PDF -BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang - BAB IV PEMBAHASAN. merupakan rerangka (framework) pembagian tanggung jawab fungsional kepada unitunit
Wait Loading...


PDF :1 PDF :2 PDF :3 PDF :4 PDF :5 PDF :6 PDF :7


Like and share and download

BAB IV PEMBAHASAN. merupakan rerangka (framework) pembagian tanggung jawab fungsional kepada unitunit

BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang

BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Evaluasi Struktur Organisasi Perusahaan Menurut Mulyadi (2001:165) menyatakan bahwa Struktur organisasi merupakan rerangka (framework) pembagian tanggung jawab fungsional kepada

BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Evaluasi Struktur Organisasi Perusahaan Menurut Mulyadi (2001:165) menyatakan bahwa Struktur organisasi merupakan rerangka (framework) pembagian tanggung jawab fungsional kepada PDF BAB IV PEMBAHASAN Pada bab ini akan membahas hasil analisis sir stikom edu id eprint 1635 6 BAB IV pdf PDF BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Perpustakaan UIlib ui ac id file?file=digital 116702 T 2024592 Studi 20persepsi pdf PDF

Related PDF

BAB IV PEMBAHASAN Pada bab ini akan membahas hasil analisis

[PDF] BAB IV PEMBAHASAN Pada bab ini akan membahas hasil analisis sir stikom edu id eprint 1635 6 BAB IV pdf
PDF

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN - Perpustakaan UI

[PDF] BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Perpustakaan UIlib ui ac id file?file=digital 116702 T 2024592 Studi 20persepsi pdf
PDF

bab iv paparan data dan pembahasan - Etheses of Maulana Malik

[PDF] bab iv paparan data dan pembahasan Etheses of Maulana Malik etheses uin malang ac id 692 8 10510067 20Bab 204 pdf
PDF

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 41 Hasil

[PDF] BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4 1 Hasil mahasiswa dinus ac id docs skripsi bab4 18891 pdf
PDF

75 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A Hasil

[PDF] 75 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A Hasil repository upi edu 13967 5 S PPB 0900758 Chapter4 pdf
PDF

bab i pendahuluan - Universitas Kristen Maranatha

[PDF] bab i pendahuluan Universitas Kristen Maranatharepository maranatha edu 15998 3 0873056 Chapter1 pdf
PDF

BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang

organisasi, tetapi sudah merupakan bagian strategi dari organisasi untuk mencapai tujuannya kerangka kerja atau framework (Setiawan, 2009), (Lusa and Sensuse, 2011) Peranan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
PDF

SALINAN PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF DENGAN

Kementerian Pariwisata (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 20); 6 Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 28 Menimbang a bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 18 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2012 tentang Sertifikasi Kompetensi dan?

AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH 2

SILABUS-MATRIKULASI Akuntansi Keuangan II Jurusan - UNS

AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH 2 Dr. Bandi, M.Si., Ak 1 Sesi 2 UTANG LANCAR DAN KONTIJENSI 2 SIKLUS (PROSES) AKUNTANSI KEUANGAN Penjurnalanpenutupan Bukti Bk Jurnal Bk Besar BB Pembantu LAP KEUANGAN: ~Neraca

Akuntansi Keuangan Menengah II, S 1, 3 SKS, Semester 4 Mata kuliah ini merupakan mata kuliah pokok dengan prasyarat mahasiswa telah lulus mengambil? 1 Nama Mata Kuliah Akuntansi Keuangan Menengah 2 2 Kode PA402 3 Bobot sks

AGRO-BASED INDUSTRY CERTIFICATION SERVICES

Malaysian Agricultural Qualty Standards - FFTC-AP

PANDUAN PROSES SERTIFIKASI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2008, SERTIFIKASI SISTEM HACCP, DAN SERTIFIKASI SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN PANGAN ISO 22000:2005 AGRO-BASED INDUSTRY CERTIFICATION SERVICES BALAI

Chief, Publishing Management Service, Information Division, FAO, Viale delle in some of them, most obviously in organic agriculture and the related labelling verification methods that are also relevant for other sectors and industries Rural Infrastructure and Agro Industries Division 2

