PDF -BAB I PENDAHULUAN - librarybinusacid - BAB I PENDAHULUAN. Bab ini merupakan kajian awal yang memberi pengantar tentang penelitian
Wait Loading...


PDF :1 PDF :2 PDF :3 PDF :4 PDF :5 PDF :6 PDF :7 PDF :8 PDF :9


Like and share and download

BAB I PENDAHULUAN. Bab ini merupakan kajian awal yang memberi pengantar tentang penelitian

BAB I PENDAHULUAN - librarybinusacid

BAB I PENDAHULUAN Bab ini merupakan kajian awal yang memberi pengantar tentang penelitian yang akan dilakukan, meliputi : latar belakang masalah, fokus penelitian, batasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian,

BAB I PENDAHULUAN Bab ini merupakan kajian awal yang memberi pengantar tentang penelitian yang akan dilakukan, meliputi : latar belakang masalah, fokus penelitian, batasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, scholar unand ac id 33190 2 06 BAB I pdf BAB I PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan tentang hal hal yang mendasari penelitian diantaranya yaitu latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, dan sistematika penulisan 1 1 Latar Belakang Batu bara merupakan salah satu sumber energi

Related PDF

BAB I PENDAHULUAN - scholarunandacid

scholar unand ac id 33190 2 06 BAB I pdf BAB I PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan tentang hal hal yang mendasari penelitian diantaranya yaitu latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, dan sistematika penulisan 1 1 Latar Belakang Batu bara merupakan salah satu sumber energi yang penting bagi kehidupan manusia
PDF

BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah

eprints ums ac id 11168 2 BAB I pdf BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini merupakan pendahuluan yang materinya sebagian besar menyempurnakan usulan penelitian yang berisikan tentang latar belakang masalah , perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam bab ini enguraikan teori teori yang mem ndasari
PDF

BAB I PENDAHULUAN 1 Latar Belakang - scholarunandacid

scholar unand ac id 36657 2 BAB I pdf BAB I PENDAHULUAN Bab ini merupakan bagian dari pendahuluan yang berisi mengenai latar belakang yang mendasari pemilihan masalah dalam penelitian ini, rumusan masalah, tujuan, manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, dan sistematika penulisan yang merupakan uraian singkat dari isi penelitian BAB II TINJAUAN LITERATUR
PDF

BAB I PENDAHULUAN - sirstikomedu

sir stikom edu id eprint 1002 4 BAB I pdf semua penjelasan dalam pembuatan alat ini Secara ringkas uraian materi dari bab pertama hingga bab terakhir adalah sebagai berikut BAB I PENDAHULUAN Bab ini merupakan pendahuluan dari karya tulis T ugas Akhir yang membahas mengenai latar belakang masalah, perumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan, kontribusi, dan sistematika penulisan
PDF

BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang - eprintsumpoacid

eprints umpo ac id 1537 2 BAB I pdf BAB I PENDAHULUAN Bab ini merupakan bagian yang berisi mengenai latar belakang penulisan, rumusan masalah, batasan masalah, maksud dan tujuan penelitian, metode penelitian dan sistematika penulisan BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini menjelaskan tentang penelitian terdahulu dan landasan teori yang menjelaskan tentang teori umum yang
PDF

BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah

eprints ums ac id 52762 3 BAB I pdf BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah Media sosial saat ini telah menjadi trend dalam komunikasi pemasaran Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual
PDF

BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang - eprintsundipacid

eprints undip ac id 62091 1 BAB I pdf Penulisan Tugas Akhir ini menggunakan sistematika yang telah diatur dan ditentukan oleh pihak akademisi Berikut ini merupakan sistematika penulisan Tugas Akhir BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi beberapa sub bab, yaitu latar belakang penulisan, ruang lingkup penulisan, tujuan dan kegunaan penulisan, data penelitian, metode
PDF

BAB I PENDAHULUAN - eprintsunsacid

eprints uns ac id 26375 1 I0308058 pendahuluan pdf BAB I PENDAHULUAN Bab ini menguraikan latar belakang mengenai permasalahan yang akan dibahas Dalam bab ini berisikan perumusan masalah yang diangkat, tujuan dan manfaat yang ingin dicapai dan batasan masalah BAB II TINJAUAN PUSTAKA Berisikan landasan teori yang merupakan penjelasan secara terperinci
PDF

