PDF contoh kajian pustaka,contoh bab -BAB II KAJIAN PUSTAKA - BAB II KAJIAN PUSTAKA
Wait Loading...


PDF :1 PDF :2 PDF :3 PDF :4 PDF :5 PDF :6 PDF :7 PDF :8 PDF :9 PDF :10


Like and share and download

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA

6 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) a. Pengertian KTSP Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat

6 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) a. Pengertian KTSP Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat PDF BAB II KAJIAN PUSTAKA A Deskripsi Teori 1 Penelitian Tindakan eprints uny ac id 8483 3 bab 202 20 2008513241007 pdf PDF BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI A Kajian eprints uny ac id 8877 3 BAB 202 20

Related PDF

BAB II KAJIAN PUSTAKA A Deskripsi Teori 1 Penelitian Tindakan

[PDF] BAB II KAJIAN PUSTAKA A Deskripsi Teori 1 Penelitian Tindakan eprints uny ac id 8483 3 bab 202 20 2008513241007 pdf
PDF

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI A Kajian

[PDF] BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI A Kajian eprints uny ac id 8877 3 BAB 202 20 2008413244003 pdf
PDF

BAB II LANDASAN TEORI A Kajian Pustaka Dalam penulisan

[PDF] BAB II LANDASAN TEORI A Kajian Pustaka Dalam penulisan eprints walisongo ac id 914 3 083611018 Bab2 pdf
PDF

BAB II KAJIAN PUSTAKA 21 Pengertian Belajar Belajar diartikan

[PDF] BAB II KAJIAN PUSTAKA 2 1 Pengertian Belajar Belajar diartikan digilib unila ac id 513 3 BAB 20II pdf
PDF

BAB II KAJIAN PUSTAKA

[PDF] BAB II KAJIAN PUSTAKAlib ui ac id file?file=digital 116900 20Literatur pdf
PDF

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN - repo unpas

[PDF] BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN repo unpasrepository unpas ac id 32885 3 BAB 20II 20revisi 20up pdf
PDF

bab ii kajian pustaka, kerangka pemikiran dan hipotesis - repo unpas

[PDF] bab ii kajian pustaka, kerangka pemikiran dan hipotesis repo unpasrepository unpas ac id 12526 4 6 20BAB 20II pdf
PDF

BAB II KAJIAN PUSTAKA A PENELITIAN - UIN Malang

[PDF] BAB II KAJIAN PUSTAKA A PENELITIAN UIN Malangetheses uin malang ac id 1416 6 07210024 Bab 2 pdf
PDF

BAB II KAJIAN PUSTAKA

[PDF] BAB II KAJIAN PUSTAKAetheses uin malang ac id 2121 6 08410101 Bab 2 pdf
PDF

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA A Tinjauan tentang Pondok Pesantren 1 Pengertian Pondok Pesantren Ketika kita berbicara tentang pengertian pondok pesantren,
PDF

DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR

DAFTAR ISII DAFTAR TABELX DAFTAR GAMBAR XII PENGANTAR 1

ABSTRAK Permata GYM & SPA merupakan pusat kebugaran yang ingin memperkenalkan konsep hidup sehat kepada masyarakat luas dengan menawarkan program kebugaran yang bermanfaat khususnya di kota Bandung. Dari

bappeda jakarta go id 63 DAFTAR ISI 11 MEI pdf DAFTAR TABEL Tabel 2 1 Pembagian Wilayah Provinsi DKI Jakarta II 7 Tabel 2 2 Panjang dan Luas Sungai di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2017 II 15 Tabel 2 3 Banyaknya Hari Hujan Menurut Bulan di

PETUNJUK PELAKSANAAN NOMOR : JUKLAK/07/VIII/2014 TENTANG

Petunjuk Pelaksanaan Lomba Kreasi Audiovisual Sejarah 2019

1 KEMENTERIAN PERTAHANAN RI PUSAT KEUANGAN PETUNJUK PELAKSANAAN NOMOR : JUKLAK/07/VIII/2014 TENTANG PEDOMAN REKONSILIASI DALAM RANGKA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERTAHANAN DAN

Keputusan Menteri Pertahanan Nomor KEP 970 VIII 2014 tanggal 28 Agustus Petunjuk Pelaksanaan Kapusku Kemhan Nomor Juklak 06 XII 2013 tanggal 6? Peraturan Menteri Keuangan Nomor 120 PMK 06 2007 tanggal Petunjuk Pelaksanaan Kapusku Kemhan Nomor

