PDF pengertian biaya,pengertian biaya produksi -BAB II TINJAUAN PUSTAKA 21 Landasan Teori 211 Konsep - BAB II TELAAH PUSTAKA. (cost) dapat dipisahkan menjadi aktiva atau assets dan biaya. Biaya dianggap
Wait Loading...


PDF :1 PDF :2 PDF :3 PDF :4 PDF :5 PDF :6 PDF :7


Like and share and download

BAB II TELAAH PUSTAKA. (cost) dapat dipisahkan menjadi aktiva atau assets dan biaya. Biaya dianggap

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 21 Landasan Teori 211 Konsep

8 BAB II TELAAH PUSTAKA 2.1 Pengertian Biaya Biaya dapat dipandang sebagai suatu nilai tukar yang dikeluarkan atau suatu pengorbanan sumber daya yang dilakukan untuk mendapatkan manfaat di masa datang.

8 BAB II TELAAH PUSTAKA 2.1 Pengertian Biaya Biaya dapat dipandang sebagai suatu nilai tukar yang dikeluarkan atau suatu pengorbanan sumber daya yang dilakukan untuk mendapatkan manfaat di masa datang. PDF BAB II TELAAH PUSTAKA 2 1 Pengertian Biaya Biaya dapat repository uin suska ac id 4057 3 BAB 20II pdf PDF BAB II TELAAH PUSTAKA 2 1 Pengertian Akuntansi Biaya repository uin suska ac id 4195 3 BAB 20II pdf PDF BAB II

Related PDF

BAB II TELAAH PUSTAKA 21 Pengertian Biaya Biaya dapat

[PDF] BAB II TELAAH PUSTAKA 2 1 Pengertian Biaya Biaya dapat repository uin suska ac id 4057 3 BAB 20II pdf
PDF

BAB II TELAAH PUSTAKA 21 Pengertian Akuntansi Biaya

[PDF] BAB II TELAAH PUSTAKA 2 1 Pengertian Akuntansi Biaya repository uin suska ac id 4195 3 BAB 20II pdf
PDF

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 21 Pengertian Biaya dan Beban Istilah

[PDF] BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2 1 Pengertian Biaya dan Beban Istilah eprints polsri ac id 4282 3 BAB 20II pdf
PDF

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A Tinjauan Penelitian - Eprints UMM

[PDF] BAB II TINJAUAN PUSTAKA A Tinjauan Penelitian Eprints UMMeprints umm ac id 38974 3 BAB 20II pdf
PDF

7 II TINJAUAN PUSTAKA 21 Konsep Biaya 211 Pengertian Biaya

[PDF] 7 II TINJAUAN PUSTAKA 2 1 Konsep Biaya 2 1 1 Pengertian Biaya repository ipb ac id BAB 20II 20Tinjauan 20Pustaka pdf
PDF

BAB II TELAAH PUSTAKA A Konsep Biaya Pengertian pembiayaan

[PDF] BAB II TELAAH PUSTAKA A Konsep Biaya Pengertian pembiayaan idr uin antasari ac id 31 13 bab2 pdf
PDF

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 21 Landasan Teori 211 Konsep

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2 1 Landasan Teori 2 1 1 Konsep Biaya Biaya dapat dikatakan Biaya langsung (direct cost) adalah biaya yang dapat dengan
PDF

DESKRIPTIF STATISTIK GURU PAIS

BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN A Deskripsi Hasil

DESKRIPTIF STATISTIK GURU PAIS 148 Statistik Pendidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Deskriptif Statistik Guru PAIS A. Tempat Mengajar Pendataan Guru PAIS Tahun 2008 mencakup 33 propinsi. Jumlah

Statistik deskriptif ini digunakan sebagai dasar untuk menguraikan kecenderungan Tabel 4 4 Deskripsi Sertifikasi guru Pendidikan Agama Islam ( PAI) No A Deskripsi Data Statistik deskriptif ini digunakan sebagai dasar untuk menguraikan kinerja guru, motivasi belajar, serta prestasi belajar PAI siswa

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan yang sangat pesat di bidang teknologi dan informasi membawa dampak yang sangat kuat dalam dunia usaha, hal tersebut menyebabkan persaingan antar

BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia usaha begitu cepat sehingga membawa dampak yang kuat terhadap situasi? juga membawa dampak pada kinerja pasar modal Turunnya nilai tukar mata uang lokal ini menyebabkan terjadinya ketimpangan bagi struktur ekonomi yang ? Globalisasi dan modernisasi

WALIKOTA PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 12 TAHUN 2015 TENTANG BACA TULIS AL QUR AN BAGI PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR / MADRASAH IBTIDAIYAH, SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

WALIKOTA PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 3 TAHUN 2017 TENTANG LAMBANG? Menimbang a bahwa guna memberikan pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan pendapatan asli daerah dan dalam rangka memberikan landasan ? b Peraturan Walikota Pekalongan Nomor 26 Tahun 2016

BAB IV LANGKAH-LANGKAH TEROBOSAN PENDIDIKAN TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH DASAR BAB IV LANGKAH-LANGKAH TEROBOSAN PENDIDIKAN TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH DASAR 41 LANGKAH-LANGKAH TEROBOSAN PENDIDIKAN TAMAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A Langkah langkah Penelitian Langkah langkah penelitian pada hakikatnya merupakan suatu persiapan? 74 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A Langkah Langkah Penelitian dan Pengembangan 1 Tahap Define (Pendefinisian) Tujuan pada tahap ini

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG

Perda No 4 tahun 2011 tentang RPJMD Kabupaten Serang Tahun

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR : 738 TAHUN : 2006 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN DI KABUPATEN SERANG Menimbang : DENGAN

PDF lembaran daerah kabupaten serang nomor 13 tahun 2017 jdih serangkab go id downlot php?id download=474&file pdf PDF LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 14 TAHUN jdih serangkab go id downlot php?id download=475&file pdf PDF lembaran daerah kabupaten serang Ditjen PPditjenpp kemenkumham go

SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 119 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN JARAK JAUH PADA JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN

Menimbang a bahwa Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman? 15 Jun 2017 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2017 TENTANG HARI SEKOLAH Menimbang

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

BERITA DAERAH KOTA BEKASI - pengaduanbekasikotagoid

BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 13.A 2013 SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 13.A TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENETAPAN KATEGORI SEKOLAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BEKASI, Menimbang

jdih bekasikota go id jdih web uploads BD Perwal (1) Pembiayaan Masjid Agung Al Barkah Kota Bekasi bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Bekasi melalui alokasi anggaran Belanja Langsung serta sumber lain yang halal dan tidak mengikat (2) Sumber lain yang halal dan tidak mengikat sebagaimana dimaksud

BUPATI KUDUS PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 30 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN DI KABUPATEN KUDUS BUPATI KUDUS, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan pelayanan dasar pendidikan

PDF bupati kudus peraturan bupati kudus nomor 20 tahun 2015 tentang kuduskab go id arsip pdf renjapemkab2016 pdf PDF bupati kudus peraturan bupati kudus nomor 8 tahun 2014 tentang kuduskab go id arsip pdf rkpd2015 pdf PDF bupati kudus peraturan

