PDF -BAB II TINJAUAN PUSTAKA - repositoryunimusacid - BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Wait Loading...


PDF :1 PDF :2 PDF :3 PDF :4 PDF :5 PDF :6 PDF :7 PDF :8 PDF :9 PDF :10 PDF :11 PDF :12


Like and share and download

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - repositoryunimusacid

16 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengendalian Internal Sistem pengendalian internal diperlukan sebagai alat pengendalian yang membantu pihak manajemen agar seluruh kegiatan di perusahaan dapat berjalan dengan

16 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengendalian Internal Sistem pengendalian internal diperlukan sebagai alat pengendalian yang membantu pihak manajemen agar seluruh kegiatan di perusahaan dapat berjalan dengan digilib uin suka ac id 5539 2 BAB II, III, IV pdf 10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 1 1 Tinjauan Pustaka Setelah peneliti melakukan telaah terhadap beberapa penelitian, ada beberapa yang memiliki keterkaitan dengan penelitian yang peneliti lakukan repository uksw edu bitstream 123456789 10231 2

Related PDF

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 11 Tinjauan Pustaka

digilib uin suka ac id 5539 2 BAB II, III, IV pdf 10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 1 1 Tinjauan Pustaka Setelah peneliti melakukan telaah terhadap beberapa penelitian, ada beberapa yang memiliki keterkaitan dengan penelitian yang peneliti lakukan
PDF

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - repositoryukswedu

repository uksw edu bitstream 123456789 10231 2 T2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam sebuah penelitian ilmiah, tinjauan pustaka merupakan bagian yang penting untuk diuraikan sebagai dasar pijakan dalam membangun suatu konstruk teoritis, sebagai acuan dasar dalam membangun kerangka berpikir dan menyusun hipotesis penelitian Dalam
PDF

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - repositoryukswedu

repository uksw edu bitstream 123456789 3834 3 T1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A Industri Rumah Tangga Usaha rumah tangga dapat didefinisikan sebagai berikut 1 Usaha rumah tangga adalah usaha yang melakukan kegiatan mengolah barang dasar menjadi barang jadi atau setengah jadi, barang setengah jadi menjadi barang jadi atau dari yang kurang nilainya menjadi barang yang
PDF

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - digilibunimusacid

digilib unimus ac id files disk1 113 jtptunimus gdl BAB II TINJAUAN PUSTAKA A ANTENATAL CARE 1 Pengertian Antenatal Care Pemeriksaan antenatal care (ANC) adalah pemeriksaan kehamilan untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil Sehingga mampu menghadapi persalinan, kala nifas, persiapan pemberiaan ASI dan kembalinya kesehatan reproduksi secara wajar (Manuaba, 1998) Kunjungan
PDF

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - eprintsundipacid

eprints undip ac id 53357 3 Bab II pdf BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2 1 Bakso Bakso adalah produk pangan yang terbuat dari bahan utama daging yang dilumatkan, dicampur dengan bahan lainnya, dibentuk bulat bulatan, dan selanjutnya direbus (Usmiati dan Priyanti, 2006) Bakso adalah produk olahan daging giling yang dicampur dengan tepung
PDF

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A Kinerja 1 Pengertian Kinerja

digilib uinsby ac id 249 4 Bab 2 pdf 12 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A Kinerja 1 Pengertian Kinerja Suatu organisasi atau perusahaan jika ingin maju atau berkembang maka dituntut untuk memiliki pegawai yang berkualitas
PDF

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 21 Hipertensi 211 Definisi

digilib unila ac id 20717 15 BAB II pdf 8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2 1 Hipertensi 2 1 1 Definisi Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali
PDF

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - sirstikomedu

sir stikom edu id eprint 1819 5 Bab II pdf BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini menjelaskan penelitian terdahulu yang mengangkat tentang rumah tradisional Majapahit Penetilan terdahulu berfungsi untuk mengidentifikasi penelitian dan hasil penelitian sebelumnya serta membedakan dengan penelitian ini Hasil dari penelitian terdahulu dapat menjadi rujukan atau referensi tentang
PDF

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - eprintsdinusacid

eprints dinus ac id 19070 10 bab2 18404 pdf 13 13 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A Servisitis 1 Definisi Servisitis Servisitis adalah infeksi pada serviks uteri Infeksi serviks sering terjadi karena luka kecil bekas persalinan yang tidak dirawat dan
PDF

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - repositoryunimusacid


PDF

SIKLUS PENDAPATAN: PENJUALAN DAN PENAGIHAN KAS

analisis siklus pendapatan pada toko lancar jaya - Eprints MDP

SIKLUS PENDAPATAN: PENJUALAN DAN PENAGIHAN KAS N. Tri Suswanto Saptadi 5/17/2016 nts/sia 1 Aktivitas Bisnis Siklus Pendapatan Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan

Siklus Pendapatan Penjualan dan Penagihan Kas Sistem Informasi Akuntansi ( SIA) – RDK 48 BAB VII SIKLUS PENDAPATAN PENJUALAN DAN? Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan (sales order entry), pengiriman (shipping), penagihan (billing), dan penagihan kas (cash collections)

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1998 PERUBAHAN ATAS ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 1997/1998 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

3 bkpm go id file upload UU 2 2002 pdf UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2002 TENTANG KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang a bahwa keamanan dalam negeri merupakan syarat utama mendukung terwujudnya masyarakat

BAB II BAHAN RUJUKAN

Garis Panduan Penulisan Tesis/Disertasi Pascasiswazah ACIS

BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Sistem Informasi Akuntansi Setiap perusahaan mempunyai tujuan yang telah direncanakan sebelumnya yang salah satunya adalah untuk memperoleh laba terutama melalui penjualan baik