BAB III LANDASAN TEORI

10 BAB III LANDASAN TEORI 31 Definisi Perancangan

BAB III LANDASAN TEORI Untuk pembuatan website penjualan cd demo program Surabaya, mengambil beberapa teori penunjang sebagai acuan pembuatan website ini. Teoriteori tersebut antara lain : 3.1 Pengertian

BAB III LANDASAN TEORI 3 1 Metode Penelitian Metodologi penelitian bertujuan untuk memberikan kerangka penelitian yang sistematis sehingga dapat? 3 1 Museum Museum memiliki beberapa arti yang diperoleh sebagai sumber, menurut Peraturan Pemerintah RI No 19 Tahun 1995, museum merupakan? BAB III

PEJABAT PENGADAAN BARANG DAN JASA KANTOR ARSIP PERPUSTAKAAN DAN PENGELOLAAN DATA ELEKTRONIK KOTA CIMAHI TAHUN ANGGARAN 2015 Jl. Rd. Demang Hardjakusumah Komplek Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi BERITA

standardisasi menlhk go id wp content uploads 2016 04 “DAFTAR LEMBAGA PENYEDIA JASA LINGKUNGAN YANG TELAH TEREGISTRASI KOMPETENSI” 1 Penyedia Jasa Penyusunan Dokumen AMDAL (Konsultan AMDAL) No Nama Konsultan Nomor registrasi dan masa berlaku registrasi Tenaga tetap yang bersertifikat kompetensi Alamat 1 PT Survindo Link

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Persediaan merupakan barang-barang yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali atau diproses lebih lanjut menjadi barang untuk dijual. Perusahaan dagang

PDF 1 BAB I PENDAHULUAN 1 1 Latar Belakang Masalah Persediaan eprints perbanas ac id 241 3 BAB 20I pdf PDF 1 BAB I PENDAHULUAN I 1 Latar Belakang Persediaan Barang repository potensi utama ac id jspui bitstream 2 BAB 20I

PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2010-2013 SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi

PDF pengaruh good corporate governance terhadap kinerja perusahaaneprints undip ac id 40432 1 LESTARI pdf PDF PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN Core core ac uk download pdf 11735570 pdf PDF pengaruh good corporate governance terhadap kinerja dan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sumber Daya Manusia atau Karyawan merupakan salah satu sumber daya yang sangat penting di dalam suatu perusahaan karena Karyawan inilah yang menggunakan dan

PDF 1 BAB 1 PENDAHULUAN A Latar Belakang Membaca merupakan eprints ums ac id 16983 2 BAB I pdf PDF 1 BAB 1 PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah Karakter eprints ums ac id 29804 4 04 BAB I pdf PDF 1

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Pada era globalisasi ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat pesat, apalagi informasi sekarang sangat cepat menyebar ke penjuru dunia. Sejalan

repository uksw edu bitstream 123456789 2488 2 T2 BAB I PENDAHULUAN 1 1 Latar Belakang Menurut Drucker (1997), pengetahuan penting untuk meningkatkan produktivitas serta harus diperhatikan dan di kelola Sejalan dengan hal tersebut maka Brown dan Duguid (1991), dengan tegas menyatakan bahwa sebenarnya esensi organisasi adalah pengetahuan,

Home back 120121122123124125 Next

BAB IV PEMBAHASAN IV

Dari hal tersebut di atas dapat diketahui bahwa struktur organisasi menunjukkan pola wewenang dan tanggung jawab yang ada dalam suatu perusahaan

Kegiatan pokok suatu perusahaan dapat berjalan dengan lancar, jika setiap bagian dan fungsi yang ada dalam perusahaan dibagi-bagi dan dipisahkan sesuai dengan tanggung jawabnya masing-masing

Suatu fungsi tidak boleh diberi tanggung jawab penuh untuk melaksanakan semua tahap suatu transaksi

Hal ini dilakukan untuk mencegah dan menghindari terjadinya kecurangan ataupun penyelewengan wewenang dan tanggung jawab

Pemisahan tanggung jawab fungsional yang tegas tersebut dapat menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan suatu transaksi terdapat internal check di antara unit organisasi yang melaksanakan wewenang dan tanggung jawabnya masingmasing

Struktur organisasi yang ada di PT

Kestrelindo Aviatikara telah dijalankan dengan baik sesuai dengan pembagian tugas yang dijelaskan oleh perusahaan