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 25 TAHUN 2011 TENTANG

bupati kotawaringin barat - Repository UT - Universitas Terbuka

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 25 TAHUN 2011 TENTANG STANDAR UPAH PEKERJA HARIAN / TENAGA KONTRAK DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT DENGAN RAHMAT

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT, Menimbang a bahwa dalam rangka rnemenuhi ketentuan Pasal 20 ayat (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12? PERUBAHAN ATAS PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 43 TAHUN 2018 TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 2019 PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT

Home back 130131132133134135 Next

Pengorbanan tersebut dapat berupa uang atau materi lainnya yang setara nilainya kalau diukur dengan uang

Dalam pengertian lebih jauh lagi, biaya (cost) dapat dipisahkan menjadi aktiva atau assets dan biaya

Biaya dianggap sebagai Assets apabila biaya tersebut belum digunakan untuk menghasilkan produk atau jasa atau belum habis digunakan, sedangkan biaya dianggap sebagai Expenses jika biaya tersebut habis digunakan untuk operasional yang menghasilkan pendapatan dalam suatu periode akuntansi

Biaya sebagai assets dicantumkan dalam neraca, sedangkan biaya sebagai expenses dicantumkan dalam laporan laba-rugi

Pengertian biaya telah mengalami perkembangan, sekarang biaya ditentukan oleh nilai yang dikorbankan untuk mencapai sasaran sedangkan sebelumna biaya diartikan sebagai seluruh pengeluaran yang dikeluarkan oleh perusahaan

Istilah biaya mempunyai arti yang sangat luas, karna adanya perbedaan tujuan biaya maka pengertian biaya juga berbeda pula

Adapun pengertian biaya yang didefenisikan oleh Hansen et al (2013:47) adalah kas atau nilai setara kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan dapat memberi manfaat saat ini atau dimasa yang akan datang bagi organisasi

Suatu biaya diukur dengan jumlah uang yang harus dibayarkan dalam rangka mendapatkan barang atau jasa

Menurut Carter et al (2004 : 29) biaya merupakan suatu nilai tukar prasyarat atau pengorbanan yang dilakukan guna memperoleh manfaat

Pengorbanan yang dimaksudkan dapat berupa pengeluaran kas maupun modal

Biaya menurut Bustami et al (2009 : 7 ) yaitu pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu

Biaya ini belum habis masa pakainya, dan digolongkan sebagai aktiva yang dimasukkan dalam neraca

Istilah biaya dalam akuntansi, didefinisikan sebagai pengorbanan yang dilakukan untuk mendapatkan barang atau jasa, pengorbanan mungkin diukur dalam kas, aktiva yang ditransfer, jasa yang diberikan dan lain-lain, hal ini diperkuat oleh pendapat Witjaksono (2006:6) bahwa: Biaya adalah suatu pengorbanan sumber daya untuk mencapai suatu tujuan tertentu

Berdasarkan definisi-definisi di atas tentang biaya maka digunakan akumulasi data biaya untuk keperluan penilaian persediaan dan untuk penyusunan laporan-laporan keuangan di mana data biaya jenis ini bersumber pada buku-buku dan catatan perusahaan

Tetapi, untuk keperluan perencanaan analisis dan pengambilan keputusan, sering harus berhadapan dengan masa depan dan berusaha menghitung biaya terselubung (imputed cost), biaya deferensial, biaya kesempatan (opportunity cost) yang harus didasarkan pada sesuatu yang lain dari biaya masa lampau

Namun dalam akuntansi dibedakan antara pengertian biaya dan beban

Setiap beban adalah biaya, tapi tidak setiap biaya adalah beban

Definisi beban menurut Bustami et al (2009:8) adalah biaya yang telah memberikan manfaat dan sekarang telah habis

Biaya yang belum dinikmati yang dapat memberikan manfaat dimasa akan datang dikelompokkan sebagai harta

Biaya ini dimasukkan kedalam Laporan Laba-Rugi, sebagai pengurangan dari pendapatan

Carter et al (2006:30) mendefinisikan beban sebagai, aliran keluar terukur dari barang atau jasa, yang kemudian ditandingkan dengan pendapatan untuk menentukan laba

Dari uraian diatas tampak perbedaan antara biaya dan beban

Biaya (cost) ditunjukkan untuk memperoleh barang dan jasa, serta masih memberikan manfaat diwaktu mendatang dan merupakan asset dalam neraca

Sedangkan beban (expense) adalah biaya yang telah habis manfaatnya dan akan dimasukkan sebagai beban kedalam perhitunga Laba-Rugi serta bertujuan untuk peenciptaan pendanaan

Dari uraian diatas maka ada 3 unsur pokok dalam biaya, yaitu 1

Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi 2

Biaya diukur dengan satuan uang 3

Pengorbanan untuk tujuan tertentu

Penggolongan Biaya Menurut Mulyadi (2009:13), biaya dapat digolongkan sebagai berikut: 1

Penggolongan Biaya Menurut Obyek Pengeluaran Penggolongan biaya ini merupakan penggolongan yang paling sederhana, yaitu berdasarkan penjelasan singkat mengenai suatu objek pengeluaran

Misalnya semua pengeluaran yang berhubungan dengan bahan bakar disebut biaya bahan bakar

Biasanya penggolongan biaya berdasarkan obyek pengeluaran bermanfaat untuk perencanaan perusahaan secara menyeluruh dan pada umumnya untuk kepentingan penyajian laporan kepada pihak luar

Penggolongan Biaya Menurut Fungsi Pokok dalam perusahaan Menurut Fungsi Pokok dalam Perusahaan, biaya dapat digolongkan menjadi 3 kelompok, yaitu: 1) Biaya Produksi, yaitu semua biaya yang berhubungan dengan fungsi produksi atau kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk selesai

Biaya produksi dapat digolongkan ke dalam biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik

Penggolongan Biaya Menurut Hubungan Biaya dengan Sesuatu yang Dibiayai Jika perusahaan mengolah bahan baku menjadi produk jadi maka sesuatu yang dibiayai adalah berupa produk

Sedangkan jika perusahaan menghasilkan jasa, maka sesuatu yang dibiayai adalah berupa penyerahan jasa tersebut

Ada dua golongan dalam hubungannya dengan sesuatu yang dibiayai, yaitu: 1) Biaya Langsung (direct cost), merupakan biaya yang terjadi dimana penyebab satu-satunya adalah karena ada sesuatu yang harus dibiayai

Dalam kaitannya dengan produk, biaya langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung

Biaya langsung akan mudah diidentifikasikan dengan sesuatu yang dibiayai

Biaya ini tidak mudah diidentifikasikan dengan produk tertentu

Penggolongan Biaya Menurut Perilaku dalam Hubungannya dengan Perubahan Volume Kegiatan Dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, biaya dapat digolongkan menjadi: 1) Biaya Tetap ( fixed), yaitu biaya yang jumlahnya tetap konstan tidak dipengaruhi perubahan volume kegiatan atau aktivitas sampai tingkat kegiatan tertentu