BABII LANDASAN TEORI Pada setiap perpustakaan menyediakan alat perpustakaan yang dapat berfungsi sebagai bahan rujukan untuk koleksi yang ada BAB 3 METODOLOGI KAJIAN 3 0 Pendahuluan Kajian ini menggunakan Dalam kajian ini, pengkaji perlu mencari bahan bahan rujukan yang berkaitan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Penelitian Dunia bisnis di Indonesia mengalami kemunduran setelah terjadi krisis ekonomi pada pertengahan tahun 1997. Dampak yang ditimbulkan dari krisis tersebut diantaranya

PDF BAB I PENDAHULUAN 1 1 Latar Belakang Masalah Dalam eprints ums ac id 31313 2 2 BAB I pdf PDF BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah Saat ini eprints ums ac id 32469 6 BAB 20I pdf PDF BAB

SKRIPSI SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI KREDIT PADA PT. CAHAYA AGUNG

sistem informasi penjualan kredit sepeda motor pada cv jaya abadi

SKRIPSI LAPORAN INI DISUSUN GUNA MEMENUHI SALAH SATU SYARAT UNTUK MENYELESAIKAN PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI STRATA I PADA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MURIA KUDUS SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI KREDIT

PDF skripsi sistem informasi administrasi kredit pada pt cahaya agung eprints umk ac id 1517 1 HALAMAN JUDUL pdf PDF perancangan sistem informasi administrasi kredit repo unpasrepository unpas ac id 37788 1 133040055 Wisuda pdf PDF Analisis sistem informasi Akuntansi

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG DENGAN RAHMAT TUHAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 1998 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1998 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 1998/1999 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

betterwork in labourguide wp content uploads DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang a bahwa manusia, sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Masa Esa yang mengemban tugas mengelola dan memelihara alam semesta dengan penuh ketaqwaan dan penuh tanggung jawab untuk kesejahteraan umat manusia,

Storyboard. Username: user1. Password : ****** Login

Getting Started QMF Analytics for Multiplatforms - IBM

Storyboard Tampilan awal ketika aplikasi dibuka. User harus melakukan login untuk bisa akses ke dalam aplikasi, setelah mengisi username dan password, kemudian klik login. Gambar A Username: user1 Password

Apr 1, 2006 The system's storyboard is created so as to design the username and password after their first time login On the other 1 fj User 1 9 i—i May 14, 2018 Input the

BPK: Wajar Dengan Pengecualian atas LKPP Tahun Jakarta, Selasa (11 Juni 2013) Memenuhi Pasal 17 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, Ketua

semarang bpk go id 2018 12 Siaran Pers BPK Mengajar pdf SIARAN PERS Badan Pemeriksa Keuangan Untuk segera diterbitkan Dekatkan BPK pada Generasi Muda, BPK Perwakilan Provinsi Jateng Gelar Kegiatan BPK Mengajar di 72 SMA dan SMK se Jateng Semarang, Jateng Dalam melaksanakan tugasnya, setiap pegawai BPK

KESEPAKATAN BERSAMA ANTARA MENTERI NEGARA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK REPUBLIK INDONESIA DENGAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG PELAKSANAAN PENGARUSUTAMAAN GENDER DI BIDANG

bppkbsulsel files wordpress 2011 04 kesepakatan bersama antara menteri negara pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak republik indonesia, dengan menteri kesehatan republik indonesia, tentang pelaksanaan pengarusutamaan gender di bidang kesehatan nomor 07 men pp&pa 5 2010 nomor 593 menkes skb v 2010

Home back415416417418 419420 Next

Untuk itu pihak manajemen perlu dibantu oleh alat pengendalian yaitu sistem pengendalian internal Pengertian Pengendalian Internal Terdapat beberapa pendapat dari beberapa ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian pengendalian internal, tetapi pada prinsipnya pengertian-pengertian tersebut memiliki kesamaan satu sama lain

Pengertian sistem pengendalian internal menurut Mulyadi (2008:163) dalam bukunya Sistem Akuntansi mengatakan bahwa : Sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, metode, dan ukuranukuran yang dikordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efesiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen

Adapun Krismiaji (2010:218) dalam bukunya Sistem Informasi Akuntansi menjelaskan bahwa : Pengendalian internal (internal control) adalah rencana organisasi dan metode yang digunakan untuk menjaga atau melindungi aktiva, menghasilkan

  • 17 informasi yang akurat dan dapat dipercaya, memperbaiki efisiensi, dan untuk mendorong ditaatinya kebijakan manajemen
  • Selain itu juga Krismiaji (2010:222) mengutip definisi pengendalian internal yang dikeluarkan oleh Committee of Sponsoring Organization (COSO) yaitu : Pengendalian intern adalah proses yang diterapkan oleh dewan direktur, manajemen, dan untuk memberikan jaminan yang cukup bahwa tujuan pengendalian berikut dapat dicapai, yaitu: 1

    Efektivitas dan efisiensi operasi 2

    Daya andal pelaporan keuangan 3

    Kesesuaian dengan hukum dan peraturan yang berlaku

    Model COSO (The Commite of Sponsoring Organisation) yang diuraikan oleh Gondodiyoto (2007:266) dalam bukunya yang berjudul Audit Sistem Informasi menjelaskan bahwa sistem pengendalian internal dapat didefinisikan sebagai berikut : Internal Control : a process, effected by an entity s'board of directors, management, and other personel, designed to provide reasonanble assurance regarding the achievement of objectives in following categories : 1

    Effectiveness and efficiency of operations 2

    Reability of financial reporting 3

    Compliance with applicable laws and regulations Model COSO adalah salah satu model pengendalian internal yang banyak digunakan oleh para auditor sebagai dasar untuk menganalisis dan mengembangkan pengendalian internal

    COSO adalah komite yang diorganisir oleh lima organisasi profesi, yaitu IIA, AICPA, IMA FEI, dan AAA

