantara
PDF

EVALUASI SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT PADA PT PUCANG

repository wima ac id 10288 1 ABSTRAK pdf evaluasi sistem akuntansi penjualan kredit pada pt pucang adi jaya oleh sandea marchandia 3203010240 jurusan akuntansi fakultas bisnis universitas katolik widya mandala
PDF

ANALISIS SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT DAN SISTEM AKUNTANSI PENERIMAAN KAS DARI PIUTANG DALAM UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PENGENDALIAN INTERN (Studi Kasus pada PT. Semen Indonesia (Persero), Tbk)

repository ubharajaya ac id 536 5 201210315027 Sari, Dewi Paramita , Siti Ragil Handayani dan Dwi Atmanto Analisis Sistem Akuntansi Penjualan Kredit Dan Sistem Akuntansi Penerimaan Kas Dari Piutang Dalam Upaya Meningkatkan Efektifitas Pengedalian Intern (Studi Kasus Pada PT Semen Indonesia (Persero), Tbk) Jurnal Administrasi Bisnis (JAB),

EVALUASI SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT PADA PT INTI GAS KABUPATEN SRAGEN

EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL ATAS PENJUALAN KREDIT

1 EVALUASI SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT PADA PT INTI GAS KABUPATEN SRAGEN TUGAS AKHIR Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Ahli Madya Program Studi Diploma III Akuntansi Keuangan

thesis binus ac id doc lain lain 2012 2 00348 ak Evaluasi atas sistem akuntansi penjualan kredit dan piutang dagang Berdasarkan dari hasil penelitian yang di dapat Dalam sistem penjualan kredit dan piutang dagang pada PT Shunda Plafon cabang serpong yaitu 1 Telah diberlakukannya sistem

KUESIONER Sistem Akuntansi Penjualan ( X )

PENGARUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN KINERJA KARYAWAN

KUESIOER Sistem Akuntansi ( X ) o Pertanyaan SS S RR TS STS 1 Perusahaan melakukan pemisahan fungsi di dalam aktivitas penjualan. Perusahaan memiliki catatan yang jelas mengenai uraian tugas. Setiap karyawan

pdf sdocuments2 k 2 kuesioner pengendalian intern IV 1 Kuesioner Pengendalian Intern atas Fungsi Penjualan, Piutang dan pembayaran cicilan uang muka dari pembelian satu unit rumah secara kredit KUESIONER Sistem Akuntansi Penjualan ( X ) pdf sdocuments2 k 25 kuesioner efektivitas KUESIONER Sistem

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN PADA PT. ARTIK FURNITURE & INTERIOR

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN PADA PT. ARTIK FURNITURE & INTERIOR Muhammad Fisabi Setiaadi Universitas Bina Nusantara Jl. Kebon Jeruk Raya No.27, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11530 Telp.

publication gunadarma ac id bitstream 123456789 5637 1 2 Alternatif perancangan sistem informasi akuntansi penjualan yang diusulkan penulis dirancang untuk mampu mengatasi kelemahan dan kekurangan seperti yang telah disebutkan di atas, serta mampu memenuhi kebutuhan dari para pengguna sistem Perancangan sistem informasi akuntansi penjualan tersebut core ac uk

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2001 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 1999/2000 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Perhitungan

dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang undang No 7 tahun keuntungan dari Negara Indonesia atau Pemerintah Daerah atau Perusahaan Negara UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI KEMASYARAKATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG? Menimbang a

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di era globalisasi sekarang ini, persaingan bisnis semakin ketat. Persaingan tidak hanya dalam lingkup jenis bisnis itu sendiri, namun juga antar anak cabang

repository uksw edu bitstream 123456789 9064 1 T1 BAB I PENDAHULUAN 1 1 Latar Belakang Masalah Sejarah perkembangan keperawatan di era globalisasi ini sangat meningkat Semua tenaga kesehatan dituntut untuk memberikan pelayanan yang berkualitas dan profesional (Anjaswari, 2002) Keperawatan merupakan bagian integral dari layanan kesehatan yang

ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN PADA PERUM BULOG SUB DIVRE MEDAN TUGAS AKHIR Ditulis untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan Pendidikan Program Diploma 3 Disusun Oleh : ABDUL AZIS NIM 1105081001

PDF jurnal analisis sistem informasi akuntansi penjualan tunai untuk simki unpkediri ac id 8fc172fef382d980768016c1cfd13886 pdf PDF ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN DAN simki unpkediri ac id mahasiswa file artikel 12 1 02 01 0146 pdf PDF ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1998 TENTANG PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 1996/1997 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Perhitungan

PDF undang undang republik indonesia nomor 8 tahun 2015 tentang bkn go id UU NOMOR 8 TAHUN 2015 PERUBAHAN ATAS UU NO 1 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN PERPUU NO 1 TA PDF undang undang republik indonesia nomor 8 tahun 2016 tentang pug

PENGARUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN TERHADAP EFEKTIVITAS PENGENDALIAN PIUTANG PERUSAHAAN METRO PADANGSIDIMPUAN TAHUN ANGGARAN 2014 Drs.Ali Nurdin Siregar MA Dosen FKIP Univeristas Muhammadiyah

eprints unm ac id 11198 1 itsna Muflikhah 1492142007 pdf artinya sistem informasi akuntansi penjualan kredit berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengendalian piutang pada PT Eastern Pearl Flour Mills Dengan dibuktikannya pengaruh sistem informasi akuntansi penjualan kredit terhadap efektivitas pengendalian piutang, hal ini membuktikan teori Hastoni

Home back Next

EVALUASI ATAS SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT DAN PENERIMAAN KAS SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGENDALIAN INTERN (Studi pada PT

KASIN Malang) Beni Makaria Siti Ragil Handayani Dwi Atmanto Fakultas Ilmu Administrasi UniversitasBrawijaya Malang ABSTRACT The purposeof this studywas to determine the accounting system of credit sales and cash receipts in the elements of internal control

The experiment was conducted in the leather tanning industry company PT

Kasin Malang

The results showed that the application of the accounting system of credit sales and cash receipts in the leather tanning industry company PT

Kasin Malang, is quite good and meets the elements of internal control, but there are still some weaknesses, which is the merger of sales and credit functions

improvements that can be used as consideration for the tannery industry companies PT

Kasin Malang is perfecting organizational structure should sales helped by the credit department