Contohnya gaji direktur produksi

Contohnya biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung

Biaya semi variabel mengandung unsur biaya tetap dan biaya variabel

Contohnya biaya listrik yang digunakan

Penggolongan Biaya Menurut Jangka Waktu Berdasarkan jangka waktu manfaatnya, biaya dibagi menjadi dua yaitu

Biaya pokok ini terdiri dari bermacam-macam unsur biaya

Istilah harga pokok tidak dapat dipisahkan dari persoalan yang menyangkut biaya

Dengan perkataan lain, biaya

  • 14 adalah unsur yang menentukan harga pokok suatu produk Dengan demikian harga pokok merupakan biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk memproduksi suatu barang atau jasa
  • Perlu diketahui bahwa biaya penjualan dan biaya administrasi umum tidak termasuk harga pokok produksi

    Biaya merupakan bagian dari pada harga pokok produksi yang dikorbankan dalam usaha untuk memperoleh penghasilan, sedangkan harga pokok dapat pula disebut dengan bagian dari pada harga pokok perolehan atau harga beli aktiva yang ditunda pembebannya

    Sehingga dapat dikatakan bahwa biaya produksi adalah biaya yang terjadi dalam hubungannya dengan proses pengolahan bahan baku menjadi produk jadi

    Biaya produksi dapat dibagi menjadi tiga elemen yaitu bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik

    Harga pokok produk merupakan elemen penting untuk menilai keberhasilan dari perusahaan dagang dan manufaktur

    Harga pokok produk mempunyai kaitan erat dengan indikator-indikator tentang sukses perusahaan, seperti misalnya laba kotor penjualan dan laba bersih

    Tergantung pada rasio antara harga jual dan harga produknya

    Perubahan pada harga pokok produk yang relatif kecil biasa jadi berdampak signifikan pada indikator keberhasilannya

    informasi biaya bermanfaat untuk menentukan harga pokok-pokok yang dihasilkan oleh organisasi (perusahaan)

    Harga pokok produk merupakan akumulasi dari biaya-biaya yang dibebankan pada produk yang dihasilkan oleh perusahaan

    Dalam penentuan harga pokok produk, akuntansi biaya merupakan bagian dari akuntansi keuangan

    Penentuan harga pokok produk digunakan untuk menghitung laba atau rugi perusahaan yang akan dilaporkan

  • 15 kepada pihak eksternal perusahaan
  • Informasi mengenai harga pokok produk menjadi dasar bagi manajemen dalam pengambilan keputusan harga jual produk yang bersangkutan

    Harga pokok produksi (cost of goods manufactured) menurut Hansen et al (2006:45) adalah total harga pokok produk yang diselesaikan selama periode berjalan

    Sedangkan menurut Kuswadi (2005:57), harga pokok produksi adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi suatu barang atau jasa selama periode yang bersangkutan

    Dalam perusahaan manufaktur, semua biaya produksi yang terjadi pada periode akuntansi tertentu akan menjadi harga pokok produksi

    Harga pokok produksi akan tetap melekat pada persediaan sebelum produk dijual

    Apabila produk tersebut dijual, maka harga pokok yang melekat pada persediaan akan berubah menjadi biaya yang biasa disebut dengan harga pokok penjualan dan pada akhirnya akan dipertemukan dengan hasil penjualan untuk mencari laba rugi

    Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa harga pokok produksi adalah semua biaya-biaya (meliputi biaya bahan langsung, tenaga kerja langsung dan biaya overhead) yang dikorbankan sehingga barang yang diproduksi siap untuk dijual dengan memperhitungkan saldo awal dan saldo akhir barang yang sedang dalam pengelolaan

    Manfaat dilakukannya perhitungan harga pokok produksi menurut Mulyadi (2009 : 39) adalah: 1

    Menentukan harga jual yang akan dibebankan kepada pemesan 2

    Mempertimbangkan penerimaan dan penolakan pesanan

    Memantau realisasi biaya produksi 4

    Menghitung laba atau rugi tiap pesanan 5

    Menentukan harga pokok persediaan produk jadi produk dalam proses yang disajikan dalam neraca

    Unsur-unsur biaya dalam laporan harga pokok produksi biasanya terbagi menjadi tiga kelompok besar biaya yaitu biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik

    Biaya Bahan Baku Langsung Bahan baku merupakan bahan yang membentuk bagian menyeluruh produk jadi

    Di dalam memperoleh bahan baku, perusahaan tidak hanya mengeluarkan biaya sejumlah harga beli saja, tetapi juga mengeluarkan biayabiaya pembelian, pergudangan, dan biaya perolehan lainnya

    Harga bahan baku terdiri dari harga beli (harga yang tercantum dalam faktur pembelian) ditambah dengan biaya-biaya pembelian dan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menyiapkan bahan baku terebut dalam keadaan siap diolah

    Biaya bahan baku langsung adalah semua biaya bahan yang membentuk bagian integral dari barang jadi dan yang dapat dimasukkan langsung dalam kalkulasi biaya produk

    Contoh bahan baku langsung adalah bahan baku kapas untuk industri benang karena biaya bahan baku biasanya mudah ditelusuri pada produk

    Pertimbangan utama dalam mengelompokkan bahan ke dalam bahan baku langsung adalah kemudahan penelusuran proses pengubahan bahan tersebut sampai menjadi barang jadi

    Jadi biaya bahan baku langsung adalah biaya dari

  • 17 komponen-komponen fisik produk
  • Biaya bahan baku dapat dibebankan secara langsung kepada produk karena observasi fisik dapat dilakukan untuk mengukur kuantitas yang dikonsumsi oleh setiap produk

    Biaya Tenaga Kerja Langsung Tenaga kerja merupakan usaha fisik atau mental yang dikeluarkan karyawan untuk mengolah produk

    Biaya tenaga kerja adalah harga yang dibebankan untuk penggunaan tenaga kerja manusia tersebut

    Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya tenaga kerja yang berhubungan langsung dengan proses produksi

    Misalnya gaji karyawan pabrik, biaya kesejahteraan karyawan pabrik, upah lembur karyawan pabrik, upah mandor pabrik dan gaji manajer pabrik

    Biaya tenaga kerja langsung adalah karyawan yang dikerahkan untuk mengubah bahan langsung menjadi barang jadi

    Biaya untuk ini meliputi gaji atau upah yang diberikan kepada tenaga kerja yang terlibat langsung dalam pengolahan barang

    Biaya tenaga kerja langsung adalah balas jasa atau pembayaran oleh perusahaan kepada para tenaga kerja yang terlibat langsung dalam kegiatan proses produksi yang didasarkan pada jam kerja atau pada produk yang dihasilkan

    Biaya tenaga kerja langsung merupakan harga yang dibebankan pada tenaga kerja tersebut

    Biaya Overhead Pabrik Biaya overhead pabrik disebut juga biaya produk tidak langsung

    Dalam perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan, biaya overhead pabrik adalah biaya produki selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja

  • 18 langsung
  • Biaya ini timbul karena pemakaian fasilitas untuk mengolah barang berupa mesin, alat-alat, tempat kerja, dan kemudahan lain