Semua 52

bagian yang ada di perusahaan telah menjalankan tugas mereka sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen perusahaan

Untuk menganalisis dan mengevaluasi pengendalian internal yang ada pada struktur organisasi perusahaan terkait atas proses penerimaan kas yang sedang berjalan di dalam perusahaan

Maka penulis menemukan bahwa, beberapa fungsi telah memenuhi kriteria dimana pembagian tugas dan pemisahan tanggung jawabnya sudah memadai

Fungsi pencatatan terpisah dengan fungsi keuangan Berdasarkan hasil wawancara dengan direktur keuangan, ditemukan bahwa fungsi pencatatan terpisah dengan fungsi keuangan

Fungsi pencatatan dilakukan oleh bagian akuntansi yang berfungsi menerima setoran hasil penjualan BBM dari masing-masing operator di setiap kanopi

Sedangkan fungsi keuangan yaitu manajer keuangan untuk merencanakan dan mengawasi pengelolaan keuangan perusahaan

Pemisahan fungsi ini dilakukan perusahaan agar fungsi keuangan yaitu manajer keuangan dapat melakukan pengawasan dan pengelolaan terhadap keuangan perusahaan

Fungsi keuangan berfungsi sebagai internal check dari bagian akuntansi, untuk mengecek apabila terjadi penyelewengan terhadap kas perusahaan

Fungsi pencatatan terpisah dengan fungsi penyetoran kas ke bank Fungsi pencatatan yaitu bagian akuntansi yang bertugas menerima kemudian mencatat seluruh setoran dari operator atas penjualan BBM 53

terpisah dengan fungsi penyetoran kas ke bank

Penerimaan kas dari penjualan dalam bentuk tunai harus segera disetorkan ke bank dalam jumlah penuh sesuai jumlah yang tersimpan di brankas dengan cara melibatkan pihak selain bagian akuntansi utnuk melakukan internal check

Berdasarkan hal tersebut, perusahaan telah melakukan pengendalian internal yang baik

Bagian akuntansi tidak memiliki wewenang dan tanggung jawab untuk menyetorkan kas ke bank

Setelah menganalisis lebih jauh pengendalian internal pada struktur organisasi PT

Kestrelindo Aviatikara, penulis menemukan beberapa kelemahan, antara lain : 1

Tidak terdapat Job Description secara tertulis Perusahaan belum memiliki job description secara tertulis

Tidak ada dokumen-dokumen pendukung yang menyatakan dengan jelas dan tegas mengenai tugas dan tanggung jawab setiap karyawan yang ada di perusahaan

Manajemen perusahaan hanya memberitahukan secara lisan kepada setiap karyawan mengenai tugas dan tanggung jawabnya masingmasing

Seharusnya perusahaan memiliki job description secara tertulis

Hal ini dimaksudkan agar terdapat peraturan yang bersifat mengikat dan jelas, sehingga setiap bagian akan mengerti apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya masing-masing

Perusahaan tidak membuat kebijakan secara tertulis mengenai job description karena perusahaan menganggap pekerjaan akan lebih mudah 54

dijalankan bila job description tersebut disampaikan secara lisan

Menurut perusahaan kebijakan yang digunakan tersebut sudah sesuai dan cukup memadai

Karena perusahaan beranggapan bahwa bila nantinya terdapat perubahan struktur organisasi perusahaan, maka perusahaan dapat beradaptasi secara langsung tanpa harus menunggu prosedur tertulis yang rumit

Penulis menyarankan agar perusahaan membuat kebijakan tertulis mengenai job description

Hal ini dilakukan agar tidak terjadi perangkapan fungsi yang dilakukan oleh bagian tertentu yang ada di perusahaan

Fungsi penerimaan kas belum terpisah dengan fungsi pencatatan Dalam prosedur penerimaan kas yang sedang berjalan, fungsi penerimaan kas dilakukan oleh operator yang bertugas untuk melakukan proses penjualan produk

Kemudian fungsi pencatatan dilakukan oleh bagian akuntansi yang juga bertugas menerima seluruh uang yang disetorkan oleh operator untuk kemudian dicatat berapa jumlah penerimaan kas hasil penjualan di setiap shift berdasarkan yang dilaporkan oleh operator SPBU tersebut dan memasukkannya ke brankas