BAB I PENDAHULUAN - librarybinusacid


PDF

BAB VI KEGIATAN AKADEMIK

PEDOMAN AKADEMIK BAGI GURU SMK NEGERI 5 MALANG

BAB VI KEGIATAN AKADEMIK Pasal 13 (1) Kegiatan akademik adalah kegiatan pembelajaran di dalam dan/atau di luar ruang kuliah, studio dan/atau laboratorium, pengerjaan tugas tugas, evaluasi pembelajaran,

pasca its ac id File BAB VI Kegiatan Akademik pdf Peraturan Akademik ITS Tahun 2009 15 BAB VI KEGIATAN AKADEMIK Pasal 13 (1) Kegiatan akademik adalah kegiatan pembelajaran di dalam dan atau di luar ruang kuliah, studio dan atau laborato‐ rium, pengerjaan tugas‐tugas, evaluasi pembelajaran,

MANUAL PROSEDUR TINDAKAN KOREKTIF DAN PREVENTIF

PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS)

MANUAL PROSEDUR TINDAKAN KOREKTIF DAN PREVENTIF FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2013 2 Manual Prosedur Tindakan Korektif dan Preventif Gugus Jaminan Mutu Fakultas Ekonomi dan Bisnis

feb ub ac id 07 Tindakan Korektif dan Preventif1 pdf Tindakan Korektif dan Preventif 1 Tujuan Tindakan korektif dan preventif bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan konsistensi terhadap perbaikan pengendalian produk dan dokumen dokumen terkait di GJM FE UB, guna mencegah terjadinya kembali produk yang tidak

Manual Prosedur PEMBIMBINGAN AKADEMIK PROGRAM STUDI ILMU GIZI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA Universitas Brawijaya, 2012 All Rights Reserved Manual Prosedur PEMBIMBINGAN AKADEMIK PROGRAM STUDI

farmasi unud ac id ind wp content uploads MANUAL Yang Maha Esa atas selesainya penyusunan Manual Prosedur Penentuan dan Penggantian Pembimbing Akademik dan Pembimbing Akademik ini Manual ini merupakan acuan bagi pengurus jurusan, program studi, staf edukatif, staf non edukatif dan mahasiswa Jurusan Program Studi Farmasi

ANALISIS SISTEM DAN PROSEDUR AKUNTANSI PEMBELIAN GUNA MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PEMBELIAN OBAT PADA INSTALASI FARMASI RSUD Dr. HARJONO S. PONOROGO SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi sebagian

PDF analisis sistem akuntansi pembelian UNYstaffnew uny ac id upload 132309999 penelitian vol iii 2 2005 pdf PDF Analisis Sistem Informasi Akuntansi Pembelian dan Eprints MDPeprints mdp ac id 1581 1 Jurnal 20Venke 20Ariska pdf PDF ANALISIS SISTEM AKUNTASI PEMBELIAN

Manual Prosedur Tindakan Korektif dan Pencegahan

Manual Prosedur Tindakan Korektif dan Pencegahan - JIE FEB UB

Manual Prosedur Tindakan Korektif dan Pencegahan Laboratorium Biosains Universitas Brawijaya Malang 2012 Manual Prosedur Tindakan Korektif dan Pencegahan Laboratorium Biosains Universitas Brawijaya Kode

PDF Manual Prosedur Tindakan Korektif dan Pencegahan mipa ub ac id MP ProsedurTindakan Korektif dan Pencegahan new pdf PDF Manual Prosedur Tindakan Korektif dan Pencegahan LPPM UBlppm ub ac id 03 MP Tindakan Korektif Pencegahan terkendali pdf

Manual Prosedur Tindakan Korektif dan Pencegahan

Manual Prosedur Tindakan Korektif dan Pencegahan - JIE FEB UB

Manual Prosedur Tindakan Korektif dan Pencegahan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang 2011 Manual Prosedur Tindakan Korektif dan Pencegahan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi

PDF Manual Prosedur Tindakan Korektif dan Pencegahan mipa ub ac id MP ProsedurTindakan Korektif dan Pencegahan new pdf PDF Manual Prosedur Tindakan Korektif dan Pencegahan LPPM UBlppm ub ac id 03 MP Tindakan Korektif Pencegahan terkendali pdf

MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA

salinan lampiran i peraturan menteri riset, teknologi, dan pendidikan

SALINAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2016 TENTANG LAYANAN PENGADAAN SECARA

PDF peraturan menteri riset, teknologi, dan pendidikan tinggi republik kepegawaian unej ac id 3 Permenristekdikti Nomor 1 Tahun 2019 ATASAN PEJABAT PENILAI pdf PDF KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI lldikti4 or id SE PanduanPembelajaranKebencanaan2019

Manual Prosedur Tindakan Korektif dan Preventif Jurusan Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya MP-UJM-AB-FIA-UB-10-02 Dibuat tanggal : 01 Juli 2013 Dikaji Ulang oleh : Sekretaris

feb ub ac id 07 Tindakan Korektif dan Preventif1 pdf Tindakan Korektif dan Preventif 1 Tujuan Tindakan korektif dan preventif bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan konsistensi terhadap perbaikan pengendalian produk dan dokumen dokumen terkait di GJM FE UB, guna mencegah terjadinya kembali produk yang tidak

No. 1671, 2015 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENRISTEK-DIKTI. Pejabat Perbendaharaan. PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 2015 TENTANG PEJABAT

PDF berita negara republik indonesia Ditjen PPditjenpp kemenkumham go id arsip bn 2015 bn1671 2015 pdf PDF KEMENTERIAN NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI Ristekdikti ristekdikti go id SK PPK PENDANAAN INOVASI INDUSTRI 2019 FIX reguler 1 pdf

Home back455456 457458459460 Next

BAB I PENDAHULUAN Bab ini merupakan kajian awal yang memberi pengantar tentang penelitian yang akan dilakukan, meliputi : latar belakang masalah, fokus penelitian, batasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, serta penegasan istilah

Bab ini juga akan menguraikan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang berkaitan dengan pelaksanaan implementasi Permendiknas No

Latar Belakang Masalah Pendidikan nasional mempunyai visi terwujudnya sistim pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk membudayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah

Dalam UU Sisdiknas No

Penyelenggaraan pendidikan dalam upaya mengembangkan potensi diri peserta didik secara optimal, maka dilakukan pengelolaan oleh setiap jenjang pendidikan dengan berdasar pada standar nasional pendidikan yang memungkinkan setiap jenjang pendidikan melakukan pengelolalan mengembangkan pendidikan secara optimal sesuai karakteristik dan kehkasan 1

  • programnya
  • Standar pengelolaan secara yuridis formal tercantum pada PP No

    Apabila ditelaah lebih mendalam bahwa pengelolaan oleh satuan pendidikan harus memenuhi ke lima prinsip pokok standar pengelolaan pendidikan dalam mewujudkan pendidikan bermutu

    Kelima pilar tersebut merupakan satu kesatuan sistim yang bersifat integral dalam menopang tegaknya citra kepercayaan satuan pendidikan mengemban visi misi sekolah menyelenggarakan dan mengelola pendidikan bermutu dilingkungan sekolah, dengan menyelaraskan antara muatan kurikulum dengan latar belakang bakat dan minat peserta didik, maka dilakukan program penjurusan, sebagaimana hakekat dan tujuan pendidikan nasional

    Program penjurusan dilakukan dalam upaya menelusuri latar belakang bakat dan minat siswa melalui riwayat pendidikan, uji tes dan kecakapan yang dilakukan sekolah secara profesional, dan berpedoman pada standart yang baku pada jenjang satuan pendidikan SMA pada kelas XI, menurut kriteria masingmasing program, dan dibagi menjadi program penjurusan IPA, program penjurusan IPS, dan program penjurusan bahasa

    Khusus untuk Aliyah terdapat program penjurusan Agama

    Kriteria program penjurusan berdasar landasan: 1)

    Permen Diknas No

    tentang Standar Isi, Permendiknas No

    22 dan No

    Peserta didik dapat mengikuti Program yang diminati dengan mempertimbangkan: (a) Tes penempatan (Placement test) mengacu pada mata pelajaran: yang ada keterkaitannya dengan program penjurusan yang diminati, Matematika, Fisika Kimia dan Biologi untuk program IPA, Ekonomi, Sosiologi dan bahasa Inggris untuk untuk program IPS, dan bahasa untuk program bahasa, (b) Jumlah Nilai Rapor Semester I untuk mata pelajaran terkait, (c) Jumlah SKHUN SMP untuk Mata pelajaran terkait, (d)