    Biaya overhead pabrik mencakup semua biaya pabrikasi kecuali yang dicatat sebagai biaya langsung, yaitu bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung

    Overhead pabrik pada umumnya didefinisikan sebagai bahan tidak langsung, pekerja tidak langsung, dan bahan pabrik lainnya yang tidak secara mudah diidentifikasikan atau dibebankan langsung ke produk

    Adapun pengertian biaya overhead pabrik menurut Bloucher et al (2011:108) adalah semua biaya tidak langsung yang biasanya digabungkan kedalam suatu tempat penampungan biaya yang disebut overhead

    Sedangkan menurut Firdaus et al (2009:42) biaya overhead pabrik adalah semua biaya untuk memproduksi suatu produk selain dari bahan langsung dan tenaga kerja langsung, yaitu bahan tidak langsung, tenaga kerja tidak langsung, dan semua biaya tidak langsung lainnya

    Biaya overhead pabrik adalah salah satu komponen biaya yang akan selalu muncul dalam kegiatan produksi suatu perusahaan

    Hal ini disebabkan memiliki variasi yang banyak dan memiliki jumlah yang cukup besar

    Sehingga biaya overhead pabrik akan berpengaruh terhadap penetapan harga pokok produksi yang berdampak pada keuntungan yang akan diperoleh perusahaan

    Penggolongan biaya overhead pabrik menurut sifatnya a

    Biaya Bahan Penolong Bahan penolong adalah bahan yang tidak menjadi bagian produk jadi atau bahan meskipun menjadi bagian produk jadi tetapi nilainya relatif kecil bila dibandingkan dengan harga pokok produksi tersebut

    Contohnya dalam biaya reparasi dan pemeliharaan berupa biaya suku cadang, biaya bahan habis pakai, dan harga perolehan jasa dari pihak luar perusahaan untuk keperluan perbaikan dan pemeliharaan

    Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung Biaya tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja pabrik yang upahnya tidak dapat diperhitungkan secara langsung kepada produk atau pesanan tertentu

    Biaya tenaga kerja tidak langsung terdiri dari upah, tunjangan, dan biaya kesejahteraan yang dikeluarkan untuk tenaga kerja tidak langsung tersebut

    Tenaga kerja tidak langsung terdiri dari: 1) Karyawan yang bekerja dalam departemen pembantu, seperti departemen-departemen pembangkit tenaga listrik, uap, bengkel dan departemen gudang

    Biaya yang Timbul sebagai Akibat penilaian terhadap Aktiva Tetap Biaya-biaya yang termasuk ke dalam kelompok ini antara lain adalah biaya-biaya depresiasi bangunan pabrik, mesin dan peralatan, alat kerja, dan aktiva tetap lain yang digunakan di pabrik

    Biaya yang Timbul sebagai Akibat Berlalunya Waktu Biaya-biaya yang termasuk dalam kelompok ini antara lain biayabiaya asuransi, gedung, asuransi mesin dan peralatan, asuransi kendaraan, asuransi kecelakaan karyawan, dan biaya amortisasi

    Biaya Overhead Pabrik Lain yang secara langsung Memerlukan Pengeluaran Uang Tunai Biaya overhead pabrik yang termasuk dalam kelompok ini antara lain adalah biaya reparasi yang diserahkan kepada pihak luar perusahaan, biaya listrik PLN, dan sebagainya

    Penggolongan biaya overhead pabrik menurut perilakunya Dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, yang dibagi menjadi tiga golongan yaitu biaya overhead pabrik tetap, variabel, dan semi variabel

    Biaya overhead pabrik variabel adalah biaya overhead pabrik yang berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan

    Biaya overhead pabrik tetap adalah biaya overhead pabrik yang tidak berubah dalam kisar perubahan volume kegiatan tertentu, sedangkan biaya overhead pabrik semi variabel adalah biaya overhead pabrik yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan

    Penggolongan biaya overhead pabrik menurut hubungannya dengan departemen Penggolongan biaya ini dikelompokkan menjadi dua yaitu biaya overhead langsung departemen ( direct departemental overhead expenses) dan biaya overhead tidak langsung departemen ( indirect departemental overhead expenses)

    Biaya overhead pabrik langsung departemen adalah biaya overhead pabrik yang terjadi dalam departemen tertentu dan manfaatnya hanya dinikmati oleh departemen tersebut

    Contoh biaya ini adalah gaji mandor departemen produksi, biaya depresiasi mesin, dan biaya bahan penolong

    Biaya overhead pabrik tidak langsung depatemen adalah biaya overhead pabrik yang manfaatnya dinikmati oleh lebih dari satu departemen

    Contoh biaya overhead pabrik ini adalah biaya depresiasi, pemeliharaan, dan asuransi gedung pabrik (catatan gedung pabrik digunakan oleh beberapa departemen produksi)

    Dalam memilih dasar pembebanan biaya overhead pabrik ada berbagai macam dasar yang dipakai untuk membebankan biaya overhead pabrik kepada produk, diantaranya adalah sebagai berikut a

    Unit produksi

    Biaya bahan baku langsung

    Upah langsung

    Jam tenaga kerja langsung

    Harus diperhatikan jenis biaya overhead pabrik yang dominan jumlahnya dalam departemen produksi

    Harus diperhatikan sifat-sifat biaya overhead pabrik yang dominan tersebut dan erat hubungannya sifat-sifat tersebut dengan dasar pembebanan yang akan dipakai

    Berikut diuraikan beberapa dasar pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk serta rumus untuk masing-masing dasar pembebanan biaya overhead pabrik tersebut diatas

    Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam pengolahan bahan baku menjadi produk, sedangkan biaya

  • 23 nonproduksi merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan nonproduksi, seperti kegiatan pemasaran dan kegiatan administrasi dan umum
  • Biaya produksi membentuk harga pokok produksi yang digunakan untuk menghitung harga pokok produk jadi dan harga pokok produk yang pada akhir periode akuntansi masih dalam proses

    Biaya nonproduksi ditambahkan pada harga pokok produksi untuk menghitung total harga pokok produk

    Pengumpulan harga pokok produksi sangat ditentukan oleh cara produksi

    Secara garis besar pengumpulan harga pokok produksi dapat dibagi menjadi dua macam yaitu produksi atas dasar pesanan dan produksi massa

    Perusahaan yang berproduksi berdasarkan pesanan melaksanakan pengolahan produknya atas dasar pesanan yang diterima dari pihak luar

    Contoh perusahaan yang berproduksi berdasarkan pesanan antara lain adalah perusahaan percetakan, perusahaan mebel dan perusahaan kuningan

    Sedangkan perusahaan yang berproduksi berdasarkan massa melaksanakan pengolahan produksinya untuk memenuhi persediaan di gudang

    Umumnya produknya berupa produk standar

    Contoh perusahaan yang berproduksi massa antara lain adalah perusahaan semen, pupuk makanan ternak, bumbu masak, dan tekstil

    Perusahaan yang berproduksi berdasarkan pesanan, mengumpulkan harga pokok produksinya dengan menggunakan metode harga pokok pesanan (job order cost method)