Jadi, dapat disimpulkan bahwa fungsi pencatatan yaitu bagian akuntansi juga melakukan proses penerimaan kas bahkan memegang uang dan memasukkannya ke brankas

Kemudian bagian akuntansi membuat rekapitulasi form teller untuk ketiga jenis bahan bakar di masing-masing mesin (solar, premium dan pertamax) untuk mengetahui jumlah 55

keseluruhan hasil penjualan bahan bakar di shift yang bersangkutan setelah itu fungsi pencatatan membuat laporan kas harian untuk dilaporkan ke manajer keuangan

Sehingga dapat disimpulkan bahwa telah terdapat pemisahan tugas antara operator yang bertugas sebagai fungsi penerimaan kas (kasir) namun bagian akuntansi yang seharusnya memiliki tugas dan wewenang sebatas mencatat jumlah hasil penjualan juga bertanggung jawab dalam menghitung dan menyimpan jumlah uang hasil penerimaan kas dari penjualan BBM tersebut

Perusahaan tidak membuat kebijakan khusus mengenai pemisahan fungsi ini

Menurut perusahaan kebijakan yang digunakan tersebut sudah sesuai dan cukup memadai

Karena perusahaan beranggapan bahwa tidak perlu menambah karyawan lagi untuk proses tersebut

Karena dengan menambah karyawan, berarti perusahaan akan menambah biaya lagi untuk merekrut karyawan baru

Oleh karena itu, penulis menyarankan agar perusahaan membuat pengendalian tambahan

Jadi tidak masalah apabila tidak dilakukan pemisahan atas fungsi yang terkait tersebut

Pengendalian tambahan yang bisa di lakukan perusahaan adalah dengan menggunakan CCTV (Closed Circuit Television)

CCTV adalah sebuah kamera pengintai yang digunakan untuk menyelidiki dan mengawasi suatu tempat yang dianggap rawan

Dengan adanya CCTV maka perusahaan dapat memantau dan merekam segala bentuk aktifitas untuk menghindari terjadinya penyelewengan atau tindak kejahatan

Sehingga pada saat aktifitas 56

penerimaan dan penyimpanan uang ke brankas berlangsung dapat dideteksi secara langsung

Adanya perangkapan fungsi antara direktur keuangan dengan direktur umum Direktur umum perusahaan terkadang membantu direktur keuangan dalam merencanakan dan mengelola keuangan perusahaan

Hal ini terjadi karena, PT

Kestrelindo Aviatikara merupakan perusahaan keluarga dimana pihak-pihak yang berwenang di dalamnya beberapa mempunyai hubungan darah

Oleh karena itu, tanggung jawab dan wewenang bisa dirangkap atas persetujuan direktur utama sebagai pimpinan perusahaan sekaligus pemegang saham terbanyak di perusahaan

Perusahaan tidak terlalu mementingkan hal ini, karena perusahaan menganggap hal tersebut adalah sesuatu yang biasa

Berdasarkan pengendalian internal yang baik pembagian tugas yang dijelaskan oleh perusahaan harus dilaksanakan sedemikian rupa agar tercipta suatu kontrol yang memadai

Wewenang dan tanggung jawab masing-masing pihak harus dibedakan dan dipisahkan sesuai wewenangnya masing-masing agar tidak terjadi perangkapan tugas

Hal tersebut dilakukan agar setiap bagian melaksanakan pekerjaan yang memang merupakan wewenang dan tanggung jawabnya

Penulis menyarankan agar deskripsi jabatan lebih ditekankan lagi agar tidak terjadi konflik kepentingan diantara pihak-pihak yang terkait

Perusahaan tidak memiliki fungsi penjualan secara khusus Dalam kegiatan operasionalnya, secara khusus pada kegiatan SPBU fungsi penjualan digabung dengan fungsi penerimaan kas

Berdasarkan pengendalian internal yang baik seharusnya fungsi penjualan harus terpisah dengan fungsi penerimaan kas untuk menghindari terjadinya penyelewengan kas

Perusahaan mempunyai cara sendiri untuk melakukan pengendalian dan upaya pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya kecurangan, yaitu bagian akuntansi yang bertugas untuk mengecek kesesuaian jumlah uang yang disetor operator dengan jumlah BBM yang laku terjual