    Hasil komulatif dari (a), (b), dan (c)

    Akan dapat menetapkan seorang peserta didik mengikuti penjurusan program sebagaimana yang diminta

    Ironisnya pada studi pendahuluan menunjukan fakta dilapangan pada beberapa SMA swasta dan negeri di Kabupaten Gresik menunjukan jumlah peserta didik yang menempati jurusan program IPS jauh lebih kecil dibanding peserta didik yang masuk program IPA, secara rata-rata berbanding % : % untuk klas program IPS dibanding klas program IPA, dan amat sedikit yang berminat pada penjurusan program bahasa

    Hal ini mengindikasikan prosedur penjurusan yang meragukan akuransinya

    Hal inilah yang menarik perhatian peneliti untuk mengkaji fenomena yang sebenarnya terjadi dilapangan

    Semestinya ada keseimbangan jumlah peserta didik yang berimbang antara program penjurusan IPA, IPS dan bahasa

    Memperhatikan penjurusan program IPA yang menitik beratkan pada mata pelajaran inti Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi, jumlah peminat peserta didik pada program penjurusan IPA mestinya lebih sedikit, namun fakta dilapangan menunjukan kenyataan yang sebaliknya

    Berdasarkan uraian diatas, bahwa penetapan program penjurusan dilakukan, penetapannya berpedoman pada: a

    Kebijakan perundang-undangan yang berlaku, b

    Perlu adanya komitmen dan kesungguhan pelaku kebijakan dalam menerapkan kebijakan program penjurusan, c

    Indikasi penetapan program penjurusan ditunjukan oleh adanya jumlah kelas program penjurusan yang relatif berimbang, nilai hasil belajar yang relevan, baik pada raport siswa, hasil UN, dan uji coba tryout, bukan perbedaan yang fantastis, dan peran serta masyarakat para orang tua

    Karena dalam menetapkan program penjurusan, sekolah sangat mengharap partisipasinya, untuk memberikan tanggapan dan usulan pada proses program penjurusan, berkaitan dengan minat putra/putrinya

    Dasar dan arahan kebijakan program penjurusan di SMA Muhammadiyah 8 Gresik dapat memperhatikan lingkup Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sebagaimana secara yuridis formal dinyatakan dalam PP No

    Standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu

    Standar isi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban mengajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan/akademik

    Kerangka dasar kurikulum mencakup kelompok mata pelajaran: a)

    Agama dan akhlak mulia, b)

    Kewarga negaraan dan kepribadian, c)

    Ilmu pengetahuan dan tehnologi, d)

    Estetika, dan e)

    Jasmani, olah raga, dan kesehatan

    Struktur Kurikulum dalam penelitian ini adalah struktur kurikulum SMA sebagaimana Permendiknas No

    Jenjang satuan pendidikan SMA dikelas X, merupakan program umum yang diikuti seluruh peserta didik, dilanjutkan kelas XI dan kelas XII peserta didik dikelompokan sesuai program penjurusan masing-masing, yang terdiri dari penjurusan: 1) Program Ilmu Pengetahuan Alam, 2) Program Ilmu Pengetahuan Sosial, 3) Program Bahasa, dan 4) Program Keagamaan khusus untuk MA

    Setiap program penjurusan memuat cakupan mata pelajaran yang relevan, sesuai dengan kekhasan programnya

    Struktur kurikulum SMA program IPA cakupan kelompok mata pelajaran meliputi: 13 mata pelajaran dengan mata pelajaran inti: Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi, mata pelajaran muatan lokal, dan pengembangan diri

    Struktur kurikulum SMA program IPS cakupan kelompok mata pelajaran meliputi: 13 mata pelajaran, mata pelajaran inti: Matematika IPS, Ekonomi, Sosiologi dan Geografi, mata pelajaran muatan lokal, dan pengembangan diri

    Struktur kurikulum SMA program Bahasa cakupan 5

    kelompok mata pelajaran meliputi: 13 mata pelajaran, mata pelajaran inti: matematika, Bahasa Indonesia, Sosiologi dan Bahasa Asing, mata pelajaran muatan lokal, dan pengembangan diri