Separation of the functions of sales and credit department

The sales department received an order from the customer, the credit department approves the customer's credit status and assess credit worthiness, so that the absence of fraud in the work and do not cause loss of the company

Keywords: Systems Credit Sales, Cash Receipts, Internal Control ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem akuntansi penjualan kredit dan penerimaan kas dalam unsur-unsur pengendalian intern

Penelitian dilaksanakan diperusahaan industry penyamakan kulit PT

Kasin Malang

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem akuntansi penjualan kredit dan penerimaan kas pada perusahaan industry penyamakan kulit PT

Kasin Malang, cukup baik dan memenuhi unsur-unsur pengendalian intern, tetapi masih terdapat beberapa kelemahan, yaitu perangkapan fungsi penjualan dan kredit

Perbaikan yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan industry penyamakan kulit PT

Kasin Malang adalah melakukan penyempurnaan struktur organisasi seharusnya bagian penjualan di bantu oleh bagian kredit

Adanya pemisahan fungsi bagian penjualan dan bagian kredit

bagian penjualan menerima order dari pelanggan, bagian kredit memberikan persetujuan kredit para pelanggan dan menilai status kelayakan kredit, agar tidak adanya kecurangan dalam bekerja dan tidak menimbulkan kerugian dari perusahaan

Kata kunci : Sistem Akuntansi Penjualan Kredit, Penerimaan Kas, Pengendalian Intern PENDAHULUAN Penggunaan sistem akuntansi pada aktivitas penjualan (sistem akuntansi penjualan) bertujuan untuk mendukung aktivitas bisnis perusahaan dalam mengelola serta memproses data transaksi secara efektif dan efisien

Sistem akuntansi penjualan digunakan untuk menangani transaksitransaksi penjualan barang atau jasa, baik yang dilakukan secara tunai maupun kredit

Penjualan kredit dilaksanakan oleh perusahaan dengan cara mengirimkan barang sesuai order yang diterima dari pembeli dan untuk jangka waktu tertentu, perusahaan mempunyai tagihan kepada pembeli tersebut

Sistem akuntansi penjualan selalu berkaitan dengan aktivitas penerimaan kas

Setiap transaksi penjualan pada akhirnya akan mengakibatkan adanya peneriman kas

Penerimaan kas memiliki peranan penting karena merupakan sumber penghidupan bagi perusahaan

Dalam perusahaan dagang, sumber penerimaan kas yang paling sering terjadi adalah penjualan tunai dan penagihan piutang dagang (Baridwan, 2004:85)

Dalam sistem akuntansi penjualan, sebaiknya fungsi operasi harus terpisah dari fungsi akuntansi

Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kekayaan perusahaan, menjamin ketelitian, dan keandalan data akuntansi

Apabila didalam suatu perusahaan terjadi perangkapan fungsi, maka akan membuka kesempatan bagi karyawan perusahaan untuk melakukan kecurangan dengan mengubah catatan akuntansi untuk menutupi kecurangan yang telah dilakukan

Transaksi penjualan harus dilaksanakan oleh beberapa bagian, meliputi bagian pesanan penjualan, bagian kredit, bagian gudang, bagian pengiriman, bagian billing (Baridwan, 2009:109)

Bagian-bagian tersebut harus terpisah agar tercipta adanya pengecekan intern atas pekerjaan setiap bagian oleh bagian lainnya

Sistem akuntansi penjualan kredit terdiri dari fungsi yang terkait, dokumen yang digunakan, catatan akuntansi yang digunakan, dan jaringan prosedur yang membentuk sistem (Mulyadi, 2001:201)

Hal ini dimaksudkan untuk menjamin keandalan data akuntansi

Setiap perusahaan haruslah mempunyai sistem pengendalian intern yang direncanakan dengan baik guna memastikan akurasi, kejujuran, efisiensi penanganan sumber-sumber daya, dan pencatatan transaksi-transaksinya

Pengendalian intern adalah rencana organisasi dan metoda yang digunakan untuk menjaga atau melindungi aktiva, menghasilkan informasi yang akurat, dapat dipercaya, memperbaiki efisiensi, dan untuk mendorong ditaatinya kebijakan manajemen (Krismiaji, 2002:218)

Sistem akuntansi dapat dikatakan efektif apabila di dalamnya terapat unsur-unsur pengendalian intern

Pelaksanaan sistem akuntansi penjualan kredit dan penerimaan kas yang baik dan benar dapat meningkatkan efektivitas pengendalian intern penjualan dan penerimaan kas dalam mencapai tujuan perusahaan

Sebagai perusahaan yang menerapkan sistem akuntansi penjualan dan penerimaan kas, yaitu PT

Kasin Malang

Kasin adalah perusahaan industri yang berlokasi di Jalan Peltu Sujono No 25 Kelurahan Ciptomulyo Kecamatan Sukun Kota Malang Propinsi Jawa Timur

Kasin Malang berdiri sejak tahun 1941 sampai dengan sekarang dan memiliki karyawan dengan jumlah 159 karyawan

Kegiatan perusahaan ini adalah memproduksi kulit yang masih berupa bahan mentah menjadi bahan setengah jadi

Perusahaan memproduksi 2 jenis produk kulit yaitu kulit box dan kulit sol

Bahan setengah jadi kulit tersebut selanjutnya akan dikirim ke berbagai industri-industri kecil yang selama ini bekerja sama dengan PT

Kasin untuk diolah kembali menjadi barang jadi yang siap pakai seperti tas, sepatu, jaket, dompet, dan berbagai macam hasil produksi dari bahan mentah kulit

Sampai saat ini industri kulit di perusahaan PT

Kasin hanya bergerak di dalam negeri atau lokal saja

Kasin bekerja sama dengan berbagai perusahaan lain di seluruh wilayah Indonesia dimana pemasarannya meliputi daerah antara lain Provinsi Jawa Timur, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Pulau Sumatera, Provinsi Jawa Tengah, dan juga Pulau Bali

Dengan semakin ketatnya persaingan di industri kulit menjadikan tantangan tersendiri bagi PT

Kasin untuk semakin berusaha mempertahankan dan mengembangkan usahanya di pasaran