Setiap pergantian shift, bagian akuntansi melakukan teller untuk memeriksa apakah jumlah uang yang disetorkan operator sesuai dengan jumlah penjualan BBM

Saran penulis adalah perusahaan terus meningkatkan pengendalian dan upaya pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya kecurangan yang dilakukan oleh operator

Yaitu selain pengecekan oleh bagian akuntansi secara langsung juga perlu dilakukan pengecekan secara berkala kinerja operator apakah telah memadai atau belum

Oleh karena itu pengggunaan dokumen dan catatan yang memadai akan menghasilkan 58

informasi yang teliti dan dapat dipercaya tentang adanya pencatatan transaksi dan kejadian secara memadai

Dokumen yang memadai adalah dokumen yang di otorisasi baik dengan tanda tangan ataupun stempel oleh pihak yang berwenang

Dokumen yang terdapat dalam prosedur penerimaan kas perusahaan sudah cukup lengkap

Keseluruhan dokumen sudah dapat menggambarkan bagaimana prosedur penerimaan kas berlangsung

Beberapa jenis dokumen yang digunakan dalam prosedur penerimaan kas perusahaan, yaitu terdiri dari : a

Form Teller Form teller dibuat oleh bagian akuntansi SPBU

Form teller merupakan dokumen yang berisi jumlah total bahan bakar yang laku terjual beserta jumlah uang yang diperoleh di masing-masing shift

Pengendalian internal terhadap form teller tersebut sudah berjalan dengan baik

Setiap pergantian shift bagian akuntansi akan melakukan pengecekan secara langsung dengan cara melakukan teller an sebelum jam atau sebelum masuk shift ke I

Dari digit angka yang tertera di mesin fuel dispenser tersebutlah bagian akuntansi mengetahui berapa liter bahan bakar yang laku terjual

Setelah itu bagian akuntansi mencatat berapa liter total bahan bakar yang laku terjual (selisih digit angka shift ke III dengan shift sebelumnya (shift ke II)) untuk kemudian dilakukan cek apakah jumlah uang yang disetorkan operator sesuai dengan hasil teller an)

Laporan Kas harian Laporan kas harian dibuat oleh bagian akuntansi SPBU terkait dengan rekapitulasi transaksi penerimaan kas di ke-3 shift dan berisi laporan jumlah uang yang disetor ke bank setiap harinya

Dan berisi laporan seluruh hasil penjualan BBM setiap harinya

Laporan kas harian ini kemudian dikirimkan dan dilaporkan ke manajer keuangan

Pengendalian internal terhadap laporan kas harian tersebut sudah berjalan dengan baik

Setiap harinya laporan tersebut dikirim ke manajer keuangan untuk kemudian diperiksa lebih lanjut

Dengan cara melakukan pengecekan untuk mengetahui kebenaran laporan yang dibuat oleh bagian akuntansi SPBU PT

Kestrelindo Aviatrikara

Buku Teller Buku teller merupakan dokumen yang dibuat oleh bagian akuntansi SPBU terkait dengan rekapitulasi form teller di ke-3 shift setiap harinya

Secara periodik manajer keuangan akan memeriksa buku teller ini untuk mendeteksi kecurangan yang mungkin terjadi

Terdapat kelemahan atas dokumen yang digunakan oleh PT

Kestrelindo Aviatikara yaitu : a

Dokumen form teller dicetak tidak bernomor urut

Dokumen form teller yang digunakan pada perusahaan diarsipkan berdasarkan tanggal kejadian transaksi dan berdasarkan jadwal masing- 60

masing shift yang ditulis secara manual

Karena perusahaan menganggap metode yang digunakan tersebut sudah sesuai dan cukup memadai

Pengendalian internal yang baik atas penggunaan suatu dokumen adalah dokumen dan catatan tersebut telah dicetak prenumbered atau bernomor urut

Karena penggunaan dokumen bernomor urut akan menjamin kelengkapan dokumen sehingga dikemudian hari saat dokumen tersebut diperlukan akan mudah mencarinya

Dan dokumen bernomor urut juga merupakan salah satu bukti terjadinya suatu transaksi

Pemberian nomor urut tercetak pada dokumen form teller sangat penting, karena dokumen ini banyak memberikan data penting