    Dalam metode ini biaya-biaya produksi dikumpulkan untuk pesanan tertentu dan harga pokok produksinya persatuan produk yang dihasilkan untuk memenuhi pesanan tersebut dihitung dengan cara membagi total biaya produksi untuk pesanan tersebut dengan jumlah satuan produk dalam pesanan yang

  • 24 bersangkutan
  • Dalam perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan, informasi harga pokok produksi per pesanan bermanfaat bagi manajemen untuk menentukan harga jual yang akan dibebankan kepada pemesan

    Menurut Supriyono (2003:56), metode harga pokok pesanan adalah metode pengumpulan harga pokok produk dimana biaya dikumpulkan untuk setiap pesanan atau kontrak atau jasa secara terpisah, dan setiap pesanan atau kontrak dapat dipisahkan identitasnya

    Metode harga pokok proses ( process cost method) diterapkan untuk mengolah informasi biaya produksi dalam perusahaan yang produksinya dilaksanakan secara massa

    Dalam metode ini biaya-biaya produksi dikumpulkan untuk periode tertentu dan harga pokok produksi per satuan produk yang dihasilkan dalam periode tersebut dihitung dengan cara membagi total biaya produksi untuk periode tersebut dengan jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam periode yang bersangkutan

    Metode harga pokok proses berbeda dengan metode harga pokok pesanan dalam hal pengumpulan biaya produksi, perhitungan harga pokok per satuan, klasifikasi biaya produksi, pengelompokan biaya yang dimasukkan dalam unsur biaya overhead pabrik

    25 Tabel 2

    Konsep harga pokok tersebut tidak selalu relevan dengan kebutuhan manajemen

    Berdasarkan kebutuhan manajemen, metode perhitungan harga pokok produksi full costing lebih banyak digunakan untuk memenuhi pihak luar perusahaan

    Oleh karena itu sistematikanya harus disesuaikan dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum untuk menjamin informasi yang tersaji dalam laporan harga pokok produksi

    Perhitungan harga pokok produksi dengan metode variable costing lebih ditujukan untuk memenuhi kepentingan pihak internal manajemen perusahaan

    Sedangkan untuk metode perhitungan harga pokok produksi lainnya yaitu Activity Based Costing System (ABC System) lebih menekankan pada aspek perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusa oleh manajer

    ABC Costing timbul sebagai akibat dari kebutuhan manajemen akan informasi akuntansi yang mampu mencerminkan konsumsi sumber daya dalam berbagai aktivitas untuk

  • 26 menghasilkan produk
  • Oleh karena itu, metode perhitungan harga pokok produksi juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dari manajemen perusahaan itu sendiri

    Menurut Mulyadi (2009:35) pendekatan dalam memperhitungan unsurunsur biaya kedalam harga pokok produksi, yaitu: a

    Full costing b

    Variable Costing c

    Activity based costing A

    Full Costing Menurut Mulyadi (2009:36) defenisi full costing adalah metode penentuan harga pokok produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi kedalam harga pokok produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik, baik yang berprilaku variabel ataupun tetap

    Dengan demikian dapat dikatakan bahwa harga pokok produksi menurut metode full costing terdiri dari unsur biaya produksi sebagai berikut: Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik variabel : xxx : xxx : xxx Biaya overhead pabrik tetap : xxx + Harga pokok produksi : xxx Dalam metode full costing, biaya overhead pabrik, baik yang berperilaku tetap maupun variabel, dibebankan kepada produk yang diproduksi atas dasar tarif

  • 27 yang ditentukan dimuka pada kapasitas normal atau dasar biaya overhead pabrik sesungguhnya
  • Oleh karena itu, biaya overhead pabrik tetap akan melekat pada harga pokok persediaan produk dalam proses dan persediaan produk jadi yang belum laku dijual, dan baru dianggap sebagai biaya (unsur harga pokok penjualan) apabila produk tersebut telah laku terjual

    Karena biaya overhead pabrik dibebankan kepada produk atas dasar tarif yang ditentukan dimuka pada kapasitas normal, jika dalam suatu periode biaya overhead pabrik sesungguhnya berbeda dengan yang dibebankan tersebut, akan terjadi pembebanan overhead lebih (overapplied factory overhead) atau pepmbebanan biaya overhead pabrik kurang (underapplied factory overhead)

    Jika semua produk yang diolah dalam periode tersebut belum laku dijual maka pembebanan biaya overhead pabrik lebih atau krang tersebut digunakan untuk mengurangi atau menambah harga pokok produk yang masih dalam persediaan tersebut

    Namun jika dalam suatu periode akuntansi tidak terjadi pembebanan overhead lebih atau kurang, maka biaya overhead pabrik tetap tidak mempunyai pengaruh terhadap perhitungan laba rugi sebelum produknya laku dijual

    Variable Costing Menurut Mulyadi (2009:122) Variable costing adalah metode penentuan harga pokok produksi yang hanya memperhitungkan dan membebankan biayabiaya produksi yang berprilaku sebagai variabel kedalam harga pokok produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik variabel

    Pengertian langsung dan tidak langsungnya suatu biaya tergantung erat tidaknya hubungan biaya dengan objek penentuan biaya, misalnya

    produk, proses, departemen, dan pusat biaya yang lain

    Dalam hubungannya dengan produk, biaya langsung (direct cost) adalah biaya yang mudah diidentifikasikan (atau diperhitungkan) secara langsung kepada produk

    Apabila pabrik hanya memproduksi satu jenis produk, maka semua biaya produksi adalah biaya langsung dalam hubungannya dengan produk

    Oleh karena itu tidak selalu biaya langsung dalam hubungannya dengan produk merupakan biaya variabel

    Dalam metode variable costing, biaya overhead pabrik tetap diperlakukan sebagai period cost dan bukan sebagai unsur harga pokok produk, sehingga biaya overhead pabrik tetap dibebankan sebagai biaya dalam periode terjadinya

    Dengan demikian biaya overhead pabrik tetap di dalam metode variable costing tidak melekat pada persediaan produk yang belum laku dijual, tetapi langsung dianggap sebagai biaya dalam periode terjadinya

    Activity Based Costing Activity based costing merupakan suatu alternatif sistem yang dapat digunakan dalam upaya mendapatkan harga pokok yang akurat melalui pembebanan biaya overhead pabrik yang lebih teliti

    Menurut Garrison et al (2000:342) activity based costing adalah metode costing yang dirancang untuk menyediakan informasi biaya bagi manajer untuk keputusan strategi dan keputusan lainnya yang mungkin akan mempengaruhi kapasitas dan juga biaya tetap

    Menurut Carter et al (2013:528) activity based costing adalah suatu system perhitungan biaya dimana tempat penampungan biaya overhead yang jumlahnya lebih dari satu dialokasikan menggunakan dasar yang mencakup satu atau lebih faktor yang tidak berkaitan dengan volume

