PDF -BAB II TINJAUAN PUSTAKA 21 Kewirausahaan 211 Pengertian - BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian dan Fungsi Akuntansi Manajemen. Pengertian akuntansi manajemen menurut Horngren (2000) adalah proses
Wait Loading...


PDF :1 PDF :2 PDF :3 PDF :4 PDF :5 PDF :6 PDF :7 PDF :8 PDF :9


Like and share and download

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian dan Fungsi Akuntansi Manajemen. Pengertian akuntansi manajemen menurut Horngren (2000) adalah proses

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 21 Kewirausahaan 211 Pengertian

19 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Akuntansi Manajemen 1. Pengertian dan Fungsi Akuntansi Manajemen Pengertian akuntansi manajemen menurut Horngren (2000) adalah proses identifikasi, pengukuran,

19 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Akuntansi Manajemen 1. Pengertian dan Fungsi Akuntansi Manajemen Pengertian akuntansi manajemen menurut Horngren (2000) adalah proses identifikasi, pengukuran, library binus ac id eColls eThesisdoc Bab2 BOL S1 2016 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1 1 Pengertian Bisnis Menurut Allan Afuah (2004) Bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu 8 yang terorganisasi untuk menghasilkan dana menjual barang ataupun jasa agar sir stikom edu id eprint 1738 4 BAB II

Related PDF

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 11 Pengertian Bisnis

library binus ac id eColls eThesisdoc Bab2 BOL S1 2016 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1 1 Pengertian Bisnis Menurut Allan Afuah (2004) Bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu 8 yang terorganisasi untuk menghasilkan dana menjual barang ataupun jasa agar
PDF

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 21 Buku Ilustrasi 211 Pengertian

sir stikom edu id eprint 1738 4 BAB II pdf 8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2 1 Buku Ilustrasi 2 1 1 Pengertian Ilustrasi Ilustrasi dalam bahasa Belanda (ilustratie) diartikan sebagai hiasan dengan gambar atau pembuatan sesuatu yang jelas
PDF

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 211 a Pengertian

repository unimus ac id 518 3 BAB II pdf BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2 1 Tinjauan Teori 2 1 1 Hipertensi a Pengertian Tekanan darah terdiri dari tekanan sistolik dan tekanan diastolik Tekanan Darah Sistolik (TDS) yaitu tekanan di arteri saat jantung berdenyut atau
PDF

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 21 Pengertian Pariwisata

eprints ums ac id 47635 29 BAB II pdf BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2 1 Pengertian Pariwisata Pengertian pariwisata menurut A J Burkat dalam Damanik (2006),parwisata adalah perpindahan orang untuk sementara dan dalam jangka waktu pendek ke tujuan tujuan diluar tempat dimana mereka biasa hidup dan bekerja dan juga kegiatan kegiatan mereka selama tinggal di suatu tempat tujuan
PDF

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1 Pendidikan 11 Definisi

repository usu ac id bitstream 123456789 37158 4 Chapter BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1 Pendidikan 1 1 Definisi Pendidikan adalah aktivitas dan usaha manusia untuk meningkatkan kepribadiannya dengan jalan membina potensi –potensi pribadinya, yaitu rohani (pikir, karsa, rasa, cipta dan budi nurani) Pendididkan juga berarti lembaga yang
PDF

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 21 PENGERTIAN PENGARUH

eprints walisongo ac id 3580 3 092411060 Bab2 pdf 13 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2 1 PENGERTIAN PENGARUH Pengaruh adalah kekuatan yang ada atau yang timbul dari sesuatu, seperti orang, benda yang turut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan
PDF

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 21 Pengertian Seni Rupa 211 Seni

etheses uin malang ac id 1459 4 07660055 Bab 2 pdf BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2 1 Pengertian Seni Rupa Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan Kesan ini dibuat dengan mengolah konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika
PDF

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 21 Manajemen Sumber Daya Manusia 21

arysetiawann files wordpress 2016 01 bab ii pdf BAB II TINJAUAN PUSTAKA 11 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2 1 Manajemen Sumber Daya Manusia 2 1 1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Newman dan Hodgetts (1998 4), “Human Resources Management (HRM) is the process by which organizations ensure the effective
PDF

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 21 Kewirausahaan 211 Pengertian


PDF

xi DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...i LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING.....ii LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI....iii LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN HASIL TUGAS AKHIR..iv HALAMAN PERSEMBAHAN... v MOTTO... vi KATA PENGANTAR...

PDF BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Sebagai penutup dari thesis ini e journal uajy ac id 4490 6 5MM01665 pdf PDF BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini dapat ditarik e journal uajy ac id 11330 7 6MTF02361 pdf PDF 51 BAB VI

8 BAB II TELAAH PUSTAKA 2.1 Pengertian Biaya Biaya dapat dipandang sebagai suatu nilai tukar yang dikeluarkan atau suatu pengorbanan sumber daya yang dilakukan untuk mendapatkan manfaat di masa datang.