Dari dokumen form teller dapat diketahui berapa liter jumlah BBM yang laku terjual, berapa total penerimaan kas di setiap shift

Bahkan dokumen ini juga memberikan informasi mengenai omset perusahaan di ketiga jenis bahan bakar minyak yang di jual (premium, solar dan pertamax), memberikan data-data dan informasi berapa liter stock, lossing, sisa D/O dan berapa liter BBM yang harus dibeli ke pihak pertamina atau berapa liter kah belanja yang harus dilakukan

Mengingat pentingnya dokumen form teller ini, maka penulis menyarankan agar dokumen form teller diberikan nomor urut atau dicetak prenumbered agar jika terjadi suatu kesalahan akan dengan mudah ditelusuri

Dokumen form teller tidak diotorisasi oleh pihak yang berwenang Dokumen form teller di buat secara manual oleh bagian yang bertanggung jawab atas dokumen tersebut yaitu bagian akuntansi

Namun saat dokumen tersebut dikeluarkan tidak terdapat otorisasi seperti cap atau tanda tangan pihak yang berwenang yaitu kepala bagian akuntansi

Pengecekan fisik atas jumlah uang yang diterima dari operator dan jumlah bahan bakar minyak yang laku terjual dapat ditelusuri melalui dokumen form teller

Oleh karena itu, penting adanya otorisasi dari kepala bagian akuntansi atas dokumen ini

Dengan adanya otorisasi, maka dokumen tersebut dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya atas informasi yang teliti dan dapat dipercaya tentang adanya pencatatan transaksi dan kejadian secara memadai

Prosedur sistem penerimaan kas tersebut tidak akan terlaksana dengan baik jika tidak diciptakan cara-cara untuk menjamin praktik yang sehat dalam pelaksanaannya

Oleh karena itu, berdasarkan wawancara dan hasil observasi yang telah dilakukan penulis ke perusahaan, penulis menemukan praktik-praktik yang sehat yang telah berlangsung diperusahaan yang menunjukkan bahwa pengendalian internal yang sedang berlangsung di perusahaan sudah berjalan dengan cukup baik

Maka penulis menguraikan hasil temuannya berikut ini : 62

Evaluasi kinerja karyawan Biasanya setiap harinya, manajer SPBU di setiap pergantian shift mengadakan berita acara

Dimana para karyawan, khususnya operator berkumpul minimal 10 menit sebelum pergantian shift berikutnya, telah ada ditempat dan siap siaga

Sebelum pergantian shift berikutnya, para karyawan dibekali nasihat-nasihat untuk perbaikan atas keluhan konsumen terhadap pelayanan operator yang kurang memuaskan

Begitulah pengendalian internal yang diterapkan perusahaan untuk mengevaluasi kinerja karyawannya

Evaluasi kinerja para karyawan yang dilakukan oleh perusahaan sudah cukup memadai

Disini penulis dapat melihat bagaimana pengendalian internal diterapkan dalam mengevaluasi pekerjaan para karyawan

Secara berkala, pihak independen perusahaan akan melakukan interbal check ke SPBU

Pengecekan dilakukan dengan mengevaluasi proses transaksi penerimaan kas berlangsung, untuk mendeteksi terjadinya kelalaian maupun kecurangan yang dibuat oleh para karyawan

Minimal sebulan sekali pengecekan ini dilakukan

Mengecek bagaimana kinerja para karyawan SPBU, apakah telah sesuai dengan yang diharapkan atau belum

Pemeriksaan laporan kas harian Kurang lebih sebulan sekali, akan dilakukan pengecekan terhadap dokumen-dokumen laporan penerimaan kas SPBU PT

Kestrelindo Aviatikara

Semua dokumen yang berkaitan dengan proses penjualan tunai bahan bakar sampai proses penerimaan kas berlangsung akan dicek oleh pihak independen perusahaan

Bagian akuntansi akan memberikan dokumen-dokumen yang dibutuhkan perusahaan seperti buku teller yang berisi rekapitulasi form teller setiap shift dan kumpulan laporan kas harian SPBU untuk mencocokkan dengan data yang diterima oleh perusahaan