19 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Akuntansi Manajemen 1. Pengertian dan Fungsi Akuntansi Manajemen Pengertian akuntansi manajemen menurut Horngren (2000) adalah proses identifikasi, pengukuran,

library binus ac id eColls eThesisdoc Bab2 BOL S1 2016 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1 1 Pengertian Bisnis Menurut Allan Afuah (2004) Bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu 8 yang terorganisasi untuk menghasilkan dana menjual barang ataupun jasa agar sir stikom edu id eprint 1738 4 BAB II

xi DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...i LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING.....ii LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI....iii LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN HASIL TUGAS AKHIR..iv HALAMAN PERSEMBAHAN... v MOTTO... vi KATA PENGANTAR...

PDF BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Sebagai penutup dari thesis ini e journal uajy ac id 4490 6 5MM01665 pdf PDF BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini dapat ditarik e journal uajy ac id 11330 7 6MTF02361 pdf PDF 51 BAB VI

8 BAB II TELAAH PUSTAKA 2.1 Pengertian Biaya Biaya dapat dipandang sebagai suatu nilai tukar yang dikeluarkan atau suatu pengorbanan sumber daya yang dilakukan untuk mendapatkan manfaat di masa datang.

PDF BAB II TELAAH PUSTAKA 2 1 Pengertian Biaya Biaya dapat repository uin suska ac id 4057 3 BAB 20II pdf PDF BAB II TELAAH PUSTAKA 2 1 Pengertian Akuntansi Biaya repository uin suska ac id 4195 3 BAB 20II pdf PDF BAB II

DESKRIPTIF STATISTIK GURU PAIS

BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN A Deskripsi Hasil

DESKRIPTIF STATISTIK GURU PAIS 148 Statistik Pendidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Deskriptif Statistik Guru PAIS A. Tempat Mengajar Pendataan Guru PAIS Tahun 2008 mencakup 33 propinsi. Jumlah

Statistik deskriptif ini digunakan sebagai dasar untuk menguraikan kecenderungan Tabel 4 4 Deskripsi Sertifikasi guru Pendidikan Agama Islam ( PAI) No A Deskripsi Data Statistik deskriptif ini digunakan sebagai dasar untuk menguraikan kinerja guru, motivasi belajar, serta prestasi belajar PAI siswa

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan yang sangat pesat di bidang teknologi dan informasi membawa dampak yang sangat kuat dalam dunia usaha, hal tersebut menyebabkan persaingan antar

BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia usaha begitu cepat sehingga membawa dampak yang kuat terhadap situasi? juga membawa dampak pada kinerja pasar modal Turunnya nilai tukar mata uang lokal ini menyebabkan terjadinya ketimpangan bagi struktur ekonomi yang ? Globalisasi dan modernisasi

WALIKOTA PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 12 TAHUN 2015 TENTANG BACA TULIS AL QUR AN BAGI PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR / MADRASAH IBTIDAIYAH, SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

WALIKOTA PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 3 TAHUN 2017 TENTANG LAMBANG? Menimbang a bahwa guna memberikan pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan pendapatan asli daerah dan dalam rangka memberikan landasan ? b Peraturan Walikota Pekalongan Nomor 26 Tahun 2016

BAB IV LANGKAH-LANGKAH TEROBOSAN PENDIDIKAN TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH DASAR BAB IV LANGKAH-LANGKAH TEROBOSAN PENDIDIKAN TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH DASAR 41 LANGKAH-LANGKAH TEROBOSAN PENDIDIKAN TAMAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A Langkah langkah Penelitian Langkah langkah penelitian pada hakikatnya merupakan suatu persiapan? 74 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A Langkah Langkah Penelitian dan Pengembangan 1 Tahap Define (Pendefinisian) Tujuan pada tahap ini

Home back 210211212213214215 Next

Kajian Teori 1

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) a

Pengertian KTSP Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No

Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik

Kurikulum yang disusun oleh satuan pendidikan disesuaikan untuk memungkinkan antara penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah

Kurikulum yang saat ini digunakan di Indonesia adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

KTSP merupakan penyempurnaan dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)

KBK dan KTSP mempunyai kesamaan yakni pembelajaran dan penilaian menggunakan pembelajaran berbasis kompetensi dan penilaian berbasis kelas

KBK mempunyai perbedaan dengan KTSP yakni dikembangkan oleh tim pusat kurikulum departemen pendidikan nasional, sedangkan KTSP dikembangkan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan potensi dan kebutuhan sekolah dengan tetap berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)