    (Romney dan Steibnbart, 2004:229) Selain itu, menurut Gellinas, Sutton, dan Hunton (2005:237) dalam bukunya Accounting Information Systems berpendapat bahwa Internal control is system of integrated element-people, structure, processes and procedures-acting together to provide reasonable assurance that an organization archives its business process goals

    Dari beberapa pengertian mengenai sistem pengendalian internal diatas dapat dipahami bahwa sistem pengendalian internal adalah rencana, metode, prosedur, dan kebijakan yang didesain oleh manajemen untuk memberi jaminan yang memadai atas tercapainya efisiensi dan efektivitas operasional, kehandalan pelaporan keuangan, pengamanan terhadap asset, ketaatan dan kepatuhan terhadap undang-undang, kebijakan dan peraturan lain yang ditetapkan oleh pimpinan perusahaan Manfaat Pengendalian Internal Pengendalian internal bagi suatu perusahaan adalah merupakan suatu keharusan

    Bersamaan dengan kewajiban audit laporan keuangan, direksi wajib memberikan pernyataan tentang kecukupan sistem pengendalian perusahaan yang

  • 19 dikelolanya
  • Faktor-faktor yang menyebabkan makin pentingnya pengendalian antara lain adalah : a

    Perkembangan aktivitas dan skalanya menyebabkan kompleksitas struktur, sistem dan prosedur suatu organisasi makin rumit

    Tanggungjawab utama untuk melindungi asset organisasi, mencegah dan menemukan kesalahan-kesalahan serta kecurangan-kecurangan terletak pada managemen c

    Pengawasan oleh satu orang (saling cek) merupakan cara yang tepat untuk menutup kecurangan-kecurangan yang bisa terjadi pada manusia

    Pengawasan yang built-in langsung pada sistem berupa pengendalian internal yang baik dianggap lebih tepat daripada pemeriksaan secara langsung dan detail oleh pemeriksa (khusus dari luar organisasi) (Gondodiyoto, 2007:249) Selain itu Susanto (2004:98) dalam bukunya Sistem Informasi Akuntansi dan Pengembangan Berbasis Komputer juga menjelaskan mengenai pentingnya pengendalian internal antara lain : a

    Untuk memberikan jaminan yang meyakinkan bahwa tujuan dari setiap aktivitas akan dicapai b

    Untuk mengurangi resiko yang akan dihadapi oleh perusahaan karena kejahatan, bahaya atau kerugian yang disebabkan oleh penipuan, kecurangan atau penggelapan c

    Untuk memberikan jaminan yang meyakinkan dan dapat dipercayakan bahwa semua tanggung jawab hukum telah dipenuhi Berdasarkan uraian-uraian di atas, dapat dipahami bahwa pengendalian internal merupakan payung bagi perusahaan itu sendiri

    Artinya ketentuan-ketentuan yang diatur dalam pengendalian internal tersebut, berlaku untuk seluruh aktivitas pada organisasi atau perusahaan

    apabila pengendalian internal sebuah perusahaan itu lemah, dapat berakibat negatif terhadap aktivitas perusahaan itu

    Tujuan Pengendalian Internal Untuk dapat menjalankan aktivitas usahanya dengan baik, tentu saja pengendalian internal perusahaan memiliki beberapa tujuan

    Pengendalian internal diperlukan agar pihak manajemen dapat meyakini bahwa semua pekerjaan yang berlangsung di perusahaan tersebut senantiasa berada dalam aturan yang telah ditetapkan perusahaan

    James Hall (2001:150) dalam bukunya yang berjudul Sistem Informasi Akuntansi menyebutkan tujuan utama sistem pengendalian internal antara lain : a

    Untuk menjaga aktiva perusahaan b

    Untuk memastikan akurasi dan dapat diandalkannya catatan dan informasi akuntansi c

    Untuk mempromosikan efisiensi operasi perusahaan d

    Untuk mengukur kesesuaian dengan kebijakan prosedur yang telah ditetapkan oleh manajemen Sama halnya seperti yang diutarakan oleh Mulyadi (2008:163) tujuan sistem pengendalian internal adalah sebagai berikut : a

    Menjaga kekayaan organisasi b

    Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi c

    Mendorong efisiensi d

    Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen
  • 21 Adapun penjelasan dari tujuan pengendalian internal menurut Mulyadi adalah sebagai berikut : a
  • Menjaga kekayaan organisasi 1

    Penggunaan kekayaan perusahaan hanya melalui sistem otorisasi yang telah ditetapkan a) Pembatasan akses langsung terhadap kekayaan b) Pembatasan akses tidak langsung terhadap kekayaan 2

    Pertanggungjawaban kekayaan perusahaan yang dicatat dibandingkan dengan kekayaan yang sesungguhnya ada a) Pembandingan secara periodik antara catatan akuntansi dengan kekayaan yang sesungguhnya ada b) Rekonsiliasi antara catatan akuntansi yang diselenggarakan b

    Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi 1

    Pelaksanaan transaksi melalui sistem otorisasi yang telah ditetapkan a) Pemberian otorisasi oleh pejabat yang berwenang b) Pelaksanaan transaksi sesuai dengan otorisasi yang diberikan oleh pejabat yang berwenang 2

    Pencatatan transaksi yang terjadi dalam catatan akuntansi a) Pencatatan semua transaksi yang terjadi b) Transaksi yang dicatat adalah benar-benar terjadi c) Transaksi yang dicatat dalam jumlah yang benar

  • 22 d) Transaksi dicatat dalam periode akuntansi yang seharusnya e) Transaksi dicatat dengan penggolongan yang seharusnya f) Transaksi dicatat dan diringkas dengan teliti c
  • Mendorong efisiensi Pengawasan dalam suatu organisasi berarti mencegah adanya duplikasi yang tidak perlu, mencegah terjadinya pemborosan-pemborosan pada setiap aspek perusahaan, dan mencegah pemakaian sumber-sumber secara tidak efisien

    Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen Manajemen menetapkan prosedur-prosedur dan aturan-aturan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan

    Pengendalian internal dapat dipakai untuk menjamin bahwa prosedur dan aturan yang telah ditetapkan itu sudah ditaati oleh seluruh karyawan

    Menurut COSO menjelaskan bahwa pengendalian internal memiliki tiga tujuan utama yaitu efektifitas dan efisiensi operasi, mendorong kehandalan laporan keuangan, dan dipatuhinya hukum dan peraturan yang ada

    Berdasarkan penjelasan mengenai tujuan pengendalian internal dapat diketahui bahwa tujuan pengendalian internal tidak hanya mengamankan harta perusahaan, tetapi juga untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan yang menyebabkan kerugian atau penyimpangan terhadap prosedur yang ditetapkan perusahaan serta untuk mendorong efektifitas dan efisiensi perusahaan

    Oleh karena itu, ketelitian dan keakuratan akan data-data dan dipatuhinya kebijakan perusahaan

  • 23 secara keseluruhan akan sangat membantu dalam tercapainya suatu tujuan pengendalian internal Unsur Pengendalian Internal Sistem pengendalian internal dapat berjalan dengan baik apabila didukung oleh unsur-unsur yang baik pula
  • Unsur-unsur sistem pengendalian internal sangat penting karena sistem mempunnyai beberapa unsur dan sifat-sifat tertentu yang dapat meningkatkan kemungkinan dapat dipercayainya data-data akuntansi serta tindakan pengamanan terhadap aktiva dan catatan perusahaan

    Setiap unsur mempunyai kaitan langsung dengan tujuan pengendalian internal serta langkah-langkah yang ditempuh perusahaan untuk memenuhinya

    Menurut Krismiaji (2010:223) menyatakan bahwa menurut standarisasi internasional yang diterapkan oleh COSO, unsur pengendalian intern terdiri dari: a

    Lingkungan pengendalian Terdapat tujuh faktor penting dalam lingkungan pengendalian, yaitu: 1

    Komitmen kepada Integritas dan Nilai Etika Perusahaan dapat menetapkan integritas sebagai sebuah prinsip dasar perusahaan, secara pribadi dan aktif melakukan sosialisasi sekaligus mempraktikannya

    Filosofi dan gaya operasi manajemen Komponen utama lingkaran pengawasan yaitu filosofi dan gaya operasi manajemen

    Jika manajemen tidak terlalu memberikan perhatian terhadap pengendalian intern dan perilaku etik, maka karyawan perusahaan tidak dapat diharapkan dapat mencapai tujuan pengawasan secara efektif

    Struktur organisasi Struktur organisasi suatu perusahaan menetapkan garis wewenang dan tanggung jawab, dan memberikan kerangka menyeluruh untuk perencanaan, pengarahan, dan pengendalian operasi

    Komite audit Komite ini bertanggung jawab untuk mengatasi struktur pengawasan intern perusahaan, proses pelaporan keuangan, dan ketaatan terhadap hukum, peraturan, dan standar yang berlaku

    Tugasnya berkaitan dengan auditor eksternal dan internal

    Metode penetapan wewenang dan tanggung jawab Wewenang dan tanggung jawab biasanya diatur dan ditetapkan dalam deskripsi jabatan (Job Description), pelatihan karyawan, rencana kegiatan, jadwal, dan anggaran

    Biasanya buku pedoman digunakan sebagai pedoman prosedur dan kebijakan tertulis dalam berbagai organisasi

    Praktik dan kebijakan tentang sumber daya manusia
  • 25 Kebijakan dan praktik yang berkaitan dengan pengangkatan, pelatihan, pemberian gaji, dan promosi memiliki pengaruh yang penting terhadap kemampuan organisasi meminimalkan resiko pengawasan intern
  • Pengaruh eksternal Pengaruh eksternal mencakup peraturan dan ketentuan yang dikeluarkan oleh pasar modal, badan penyusun standar akuntansi, dan BAPEPAM

    Aktivitas Pengendalian Aktivitas pengendalian merupakan kebijakan dan aturan yang memberikan jaminan yang cukup bahwa tujuan pengendalian manajemen telah dicapai

    Yang umumnya dapat dibagi atas lima bagian, yaitu: 1

    Otorisasi yang tepat terhadap aktifitas dan transaksi Otorisasi didokumentasikan dengan menandatangani, member paraf, atau mencantumkan kode otorisasi pada dokumen atau catatan yang mewakili transaksi 2

    Pemisahan tugas Pengendalian yang baik menghendaki tidak adanya seorang karyawan yang terlalu banyak diberi tanggung jawab atau tugas

    Seorang karyawan mugkin saja berada dalam posisi untuk melaksanakan kecurangan, menyembunyikan kecurangan dan kesalahan

    Perancangan dan penggunaan dokumen dan catatan yang memadai Perancangan dan penggunaan dokumen serta catatan yang tepat akan menjamin akurasi dan kelengkapan seluruh data yang relevan tentang

  • 26 transaksi
  • Dokumen yang mengawali sebuah transaksi harus berisi ruang untuk mencantumkan otorisasi

    Perlindungan yang memadai terhadap akses dan penggunaan aktiva dan catatan Untuk melindungi aktiva dari pencurian atau penggunaan yang tidak sah bisa dilakukan cara seperti pemisahan fungsi yang efektif, pembatasan akses ke fasilitas dan ke ruang penyimpanan, melindungi catatan dan dokumen dengan menggunakan kotak penyimpanan tahan api, serta adanya filing cabinet dan ruangan harus selalu terkunci

    Pengecekan independen terhadap kinerja Pengecekan internal harus independen, karena ini biasanya lebih efektif dilaksanakan oleh seseorang yang tidak terkait dengan kegiatan perusahaan