PDF BAB II TELAAH PUSTAKA 2 1 Pengertian Biaya Biaya dapat repository uin suska ac id 4057 3 BAB 20II pdf PDF BAB II TELAAH PUSTAKA 2 1 Pengertian Akuntansi Biaya repository uin suska ac id 4195 3 BAB 20II pdf PDF BAB II

DESKRIPTIF STATISTIK GURU PAIS

BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN A Deskripsi Hasil

DESKRIPTIF STATISTIK GURU PAIS 148 Statistik Pendidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Deskriptif Statistik Guru PAIS A. Tempat Mengajar Pendataan Guru PAIS Tahun 2008 mencakup 33 propinsi. Jumlah

Statistik deskriptif ini digunakan sebagai dasar untuk menguraikan kecenderungan Tabel 4 4 Deskripsi Sertifikasi guru Pendidikan Agama Islam ( PAI) No A Deskripsi Data Statistik deskriptif ini digunakan sebagai dasar untuk menguraikan kinerja guru, motivasi belajar, serta prestasi belajar PAI siswa

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan yang sangat pesat di bidang teknologi dan informasi membawa dampak yang sangat kuat dalam dunia usaha, hal tersebut menyebabkan persaingan antar

BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia usaha begitu cepat sehingga membawa dampak yang kuat terhadap situasi? juga membawa dampak pada kinerja pasar modal Turunnya nilai tukar mata uang lokal ini menyebabkan terjadinya ketimpangan bagi struktur ekonomi yang ? Globalisasi dan modernisasi

WALIKOTA PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 12 TAHUN 2015 TENTANG BACA TULIS AL QUR AN BAGI PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR / MADRASAH IBTIDAIYAH, SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

WALIKOTA PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 3 TAHUN 2017 TENTANG LAMBANG? Menimbang a bahwa guna memberikan pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan pendapatan asli daerah dan dalam rangka memberikan landasan ? b Peraturan Walikota Pekalongan Nomor 26 Tahun 2016

BAB IV LANGKAH-LANGKAH TEROBOSAN PENDIDIKAN TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH DASAR BAB IV LANGKAH-LANGKAH TEROBOSAN PENDIDIKAN TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH DASAR 41 LANGKAH-LANGKAH TEROBOSAN PENDIDIKAN TAMAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A Langkah langkah Penelitian Langkah langkah penelitian pada hakikatnya merupakan suatu persiapan? 74 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A Langkah Langkah Penelitian dan Pengembangan 1 Tahap Define (Pendefinisian) Tujuan pada tahap ini

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG

Perda No 4 tahun 2011 tentang RPJMD Kabupaten Serang Tahun

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR : 738 TAHUN : 2006 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN DI KABUPATEN SERANG Menimbang : DENGAN

PDF lembaran daerah kabupaten serang nomor 13 tahun 2017 jdih serangkab go id downlot php?id download=474&file pdf PDF LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 14 TAHUN jdih serangkab go id downlot php?id download=475&file pdf PDF lembaran daerah kabupaten serang Ditjen PPditjenpp kemenkumham go

SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 119 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN JARAK JAUH PADA JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN

Menimbang a bahwa Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman? 15 Jun 2017 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2017 TENTANG HARI SEKOLAH Menimbang

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

BERITA DAERAH KOTA BEKASI - pengaduanbekasikotagoid

BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 13.A 2013 SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 13.A TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENETAPAN KATEGORI SEKOLAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BEKASI, Menimbang

jdih bekasikota go id jdih web uploads BD Perwal (1) Pembiayaan Masjid Agung Al Barkah Kota Bekasi bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Bekasi melalui alokasi anggaran Belanja Langsung serta sumber lain yang halal dan tidak mengikat (2) Sumber lain yang halal dan tidak mengikat sebagaimana dimaksud

Home back 130131132133134135 Next

Pengertian dan Fungsi Akuntansi Manajemen Pengertian akuntansi manajemen menurut Horngren (2000) adalah proses identifikasi, pengukuran, akumulasi, analisa, penyiapan, penafsiran, dan komunikasi tentang informasi yang membantu masing-masing eksekutif untuk memenuhi tujuan organisasi

Mulyadi (1992:3) menyatakan bahwa sebagai suatu tipe akutansi, akutansi manajemen merupakan suatu system pengolahan informasi keuangan yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan bagi kepentingan pemakaian intern organisasi

Fungsi akuntansi manajemen menurut Hariadi (2002:3) adalah Akuntansi manajemen berfungsi mengidentifikasi, pengukuran, pengumpulan, analisis, pencatatan, interpretasi, dan pelaporan kejadian-kejadian ekonomi suatu badan usaha yang dimaksudkan agar manajemen dpat menjalankan fungsi perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan

Peranan Akuntansi Manajemen Tunggal (2000:2) menyatakan bahwa system informasi manajemen yang tepat dan akurat guna menentukan keputusan operasional dan strategis yang menyangkut kinerja perusahaan serta untuk memprediksi keadaan masa yang akan datang

Akutansi manajemen terutama ditujukan untuk menyediakan informasi kepada para pengambil keputusan serta diharapkan mampu menghadapi perubahan pada lingkungan operasi perusahaan

Akutansi manajemen memberikan gambaran prediksi atas masa yang akan datang

Berikut penjelasan aktifitas proses manajemen perusahaan menurut Hasen dan Mowen (2006:7)

Perencanaan (planning) Perencanaan merupakan formulasi terinci dari suatu aktivitas manajemen dan merupakan awal dari tujuan manajemen