Pengembangkan KTSP di sekolah mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP)

SNP adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh Indonesia

SNP dikembangkan oleh BSNP

Terdapat 8 Standar Nasional Pendidikan yang harus diacu oleh sekolah dalam penyelenggaraan kegiatannya yaitu: Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, dan Standar Penilaian Pendidikan

Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan

  • 7 utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum
  • Standar Isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu, sedangkan Standar Kompetensi Lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan (BSNP, 2006: 4)

    KTSP ditandatangani pada 23 Mei 2006 dan diberlakukan di Indonesia mulai tahun ajaran 2006/2007

    Menurut Mulyasa (2007: 19) KTSP adalah sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan

    KTSP merupakan suatu ide tentang pengembangan kurikulum yang diletakkan pada posisi yang paling dekat dengan pembelajaran, yakni sekolah dan satuan pendidikan

    Susilo (2007: 12) menyatakan bahwa KTSP adalah suatu konsep yang menawarkan otonomi pada sekolah untuk menentukan kebijakan sekolah dalam rangka meningkatkan mutu dan efisien pendidikan agar dapat memodifikasikan keinginan masyarakat setempat serta menjalin kerja sama yang erat antar sekolah, masyarakat, industri dan pemerintah dalam membentuk pribadi peserta didik

    Pengertian KTSP dalam SNP Pasal 1 Ayat 15, KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan di masingmasing satuan pendidikan

    KTSP dikembangkan sesuai potensi sekolah dan karakteristik siswa serta sesuai dengan tuntutan masyarakat

    Sejalan dengan pengertian diatas Sanjaya (2008: 128) mengemukakan bahwa ada beberapa hal yang berkaitan dengan KTSP sebagai kurikulum operasional

    Pertama, sebagai kurikulum yang bersifat operasional, dalam pengembangannya KTSP tidaklah terlepas dari ketetapan yang telah disusun pemerintah secara nasional

    kedua, para pengembang KTSP dituntut harus memerhatikan ciri khas kedaerahan, sesuai dengan bunyi Undang- Undang No

    ketiga, para pengembang kurikulum di daerah memiliki keleluasaan dalam mengembangkan kurikulum menjadi unit-unit pelajaran

    Landasan Pengembangan KTSP KTSP memiliki Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah yang melandasinya diantaranya adalah Undang-undang Republik Indonesia No

    Pasal 35 Ayat 2 mengemukakan bahwa Standar Nasional Pendidikan (SNP) digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, dan pembiayaan

    Pasal 36 Ayat 2 menyebutkan kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik

    Pasal 38 Ayat 1, 2 menyebutkan kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh pemerintah, serta kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah atau madrasah di bawah koordinasi dan supervise dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten atau kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah

    Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No

    Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No

    Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No

    Ayat 1 mengemukakan bahwa Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik, dan ayat 2 berisi tentang Standar Kompetensi Lulusan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 meliputi standar kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan dasar dan menengah, standar kompetensi lulusan minimal kelompok mata pelajaran, dan standar kompetensi lulusan minimal mata pelajaran

    Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No

    Peraturan tersebut mengemukakan bahwa satuan pendidikan dasar dan menengah mengembangkan dan menetapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah sesuai kebutuhan satuan pendidikan yang bersangkutan

    Prinsip-prinsip Pengembangan KTSP Pengembangan KTSP mengacu pada Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun BSNP, serta memperhatikan pertimbangan komite sekolah atau madrasah

    KTSP dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip

    Prinsip-prinsip tersebut diantaranya berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya

    Beragam dan terpadu

    Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni

    Relevan dengan kebutuhan hidup

    Menyeluruh dan berkesinambungan

    Belajar sepanjang hayat

    Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah (BSNP, 2006: 5)

    Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya, berarti peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta

  • bertanggung jawab
  • Memiliki posisi sentral berarti proses pembelajaran yang berlangsung berpusat pada peserta didik

    Beragam dan terpadu berarti pengembangan kurikulum memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial, ekonomi, dan jenis kelamin

    Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna

    Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yakni kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni berkembang secara dinamis

    Semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni

    Relevan dengan kebutuhan kehidupan yang berarti pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholder) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja

    Menyeluruh dan berkesinambungan mengandung arti bahwa substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan

    Belajar sepanjang hayat berarti kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik agar mampu dan mau belajar yang berlangsung sepanjang hayat

    Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya

    Prinsip yang terakhir yakni seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah berarti kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, 10