    Perhitungan Resiko Organisasi harus menyadari dan waspada terhadap berbagai resiko yang dihadapinya

    Akuntan dapat mengevaluasi struktur pengendalian intern dengan menggunakan strategi perhitungan resiko, diantaranya: identifikasi ancaman, estimasi kerugian, identifikasi pengendalian, estimasi manfaat dan pengorbanan, serta menentukan efektivitas manfaat pengorbanan

    Informasi dan Komunikasi Sistem informasi yang relevan terhadap tujuan pelaporan keuangan terdiri dari metode dan catatan yang ditetapkan untuk mencatat, mengolah,

  • 27 mengikhtisarkan, dan melaporkan transaksi suatu entitas
  • Komunikasi mencakup pemberian pemahaman peran individual dan tanggung jawab yang berkaitan dengan pengendalian intern atas pelaporan keuangan

    Pemantauan Kinerja Pemantauan kinerja merupakan hal yang penting dalam pengawasan

    Metode pokok dalam melakukan pemantauan kerja, yaitu: supervise yang mencakup pelatihan dan asistensi karyawan, pemantauan kinerja karyawan, koreksi kesalahan, dan penjagaan aktiva dengan cara memantau karyawan yang memiliki akses ke aktiva tersebut, pelaporan pertanggungjawaban dan internal auditing yang memberikan suatu penilaian terhadap efektivitas pengawasan intern

    Sementara Gelinas, Sutton, dan Hutton (2005:230) dalam bukunya Accounting Information System menyatakan bahwa unsur-unsur pengendalian intern adalah sebagai berikut: 1

    Control Environment (Lingkungan pengendalian) Lingkungan pengendalian adalah faktor baik maupun intern maupun eksternal yang dapat mempengaruhi kuat atau lemahnya suatu pengendalian intern

    Pervasive Control (Pengendalian pervasif) Menetapkan tujuan dan proses pengendalian yang kemudian diterapkan ke dalam setiap proses sistem informasi akuntansi

    Application Control (Pengendalian aplikasi) Pengendalian aplikasi adalah pengendalian yang diterapkan pada proses-proses tertentu

    Contohnya adalah mengotorisasi slip gaji pada sistem penggajian

    Berdasarkan pendapat-pendapat diatas, maka penulis dapat katakan bahwa unsur-unsur pengendalian intern terdiri dari lingkungan pengendalian, pengendalian aplikasi, penilaian risiko, informasi dan komunikasi, pemantauan dan aktivitas pengendalian, sehingga pengendalian intern perusahaan dapat beroperasi secara efektif

    Pentingnya Sistem Informasi Akuntansi Penjualan La Midjan dan Susanto (2001:170) menjelaskan tentang peranan penting dari sistem penjualan disebabkan oleh beberapa hal : a

    Aktivitas penjualan merupakan sumber pendapatan perusahaan

    Pendapatan dari hasil penjualan merupakan sumber pembiayaan perusahaan oleh karenanya perlu diamankan

    Akibat adanya penjualan akan merubah posisi harta dan menyangkut : 1) Timbulnya piutang kalau penjualan secara kredit atau masuknya uang kontan kalau penjualan secara tunai

    Perusahaan atas harta perusahaan akan mempengaruhi terhadap kondisi kekayaan perusahaan tersebut, maka dari itu manajemen perusahaan harus dapat menciptakan sistem pengendalian internal yang memadai untuk mengatasi risiko adanya piutang macet Klasifikasi Transaksi Penjualan Sistem yang ditetapkan dan digunakan oleh perusahaan tentunya berbedabeda, sehingga menyebabkan aktivitas operasional perusahaan pun ikut berbeda

    Hal ini menyebabkan aktivitas atas transaksi, khususnya transaksi penjualan menjadi berbeda

    La Midjan dan Susanto (2001: ) menjelaskan mengenai klasifikasi transaksi penjualan berdasarkan cara pelaksanaannya yaitu antara lain : a

    Penjualan secara tunai b

    Penjualan secara kredit c

    Penjualan secara tender

    Penjualan secara konsinyasi e

    Penjualan secara ekspor f

    Penjualan melalui grosir Adapun penjelasan mengenai klasifikasi transaksi penjualan tersebut adalah sebagai berikut: a

    Penjualan secara tunai Penjualan secara tunai dilakukan apabila pembeli menerima barang ketika pembayaran telah dilakukan

    Penjualan secara kredit Penjualan yang dilakukan dimana pembeli akan melakukan pembayaran atas barang yang dibeli dalam jangka waktu tertentu dan telah disepakati kedua belah pihak

    Penjualan secara tender Penjualan secara tender dilakukan berdasarkan prosedur tender yang digunakan untuk memenuhi permintaan dari pihak pembeli

    Penjualan secara konsinyasi Penjualan secara konsinyasi yaitu melakukan penjualan dengan menitipkan barang yang akan dijual kepada pihak pembeli yang juga berperan sebagai penjual

    Penjualan secara ekspor Penjualan secara ekspor merupakan penjualan yang dilakukan dengan pihak luar negeri yang mengimpor barang dengan menggunakan alat bantu pembayaran berupa Letter Of Credit (L/C)

    Penjualan melalui grosir Penjualan melalui grosir dilakukan dimana penjual tidak langsung menjual barang dagangannya ke pembeli tetapi dengan menggunakan pihak atau pedagang perantara

    Grosir berfungsi menjadi perantara antara pihak atau pedagang perantara

    Grosir berfungsi menjadi perantara antara pabrik atau importer dengan pedagang atau toko eceran