Oleh karena itu, jika manajemen melakukan perancanaan yang baik untuk perusahaannya, maka perusahaan tersebut dapat melakukan pengendalian dan pengambilan keputusan yang baik

Pengendalian (controlling) Pengendalian merupakan langkah selanjutnya untuk manajemen dalam pengambilan suatu keputusan

Pengendalian juga dapat diartikan sebagai aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif yang sesuai dengan kebutuhan

Pengendalian biasanya dicapai dengan menggunakan suatu umpan balik

Pengambilan keputusan (Decision making) Merupakan proses akhir dalam proses manajemen dimana perusahaan harus memilih alternatif yang cocok untuk kelangsungan hidup perusahaan

Berdasarkan pengertian di atas maka seorang manajer harus menetapkan perencanaan sesuai dengan apa yang dibutuhkan perushaan

Agar pengambilan keputusan tidak merugikan perusahaan

Manajer pasti dihadapkan pada alternatif untuk menerapkan tujuan

Maka pengambilan kepuusan dipengaruhi oleh perencanaan dan pengendalian dimana fungsi tersebut saling berurutan Biaya 1

Pengertian Biaya Biaya adalah salah satu aspek yang dapat mempengaruhi laba

Jika biaya lebih besar daripada pendapatan maka perusahaan akan mengalami kerugian, tetapi jika lebih kecil dari pendapatan maka perusahaan akan mengalami keuntungan

Menurut Firdaus (1994:21), biaya adalah pengeluaran pengeluaran atau nilai pengorbanan untuk memperoleh barang atau jasa yang berguna untuk masa yang akan datang atau mempunyai manfaat yang meneliti satu periode akuntansi tahunan

Dari pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa biaya adalah pengorbanan ekonomi yang dapat diukur dengan satuan uang yang digunakan untuk memperoleh manfaat atau keuntungan tertentu

Alokasi dan Penelusuran Biaya Biaya Langsung (direct cost), merupakan biaya yang terjadi dimana penyebab satu-satunya adalah karena ada sesuatu yang harus dibiayai

Dalam kaitannya dengan produk, biaya langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung

Biaya Tidak Langsung (indirect cost), adalah suatu objek yang berkaitan dengan suatu objek biaya namun tidak dapat dilacak ke objek biaya tertentu dengan cara yang layak secara ekonomis, sebagai contoh gaji supervise yang juga mengawasi produksi sejumlah produk minuman ringan

Klasifikasi biaya Keberhasilan dalam merencanakan dan mengendalikan biaya tergantung pada pemahaman yang menyeluruh atas hubungan antara biaya dan aktifitas bisnis

Menurut Mulyadi (2003:13), biaya dapat di klasifikasikan menjadi: 1

Penggolongan biaya menurut objek pengeluaran Objek pengeluaran merupakan dasar penggolongan biaya, misalnya nama objek pengeluaran adalah bahan bakar, maka semua pengeluaran yang berhubungan dengan bahan bakar disebut biaya bahan bakar

Penggolongan biaya menurut fungsi pokok dalam perusahaan

  • 23 Dalam perusahaan manufaktur, ada tiga fungsi pokok yaitu : fungsi produksi, fungsi pemasaran, fungsi administrasi dan umum
  • Oleh karena itu dalam perusahaan manufaktur, biaya di kelompokan menjadi tiga kelompok : a

    Biaya Produksi Yaitu biaya-biaya yang terjadi untuk pengolahan bahan baku menjadi produk jadi

    Biaya Produksi terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik

    Biaya Pemasaran Yaitu biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan pemasaran produk

    Biaya ini berhubungan dengan usaha untuk memperoleh pesanan

    Untuk memperoleh pesanan, perusahaan harus mengeluarkan biaya, seperti biaya iklan, biaya promosi, dan biaya gaji karyawan yang melakukan kegiatan pemasaran

    Sedangkan untuk memenuhi pesanan, perusahaan harus mengeluarkan biaya angkut dari gudang perusahaan ke gudang pembeli

    Biaya Administrasi dan Umum Yaitu biaya-biaya yang terjadi berkaitan dengan penyusunan kebijaksanaan dan pengarahan perusahaan secara keseluruhan atau biaya-biaya yang terjadi untuk mengkoordinasi kegiatan produksi dan pemasaran produk

    Penggolongan biaya menurut hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai

    Sesuatu yang dibiayai dapat berupa produk atau departemen

    Dalam hubungannya dengan sesuatu yang dibiayai, biaya dapat di kelompokan menjadi dua golongan, yaitu :

    Biaya Langsung b

    Biaya Tidak Langsung 4

    Penggolongan biaya menurut perilakunya dalam hubungan dengan perubahan volume kegiatan

    Dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, biaya dapat digolongkan menjadi : a

    Biaya Variabel Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan

    Contoh biaya variabel adalah biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung

    Biaya Semi variabel Biaya semi variabel adalah biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan

    Biaya semi variabel mengandung unsur biaya tetap dan biaya variabel

    Biaya Tetap Biaya tetap adalah biaya yang jumlah total produksinya tetap dalam kisaran volume kegiatan tertentu