  • 11 dan bernegara
  • Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan moto Bhineka Tunggal Ika dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

    Karakteristik KTSP Sanjaya (2008 : 129) mengemukakan bahwa KTSP dilihat dari desainnya terdiri atas 4 desain, yakni kurikulum sebagai disiplin ilmu, atau yang dikenal dengan kurikulum subjek akademis

    kurikulum pengembangan individu yang sering kita kenal dengan kurikulum humanistik

    kurikulum berorientasi pada kehidupan masyarakat atau yang kita kenal dengan rekonstruksi sosial

    Konsep dasar dan desain kurikulum diatas jika dihubungkan maka, KTSP dapat dikatakan memiliki semua unsur tersebut yang sekaligus merupakan karakteristik KTSP itu sendiri

    KTSP adalah kurikulum yang berorientasi pada disiplin ilmu

    pertama, struktur program KTSP yang memuat sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik

    Setiap mata pelajaran yang harus dipelajari itu selain sesuai dengan namanama disiplin ilmu juga ditentukan jumlah jam pelajaran secara ketat

    Kedua, kriteria keberhasilan KTSP lebih banyak diukur dari kemampuan siswa menguasai materi pelajaran

    Kriteria keberhasilan tersebut dapat dilihat dari sistem kelulusan yang ditentukan oleh standar minimal penguasaan isi pelajaran seperti yang diukur dari hasil Ujian Nasional

    Soal-soal dalam UN itu lebih banyak bahkan seluruhnya menguji kemampuan kognitif siswa dalam setiap mata pelajaran

    KTSP sebenarnya menyarankan kepada setiap guru menggunakan sistem penilaian proses misalnya dengan portofolio, namun pada akhirnya kelulusan siswa ditentukan oleh sejauh mana siswa menguasai materi pelajaran

    KTSP merupakan kurikulum yang berorientasi pada pengembangan individu yakni menekankan pada aktivitas siswa untuk mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran melalui berbagai pendekatan dan strategi pembelajaran yang disarankan misalnya CTL, inkuiri, pembelajaran portofolio, dan lain sebagainya

    Secara tegas dalam struktur kurikulum terdapat
  • 12 komponen pengembangan diri, yakni komponen kurikulum yang menekankan kepada aspek pengembangan minat dan bakat siswa
  • KTSP adalah kurikulum yang mengakses kepentingan daerah, hal ini tampak pada salah satu prinsip KTSP, yakni berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya

    Berdasar pada prinsip tersebut, maka KTSP adalah kurikulum yang dikembangkan oleh daerah, bahkan dengan program muatan lokalnya, KTSP didasarkan pada keberagaman kondisis, sosial, budaya yang berbeda masingmasing daerahnya

    KTSP adalah kurikulum teknologis, karena dapat dilihat dari adanya standar kompetensi, kompetensi dasar yang kemudian di jabarkan pada indikator hasil belajar, yakni sejumlah perilaku yang terukur sebagai bahan penilaian

    Mengacu pada karakteristik-karakteristik diatas, maka KTSP adalah kurikulum yang memuat semua unsur desain kurikulum

    Semua unsur desain mewarnai KTSP, akan tetapi desain KTSP sebagai desain kurikulum berorientasi pada pengembangan disiplin ilmu atau desain kurikulum subjek akademis tampak lebih dominan, hal ini tampak jelas dari pengaturan secara ketat namanama disiplin ilmu serta kriteria keberhasilan setiap siswa dalam mempelajari kurikulum

    Peran Guru dalam Pelaksanaan KTSP di sekolah Pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) tidak terlepas dari peran seorang guru

    Menurut Martinis Yamin (2008: 49), guru harus memiliki kepekaan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan, seperti adanya perubahan kurikulum

    Guru diminta untuk dapat beradaptasi dengan perubahan tersebut, dengan cara mengikuti penataran, workshop, dan belajar dari teman lainnya

    Seorang guru sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas harus memahami kurikulum yang berlaku, jangan sampai ketika pelaksanaannya di lapangan, guru tidak mengetahui perangkat yang digunakan

    Oemar Hamalik (2008: 53) menyatakan bahwa setiap guru perlu dan harus memahami kurikulum tempatnya bertugas dengan sebaik-baiknya, oleh karena itu, agar pelaksanaan Kurikulum

  • 13 Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berjalan efektif, guru perlu memahami Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
  • Tugas utama guru dalam pelaksanaan KTSP adalah menjabarkan, menganalisis, mengembangkan indikator dan menyesuaikan standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) dengan karakteristik dan perkembangan peserta didik, situasi dan kondisi sekolah (Mulyasa, 2006: 109)