    Berdasarkan uraian mengenai klasifikasian transaksi penjualan berdasarkan cara pelaksanaannya, dapat diketahui bagaimana sistem yang digunakan perusahaan dengan mengetahui klasifikasi transaksi penjualan perusahaan tersebut Fungsi Yang Terkait Dengan Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Secara Kredit Didalam menjalankan suatu aktivitasnya, sistem informasi akuntansi penjualan secara kredit harus melibatkan beberapa unit organisasi yang saling berhubungan dan saling mendukung satu sama lainnya

    Mulyadi (2008:211) menjelaskan fungsi yang terkait dalam sistem penjualan kredit adalah :

    Fungsi Penjualan b

    Fungsi Kredit c

    Fungsi Gudang d

    Fungsi Pengiriman e

    Fungsi Penagihan f

    Fungsi Akuntansi Adapun penjelasan mengenai fungsi yang terkait dalam sistem penjualan kredit tersebut adalah sebagai berikut : a

    Fungsi Penjualan Dalam transaksi penjualan kredit, fungsi ini bertanggung jawab untuk menerima surat order dari pembeli, mengedit order dari pelanggan untuk menambahkan informasi yang belum ada pada surat order tersebut (seperti spesifikasi barang dan rute pengiriman), meminta otorisasi kredit, menentukan tanggal pengiriman dan dari gudang mana akan dikirim, dan mengisi surat order pengiriman

    Fungsi ini juga bertanggung jawab untuk membuat back order pada saat diketahui tidak tersedianya persediaan untuk memnuhi order dari pelanggan

    Fungsi Kredit Fungsi ini berada dibawah fungsi keuangan yang dalam transaksi penjualan kredit, bertanggung jawab untuk meneliti status kredit pelanggan dan memberikan otorisasi pemberian kredit kepada pelanggan

    Karena hampir semua penjualan dalam perusahaan manufaktur merupakan penjualan kredit, maka sebelum order dari pelanggan dipenuhi, harus lebih dahulu diperoleh otorisasi penjualan kredit dari fungsi kredit

    Jika penolakan pemberian kredit
  • 33 seringkali terjadi, pengecekan status kredit perlu dilakukan sebelum fungsi penjualan mengisi surat order penjualan
  • Untuk mempercepat pelayanan kepada pelanggan, surat order pengiriman dikirim langsung ke fungsi pengiriman sebelum fungsi penjualan memperoleh otorisasi kredit dari fungsi kredit

    Namun, tembusan kredit harus dikirimkan ke fungsi kredit untuk mendapatkan persetujuan kredit dari fungsi tersebut

    Dalam hal otorisasi kredit tidak dapat diberikan, fungsi penjualan memberitahu fungsi pengiriman untuk membatalkan pengiriman barang kepada pelanggan

    Fungsi Gudang Dalam transaksi penjualan kredit, fungsi ini bertanggung jawab untuk menyimpan barang dan menyiapkan barang yang dipesan oleh pelanggan, serta menyerahkan barang ke fungsi pengiriman

    Fungsi Pengiriman Dalam transaksi penjualan kredit, fungsi ini bertanggung jawab untuk menyerahkan barang atas dasar surat order pengiriman yang diterimanya dari fungsi penjualan

    Fungsi ini bertanggung jawab untuk menjamin bahwa tidak ada barang yang keluar dari perusahaan tanpa otorisasi yang berwenang

    Otorisasi ini dapat berupa surat order pengiriman yang telah ditandatangani oleh fungsi penjualan, memo debit yang ditandatangani oleh fungsi penjualan, memo debit yang ditandatangani oleh fungsi pembelian untuk barang yang dikirimkan kembali kepada pemasok(retur pembelian), surat perintah kerja

  • 34 dari fungsi produksi mengenai penjualan/pembuangan aktiva tetap yang sudah tidak dipakai lagi
  • Fungi Penagihan Dalam transaksi penjualan kredit, fungsi ini bertanggung jawab untuk membuat dan mengirimkan faktur penjualan kepada pelanggan, serta menyediakan copy faktur bagi kepentingan pencatatan transaksi penjualan oleh fungsi akuntansi

    Fungsi Akuntansi Dalam transaksi penjualan kredit, fungsi ini bertanggung jawab untuk mencatat piutang yang timbul dari transaksi penjualan kredit dan membuat serta mengirimkan pernyataan piutang kepada para debitur, serta membuat laporan penjualan

    Di samping itu, fungsi ini juga bertanggung jawab untuk mencatat harga pokok persediaan yang dijual kedalam kartu persediaan Dokumen yang Digunakan Dalam sistem informasi akuntansi penjualan tentu tidak dapat terlepas dari dokumen-dokumen yang digunakan dalam sistem informasi akuntansi penjualan

    Dokumen-dokumen yang digunakan dalam sistem informasi akuntansi penjualan kredit menurut Mulyadi (2008: 214) : a

    Surat order pengiriman dan tembusannya b

    Faktur dan tembusannya c

    Rekapitulasi harga pokok penjualan d

    Bukti memorial

  • 35 Adapun penjelasan mengenai dokumen-dokumen tersebut adalah sebagai berikut : a
  • Surat order pengiriman dan tembusannya

    Surat order pengiriman merupakan dokumen pokok untuk memproses penjualan kredit kepada pelanggan

    Berbagai tembusan surat order pengiriman terdiri dari : 1) Surat Order Pengiriman Dokumen ini merupakan lembar pertama surat order pengiriman yang memberikan otorisasi kepada fungsi pengiriman untuk mengirimkan jenis barang dengan jumlah dan spesifikasi seperti yang tertera diatas dokumen tersebut

    Surat muat ini biasanya dibuat 3 lembar, 2 lembar untuk perusahaan angkutan umum, dan 1 lembar disimpan sementara oleh fungsi