    Contohnya dari biaya tetap adalah biaya gaji Harga Pokok Produksi Suatu perusahaan perlu menentukan harga pokok bagi produksi yang dihasilkan, karena harga pokok itu merupakan salah satu faktor yang ikut mempengaruhi menentukan harga jual dasar penentuan kebijakan kebijakan yang berhubungan dengan pengelolaan perusahaan

    Dari pemakaian bahan baku dan bahan penolong, ditambah gaji tenaga kerja yang berhubungan langsung dengan produksi, ditambah lagi dengan biaya overhead pabrik, akan dihasilkan Harga Pokok Produksi

    Pengertian Harga Pokok Produksi Menurut Supriyono (2002:11) Harga pokok produksi adalah aktiva atau jasa yang dikorbankan atau diserahkan dalam proses produksi yang meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik dan termasuk biaya produksi

    Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa harga pokok produksi sangat mempengaruhi harga jual suatu produk pada perusahaan serta dapat memberikan suatu informasi dari pengolahan bahan baku dengan pengorbanan sumber ekonomi untuk kemudian diolah menjadi produk jadi

    Unsur Biaya dalam Harga Pokok Produksi Menurut Mulyadi (2003:144) unsur biaya dalam harga pokok produksi adalah: a

    Biaya bahan baku langsung, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh bahan baku yang dipergunakan dalam proses untuk memproduksi suatu produk sebagai obyek biayanya

    Oleh karenanya jumlah total biaya bahan baku langsung ini proposional dengan jumlah unit produk yang dihasilkan atau jumlah volume produksi

    Biaya upah langsung merupakan biaya yang dibayarkan kepada tenaga kerja yang ikut secara langsung dalam proses pengerjaan suatu produk atau biaya

  • 26 tenaga kerja yang secara langsung dapat diidentifikasi kepada suatu produk sebagai obyek biayanya
  • Seperti halnya bahan baku langsung, jumlah total biaya upah langsung juga proposional dengan jumlah unit produk yang dihasilkan atau jumlah volume produksi

    Biaya produksi tidak langsung (biaya overhead), yaitu komponen biaya produksi yang tidak memiliki hubungan langsung dengan suatu produk tertentu dengan dan tidak diidentifikasi atau ditelusuri kepada produk tersebut dengan cara yang ekonomis

    Dengan kata lain, biaya produksi tidak langsung ini adalah biaya yang berkaitan dengan proses produksi diluar biaya bahan baku langsung dan biaya upah langsung

    Oleh karenanya biaya ini tidak dapat diperhitungkan atau dibebankan langsung kepada suatu produk tertentu sebagai obyek biayanya

    Peranan Harga Pokok Produksi Harga pokok produk memberikan informasi kepada manajemen untuk mengambil keptusan apakah membeli atau memproduksi sendiri

    Selain itu informasi harga pokok produk berfungsi sebagai alat mengidentifikasi kelamahan produk untuk melakukan perbaikan atau koreksi

    Menurut Supriyono (2002:185) alasan mengapa manajemen menggunakan harga pokok produk adalah untuk dua tujuan pokok yaitu: 1

    Penilaian persediaan dalam penyajian laporan keuangan

    Perhitungan harga pokok produk biasanya berhubungan dengan tujuan pelaporan keuangan suatu organisasi

    Harga pokok produk dihitung untuk menentukan nilanilai persediaan dalam harga pokok

    Pembuatan keputusan Informasi harga pokok produk menentukan harga pokok produk menuntun tindakan manajer yang berkaitan dengan kegiatan operasional perusahaan dan penyusunan strategi produk

    Penentuan Harga Pokok Produksi Penentuan harga pokok produk yang benar sangat penting bagi perusahaan dalam menjalankan usahanya

    Penetapan produk yang tidak benar akan menyebabkan kegagalan perusahaan dalam bidang usahanya

    Terdapat dua kemungkinan yang akan ditemui apabila perusahaan tidak teliti dalam melakukan perhitungan harga pokok yaitu: 1

    Harga yang diperhitungkan terlalu tinggi Perusahaan yang tidak teliti dalam menghitung harga pokok sehingga harga pokok menjadi terlalu tinggi akan menimbulkan masalah bagi perusahaan, karena harga pokok yang tinggi dapat menyebabkan harga jual produk di pasaran menjadi mahal

    Dengan harga yang tinggi tersebut, perusahaan akan sulit dalam memasarkan hasil produksinya dan kalah dalam persaingan bisnis dengan perusahan lain, sebab konsumen akan lebih memilih produk sama dengan harga yang lebih rendah dan memiliki kualitas yang sama

    Harga pokok yang diperhitungkan terlalu rendah Perusahaan yang tidak teliti dalam menghitung harga pokok produksi yang menyebabkan harga pokok terlalu rendah dapat merugikan perusahaan itu sendiri

    Di satu sisi produsen dapat menjual produknya dengan cepat karena harga jual yang rendah tetapi di sisi lain hal ini dapat merugikan perusahaan karena pendapatan yang diperoleh tidak dapat menutupi biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi

    Metode Penilaian Harga Pokok Produksi Menurut Mulyadi (1999:41) metode penilaian harga pokok produksi adalah cara memperhitungkan unsur-unsur biaya kebutuhan dalam harga pokok produksi

    terdapat dua metode dalam memperhitungkan unsur-unsur biaya ke dalam harga pokok produksi yaitu: a