PT Kasin Malang selalu berupaya untuk meningkatkan penjualan dan penerimaan kas yang merupakan aktivitas utama, selain itu perusahaan ini memerlukan penerapan sistem akuntansi penjualan dan penerimaan kas yang tepat untuk mengetahui, menilai, dan mengendalikan perusahaan dalam mencapai tujuan, karena dengan semakin bertambahnya aktivitas perusahaan, tentu sangat diperlukan sistem akuntansi yang baik untuk mengamankan harta perusahaan

Untuk itu perlu dilakukan kajian ulang terhadap kebenaran-kebenaran data akuntansi yang selama ini menjadi patokan dalam pengambilan kebijakan-kebijakan manajemen perusahaan terutama di dalam aktivitas penjualan kredit dan penerimaan kas

Berdasarkan hasil observasi pendahuluan yang telah dilakukan, ada beberapa hal yang menarik mengenai sistem pengendalian intern yang diterapkan bahwa dalam struktur organisasi yang diterapkan oleh PT

Kasin Malang tidak ada kewenangan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap kekayaan perusahaan yaitu bagian penjualan yang melakukan pemberian kredit yang berfungsi untuk mengecek status kelayakan kredit dari pelanggan, apakah termasuk pelanggan yang bermasalah atau tidak, karena selama ini persetujuan atas kredit menjadi wewenang bagian penjualan

Penyerahan tanggung jawab penuh terhadap tahap transaksi pada suatu fungsi menyebabkan pengendalian intern kurang baik

Bagian penjualan akan berusaha menjual produk dalam jumlah sebesar-besarnya tanpa memperhatikan apakah pelanggan ini bermasalah atau tidak

Hal ini tentu akan menimbulkan potensi terjadinya masalah seperti penyelewengan harta perusahaan oleh karyawan

Berdasarkan pada latar belakang, maka masalah yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah:bagaimana penerapan sistem akuntansi penjualan kredit dan penerimaan kas pada PT Kasin, Malang

Bagaimana pengendalian intern dalam pelaksanaan sistem akuntansi penjualan kredit dan penerimaan kas pada PT Kasin, Malang Tujuanpenelitianiniadalahmengetahui penerapan sistem akuntansi penjualan dan penerimaan kas pada PT Kasin, Malang

Mengetahui pengendalian intern dalam pelaksanaan sistem akuntansi penjualan dan penerimaan kas guna meningkatkan efektifitas pengendalian intern pada PT Kasin, Malang

TINJAUAN PUSTAKA Sistem Akuntansi Penjualan Mardi (2011:83) mengungkapkan prosedur penjualan termasuk dalam siklus pendapatan dan mendefinisikannya sebagai berikut:semua yang berkaitan dengan rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi yang terjadi secara berulang-ulang terkait dengan penyerahan barang dan jasa kepada para pelanggan dan menerima semua bentuk pelunasan yang diterima dari pelanggan dapat diartikan sebagai siklus pendapatan

Menyediakan barang atau jasa sesuai dengan kesepakatan antara penjual dengan pembeli pada waktu dan tempat serta harga yang sesuai merupakan aktivitas utama dalam kegiatan siklus pendapatan

Romney dan Steinbart (2005:5) juga mengungkapkan bahwa siklus pendapatan merupakan rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berulang dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan-penjualan tersebut

Jadi, berdasarkan beberapa definisi tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa prosedur penjualan termasuk dalam siklus pendapatan yang dapat diartikan sebagai aktivitas penjualan kepada pelanggan dan kemudian menerima pelunasan atas penjualan tersebut

SistemAkuntansiPenerimaanKas Mulyadi (2001:482) juga menjelaskan tentang sistem akuntansi penerimaan kas dari piutang, dimana sumber peneriman kasnya berasal dari pelunasan piutang debitur

Ada beberapa cara penagihan yang dilakukan oleh perusahaan, yaitu melalui penagih perusahaan dan juga melalui pos

dalam melakukan pembayaran sebaiknya pihak debitur menggunakan cek atas nama yang secara jelas mencantumkan nama perusahaan yang berhak atas penerimaan pembayaran tersebut

Dengan adanya cek atas nama ini, perusahan yang pemberi kredit tersebut akan terjamin menerima kas dari debitur, sehingga akan mengurangi kemungkinan pihak yang tidak berhak dapat menguangkan cek yang diterima dari debitur tersebut untuk kepentingan pribadinya

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa penerimaan kas adalah transaksi-transaksi yang mengakibatkan bertambanya saldo tunai dan atau rekening bank milik perusahaan baik yang berasal dari pendapatan tunai, penerimaan piutang, penerimaan transfer, maupun penerimaan-penerimaan lainnya

Pengendalian Intern Robert Libby dan Daniel G

Short (2008:298) mengartikan pengendalian intern sebagai berikut: Sebagai proses yang digunakan perusahaan untuk mengamankan aset perusahaan dan memberi jaminan yang memadai terkait dengan reliabilitas pelaporan keuangan perusahaan, efisiensi, dan efektivitas perusahaan, dan kesesuaian operasi perusahaan dengan aturan dan regulasi yang berlaku

Rama dan Jones (2011:132) menyatakan pengendalian intern sebagai berikut: Pengendalian intern (internal control) adalah suatu proses, yang dipengaruhi oleh dewan direksi entitas, manajemen, dan personel lainnya, yang dirancang untuk memberikan kepastian yang beralasan terkait dengan pencapaian sasaran kategori sebagai berikut: efektivitas dan efisiensi operasi, keandalan pelaporan keuangan, dan ketaatan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku

METODE PENELITIAN Penelitian ini akan menggunakan penelitian deskriptif

Penggunaan jenis penelitian deskriptif dikarenakan tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran sistem akuntansi penjualan kredit dan penerimaan kas yang diterapkan perusahaan

Adapun langkah-langkah dalam analisis data pada penelitian ini adalah: 1

Mengevaluasi sistem akuntansi penjualan kredit yang terdiri atas: (a) Fungsi yang terkait 3

(b) Informasi yang diperlukan oleh manajemen (c) Dokumen yang digunakan (d) Catatan akuntansi yang digunakan (e) Bagan alir dokumen sistem penjualan kredit 2

Mengevaluasi sistem akuntansi penerimaan kas yang terdiri atas: (a) Fungsi yang terkait (b) Informasi yang diperlukan oleh manajemen (c) Dokumen yang digunakan (d) Catatan akuntansi yang digunakan (e) Bagan alir dokumen sistem penerimaan kas 3