  • 36 pengiriman setelag ditandatangani oleh wakil perusahaan angkutan umum tersebut
  • 5) Slip Pembungkus (Packing Slip) Dokumen ditempelkan pada pembungkus barang untuk memudahkan fungsi penerimaan di perusahaan pelanggan dalam mengidentifikasi barang-barang yang diterimanya
  • 6) Tembusan Gudang (Warehouse Copy) Merupakan tembusan surat order pengiriman yang dikirim ke fungsi gudang untuk menyiapkan jenis barang dengan jumlah seperti yang tercantum didalamnya, agar menyerahkan barang tersebut ke fungsi pengiriman, dan untuk mencatat barang yang dijual dalam kartu gudang
  • 7) Arsip Pengendalian Pengiriman (Sales Order Follow-up Copy) Merupakan tembusan surat order pengiriman yang diarsipkan oleh fungsi penjualan menurut tanggal pengiriman yang dijanjikan
  • Jika fungsi penjualan telah menerima tembusan surat order pengiriman dari fungsi pengiriman yang merupakan bukti telah dilaksanakan pengiriman barang, arsip pengendalian ini kemudia diambil dan dipindahkan ke arsip order pengiriman yang telah dipenuhi

    Arsip pengendalian pengiriman merupakan sumber informasi untuk membuat laporan mengenai pesanan pelanggan yang belum dipenuhi (order backlogs)

    Faktur dan Tembusannya Merupakan dokumen yang dipakai sebagai dasar untuk mencatat timbulnya piutang

    Berbagai tembusan surat order pengiriman terdiri dari: 1) Faktur Penjualan (Customer s'Copies) Dokumen ini merupakan lembar pertama yang dikirim oleh fungsi penagihan kepada pelanggan

    Jumlah lembar faktur penjualan yang dikirim kepada pelanggan adalah tergantung dari pelanggan

    Rekapitulasi harga pokok penjualan merupakan dokumen pendukung yang digunakan untuk menghitung total harga pokok produk yang dijual selama periode akuntansi tertentu

    Data yang dicantumkan dalam rekapitulasi harga pokok penjualan berasal dari kartu persediaan

    Secara periodik harga pokok produk yang dijual selama jangka waktu tertentu dihitung dalam rekapitulasi harga pokok penjualan dan kemudian dibuatkan dokumen sumber berupa bukti memorial untuk mencatat harga pokok produk yang dijual dalam periode akuntansi tertentu

    Bukti memorial merupakan dokumen sumber untuk dasar pencatatan ke dalam jurnal umum

    Dalam sistem penjualan kredit, bukti memorial meupakan dokumen sumber untuk mencatat harga pokok produk yang dijual dalam periode akuntansi tertentu

    Selain itu dapat memperkecil tindak penyelewenganpenyelewengan yang mungkin terjadi Catatan Akuntansi yang Digunakan Catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem informasi akuntansi penjualan kredit menurut Mulyadi (2008:218) adalah sebagai berikut : a

    Jurnal Penjualan b

    Kartu Piutang c

    Kartu Persediaan d

    Kartu Gudang e

    Jurnal Umum Adapun penjelasan mengenai catatan-catatan tersebut adalah sebagai berikut : a

    Jurnal Penjualan Catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat transaksi penjualan, baik secara tunai maupun kredit

    Jika perusahaan menjual beberapa macam produk dan manajemen memerlukan informasi penjualan menurut jenis produk, dalam jurnal penjualan dapat disediakan kolom-kolom untuk mencatat penjualan menurut jenis produk tersebut

    Kartu Piutang Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi rincian mutasi piutang perusahaan kepada tiap-tiap debiturnya

    Kartu Persediaan Catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi rincian mutasi setiap jenis persediaan

    Kartu Gudang Catatan akuntansi ini diselenggarakan oleh fungsi gudang untuk mencatat mutasi dan persediaan fisik barang yang di simpan di gudang

    Jurnal Umum Catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat harga pokok produk yang dijual selama periode akuntansi tertentu

    Dengan melihat uraian di atas dapat diketahui bahwa catatan-catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem informasi akuntansi penjualan tersebut memiliki fungsi yang berbeda, tetapi semuanya saling berhubungan dan mendukung kelancaran transaksi penjualan

    Dan dengan adanya catatan akuntansi tersebut dapat memudahkan pencatatan akuntansi serta dapat menghindari adanya penyelewenganpenyelewengan yang mungkin terjadi Jaringan Prosedur Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Pada dasarnya setiap perusahaan memiliki prosedur sistem informasi akuntansi penjualan yang berbeda, tergantung jenis perusahaan tersebut

    Tetapi, pada umumnya prosedur yang digunakan perusahaan adalah sama

    Adapun jaringan

  • 41 prosedur sistem informasi akuntansi penjualan yang dikemukakan oleh Mulyadi (2008:219) : a
  • Prosedur Order Penjualan b

    Prosedur Persetujuan Kredit c

    Prosedur Pengiriman d

    Prosedur Penagihan e

    Prosedur Pencatatan Piutang f

    Prosedur Distribusi Penjualan g

    Prosedur Pencatatan Harga Pokok Penjualan Adapun penjelasan mengenai prosedur-prosedur tersebut adalah sebagai berikut : a

    Prosedur Order Penjualaan Dalam prosedur ini, fungsi penjualan menerima order dari pembeli dan menambahkan informasi penting pada surat order dari pembeli

    Fungsi penjualan kemudian membuat surat order pengiriman dan mengirimkannya kepada berbagai fungsi yang lain untuk memungkinkan fungsi tersebut memberikan kontribusi dalam melayani order dari pembeli

    Prosedur Persetujuan Kredit Dalam prosedur ini, fungsi penjualan meminta persetujan penjualan kredit kepada pembeli tertentu dari fungsi kredit

    Prosedur Pengiriman Dalam prosedur ini, fungsi pengiriman mengirmkan barang kepada pembeli sesuai dengan informasi yang tercantum dalam surat order pengiriman yang diterima dari fungsi pengiriman