Dengan adanya pemeriksaan secara periodik sedikitnya sekali dalam sebulan tersebut sangat membantu perusahaan untuk mengetahui secara dini kesalahan-kesalahan ataupun penyelewengan yang mungkin terjadi

Apabila terdapat kesalahan dalam pencatatan dapat segera diketahui dan ditemukan dimana letak kesalahannya

Begitu juga apabila terjadi suatu penyelewengan, dengan adanya pemeriksaan rutin ini dapat membantu perusahaan dalam mendeteksinya

Dan kemudian mengambil tindakan lebih lanjut atas kesalahan dan penyelewengan tersebut

Penetapan target untuk meningkatkan hasil penjualan Setiap perusahaan mempunyai targetnya masing-masing untuk terus menerus meningkatkan bisnis usahanya

Kestrelindo Aviatikara juga telah mempunyai target jangka panjang yaitu dengan cara 64

meningkatkan hasil penjualannya

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, penulis menemukan bahwa PT

Kestrelindo Aviatikara telah banyak melakukan kerjasama bisnis dengan berbagai pihak untuk meningkatkan penjualan

Salah satunya yaitu kerjasama yang dilakukan dengan pihak Dinas Kebersihan

Sehingga truk pengangkut sampah akan membeli bahan bakar minyak atau bensin ke SPBU PT

Kestrelindo Aviatikara

Jumlah kas yang diterima dari pelanggan, seluruhnya disetor ke bank pada hari yang sama Jumlah kas hasil penjualan BBM yang diterima dari pelanggan, seluruhnya disetor ke bagian akuntansi untuk kemudian dicatat dan disetorkan ke bank setiap hari

Setiap harinya akan dilakukan penyetoran kas ke bank meliputi seluruh jumlah uang yang tersimpan di brankas (total hasil penjualan di shift ke I (jam ) + shift ke II (jam ) ) dan seluruh uang hasil penjualan di shift ke III untuk kemudian disetorkan ke Bank sekitar jam Dan kegiatan ini dilakukan setiap harinya untuk mengamankan jumlah uang yang ada di brankas

Dengan adanya sistem ini, maka perusahaan secara tidak langsung telah melakukan pengendalian terhadap jumlah kas yang ada di tangan

Seluruh uang hasil penjualan tidak dibiarkan terlalu lama disimpan di brankas dan tentu saja ini dilakukan untuk mengamankan uang tersbut dari penyelewengan ataupun 65

  • pencurian
  • Karena semakin lama uang yang ada dibrankas disimpan maka resiko terjadinya suatu pencurian akan semakin besar

    Kunci brankas dipegang oleh manajer SPBU dan kepala bagian akuntansi Jumlah kas yang masuk dan keluar dari brankas di otorisasi oleh kepala bagian akuntansi secara langsung

    Kepala bagian akuntansi yang berwenang memasukkan jumlah penerimaan kas hasil penjualan ke brankas dan dia juga yang berwenang mengeluarkan uang tersebut dari brankas

    Jadi pada saat operator menitipkan uang ke bagian akuntansi, untuk kemudian dihitung kembali dan dicatat setelah itu yang berhak memasukkan uang tersebut ke brankas adalah kepala bagian akuntansi

    Dan pada saat penyetoran kas ke bank, kepala bagian akuntansi lah yang menyerahkannya langsung ke petugas penyetoran kas ke bank untuk disetor berdasarkan persetujuannya

    Pengendalian atas jumlah uang hasil penjualan sangat ketat di sini, sehingga segala bentuk penyelewengan dan pencurian dapat dihindari semaksimal mungkin

    Penulis juga menemukan beberapa praktik-praktik sehat yang belum diterapkan oleh PT

    Kestrelindo Aviatikara antara lainnya adalah : 1

    Tidak terdapat perputaran pekerjaan (job rotation) Perputaran pekerjaan yang diadakan secara rutin akan dapat menjaga independensi pejabat dalam melaksanakan tugasnya, sehingga persekongkolan di antara mereka dapat dihindari

    Karyawan yang bekerja di PT

    Kestrelindo Aviatikara tidak mengalami perputaran pekerjaan atau rotasi pekerjaan, sehingga karyawan yang bekerja di fungsi penerimaan kas, fungsi akuntansi dan lainnya adalah orang yang sama