    Dalam activity based costing, ada tingkatan biaya dan pemicu biaya yang digunakan sebagai dasar untuk mengalokasikan biaya overhead pabrik yang disebut pemicu ( driver), diantaranya: a) Pemicu sumber daya adalah dasar yang digunakan untuk mengalokasikan biaya dari sumber daya keberbagai aktivitas berbeda

    b) Pemicu aktivitas adalah suatu dasar yang digunakan untuk mengalokasikan biaya dari suatu aktivitas ke produk, dll

    c) Pemicu tingkat unit adalah ukuran aktivitas yang bervariasi dengan jumlah unit yang diproduksi

    Terdapat perbedaan mendasar antara ABC system dengan akuntansi biaya tradisional, yaitu:

  • 30 a) Dalam sistem biaya tradisional biaya produk ditentukan berdasarkan penggunaan sumber daya, sedangkan dalam ABC system biaya produk ditentukan berdasarkan aktivitas
  • b) Akuntasi biaya tradisional lebih menekankan pada penggunaan volume atas dasar alokasi, sedangkan ABC system menggunakan dasar pemicu biaya aktivitas atas berapa level atau tinggkatan

    c) Akuntansi biaya tradisional berorientasi pada struktur sedangkan ABC system berorientasi pada proses

    Perbedaan Full Costing dan Variable Costing Ditinjau dari Sudut Penyajian Laporan laba rugi Ditinjau dari penyajian laporan laba rugi, perbedaan pokok antara metode variabale costing dan full costing adalah terletak pada klasifikasi pos-pos yang disajikan dalam laporan laba rugi tersebut

    Laporan laba rugi yang disusun dengan metode full costing menitik beratkan pada penyajian unsur-unsur biaya menurut hubungan biaya dengan fungsi-fungsi pokok yang ada di dalam perusahaan

    Dengan demikian laporan laba rugi metode full costing tampak pada tabel berikut: Tabel 2

    Dipihak lain laporan laba rugi dengan menggunakan metode variable costing lebih menitikberatkan pada penyajian biaya sesuai dengan perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan

    Sehingga laporan laba rugi akan tampak dalam tabel berikut ini

    Dan umum variabel Rp Rp _ Laba kontribusi (contribution margin) Rp Dikurangi biaya-biaya tetap: Biaya produksi tetap Rp Biaya pemasaran tetap Rp Biaya admin dan umum tetap Rp Rp _ Laba bersih usaha Rp Sumber: Mulyadi,(2009,125) Dalam laporan laba rugi tersebut diatas biaya tetap disajikan dalam satu kelompok tersendiri yang harus ditutupi dari laba kontribusi yang diperoleh perusahaan, sebelum timbul laba bersih

    Dengan menyajikan semua biaya tetap dalam suatu kelompok tersendiri dalam laporan laba rugi

    Manajemen dapat memusatkan perhatian pada perilaku biaya tetap ini dan dapat melakukan

  • 32 pengawasan terhadap biaya tersebut, baik dalam perencanaan jangka pendek maupun jangka panjang
  • Pengertian Biaya Relevan Biaya (pendapatan) relevan adalah biaya (pendapatan) kedepan yang berbeda diantara alternatif

    Definisinya sama untuk biaya atau pendapatan, sehingga untuk membuat lebih mudah, bahasan akan dipusatkan pada biaya relevan, dengan pengertian bahwa prinsip yang sama digunakan pada pendapatan

    Semua keputusan yang berhubungan dengan yang akan datang, namun, hanya biaya mendatang dapat relevan terhadap keputusan

    Meskipun demikian, untuk menjadi relevan, suatu biaya tidak hanya menjadi biaya mendatang, tetapi biaya tersebut harus berbeda antara satu alternatif dengan lainnya

    Jika biaya mendatang sama untuk satu alternatif, ia tidak mempunyai dampak terhadap keputusan

    Biaya demikian merupakan biaya tidak relevan

    Kemampuan untuk mengidentifikasi biaya relevan dan tidak relevan adalah keahlian pengambilan keputusan yang penting

    Biaya relevan seringkali dikenal dengan biaya marginal atau biaya tambahan (inkremental)

    Istilah biaya marginal digunakan secara luas oleh ahliahli ekonomi

    Sedangkan para insinyur pada umumnya berbicara mengenai biaya inkremental untuk tambahan biaya yang dikeluarkan apabila suatu proyek atau suatu pelaksanaan pekerjaan diperluas di luar tujuan yang ditetapkan semula

    Biaya relevan adalah biaya yang diperkirakan nantinya akan muncul, yang berbeda di antara berbagai alternatif (Witjaksono, 2006:16)

    Menurut Sunarto (2004:4) menyatakan bahwa: Biaya relevan adalah biaya yang patut

  • 33 dipertimbangkan untuk suatu pengambilan keputusan
  • Biaya apa yang relevan dalam suatu keputusan? Jawabnya adalah semua biaya yang dapat dihindarkan (avoidable cost) dalam suatu keputusan

    Pada prinsipnya semua biaya dapat dihindarkan, kecuali biaya tenggelam (sunk cost) atau biaya masa lalu, dan biaya akan datang yang tidak berbeda dalam beberapa alternatif

    untuk mengidentifikasi bahwa biaya tersebut relevan atau tidak dalam suatu keputusan, maka pendekatan manajer dalam menganalisis biaya perlu melakukan langkah-langkah sebagai berikut : 1

    Kumpulkan semua biaya yang akan terjadi yang berkaitan dengan setiap alternative yang akan dipertimbangkan

    Pisahkan biaya masa lalu atau yang merupakan sunk cost 3

    Pisahkan biaya masa yang akan datang yang tidak berbeda dalam setiap alternative keputusan

    Buat keputusan berdasarkan biaya yang masih tersisa, karena biaya tersebut pasti biaya deferensial atau biaya terhindarkan dan biaya tersebut relevan dalam suatu keputusan

    Istilah biaya relevan seringkali disamakan dengan biaya diferensial

    Hal ini tidak benar

    Istilah relevan mempunyai pengertian berhubungan dengan sesuatu

    Suatu biaya disebut biaya relevan jika biaya tersebut berhubungan dengan tujuan perekayasaan biaya tersebut

    Jika manajemen bermaksud mengetahui kos produk yang diproduksi dalam bulan tertentu, maka ia mengumpulkan biaya produksi sesungguhnya yang telah dikeluarkan untuk produksi dalam bulan yang bersang-kutan

    Biaya produksi sesungguhnya tersebut merupakan biaya relevan

  • 34 karena sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai oleh pengumpulan informasi tersebut
  • Menurut definisinya, biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi yang dinilai dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang secara potensial akan terjadi, untuk mencapai tujuan tertentu

    Dengan demikian tidak ada satupun biaya yang tidak relevan, karena setiap biaya memang direkayasa untuk memenuhi tujuan tertentu

    Dalam pemilihan alternatif, hanya biaya yang relevan saja yang harus dipertimbangkan

    Adapun definisi biaya relevan menurut Ahmad (2007 : 119) yaitu : Biaya relevan dimaksud adalah semua biaya yang akan terjadi sehingga biaya dan pendapatan pada masa datang, kecuali Unavoidable Cost, yaitu meliputi : sunk cost dan biaya yang tidak berbeda