    Kondisi riil yang tampak pada hasil program penjurusan di SMA Muhammadiyah 08 Gresik untuk beberapa tahun terakhir menunjukan banyaknya kelas program IPA yang cukup dominan, mengindikasikan fenomena yang ironis, bahwa peserta didik tentunya banyak berasal dari input dengan kemampuan akademis yang rendah dan cenderung masuk klasifikasi program penjurusan non IPA, tetapi justru jumlah kelas program penjurusan IPA mendapatkan peminat yang jauh lebih banyak dibanding program penjurusan IPS

    Pengkajian penjurusan program IPA dan IPS, dengan program penjurusan IPA yang banyak diminati peserta didik dan orang tua murid dan program IPS yang sedikit kurang diminati peserta didik dan orang tua murid tetapi masih eksis keberadaannya, merupakan fenomena menarik untuk diteliti

    Berdasarkan penjelasan tersebut di atas, maka perlu dilakukan penelitian tentang Analisis Implementasi Permendiknas No

    • 22 Tahun 2006 Tentang Program Penjurusan IPA dan IPS di SMA Muhammadiyah 08 Gresik

    Fokus Penelitian (1)

    Bagaimana Implementasi Permendiknas No

    • 22 Tahun 2006 tentang Penjurusan Program IPA dan IPS di SMA Muhammadiyah 08 Cerme Gresik? 6

    Bagaimana Komitmen Sekolah dalam Implementasi Permendiknas No

    • 22 Tahun 2006 tentang Penjurusan Program IPA danips di SMA Muhammadiyah 08 Cerme Gresik? (3)

    Bagaimana Kepuasan Stakeholder terhadap Implementasi Permendiknas No

    Batasan Masalah Pada peenelitian ini diberi batasan hanya menganalisis fenomena ini yang menjadi alasan kuat untuk mengkaji lebih jauh tentang permendiknas no

    Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : (1)

    Menganalisis implementasi Permendiknas No

    Menjelaskan komitmen sekolah dalam implementasi Permendiknas No

    (3) Mendiskripsikan kepuasan stakeholder terhadap implementasi permendiknas No

    Manfaat penelitian 1

    Secara Teori Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai acuan/referensi ilmiah bagi penelitian selanjutnya atau menjadi dasar pijakan bagi penelitian yang lebih mendalam berkenaan dengan implementasi Permendiknas No

    Manfaat praktis

    Bagi Peneliti Mengetahui dalam penentuan kebijakan penjurusan program IPA dan IPS dalam upaya meningkatkan pengelolaan pendidikan lebih baik dan bermutu

    Bagi Sekolah Hasil penelitian ini bermanfaat sebagai dasar bagi SMA Muhammadiyah 08 Cerme Gresik dalam menentukan kebijakan program penjurusan IPA dan IPS sehingga sekolah dapat berbenah diri serta dapat mengembangkan satuan pendidikan yang lebih baik

    Bagi Dinas / Instansi Terkait Sebagai bahan informasi yang berguna untuk pemerintah khususnya Dinas Pendidikan dalam menentukan kebijakan yang berkaitan dengan penjurusan program IPA dan IPS di SMA

    Penegasan Istilah Agar tidak menimbulkan persepsi berbeda, maka konsep masing-masing kata yang digunakan memiliki arti dengan kesepakatan sebagai berikut : 8

    Analisis adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa untuk mengetahui keadaan sebenarnya

    Analisis dalam penelitian ini diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan dalam rangka mengetahui keadaan sebenarnya yaitu Implementasi Permendiknas No

    Implementasi adalah pelaksanaan sebuah kebijakan agar seluruh rangkaian kegiatan yang terencana dan terprogram dalam kebijakan mencapai sasaran sesuai dengan tujuan yang akan dicapai

    Permendiknas No

    Penjurusan adalah upaya satuan pendidikan untuk mengklasifiksi peserta didik menurut kriteria tertentu dengan pendefinisian yang jelas, dalam hal penjurusan program di SMA khususnya yang ada di SMA Muhammadiyah 08 Cerme Gresik sesuai latar belakang bakat dan minat siswa yang dikorelasikan dengan NHB peserta didik relevan dengan mata pelajaran inti masing-masing

    Program IPA dan IPS adalah merupakan salah satu program yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan proses pembelajaran, dimana untuk program IPA ada mata pelajaran ciri khas yaitu matematika, fisika, biologi dan kimia

    Sedangkan untuk IPS mata pelajaran ciri khasnya yaitu ekonomi, sosiologi dan geografi