    Metode Full Costing Metode full costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi ke dalam harga pokok produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik, baik yang berperilaku variabel maupun tetap ditambah dengan biaya non produksi (biaya pemasaran, biaya administrasi dan umum)

    Dalam pendekatan full costing, taksiran biaya penuh yang dipakai sebagai dasar penentu terdiri dari unsur-unsur seperti yang disajikan berikut ini

    Metode Variable Costing Metode variable costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang berperilaku variabel dalam harga pokok produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik variabel ditambah dengan biaya non produksi variabel (biaya pemasaran variabel, biaya administrasi dan umum variabel)

    Dalam pendekatan variabel costing, taksiran biaya penuh yang dipakai sebagai dasar penentu terdiri dari unsur-unsur seperti yang disajikan berikut ini

    Kelebihan dan kelemahan Metode Full Costing Adapun kelebihan metode full costing adalah : a

    Metode full costing mampu menyajikan laporan keuangan sesuai dengan prinsip Akuntansi Indonesia yang menghendaki kewajaran laporan keuangan kepada pihak ekstemal perusahaan

    Prinsip Akuntansi Indonesia mengikuti konsep penentuan harga pokok penuh karena harga pokok berarti jumlah pengeluaran langsung atau tidak langsung untuk

  • 31 menghasilkan barang atau jasa didalam kondisi dan tempat dimana barang atau jasa tersebut dijual
  • Metode full costing lebih mudah dan sederhana dalam perhitungannya karena memasukkan semua biaya tanpa harus memisahkan biaya ke dalam biaya tetap dan biaya variabel

    Dan kelemahan metode full costing adalah sebagai berikut : a

    Metode full costing tidak layak digunakan untuk pengambilan keputusan jangka pendek, karena metode full costing memasukkan seluruh elemen biaya dalam perhitungan harga pokok produk, baik biaya variabel maupun biaya tetap atau period cost

    Sedangkan dalam pembuatan keputusan dalam jangka pendek yang menyangkut perubahan volume kegiatan period cost tidak relevan karena tidak berubah dengan adanya perubahan volume kegiatan

    Data biaya yang disajikan oleh konsep penentuan harga pokok full costing sering tidak relevan untuk tujuan manajerial control dalam jangka pendek

    Dalam full costing (biaya overhead pabrik) tetap diperhitungkan dalam tarip biaya overhead pabrik dan dibebankan sebagai unsur biaya produksi

    Oleh karena itu manajemen kehilangan perhatian terhadap period cost atau biaya overhead pabrik tetap tertentu yang dapat dikendalikan karena full costing tidak memperhatikan elemen biaya overhead pabrik yang dapat dikendalikan dan yang tidak dapat dikendalikan

    Kelebihan dan Kelemahan Metode Variable Costing Adapun kelebihan metode varible costing adalah : a

    Metode variable costing mampu menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi manajemen dalam perencanaan laba jangka pendek

    Hal ini dimungkinkan karena dalam jangka pendek biaya tetap tidak relevan karena tidak terpengaruh oleh pengambilan keputusan yang dilakukan manajemen

    Metode variable costing mampu menyajikan dampak pengambilan keputusan jangka pendek apabila keputusan tersebut berpengaruh terhadap biaya tetap, yaitu dapat menunjukkan dampak tersebut terhadap biaya tetap dan laba

    Selain memberikan keuntungan seperti diatas dalam pelaksanaannya metode variable costing juga mempunyai kelemahan sebagai berikut : a

    Pemisahan biaya ke dalam biaya variabel dan biaya tetap sebenarnya sulit untuk dilaksanakan, karena jarang sekali suatu biaya benar-benar variabel atau benar-benar tetap

    Penentuan harga pokok variabel terutama ditujukan untuk kepentingan internal manajemen dalam jangka pendek, sedangkan untuk kepentingan ekstemal diperlukan penyesuaian kedalam metode full costing

    Cara penyesuaian tersebut umumnya sulit dipahami oleh pihak eksternal

    Metode Harga Pokok Produksi Menurut Horngren (2005), metode harga pokok terdiri dari dua metode yaitu:

    Volume Based Costing System Dalam metode ini pola konsumsi input, jumlah overhead serta overhead per unit produk dialokasikan pada masing-masing produk berdasarkan volume dan unit

    Alokasi ini kurang mencerminkan biaya aktivitas penanganan produk yang sesungguhnya

    Hal ini mengakibatkan produk dalam jumlah besar dialokasikan biaya terlalu besar, dan sebaliknya

    Activity Based Costing System Activity Based Costing System merupakan metode penentuan harga pokok yang menelusuri biaya atas dasar aktivitas dan kemudian ke produknya

    Alokasi ini berhubungan dengan konsumsi aktivitas dan penanganan produk sesungguhnya

    Konsep seperti ini mendorong adanya golongan aktivitas penambah nilai dan aktivitas bukan penambah nilai, sehingga memungkinkan untuk mengurangi aktivitas bukan penambah nilai bahkan menghilangkannya sama sekali

    Metode ini sangat cocok untuk perusahaan yang menghasilkan macam-macam produk

    Jenis-jenis Penentuan Harga Pokok Produksi Menurut Mulyadi (1999:38) mengungkapkan bahwa terdapat dua jenis penentuan harga pokok yang timbul dalam menanggapi bagaimana proses produksi dapat dijalankan yaitu:

    Penentuan Harga Pokok Proses (Process Costing) Pendekatan ini digunakan dalam situasi yang hanya melibatkan satu produk tunggal yang dibuat dalam satu jangka yang lama secara sekaligus

    Pendekatan dasarnya adalah pengumpulan biaya dalam suatu operasi atau departemen tertentu selama suatu periode penuh (bulan, kwartal, tahun)

    Selanjutnya membagi biaya total tersebut oleh jumlah satuan yang diproduksi selama periode yang bersangkutan

    Penentuan Harga Pokok Pesanan (Job Order Costing) Pendekatan ini digunakan pada situasi produksi yang menghasilkan berbagai produk yang berbeda, pesanan berbeda, atau kumpulan produksi yang berbeda setiap periode

    Tujuan Penentuan Harga Pokok Produksi Penentuan harga pokok produksi bertujuan untuk mengetahui berapa besarnya biaya yang dikorbankan dalam hubungannya dengan pengolahan bahan baku menjadi barang jadi atau jasa yang siap untuk dijual dan dipakai

    Penentuan harga pokok sangat penting dalam suatu perusahaan, karena merupakan salah satu elemen yang dapat digunakan sebagai pedoman dan sumber informasi bagi pimpinan dalam mengambil keputusan

    Adapun tujuan penentuan harga pokok produksi yang lain menurut Akbar (2011), diantaranya yakni: a

    Sebagai dasar untuk menilai efisiensi perusahaan

    Sebagai dasar dalam penentuan kebijakan pimpinan perusahaan

    Sebagai dasar penilaian bagi penyusun neraca yang menyangkut penilaian terhadap aktiva

    Sebagai dasar untuk menetapkan harga penawaran atau harga jual terhadap konsumen

    Menentukan nilai persediaan dalam neraca, yaitu harga pokok persediaan produk jadi f

    Untuk menghitung harga pokok produksi dalam laporan laba rugi perusahaan

    Sebagai evaluasi hasil kerja

    Pengawasan terhadap efisiensi biaya, terutama biaya produksi

    Sebagai dasar pengambilan keputusan

    Untuk tujuan perencanaan laba Harga Jual 1

    Pengertian Harga Jual Harga jual adalah sejumlah kompensasi (uang ataupun barang) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi barang atau jasa

    Perusahaan selalu menetapkan harga produknya dengan harapan produk tersebut laku terjual dan boleh memperoleh laba yang maksimal

    Hansen dan Mowen (2005:288) menyatakan bahwa harga jual adalah jumlah moneter yang dibebankan oleh suatu unit usaha kepada pembeli atau pelanggan atas barang atau jasa yang dijual atau diserahkan

    Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa harga jual adalah sejumlah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi suatu barang atau jasa

  • 36 ditambah dengan persentase laba yang diinginkan perusahaan, karena itu untuk mencapai laba yang diinginkan oleh perusahaan salah satu cara yang dilakukan untuk menarik minat konsumen adalah dengan cara menentukan harga yang tepat untuk produk yang terjual
  • Harga yang tepat adalah harga yang sesuai dengan kualitas produk suatu barang dan harga tersebut dapat memberikan kepuasan kepada konsumen

    Manfaat Informasi Biaya Penuh dalam Keputusan Penentuan Harga Jual Pada dasarnya, dalam keadaan normal harga jual produk atau jasa harus dapat menutup biaya penuh yang bersangkutan dengan produk atau jasa dan menghasilkan laba yang dikehendaki

    Biaya penuh merupakan total pengorbanan sumber daya untuk menghasilkan produk atau jasa, sehingga semua pengorbanan ini harus dapat ditutup oleh pendapatan yang diperoleh dari penjualan produk atau jasa

    Menurut Mulyadi (2003:34) informasi biaya penuh memberikan manfaat bagi manajer penentu harga jual dalam pengambilan keputusan: a

    Biaya penuh merupakan titik awal untuk mengurangi ketidakpastian yang dihadapi oleh pengambil keputusan

    Biaya penuh merupakan dasar yang memberikan perlindungan bagi perusahaan dari kemungkinan kerugian

    Biaya penuh memberikan informasi yang memungkinkan manajer penentu harga jual untuk melihat struktur biaya peerusahaan pesaing

    Biaya penuh merupakan dasar pengambil keputusan perusahaan memasuki pasar

    Sasaran Penetapan Harga Jual Para pemasar berusaha untuk mencapai sasaran tertentu melalui komponen-komponen penetapan harga

    Beberapa perusahaan mencoba untuk meningkatkan keuntungan dengan menetapkan harga rendah untuk menarik bisnis baru

    Menurut Boone dan Kurtz (2002:70) ada empat kategori dasar atau sasaran penetapan harga, yaitu: 1

    Sasaran Profitabilitas Sebagian besar perusahaan mengejar sejumlah sasaran profitabilitas dalam strategi penetapan harganya

    Para pemasar mengerti bahwa laba diperoleh dari selisih pendapatan dan beban

    Dan juga pendapatan merupakan harga jual dikalikan dengan jumlah yang terjual

    Berbagai teori ekonomi mendasari prinsip maksimalisasi keuntungan (profit maximization)