    Seluruh keputusan berhubungan dengan masa yang akan datang, oleh karena itu, hanya biaya masa mendatang saja yang relevan bagi sebuah keputusan

    Untuk dapat disebut relevan, sebuah biaya tidak hanya berhubungan dengan masa yang akan datang, namun juga biaya tersebut harus berbeda dari satu alternatif lain

    Jika biaya masa mendatang jumlahnya sama besar pada berbagai alternatif, maka biaya tersebut tidak memiliki akibat pada keputusan

    Biaya jenis ini dikenal dengan istilah biaya tidak relevan (irrelevant cost)

    Manfaat Biaya Relevan Dalam setiap pengambilan keputusan yang bersifat taktis, faktor biaya dan manfaat seringkali menjadi faktor penentu untuk memutuskan apakah suatu alternative akan dijalankan atau tidak

    Biaya dan manfaat suatu alternatif harus saling dibandingkan dengan biaya atau manfaat alternatif lain

    Dalam hubungan

  • 35 ini, akan lebih difokuskan pada biaya yang relevan yang perlu dipertimbangkan dalam memutuskan alternatif yang terbaik bagi manajemen
  • Faktor manfaat atau pendapatan bukannya tidak penting, akan tetapi faktor biaya seharusnya didahulukan dan relative lebih mungkin disiasati oleh manajemen daripada faktor pendapatan

    Jika perusahaan dapat menghasilkan produk atau jasa dengan waktu yang tepat, biaya yang murah dan kualitas yang bersaing, masalah pendapatan tentu akan datang dengan sendirinya

    Mengambil keputusan yang bersifat taktis dapat diartikan sebagai suatu upaya untuk memilih alternatif yang terbaik dari berbagai alternatif yang ada dengan tujuan yang bersifat jangka pendek atau sasaran yang bersifat antara (bukan sasaran tembak yang sebenarnya)

    Menerima pesanan khusus dengan harga di bawah normal untuk memanfaatkan kapasitas menganggur agar laba perusahaan meningkat tahun ini merupakan salah satu contoh keputusan yang bersifat taktis

    Keputusan yang bersifat taktis walaupun bersifat jangka pendek, tetapi harus disadari bahwa keputusan tersebut mempunyai konsekuensi yang bersifat jangka panjang

    Membeli spare part dari luar boleh jadi menurunkan biaya perusahaan, tapi untuk jangka panjang dapat membawa konsekuensi ketergantungan perusahaan pada supplier

    Berikut ini akan disajikan beberapa manfaat yang diperoleh dari biaya relevan terutama dalam pengambilan keputusan jangka pendek sebagaimana yang dikemukakan oleh Mulyadi (2009 : 126), yaitu sebagai berikut : 1

    Membeli atau membuat sendiri Keputusan membeli atau membuat sendiri dihadapi oleh manajemen

  • 36 terutama dalam perusahaan yang produknya terdiri dari berbagai komponen dan yang memproduksi berbagai jenis produk
  • Berbagai alternatif yang kemungkinan dihadapi oleh manajemen dalam pengambilan keputusan membeli atau membuat sendiri yaitu: a

    Keputusan membeli atau membuat sendiri yang dihadapi oleh perusahaan yang sebelumnya memproduksi sendiri produk, kemudian mempertimbangkan akan membeli produk tersebut dari pemasok luar

    Keputusan membeli atau membuat sendiri yang dihadapi oleh perusahaan yang sebelumnya membeli produk-produk tertentu dari pemasok luar, kemudian mempertimbangkan akan memproduksi sendiri produk tersebut

    Keputusan membeli atau membuat sendiri tipe pertama umumnya merupakan keputusan manajemen jangka pendek, yang menyangkut investasi jangka panjang

    Ada dua kemungkinan yang dihadapi oleh manajemen dalam pengambilan keputusan ini: a) Fasilitas yang digunakan untuk memproduksi tidak dapat dimanfaatkan jika produk dihentikan produksinya karena manajemen memilih alternatif membeli dari luar

    Untuk pengambilan keputusan, manajemen perlu memperhitungkan pengorbanan dan manfaat dari pemilihan alternatif membeli atau membuat sendiri, jika perusahaan sebelumnya membuat sendiri kemudian mempertimbangkan akan membeli dari luar, manfaat dari pemilihan alternative membeli dari luar adalah besarnya biaya diferensial yang berupa biaya yang terhindarkan (avoidable cost) jika kegiatan membuat sendiri

  • 37 dihentikan
  • Pengorbanan dari pemilihan alternatif membeli dari luar adalah sebesar biaya relevan yang berupa biaya yang dikeluarkan untuk membeli produk dari pemasok luar

    Jika manfaat lebih besar dari pengorbanan, alternatif membeli dari luar lebih menguntungkan jika dipilih, sebaliknya jika manfaat lebih kecil dari pengorbanan, alternatif membeli dari luar sebaiknya tidak dipilih

    b) Fasilitas yang digunakan untuk memproduksi dapat dimanfaatkan untuk usaha lain yang mendatangkan laba, jika produk dihentikan produksinya karena manajemen memilih alternatif membeli dari luar

    Pengambilan keputusan ini di samping manajemen mempertimbangkan biaya relevan, perlu pula mempertimbangkan pendapatan relevan sebagai hasil pemanfaatan fasilitas yang dihentikan pemakaiannya dalam bisnis lain

    Jika perusahaan sebelumnya membuat sendiri kemudian mempertim-bangkan akan membeli dari luar, manfaat dari pemilihan alternatif membeli dari luar adalah besarnya biaya relevan yang berupa biaya yang terhindarkan (avoidable cost) jika kegiatan membuat sendiri dihentikan dan pendapatan relevan dari pemanfaatan fasilitas dalam usaha bisnis lain

    Pengorbanan dari pemilihan alternatif membeli dari luar adalah sebesar biaya relevan yang berupa biaya yang dikeluarkan untuk membeli produk dari pemasok luar

    Jika manfaat lebih besar dari pengorbanan, alternative membeli dari luar lebih menguntungkan jika dipilih, sebaliknya jika manfaat lebih kecil dari pengorbanan, alternatif

  • 38 membeli dari luar sebaiknya tidak dipilih
  • Sedangkan keputusan membeli atau membuat sendiri tipe kedua merupakan keputusan manajemen jangka panjang karena kemungkinan menyangkut investasi dana dalam jumlah yang besar untuk pengadaan mesin dan perlengkapan produksi

    Menjual atau memproses lebih lanjut suatu produk Adakalanya manajemen puncak dihadapkan pada pilihan menjual produk tertentu pada kondisinya sekarang atau memprosesnya lebih lanjut menjadi produk lain yang lebih tinggi harga jualnya

    Informasi akuntansi relevan yang diperlukan oleh manajemen dalam pengambilan keputusan macam ini adalah pendapatan relevan dengan biaya relevan jika alternatif memproses lebih lanjut dipilih

    Berbagai alternatif yang mungkin dihadapi oleh manajemen dalam pengambilan keputusan menjual atau memproses lebih lanjut suatu produk adalah sebagai berikut : 1) Tidak diperlukan tambahan fasilitas produksi