Mengevaluasi sistem pengendalian intern pada sistem akuntansi penjualan kredit dan penerimaan kas yang diterapkan perusahaan meliputi: (a) Struktur organisasi (b) Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan (c) Praktik yang sehat (d) Suatu tingkat kecakapan pegawai yang mutunya sesuai dengan tanggungjawabnya HASIL DAN PEMBAHASAN 1

Sistem Akuntansi Penjualan Kredit a

Struktur Organisasi Struktur organisasi yang diterapkan oleh PT

Kasin Malang belum dapat dilaksanakan dengan memadai

Hal ini terbukti dengan masih terdapatnya beberapa kelemahan di dalam pelaksanaannya

Dalam struktur organisasi yang diterapkan oleh PT

Kasin Malang tidak ada kewenangan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap kekayaan perusahaan yaitu bagian penjualan yang melakukan pemberian kredit yang berfungsi untuk mengecek status kelayakan kredit dari pelanggan, apakah termasuk pelanggan yang bermasalah atau tidak, karena selama ini persetujuan atas kredit menjadi wewenang bagian penjualan

Penyerahan tanggung jawab penuh suatu tahap transaksi pada suatu fungsi menyebabkan pengendalian intern kurang baik

Bagian penjualan akan berusaha menjual produk dalam jumlah sebesar-besarnya tanpa memperhatikan apakah pelanggan ini bermasalah atau tidak

Fungsi yang Terkait Fungsi atau bagian yang terkait dalam sistem akuntansi penjualan PT

Kasin Malang sudah baik, yaitu terdapat bagian penjualan, bagian gudang, bagian pengiriman, bagian penagihan, dan bagian akuntansi tetapi masih terdapat kekurangan pada fungsi yang terkait yaitu bagian penjualan yang melakukan pemberian kredit kepada pelanggan

Sebaliknya bagian penjualan dan pemberian kredit harus dipisahkan misalnya bagian kredit yang melakukan aktivitas memeriksa status kredit, memberikan kredit kepada pelanggan terpilih untuk kelancaran dalam proses penjualan kredit dan dapat mencegah terjadinya penyimpangan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab

Bagian gudang seharusnya mencatat mutasi persediaan fisik barang dalam kartu gudang dan bagian akuntansi yang seharusnya mencatat ke dalam kartu persediaan yang berisi mutasi setiap jenis persediaan, jadi jumlah persediaan barang yang ada di gudang dikontrol oleh bagian akuntansi agar tidak terjadi kehilangan barang yang ada di gudang

Informasi yang Diperlukan oleh Manajemen Informasi yang umumnya diperlukan oleh manajemen dari kegiatan penjualan kredit sudah cukup baik hal tersebut ditunjukkan pada: 1

Bagian akuntansi mencatat jumlah pendapatan menurut jenis produk selama jangka waktu tertentu di dalam jurnal penjualan

Bagian akuntansi mencatat piutang setiap debitur dari transaksi penjualan kredit di dalam kartu piutang

Nama, alamat pembeli, dan kuantitas produk yang dijual sudah terdapat pada faktur penjualan, order penjualan, dan surat perintah pengiriman yang digunakan sebagai dasar pencatatan pada kartu piutang dan mencatat pada jurnal penjualan

Nama wiraniaga yang melakukan penjualan barang sudah terdapat pada surat perintah pengiriman, order penjualan, dan faktur penjualan

Otorisasi pejabat yang berwenang sudah terdapat pada order penjualan, surat perintah pengiriman, rekapitulasi HPP, dan faktur penjualan

Dokumen yang Digunakan PT

Kasin Malang menggunakan beberapa dokumen untuk proses penjualan

Hal ini dilakukan untuk mempermudah dalam pengecekan data dan sebagai arsip perusahaan yang berguna untuk menjaga kekayaan perusahaan

Dokumen yang digunakan PT

Kasin Malang sama seperti dokumen-dokumen yang 4

umumnya digunakan oleh perusahaan, namun memiliki kelemahan-kelemahan yaitu: 1

Untuk order penjualan yang digunakan menerima order dari pelanggan diotorisasi oleh bagian penjualan

Surat perintah pengiriman tidak mencantumkan syarat pembayaran kredit

Faktur penjualan tidak mencantumkan syarat kredit dan tanggal jatuh tempo pembayaran

Berdasarkan kelemahan-kelemahan yang masih ada pada dokumen-dokumen yang digunakan oleh perusahaan maka peneliti menyarankan: 1

Sebaiknya dokumen ini perlu menambahkan kolom otorisasi bagian kredit

Tujuannya agar meneliti status kredit pelanggan dan memberikan otorisasi pemberian kredit kepada pelanggan

Sebaiknya mencantumkan syarat pembayaran kredit, agar mudah untuk dicek bagian kredit dan dicocokkan dengan tanggal jatuh tempo

Seharusnya menambahkan syarat kredit dan tanggal jatuh tempo pembayaran, agar control terhadap dokumen ini maupun dokumendokumen lainnya yang terkait terjamin dengan baik

Catatan Akuntansi yang Digunakan 1

Jurnal penjualan kredit yang digunakan PT

Kasin Malang sudah baik karena adanya keterangan nomor kode dari produk kulit dan jurnal penjualan terdapat kolom-kolom untuk mencatat hasil penjualan kredit

Kartu piutang kartu yang digunakan PT

Kasin Malang sudah baik, sebaiknya menambahkan kolom lembar ke, syarat pembayarannya, batas kredit, dan kolom centang

Tujuannya agar mengecek status kredit pelanggan dan dapat dipertanggung jawabkan

Kartu persediaan yang digunakan PT

Kasin Malang sudah baik hanya menambahkan lokasi untuk mengetahui tempat penyimpanan jumlah persediaan barang digudang

Jurnal umum yang digunakan PT

Kasin Malang sudah baik karena adanya kolom tanggal, keterangan, dan nomor bukti yang digunakan mencatat nomor formulir dan kolom debit kredit

Pengendalian Intern atas Sistem Akuntansi Penjualan Kredit Pengendalian intern yang dilakukan bertujuan untuk menjaga kekayaan perusahaan mempermudah pengecekan data dan dipatuhinya keijakan manajemen