    Akan tetapi pada kenyatannya prinsip ini masih sulit diterapkan

    Maka banyak perusahaan beralih pada sasaran profitabilitas yang lebih sederhana, yaitu Target Return Goal, dimana perusahaan menetapkan harga dengan tingkat profitabilitas yang diinginkan sebagai pengembalian finansial atas penjualan ataupun investasi

    Sasaran Volume Pendekatan yang lain dalam strategi penetapan harga disebut maksimalisasi penjualan (sales maximization), para manajer menetapkan tingkat minimum

  • 38 profitabilitas yang dapat diterima dan kemudian menetapkan harga yang akan menghasilkan volume penjualan tertinggi tanpa menyebabkan laba turun di bawah level itu
  • Strategi ini memandang ekspansi penjualan sebagai suatu prioritas yang lebih penting bagi posisi persaingan jangka panjang perusahaan daripada laba jangka pendek

    Tingkat Kompetisi Sasaran penetapan harga ini hanyalah untuk menyamakan harga dengan pesaing

    Jadi perusahaan berusaha untuk menghindari perang harga dengan tidak menekankan elemen harga dari bauran pemasaran dan memfokuskan usaha persaingannya pada variabel selain harga seperti menambah nilai, meningkatkan kualitas, mendidik konsumen, dan menciptakan hubungan

    Sasaran Pretise Pengaruh harga pada prestise membuat sebuah harga menjadi relatif tinggi untuk mengembangkan dan menjaga sebuah citra dari kualitas dan eksklusivitas

    pemasar menetapkan sasaran tersebut karena mereka mengakui peran harga dalam mengkomunikasikan citra suatu perusahaan dan produk-produknya

    Strategi Penentuan Harga Jual Menurut Sukirno (2006:226) harga yang ditentukan untuk sebuah produk akan mempengaruhi pendapatan perusahaan dan pada akhirnya tingkat laba

    Perusahaan menentukan harga jual produknya dengan tiga dasar pertimbangan yaitu biaya produksi, suplai persediaan, dan harga persaingan

    Penentuan harga berdasarkan biaya produksi Pada strategi ini, perusahaan menentukan harga untuk sebuah produk dengan mengestimasi biaya per unit untuk memproduksi produk tersebut dan menambahkan suatu kenaikan

    Jika metode ini digunakan, perusahaan harus mencatat semua biaya yang melengkapi produksi sebuah produk dan diupayakan agar harga tersebut dapat menutupi semua biaya tersebut

    sebuah strategi harga harus menghitung skala ekonomis

    Bagi produk atau jasa yang berada di dalam skala ekonomis, harga harus cukup rendah agar dapat mencapai volume tingkat penjualan yang tinggi sehingga biaya produksi mengalami penurunan

    Penentuan harga berdasarkan suplai persediaan Pada umumnya perusahaan cenderung menurunkan harga jika mereka harus mengurangi persediaan

    Penentuan harga berdasarkan harga pesaing Penentuan harga berdasarkan harga pesaing dibagi atas tiga yaitu: a

    Penentuan harga penetrasi, dimana perusahaan menentukan harga yang lebih rendah dari harga pesaing agar dapat menembus pasar

    Keberhasilan penentuan harga penetrasi tergantung pada seberapa besar tanggapan konsumen terhadap penurunan harga dan juga perusahaan tidak perlu menggunakan strategi ini bila produknya tidak elastis terhadap harga karena kebanyakan konsumen tidak akan beralih ke produk pesaing untuk mengambil keuntungan dari harga yang lebih rendah

    Penentuan harga defensive, dimana perusahaan menrunkan harga produk untuk mempertahankan pangsa pasarnya

    Selain itu beberapa perusahaan juga menurunkan harga untuk menyerang pesaing baru yang masuk ke dalam pasar, disebut dengan biaya predatori

    Penentuan harga prestise, harga prestise ditentukan dengan tujuan untuk memberikan kesan lini terbaik bagi produk perusahaan

    Perusahaan yang memiliki diversifikasi bauran produk akan menggunakan strategi penetrasi harga pada beberapa produk dan penentuan harga prestise untuk produk lainnya

    Hubungan Harga Jual dan Harga Pokok Produksi Keputusan harga jual merupakan keputusan yang sulit, karena adanya faktor-faktor yang terlibat dalam pembuatan keputusan tersebut, baik faktor intern maupun ekstern, sehingga perlu pertimbangan mendalam dan teliti untuk memperoleh harga jual yang benar-benar sesuai keinginan dan tujuan perusahaan

    Menurut Swastha dan Irawan (1990:349) Adapun faktor-faktor tersebut adalah: a

    Keadaan Perekonomian Keadaan perekonomian sangat mempengaruhi tingkat harga yang berlaku, seperti periode resesi misalnya inflasi harga naik, defaluasi harga akan turun

    Dengan terjadinya nilai rupiah terhadap nila dollar menyebabkan barang-barang mengalami kenaikan

    Penawaran dan Permintaan Penawaran dan permintaan dimana dengan adanya permintaan yang besar terhadap suatu barang tertentu akan mengakibatkan harga barang tersebut