    Prosedur Penagihan
  • 42 Dalam prosedur ini fungsi penagihan membuat faktur penjualan dan mengirimkannya kepada pembeli
  • Dalam metode tertantu faktur penjualan dibuat oleh fungsi penjualan sebagai tembusan pada waktu bagian ini membuat surat order pengiriman

    Prosedur Pencatatan Piutang Dalam prosedur ini, fungsi akuntansi mencatat tembusan faktur penjualan ke dalam kartu piutang atau dalam metode pencatatan tertentu mengarsipkan dokumen tembusan menurut abjad yang berfungsi sebagai catatan piutang

    Prosedur Distribusi Penjualan Dalam prosedur ini, fungsi akuntansi mendistribusikan data penjualan menurut informasi yang diperlukan oleh manajemen

    Prosedur Pencatatan Harga Pokok Penjualan Dalam prosedur ini, fungsi akuntansi mencatat secara periodic total harga pokok produk yang dijual dalam periode akuntansi tertentu

    • 3 Pengendalian Internal Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit Dalam penerapan suatu sistem di suatu perusahaan sangatlah tergantung pada kualitas pengendalian internal sistem tersebut

    Pengendalian internal dalam sistem penjualan berupa otorisasi transakasi, pengamanan terhadap aktiva dan catatan, pemisahan fungsi atau tugas dan penggunaan dokumen dan catatan yang memadai

    Unsur Pengendalian Internal dalam Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit Seperti sistem lain, pengendalian internal sistem penjualan kredit memiliki elemen-elemen yang mendukung tercapainya tujuan sistem tersebut

    Menurut Mulyadi (2008:220) 1

    Organisasi 2

    Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan 3

    Praktik yang sehat Adapun penjelasan mengenai elemen-elemen pengendalian internal sistem penjualan kredit tersebut adalah sebagai berikut : 1

    Organisasi a

    Fungsi penjualan harus terpisah dari fungsi kredit

    Fungsi akuntansi harus terpisah dari fungsi penjualan dan fungsi kredit

    Fungsi akuntansi harus terpisah dari fungsi kas

    Transaksi penjualan kredit harus dilaksanakan oleh fungsi penjualan

    Fungsi kredit, fungsi pengiriman, fungsi penagihan, dan fungsi akuntansi

    tidak ada transaksi penjualan kredit yang dilaksanakan secara lengkap hanya oleh satu fungsi tersebut

    Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan a

    Penerimaan order dari pembeli diotorisasi oleh fungsi penjualan dengan menggunakan formulir surat order pengiriman

    Persetujuan pemberi kredit diberikan oleh fungsi kredit dengan membubuhkan tanda tangan pada credit copy (yang merupakan tembusan surat order pengiriman)

    Pengiriman barang kepada langganan diotorisasi oleh fungsi pengiriman dengan cara menandatangani dan membubuhkan cap sudah dikirim pada copy surat order pengiriman

    Penetapan harga jual, syarat penjualan, syarat pengangkutan barang, dan potongan penjualan berada di tangan direktur pemasaran dengan penerbitan surat keputusan mengenai hal tersebut

    Terjadinya piutang diotorisasi oleh fungsi penagihan dengan membubuhkan tanda tangan pada faktur penjualan

    Pencatatan kedalam kartu piutang ke dalam jurnal penjualan, jurnal penerimaan kas, dan jurnal umum diotorisasi oleh fungsi akuntansi dengan cara memberikan tanda tangan pada dokumen sumber (faktur penjualan, buku kas masuk, dan memo kredit)

    Pencatatan terjadinya piutang didasarkan pada faktur penjualan yang didukung dengan surat order pengiriman dan surat muat

    Praktik yang Sehat a

    Surat order pengiriman bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggungjawabkan oleh fungsi penjualan

    Faktur penjualan bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggungjawabkan oleh fungsi penagihan

    Secara periodik fungsi akuntansi mengirim pernyataan piutang (account receivable statement) kepada setiap debitur untuk menguji ketelitian catatan piutang yang diselenggarakan oleh fungsi tertentu

    Secara periodik diadakan rekonsiliasi kartu piutang dengan rekening control piutang dalam buku besar

    (2005:301) Control matrix adalah alat yang di desain untuk membantu dalam menganalisa hubungan sistem flowchart yang ada dan bentuk narasinya

    Langkah-langkah dalam menyiapkan control matrix menurut Gelinas et al

    Specifying control goals Review flowchart yang ada dan bentuk deskripsi narasinya agar semakin mengerti tentang sistemnya

    Identifikasi proses bisnis, sumber daya yang relevan, inputnya, penyimpangannya (jika ada), master data yang akan diupdate

    Specifying control goals dapat dibagi menjadi tiga, yaitu : a

    Identify operations process goals : Effectiveness goals Efficiency goals Security goals

    Identify information process goals : Input goals (input validity, completeness, dan accuracy) Update goals (Update completeness, dan accuracy) 2

    Recommending control plans Daftar rekomendasi rencana pengendalian yang sesuai dengan proses yang sedang dianalisa

    Daftar harus terhubung antara operations process dengan information processing methods

    Annotating Present control plans Dengan meletakkan P-1, P-2, sampai dengan P-n selain penginputan manual, simbol manual, dan komputerise proses

    Dimulai dari kolom kiri atas dari flowchart dan ikuti proses logic sekuensial dari flowchart

    Evaluating Present control plans Dengan memberikan nomor dan nama rencana di control matrix dan menjelaskan nature dan extent dari rencana pengendalian dalam matrix

    Identify and evaluate missing control plans 1

    Examining the control matrix Analisa control matrix dan lihat apabila ada control goals yang tidak terdapat dalam rencana pengendalian sekarang

    Evaluating the systems flowchart Analisa sistem flowchart agar dapat menambahkan pengendalian lain atau kekuatan untuk pengendalian