Berdasarkan kelemahan yang masih ada dalam pengendalian intern pada sistem akuntansi penjualan, maka peneliti memberikan beberapa saran untuk lebih meningkatkan pengendalian intern pada PT

Kasin Malang antara lain: a) Struktur Organisasi 1

Dalam PT

Kasin Malang tidak adanya pemisahan antara bagian penjualan dan bagian kredit

Disebabkan oleh sistem pembayaran yang dilakukan pada perusahaan tersebut menggunakan sistem kredit

Sistem kredit ini dipilih karena sebagian besar pelanggan membeli dalam jumlah besar, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan transaksi secara tunai

Selama ini bagian penjualan yang melakukan bagian kredit, seharusnya bagian penjualan harus terpisah dari bagian kredit, hal ini dimaksudkan untuk menciptakan pengecekan intern terhadap transaksi penjualan kredit

Dalam transaksi penjualan, bagian penjualan mempunyai kecenderungan untuk menjual barang sebanyak-banyaknya, yang seringkali mengabaikan dapat ditagih atau tidaknya piutang yang timbul dari transaksi tersebut

Oleh karena itu diperlukan pengecekkan intern terhadap status kredit pelanggan sebelum transaksi penjualan kredit dilaksanakan

Fungsi kredit diberi wewenang untuk menolak pemberian kredit terhadap seorang pembeli berdasarkan analisis terhadap riwayat pelunasan piutang yang dilakukan oleh pembeli tersebut di masa lalu

Dengan dipisahkannya fungsi penjualan dari fungsi kredit, resiko tidak tertagihnya piutang dapat dikurangi

Bagian akuntansi sudah terpisah dari bagian penjualan dalam sistem penjualan kredit, bagian akuntansi yang melaksanakan pencatatan piutang harus dipisahkan dari bagian kredit yang mengecek kemampuan pelanggan dalam melunasi kewajibannya

Persetujuan pemberian kredit selayaknya diberikan oleh bagian kredit setelah mempertimbangkan kemampuan kredit pelanggan

Bagian akuntansi sudah terpisah dari bagian kasir

Berdasarkan unsur pengendalian intern yang baik, bagian akuntansi harus terpisah dari kedua fungsi

Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kekayaan perusahaan dan menjamin ketelitian dan keandalan data akuntansi

Bagian akuntansi yang bertugas atas pencatatan piutang berada di tangan bagian piutang dan bagian kas yang bertanggung jawab atas penerimaan kas yang berasal dari 5

pelunasan piutang berada di tangan bagian kasir

Transaksi penjualan kredit telah dilaksanakan beberapa bagian yaitu bagian penjualan, bagian gudang, bagian pengiriman, bagian penagihan, dan bagian akuntansi

Setiap transaksi harus dilaksanakan dengan melibatkan lebih dari satu karyawan atau lebih dari satu fungsi

Dengan penggunaan unsur pengendalian intern tersebut, setiap pelaksanaan transaksi selalu akan tercipta internal check yang mengakibatkan pekerjaan karyawan yang satu dicek ketelitian dan keandalannya oleh karyawan lain

b) Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan 1

Penerimaan order dari pelanggan telah diotorisasi oleh bagian penjualan menggunakan dokumen surat perintah pengiriman

Transaksi penjualan dimulai dengan diterimanya order dari pelanggan

Sebaiknya penerimaan order dari pelanggan telah diotorisasi oleh bagian gudang, bagian kredit dan bagian penjualan sebagai awal kegiatan penjualan, bagian penjualan mengisi dokumen surat perintah pengiriman untuk memungkinkan berbagai pihak ( bagian pemberi otorisasi penerima atau pelanggan, bagian penjualan, bagian pengiriman, bagian akuntansi)

Penjualan kredit tidak diberikan atas persetujuan bagian kredit, yang memberikan persetujuan kredit hanya satu fungsi saja yaitu pada bagian penjualan

Jika transaksi ini terus terjadi maka, tidak mengamankan harta perusahaan

Sebaiknya penjualan kredit diberikan atas persetujuan bagian kredit dengan membubuhkan tanda tangan pada order penjualan, sehingga prosedur tersebut telah mampu mengamankan harta perusahaan karena otorisasi dan tanggung-jawab atas penjualan telah jelas dan ada

Pengiriman barang kepada pelanggan diotorisasi oleh bagian pengiriman, bagian penerima atau pelanggan, bagian akuntansi, bagian penjualan dengan cara membubuhkan tanda tangan otorisasi

Sebagai bukti telah dilaksanakannya pengiriman barang

Surat perintah pengiriman bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggung jawabkan oleh bagian penjualan

Dengan demikian untuk mengawasi semua transaksi keuangan yang terjadi dalam PT

Kasin Malang dapat dilakukan dengan mengawasi penggunaan dokumen yang digunakan sebagai media untuk otorisasi terjadinya transaksi penjualan

Faktur penjualan bernomor urut tercetak dan dipertanggung-jawabkan oleh bagian penjualan tetapi penggunaannya diawasi oleh bagian akuntansi

Dengan demikian untuk mengawasi semua transaksi keuangan yang terjadi dalam PT

Kasin Malang dapat dilakukan dengan mengawasi penggunaan dokumen yang digunakan

Secara periodik bagian akuntansi mengirim pernyataan piutang kepada setiap pelanggan untuk memastikan ketelitian catatan piutang yang diselenggarakan oleh bagian akuntansi

Praktek yang sehat dapat diciptakan dengan cara pengecekkan secara periodik ketelitian catatan akuntansi yang diselenggarakan oleh PT

Kasin Malang

Dengan cara ini data yang dicatat dalam kartu piutang dicek ketelitiaannya oleh pelanggan

d) Suatu Tingkat Kecakapan Pegawai yang Mutunya Sesuai Dengan Tanggung- Jawabnya Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti diketahui bahwa karyawan yang bekerja di PT

Kasin Malang cukup baik, tetapi terdapat beberapa kelemahan yaitu dari informasi salah satu karyawan dari bagian personalia ada beberapa karyawan yang tidak disiplin dalam bekerja misalnya terlambat hingga setengah jam dari ketentuan awal yaitu jam sudah ada di kantor

Seharusnya adanya penegasan dari atasan jika terlambat akan dipotong bayaran, selain itu tidak menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu, misalnya menundanunda pekerjaannya