    Perusahaan yang menghasilkan lebih dari satu macam produk (produk line) atau yang memiliki beberapa departemen penghasil laba, adakalanya manajemen puncak menghadapi salah satu produknya atau salah satu departemennya mengalami kerugian usaha yang diperkirakan akan berlangsung terus

    Menghadapi kondisi ini, manajemen perlu mempertimbangkan keputusan
  • 39 menghentikan atau tetap melanjutkan produksi atau kegiatan usaha departemen yang mengalami kerugian tersebut
  • Dua kemungkinan yang dihadapi oleh manajemen dalam pengambilan keputusan menghentikan atau melanjutkan produksi atau kegiatan, yaitu: 1) Fasilitas produksi yang lama dihentikan pemakaiannya 2) Fasilitas produksi lama dapat dimanfaatkan dalam kegiatan bisnis yang lain

    Informasi yang relevan untuk dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan ini adalah biaya relevan dan pendapatan relevan, dengan dihentikannya produksi produk tertentu atau kegiatan departemen tertentu, perusahaan akan kehilangan kesempatan memperoleh pendapatan dari produk dari departemen tersebut

    Pendapatan yang hilang ini merupakan informasi pendapatan relevan dan merupakan pengorbanan yang ditanggung karena pemilihan alternative menghentikan produksi produk atau departemen tertentu akibat dihentikannya produksi atau kegiatan usaha departemen tertentu, perusahaan akan menikmati manfaat berupa biaya terhindarkan yang merupakan informasi biaya relevan

    Biaya terhindarkan jika lebih besar dari pendapatan yang hilang akibat dihentikannya produksi produk atau kegiatan usaha departemen tertentu, maka alternatif penghentian tersebut sebaiknya dipilih, namun sebaliknya jika biaya terhindarkan lebih kecil dari pendapatan yang hilang akibat dihentikannya produksi produk atau kegiatan usaha departemen tertentu, maka alternative penghentian produk tersebut sebaiknya tidak dipilih

    Menerima atau menolak pesanan khusus

  • 40 Umumnya perusahaan membangun pabriknya dengan kapasitas yang mampu memenuhi permintaan pasar tertinggi untuk beberapa tahun yang akan datang
  • jika perusahaan membangun pabriknya dengan kapasitas yang hanya mampu memenuhi permintaan pasar sekarang, hal ini akan berakibat dilakukannya ekspansi pabrik secara terus menerus dengan demikian, umumnya perusahaan memiliki kapasitas yang menganggur, yang seringkali mendorong manajemen puncak untuk mempertimbangkan penetapan harga jual di bawah harga jual normal

    Tentu saja penetapan harga jual yang demikian hanya diterapkan pada pesanan khusus yang tidak berdampak terhadap penjualan yang reguler

    Kriteria Variable Costing Dalam Menerima atau Menolak Pesanan Khusus Sebelum menentukan apakah suatu pesanan khusus akan diteriama atau ditolak, tentunya perlu dijelaskan dahulu pengertian pesanan khusus

    Pesanan khusus adalah pesanan yang diterima perusahaan di luar pesanan reguler

    Biasanya konsumen yang melakukan pesanan khusus ini meminta harga di bawah harga jual normal, karena biasanya pesanan khusus tersebut mencakup jumlah yang besar

    Dalam keadaan seperti ini perlu dipertimbangkan oleh manajer penentu harga jual adalah : 1

    Pesanan reguler adalah pesanan yang harus menutupi seluruh biaya tetap yang terjadi tahun anggaran

    Dengan demikian, jika manajer penentu harga yakni seluruh biaya tetap dalam tahun anggaran dapat tercukupi oleh pesanan reguler, maka pesanan kapasitas produksi belum seluruhnya dipakai

  • 41 dan mesin-mesin namun untuk melayani pesanan khusus, manajer penentu harga jual dapat menerima harga jual dibawah harga jual normal asalkan harga jual yang berada di atas biaya variabel untuk memproduksi dan memasarkan produk masih mampu untuk menghasilkan laba kontribusi ini disebabkan akrena seluruh biaya tetap telah ditutupi oleh pesanan reguler, maka setiap tambahan laba kontribusi dari pesanan khusus akan mengakibatkan tambahan laba bersih perusahaan 2
  • Jika misalnya pesanan khusus perusahaan memperkirakan tidak hanya mengeluarkan biaya variabel sama, namun mengeluarkan biaya tetap karena harus beroperasi di atas kapasitas yang tersedia berarti harga jual pesanan khusus harus di atas biaya variabel ditambah dengan kenaikan biaya tetap

    Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kriteria untuk menerima atau menolak pesanan khusus menuerut Variable Costing tentunya dengan melihat kapasitas produksi, apakah masih terdapat kapasitas yang menganggur dan yang lebih penting lagi adalah sedapat mungkin menghasilkan laba kontribusi (contribution margin)

    Kerangka Berpikir Adapun kerangka berpikir pada penelitian ini dapat dilihat pada gambar 2

    Millenia Furniture Industries

    Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian yang bersifat studi kasus, yaitu penelitian dengan maksud memecahkan permasalahan yang terjadi dalam perusahaan

    alasan yang mendasari penelitian metode ini adalah untuk mengetahui secara lebih mendasar tentang masalah yang dihadapi oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu, serta diharapkan mendapat gambaran lengkap dan terorganisasi mengenai peranan metode variable costing dalam menerima atau menolak pesanan khusus, untuk membantu manajemen dalam mengambil keputusan, dimana nantinya akan

  • 43 memberikan suatau kesimpulan serta implikasi dari hasil penelitian yang dilakukan
  • Adapun peubah yang diteliti dalam penelitian ini adalah biaya, produksi, dan penjualan

    Peubah tersebut dibandingkan dengan menggunakan perhitungan full costing dan variable costing

    Millenia Furniture industries pada tahun 2005 melakukan penolakan pesanan khusus sebesar unit dengan harga Rp per unit dengan alasan perusahaan akan mengalami kerugian

    Hal ini dikarenakan perusahaan dalam memperhitungkan pokok produksinya menggunakan metode full costing, dimana biaya tetap dari biaya overhead pabrik, biaya tetap pemasaran, serta biaya tetap administrasi dan umum diperhitungkan dalam harga pokok tersebut

    Dari analisis yang telah dilakukan diketahui bahwa sebenarnya perusahaan dapat menerima pesanan tersebut, mengingat jumlah pesanan tersebut di bawah kapasitas menganggur

    Analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dengan penerimaan pesanan khusus menggunakan perhitungan variable costing, perusahaan dapat meningkatkan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp pada tahun yang bersangkutan

    Pierre Patarianto (2004) dalam skripsinya yang berjudul Penggunaan analisis biaya variabel dalam pengambilan keputusan produksi pada PT

    PTJ KANTOR WILAYAH SIDOARJO Akuntansi biaya merupakan penentuan harga pokok suatu produk dengan melakukan suatu proses pencatatan, penggolongan dan penyajian transaksi biaya secara sistematis serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya

    Alat analisis yang digunakan adalah teknik pemisahan biaya dengan menggunakan metode Least Square untuk memisahkan