    Perusahaan menganggap rotasi pekerjaan tidak diperlukan, sejauh tugas dan tangung jawab masing-masing bagian dilakukan dengan baik

    Perusahaan merasa perputaran pekerjaan hanya akan mempersulit kegiatan operasional perusahaan

    Namun perusahaan dapat mencoba melakukan rotasi pekerjaan untuk melihat bagaimana kontrol terjadi atas setiap karyawan

    Perputaran pekerjaan dapat dilakukan antara bagian akuntansi yang bekerja di setiap shift

    Misalnya perputaran pekerjaan antara bagian akuntansi shift ke I dengan shift ke III, shift ke II dengan shift ke III dan sebagainya

    Dengan demikian peluang terjadinya persekongkolan dan kecurangan di bagian akuntansi dapat diperkecil

    Tidak terdapat pemeriksaan mendadak Pemeriksaan mendadak dilaksanakan tanpa pemberitahuan lebih dahulu ke pihak yang akan diperiksa, dengan jadwal yang tidak teratur

    Jika dalam suatu organisasi dilaksanakan pemeriksaan mendadak terhadap kegiatan-kegiatan pokoknya, hal ini akan mendorong karyawan melaksanakan tugasnya sesuai dengan aturan yang ditetapkan

    Perusahaan mengganggap pemeriksaan mendadak tidak diperlukan karena itu hanya akan menghambat kegiatan operasional perusahaan

    Menurut perusahaan, pemeriksaan yang dilakukan secara periodik sudah memadai untuk tetap menjalankan kontrol atas kegiatan sistem penerimaan kas yang berlangsung

    Masih ada operator yang melakukan kelalaian dalam melakukan prosedur penyetoran uang hasil penjualan ke bagian akuntansi Beberapa menit sebelum pergantian shift berikutnya masingmasing operator diwajibkan menyetorkan uang atau menitipkan uang sebelum shift berikutnya di mulai

    Hal ini dilakukan untuk mengamankan jumlah uang hasil penjualan yang ada di tangan operator agar terhindar dari penyelewengan operator sendiri ataupun dari kejahatan pihak luar seperti pencurian dan perampokan

    Pada jam-jam yang telah ditetapkan, operator masing-masing kanopi harus sudah bersiap siaga menghitung jumlah uang hasil penjualan di shift yang bersangkutan dan kemudian menyetorkannya ke bagian akuntansi

    Namun, masih ada operator yang lalai sehingga telat menyetorkan uang ke bagian akuntansi

    Tentu saja ini akan menghambat kerja pada bagian akuntansi

    Karena sebelum pergantian shift berikutnya, bagian akuntansi akan melakukan pencatatan pada form teller berdasarkan data yang diperoleh dari operator yaitu jumlah uang hasil penjualan yang harus mereka setorkan ke bagian akuntansi di shift tersebut

    Kemudian bagian akuntansi menghitung kembali jumlah uang yang disetor oleh masing-masing operator sebelum kepala bagian akuntansi memasukkan uang tersebut ke brankas

    Setelah itu bagian akuntansi melakukan pencatatan form teller, kemudian melakukan teller-an untuk melakukan cek berapa liter total hasil penjualan BBM di shift tersebut

    Oleh karena itu, operator tidak boleh lalai dalam menjalankan tugasnya dalam menyetorkan seluruh penerimaan kas di shift yang bersangkutan

    Karena keterlambatan itu juga akan menghambat bagian akuntansi dan memperlambat kerja bagian akuntansi dan ini juga akan berpengaruh pada keterlambatan penyetoran kas ke bank

    Masih ada operator yang meninggalkan mesin fuel dispenser Seringkali ketika pelanggan datang untuk membeli BBM, harus menunggu operator yang bersangkutan

    Karena operator yang bertanggung jawab di kanopi tersebut pergi meninggalkan tanggung jawabnya untuk mengobrol dengan operator lainnya atau dengan pihak 69

    Ini akan membuat pelanggan merasa tidak nyaman karena harus menunggu

    Hal ini seringkali terjadi karena kurangnya kesadaran akan pengendalian internal pada diri masing-masing operator

    Kelalaian dan kekurangan ini tentunya secara langsung atau tidak langsung dapat mempengaruhi citra perusahaan di mata publik, khususnya pelanggan

    Karena kinerja operator terkesan tidak profesional