Jenjang pendidikan berlatar belakang SMA untuk bagian akuntansi tetapi, karyawan ini sudah memiliki pengalaman dasar dan praktek kerja di SMA

Sebaiknya bagian akuntansi minimal S1 karena memiliki kemampuan pengetahuan di bidang keuangan sebagai dasar pengembangan profesi

Kemudian melakukan seleksi calon karyawan berdasarkan persyaratan yang dituntut oleh pekerjaannya

Sehingga karyawan yang diterima mempunyai kecakapan yang sesuai dengan tuntutan tanggung jawab pekerjaanya

Pengembangan pendidikan karyawan harus dilaksanakan melalui program on the training dan perpindahan jabatan

Sistem Akuntansi Penerimaan Kas a

Fungsi yang Terkait Fungsi atau bagian yang terkait dalam sistem akuntansi penerimaan kas PT

Kasin Malang sudah baik, yaitu terdapat bagian penagihan yang melakukan penagihan piutang langsung kepada pelanggan, bagian kasir yang bertugas membuat bukti kas masuk dan bagian akuntansi yang bertugas mencatat ke jurnal penerimaan kas dan kartu piutang

Informasi yang Diperlukan Manajemen Informasi yang umumnya diperlukan oleh manajemen dari kegiatan penerimaan kas sudah cukup baik hal tersebut ditunjukkan pada: 1

Bagian akuntansi mencatat jumlah pendapatan selama jangka waktu tertentu di dalam jurnal penerimaan kas

Bagian akuntansi mencatat piutang setiap debitur dari transaksi penjualan kredit di dalam kartu piutang

Nama dan alamat pembeli sudah terdapat pada faktur penjualan dan bukti transfer sedangkan kuantitas produk yang dijual sudah terdapat pada faktur penjualan yang digunakan sebagai dasar pencatatan pada kartu piutang dan mencatat pada jurnal penerimaan kas

Nama wiraniaga yang melakukan penjualan barang sudah terdapat pada faktur penjualan

Otorisasi pejabat yang berwenang sudah terdapat pada bukti kas masuk

Dokumen yang Digunakan 1

Bukti Transfer Bukti transfer yang digunakan sudah baik karena berasal dari bank tempat dimana pelanggan mengirinkan uang untuk pembayaran kepada perusahaan sebagai bukti bahwa pelanggan sudah melunasi hutangnya

Faktur Penjualan Faktur penjualan tidak mencantumkan syarat kredit dan tanggal jatuh tempo pembayaran

Seharusnya menambahkan syarat kredit dan tanggal jatuh tempo pembayaran

Agar control terhadap dokumen ini maupun dokumendokumen lainnya yang terkait terjamin dengan baik

Bukti Kas Masuk Bukti kas masuk yang digunakan terdapat kotak tanpa nama penandatanganan, sehingga dapat menimbulkan keraguan pada validitas kas masuk

Selain itu, nomor yang tertera di bagian atas bukti kas masuk tidak jelas digunakan sebagai no apa, apakah nomor order penjualan atau nomor faktur

Keraguan ini mengakibatkan sulitnya bagian penagihan untuk mencocokkan dengan rekening bank dan catatan piutang perusahaan

Catatan Akuntansi yang Digunakan 1

Jurnal penerimaan kas yang digunakan sudah baik untuk mencatat penerimaan pelunasan piutang dari pelanggan, agar pencatatan yang dilakukan dapat diketahui oleh PT

Kasin Malang apabila sewaktu-waktu adanya pengecekan oleh bagian akuntansi perlu dibantu dan dicocokkan dengan kartu piutang, pada kartu piutang digunakan oleh bagian akuntansi untuk mencatat data penjualan secara kredit dari pelanggan

Kartu Piutang Kartu piutang yang digunakan sudah baik yang berisi rincian mutasi perusahaan pada tiap pelanggannya dan pada kartu piutang digunakan oleh bagian akuntansi untuk mencatat data penjualan secara kredit dari pelanggan

Pengendalian Intern atas Sistem Akuntansi Penerimaan Kas a) Struktur Organisasi 1

Bagian akuntansi telah dipisahkan dari kasir, perusahaan juga mempunyai bagian penagihan atau bagian piutang, walaupun pelanggan membayarnya tepat waktu tidak melebihi jatuh tempo agar tidak keterlambatan pembayaran seharusnya bagian penagihan melakukan konfirmasi kepada pelanggan setiap satu minggu sebelum tanggal jatuh tempo agar tidak terjadi keterlambatan pembayaran dan semua pembayaran di transfer ke rekening perusahaan, fungsi bagian penagihan hanya menerima bukti transfer dari pelanggan jadi menghindari penyelewengan oleh bagian penagihan sedangkan bagian akuntansi membuat catatan piutang yang dapat menunjukkan jumlah-jumlah piutang kepada tiap-tiap pelanggan, menyiapkan, dan mengirimkan surat pernyataan piutang dan membuat pelunasan piutang kepada pelanggan

Bagian penerimaan kas terpisah dari bagian akuntansi

Bagian akuntansi tidak boleh di rangkap dengan penerimaan kas

Hal ini menyebabkan timbulnya kesempatan bagi karyawan untuk menyalahgunakan atau menyelewengkan uang

Dengan terpisahnya fungsi ini maka dapat melindungi keamanan harta perusahaan

b) Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan 1

Penerimaan kas dicatat pada jurnal penerimaan kas didasarkan pada bukti kas masuk dan bukti transfer yang telah dibayar oleh pelanggan

Pencatatan atas penerimaan kas setiap bulan untuk penjualan kredit (piutang) yang didasarkan atas bukti kas masuk yang telah dibayar akan meningkatkan pengendalian intern karena jurnal penerimaan kas dipertanggung-jawabkan kebenarannya

Pengkreditan rekening pada kartu piutang oleh bagian akuntansi didasarkan pada bukti kas masuk dan bukti transfer yang telah dibayar oleh pelanggan

Pencatatan atas pembayaran setiap bulan penjualan kredit (piutang) yang didasarkan atas bukti kas masuk dan bukti transfer yang telah dibayar akan meningkatkan pengendalian intern karena pengkreditan rekening piutang pelanggan pada buku piutang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya

Pelanggan melakukan pembayaran ke rekening bank atas nama perusahaan karena untuk menghindari penerimaan kas dari pelanggan yang jatuh ke tangan pribadi karyawan bagian penagihan maupun bagian kasir dalam penjualan kredit, dengan pembayaran ke rekening bank perusahaan pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan akan terjamin masuk ke dalam rekening perusahaan

Kasir tidak diasuransikan, karena kasir tidak diasuransikan jika terjadi kecurangan yang dilakukan oleh karyawan yang mempunyai wewenang menjaga uang tersebut maka asuransi tidak akan menanggung resiko yang timbul

Sebaiknya kasir harus diasuransikan karena manusia seringkali tergoda oleh situasi yang melingkupinya

Pada suatu saat tertentu untuk menghadapi kemungkinan kecurangan yang dilakukan oleh karyawan bagian kasir

d) Suatu Tingkat Kecakapan Pegawai yang Mutunya Sesuai dengan Tanggung Jawab Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti diketahui bahwa karyawan yang bekerja di PT

Kasin Malang cukup baik, tetapi terdapat beberapa kelemahan yaitu dari informasi salah satu karyawan dari bagian personalia ada beberapa karyawan yang tidak disiplin dalam bekerja misalnya terlambat hingga setengah jam dari ketentuan awal yaitu jam sudah ada di kantor

Seharusnya adanya penegasan dari atasan jika terlambat akan dipotong bayaran, selain itu tidak menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu, misalnya menundanunda pekerjaannya

Jenjang pendidikan berlatar belakang SMA untuk bagian akuntansi, tetapi karyawan ini sudah memiliki pengalaman dasar dan praktek kerja di SMA

Sebaiknya bagian akuntansi minimal S1 karena memiliki kemampuan pengetahuan di bidang keuangan sebagai dasar pengembangan profesi

Kemudian melakukan seleksi calon karyawan berdasarkan persyaratan yang dituntut oleh pekerjaannya

Sehingga karyawan yang diterima mempunyai kecakapan yang sesuai dengan tuntutan tanggung jawab pekerjaanya

Pengembangan pendidikan karyawan harus dilaksanakan melalui program on the training dan perpindahan jabatan

Berikut ini akan dijeaskan mengenai struktur organisasi PT

Kasin Malang yang disarankan oleh peneliti Struktur organisasi merupakan suatu kerangka kerja yang terdiri dari beberapa unit organisasi yang memiliki tanggung jawab secara fungsional yang dibentuk untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan pokok perusahaan

Dalam pelaksanaannya unit-unit organisasi tersebut harus dapat melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien serta secara tegas di pisahkan tanggung jawab fungsionalnya dari masing-masing bagian

Struktur organisasi PT

Kasin Malang belum mencerminkan adanya suatu pengendalian intern yang cukup baik, karena tidak secara jelas menggambarkan pelimpahan wewenang yang diberikan perusahaan pada masing-masing divisi

Usulan yang diberikan untuk memperbaiki organisasi pada PT

Kasin Malang antara lain : bagian penjualan seharusnya dibantu oleh bagian kredit yang tugasnya untuk menyetujui setiap penjualan kredit maka catatan yang dibuat oleh bagian penagihan ini akan menjadi dasar bagian kredit untuk mengambil keputusan

Bagian akuntansi dan bagian gudang sama-sama mempunyai tugas mencatat pada kartu persediaan seharusnya bagian gudang mencatat pada kartu gudang sedangkan bagian akuntansi mengawasi persediaan barang yang ada di gudang dengan mencatat mutasi barang pada kartu persediaan

Berikut ini akan dijelaskan mengenai bagan alir dokumen sistem penjualan kredit yang disarankan oleh peneliti a

Bagian penjualan menerima order dari pelanggan kemudian membuat order penjualan rangkap 2: 8

Lembar 1 dan 2 diserahkan ke bagian kredit Order penjualan lembar 1 yang sudah di acc bagian kredit kemudian bagian penjualan membuat surat perintah pengiriman 4 rangkap diserahkan ke bagian gudang dan order penjualan lembar 1 diserahkan ke bagian akuntansi

Order penjualan yang sudah di acc bagian kredit kemudian menerima laporan adanya barang dari bagian produksi jika belum ada maka bagian penjualan menunggu bagian produksi jika sudah ada barang di gudang maka membuar faktur penjualan 3 rangkap kemudian diserahkan kepada: 1

Lembar 1 diserahkan ke bagian pengiriman 2

Lembar 2 diserahkan ke bagian penagihan 3

Lembar 3 diserahkan ke bagian akuntansi Setelah menerima surat perintah pengiriman dari bagian pengiriman maka diarsipkan urut nomor

Bagian kredit setelah menerima order penjualan lembar 1 dan 2 kemudian memeriksa status kredit, member otorisasi kredit kemudian order penjualan setelah di acc bagian kredit kemudian diserahkan kepada: 1

Lembar 1 diserahkan ke bagian penjualan 2

Lembar 2 diserahkan ke bagian gudang c

Bagian gudang setelah menerima order penjualan lembar 2 dari bagian kredit dan menerima surat perintah pengiriman lembar 1,2,3, dan 4 dari bagian penjualan kemudian memeriksa kelengkapan barang, jika barang tidak lengkap maka order penjualan lembar 2 beserta surat perintah pengiriman lembar 1,2,3, dan 4 diserahkan ke bagian produksi dan jika barang sudah lengkap lalu menyerahkan laporan adanya barang, menyiapkan barang lalu order penjualan lembar 2 diarsipkan urut nomor

Surat perintah pengiriman diserahkan kepada: 1

Lembar 1,2, dan 3 diserahkan ke bagian pengiriman 2

Lembar 4 digunakan oleh bagian gudang untuk mencatat di kartu gudang dan lembar 4 diarsipkan menurut nomor d

Bagian pengiriman setelah menerima surat perintah pengiriman lembar 1,2, dan 3 dari bagian gudang dan faktur penjualan lembar 1 dari bagian penjualan kemudian menyerahkan barang ke pelanggan

Lembar 1 diserahkan kepada pelanggan 2

Lembar 2 dan 3 setelah disetujui pelanggan kemudian lembar 2 diserahkan ke bagian penjualan dan lembar 3 diarsipkan urut nomor Surat perintah pengiriman lembar 2 dan 3 setelah di approve oleh pelanggan kemudian lembar 1 diserahkan ke bagian penjualan dan lembar 3 diarsipkan e