  • 41 meningkat, sedangkan apabila penawaran terhadap suatu produk meningkat maka harga akan naik
  • Elastisitas Permintaan Elastisitas permintaan dapat juga dikatakan sifat permintaan pasar, sifatnya tidak hanya berpengaruh pada penetuan harga tetapi mempengaruhi volume yang dijual apabila terjadi kenaikan harga maka penjualan akan turun dan sebaliknya

    Persaingan Persaingan dimana harga jual suatu barang juga dipengaruhi oleh keadaan yang persaingan yang ada antara lain persaingan murni, pada persaingan murni banyak penjual dan pembeli dalam pasar persaingan tidak sempurna yaitu ada barang sejenis dalam pasar dengan merk yang berbeda-beda

    Oligopoli, adanya beberapa penjual menguasai pasar sedangkan monopoli jumlah penjual yang ada di pasar hanya satu, sehingga penentuan harga sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti permintaan barang yang bersangkutan, harga barang substitusi atau pengganti, peraturan harga dari pemerintah

    Biaya Biaya merupakan dasar penentuan harga dalam penentuan harga

    Sebab suatu tingkat harga yang tidak dapat menutup biaya akan mengakibatkan kerugian, apabila suatu tingkat harga melebihi semua biaya akan menghasilkan keuntungan

    Tujuan dan Perusahaan Tujuan perusahaan, setiap penentuan harga selalu dikaitkan dengan tujuan perusahaan yang hendak dicapai antara lain: laba maksimum, volume penjualan, penguasaan pasar, kembalinya modal yang tertanam dalam jangka waktu tertentu

    Pengawasan Pemerintah Pengawasan pemerintah, pengawasan ini dapat berupa penentuan harga maksimum dan minimum, deskriminasi harga, serta praktek-praktek lain yang mendorong atau mencegah usaha-usaha ke arah monopoli

    Faktor-faktor di atas merupakan pertimbangan yang harus diperhatikan agar perusahaan dalam menetapkan harga jual dapat sesuai dan diterima oleh konsumen pemakai produk, sehingga konsumen tertarik untuk membeli produk tersebut

    Metode Penentuan Harga Jual Menurut Mulyadi (2003:348) ada beberapa metode dalam penentuan harga jual, diantaranya adalah sebagai berikut: a

    Penentuan Harga Normal (Normal Pricing) Dalam keadaan normal, harga jual ditentukan atas biaya penuh masa yang akan datang dan ditambahkan atas laba yang diharapkan

    Penentuan harga jual normal biasa disebut dengan Cost-Plus Pricing, taksiran biaya penuh dapat dilakukan dengan dua pendekatan yaitu Full costing dan Variable costing

    Cost Type Contract Kontrak pembuatan produk atau jasa yang pihak pembeli setuju untuk membeli produk atau jasa pada total biaya yang sesungguhnya dikeluarkan oleh produsen ditambah dengan laba yang dihitung sebesar persentase tertentu dari total biaya sesungguhnya tersebut

    Penentuan Harga Jual Pesanan Khusus (Spesial Order Pricing) Pesanan diterima oleh perusahaan diluar pesanan reguler perusahaan

    Pesanan regular adalah pesanan yang dibebani tugas untuk menutup seluruh biaya tetap yang akan terjadi dalam tahun anggaran

    Pesanan khusus adalah diperkirakan tidak hanya mengeluarkan biaya variabel saja, namun merupakan biaya tetap, karena harus beroperasi diatas kapasitas yang telah tersedia

    Penentuan Harga Jual Waktu dan Bahan Penentuan harga jual dan bahan ini pada dasarnya merupakan Cost-Plus Pricing

    Harga jual ditentukan sebesar harga jual perbuah dan ditambah laba yang diharapkan

    Metode harga jual seperti ini digunakan oleh perusahaan bengkel mobil, dok kapal, dan perusahaan lain yang menjual jasa reparasi dan bahan, dan suku cadang sebagai pelengkap penjualan jasa

    Komponen waktu per jam terdiri dari : 1

    Upah langsung termasuk tunjangan serta bonus 2

    Biaya yang terkait dengan biaya tidak langsung seperti pengawas, peyusutan, asuransi, bahan tidak langsung yang dapat diukur dengan jam 3

    Laba yang diinginkan per satuan waktu ( per jam) Komponen bahan per jam terdiri dari 1

    Persentase laba dari harga bahan 2

    Persentase dari biaya yang terkait dengan pengelolaan bahan

    Kerangka Pemikiran UKM CAULA yang berproduksi di daerah Sidoarjo adalah perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur

    Seperti halnya perusahaan industri lainnya, perusahaan industri ini mempunyai kegiatan memproduksi bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual

    Metode perhitungan harga pokok produksi merupakan salah satu komponen penting dalam menentukan kemajuan perusahaan dalam menghadapi dunia persaingan yang semakin ketat

    Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis biaya produksi yang dikeluarkan guna menghitung harga pokok produksi pada UKM CAULA

    Penetapan harga jual yang ditetapkan belum mencerminkan berapa besar biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk karena unsur biaya overhead pabrik tidak secara rinci diperhitungkan dalam perhitungan harga pokok produksi

    Harga pokok produksi akan dihitung berdasarkan metode perhitungan harga pokok produksi yang selama ini dilakukan perusahaan, dengan menggunakan biaya konvensional

    Adapun yang dijelaskan pada gambar 1