Bagian akuntansi setelah menerima faktur penjualan dari bagian penjualan kemudian membuat jurnal penjualan dan kartru piutang

Faktur lembar 3 digunakan oleh bagian akuntansi untuk sebagai dasar membuat kartu persediaan, membuat rekapitulasi HPP

Faktur penjualan lembar 3 dan rekapitulasi HPP digunakan untuk mencatat pada jurnal umum kemudian faktur penjualan lembar dan rekapitulasi HPP diarsipkan menurut tanggal f

Bagian penagihan setelah menerima faktur penjualan dari bagian akuntansi diarsipkan menurut tanggal dan selesai

Berikut ini akan dijelaskan mengenai bagan alir dokumen sistem penjualan kredit yang disarankan oleh peneliti a

Bagian penagihan melakukan konfirmasi penagihan setiap satu minggu sebelum tanggal jatuh tempo agar tidak terjadi keterlambatan pembayaran

Bagian penagihan menerima bukti transfer dari pelanggan, kemudian bagian penagihan mencocokkan dengan faktur yang disimpan oleh perusahaan

Jika jumlah bukti di transfer tidak sesuai dengan faktur maka harus dilakukan konfirmasi ke pelanggan

Apabila cocok, maka harus mencocokkan kembali dengan rekening bank milik perusahaan

Jika tidak sesuai maka harus dilakukan konfirmasi ke pelanggan, sedangkan jika sesuai maka bukti transfer tersebut langsung dikirimkan ke kasir, dan bagian penagihan menyerahkan faktur penjualan yang sudah diberi tanda/stempel lunas ke pelanggan

Bagian kasir membuat bukti kas masuk sebanyak rangkap 1 berdasarkan bukti transfer yang diterima dari bagian penagihan, kemudian keduanya dikirimkan ke bagian akuntansi untuk pencatatan di jurnal penerimaan kas dan kartu piutang

Selanjutnya bukti kas masuk dan bukti transfer disimpan sebagai arsip

Bagian akuntansi setelah menerima bukti transfer dan bukti kas masuk kemudian 9

melakukan penctatan pada jurnal penerimaan kas dan melakukan pencatan pada kartu piutang KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Sistem Akuntansi penjualan dan penerimaan kas yang diterapkan oleh PT

Kasin Malang melibatkan beberapa bagian yaitu: bagian penjualan, bagian kasir, bagian gudang, bagian pengiriman, bagian penagihan, dan bagian akuntansi

Adapun formulir yang digunakan yaitu: order penjualan, surat perintah pengiriman, faktur penjualan, rekapitulasi HPP, bukti transfer, dan bukti kas masuk

Catatan yang digunakan yaitu: jurnal penjualan, kartu piutang, kartu persediaan, kartu gudang, kartu piutang, jurnal penerimaan kas, dan jurnal umum

Penjualan yang dilakukan dilakukan PT

Kasin Malang yaitu melalui penjualan kredit

Berdasarkan uraian pada bab sebelumnya, maka dapat diambil beberapa kesimpulan yang dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan pihak manajemen dalam meningkatkan perbaikan dan pengembangan perusahaan untuk kelangsungan hidup perusahaan

Setelah memperoleh gambaran pelaksanaan sistem akuntansi penjualan dan penerimaan kas dalam meningkatkan pengendalian intern pada PT

Kasin Malang sudah baik hai itu dibuktikan dengan terdapat dokumen-dokumen yang digunakan di PT

Kasin Malang bernomor urut tercetak, pembayaran pelanggan dilaksanakan dengan tepat waktu tidak melebihi jatuh tempo, bagian akuntansi membantu mengontrol bagian gudang dalam mengawasi mutasi persediaan barang yang ada di gudang sehingga tidak merugikan perusahaan tetapi sistem penjualan kredit dan penerimaan kas di PT

Kasin masih mempunyai beberapa kelemahan karena terdapat beberapa dokumen yang dalam penggunannnya kurang efektif dan kesulitan dalam melakukan pemeriksaan dan penelusuran ke dokumendokumen

Pada bagian penjualan yang melakukan pemberian kredit

Sehingga, sangat memungkinkan terjadinya manipulasi pencatatan transaksi yang dapat merugikan perusahaan

Tidak adanya pemeriksa intern (pengecekan saldo) secara mendadak yang dilakukan oleh direktur utama

terjadi perangkapan aktivitas antara bagian yang terlibat, sehingga dapat menghasilkan suatu informasi akuntansi yang baik

Pada bagian penjualan sebaiknya perlu di bantu oleh bagian kredit yang melakukan pemberian kredit

Melakukan penyempurnaan dokumen yang diperlukan sesuai dengan yang diusulkan agar sistem dan prosedur penjualan serta penerimaan kas menjadi lebih terkendali dalam penyajian informasi yang lebih memadai, dan melakukan penyempurnaan kembali dokumen yang digunakan perusahaan

Direksi utama sebaiknya melakukan pemeriksaan intern dengan mengecek saldo kas pada bagian kasir dan bagian akuntansi secara mendadak agar dapat meningkatkan dan mendukung pengendalian intern

DAFTAR PUSTAKA Baridwan, Zaki Sistem Akuntansi Penyusunan Prosedur dan Metode

Edisi Keempat

Yogyakarta: BPFE- YOGYAKARTA Sistem Akuntansi Penyusunan Prosedur dan Metode

Edisi Keempat

Yogyakarta: BPFE-YOGYAKARTA

Short, Daniel, J

Agung Saputro, Patricia A

Libby dan Robert Libby Akuntansi Keuangan

Yogyakarta: ANDI

Krismiaji Sistem Informasi Akuntansi

Yogyakarta: UPP AMP YKPN

Mardi Sistem Informasi Akutansi

Bogor: Ghalia Indonesia

Mulyadi Sistem Akuntansi

CetakanKetiga

Jakarta: SalembaEmpat

Rama, DasarathaV

Jones Sistem Informasi Akuntansi: Accounting Information Systems

BukuSatu

Jakarta: SalembaEmpat

Romney, Marshall B

, dan Paul John Steinbart Accounting Information Systems: Sistem Informasi Akuntansi

Buku Dua

Edisi Sembilan

Jakarta: SalembaEmpat

Saran 1

Perusahaan seharusnya merestrukturisasi struktur organisasi yang bertujuan untuk tidak 1 0