    Selain itu, dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis KTSP, guru tidak hanya sebagai pengajar tetapi juga sebagai fasilitator yang memberikan kemudahan belajar kepada seluruh siswa

    Guru merupakan faktor penting yang besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar bahkan sangat menentukan berhasil tidaknya siswa dalam belajar

    Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan bertujuan untuk memberdayakan para siswa agar memiliki kecakapan hidup sehingga guru harus mengembangkan kreativitas para siswa melalui kecakapan, memotivasi dengan iklim belajar yang kondusif (Martinis Yamin, 2008: 104)

    Pembelajaran Matematika Berbasis KTSP Implementasi KTSP akan bermuara pada pelaksanaan pembelajaran, yakni bagaimana agar isi atau pesan-pesan kurikulum (SK-KD) dapat dicerna oleh peserta didik secara tepat dan optimal

    Guru harus berupaya agar peserta didik dapat membentuk kompetensi dirinya sesuai dengan apa yang digariskan dalam kurikulum (SK-KD), sebagaimana dijabarkan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

    Tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku tersebut

    Umumnya pelaksanaan pembelajaran mencakup tiga kegiatan, yakni pembukaan, pembentukan kompetensi, dan penutup (Mulyasa, 2008: 180)

    Pembukaan adalah kegiatan awal yang harus dilaksanakan guru untuk memulai atau membuka pembelajaran

    Membuka pembelajaran merupakan suatu kegiatan untuk menciptakan kesiapan mental dan menarik perhatian peserta didik secara optimal, agar mereka memusatkan diri sepenuhnya untuk belajar

    Banyak cara yang dapat dilakukan guru untuk memulai atau membuka pembelajaran, antara lain melalui pembinaan keakraban, dan pretest

    Pembinaan keakraban merupakan upaya yang harus dilakukan guru untuk menciptakan iklim

  • 14 pembelajaran yang kondusif dan mempersiapkan peserta didik memasuki proses pembelajaran
  • Pembinaan keakraban sebaiknya dilakukan guru untuk memperhatikan perbedaan individual dan karakteristik peserta didik

    Terbinanya suasana yang akrab amat penting untuk mengembangkan sikap terbuka dalam kegiatan belajar dan pembentukan kompetensi peserta didik

    Pretest (tes awal) adalah kegiatan yang dilakukan setelah pembinaan keakraban

    Pretest memegang peranan yang cukup penting dalam pelaksanaan pembelajaran

    Pretest adalah tes yang dilaksanakan sebelum kegiatan inti pembelajaran dan pembentukan kompetensi dimulai, sebagai penjajagan terhadap kemampuan peserta didik pada pembelajaran yang akan dilaksanakan

    Pembentukan kompetensi mencakup berbagai langkah yang perlu ditempuh oleh peserta didik dan guru sebagai fasilitator untuk mewujudkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ditempuh melalui berbagai cara, bergantung kepada situasi, kondisi, kebutuhan serta kemampuan peserta didik

    Penutup merupakan kegiatan akhir yang dilakukan guru untuk mengakhiri pembelajaran

    dalam implementasi KTSP, kegiatan menutup pelajaran (penutup) perlu dilakukan secara professional, agar mendapatkan hasil yang memuaskan dan menimbulkan kesan yang menyenangkan

    Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan guru untuk menutup pelajaran antara lain, pertama, meninjau kembali yakni dapat dilakukan dengan cara merangkum materi pokok atau menarik suatu kesimpulan yang mengacu pada kompetensi dasar dan tujuan yang telah dirumuskan

    Kegiatan merangkum dan menarik kesimpulan dapat dilakukan peserta didik di bawah bimbingan guru, oleh guru, atau oleh peserta didik bersama guru

    Kedua, mengevaluasi yakni untuk mengetahui keefektifan pembelajaran dan pembentukan kompetensi yang dilakukan, serta untuk mengetahui apakah kompetensi dasar dan tujuan-tujuan yang telah dirumuskan dapat dicapai oleh peserta didik melalui pembelajaran

    hasil evaluasi dapat digunakan untuk berbagai kepentingan, memberikan penilaian terhadap peserta didik dan juga sebagai balikan untuk memperbaiki program pembelajaran

    Ketiga, Tindak lanjut yakni kegiatan yang harus dilakukan peserta didik setelah pembelajaran dan pembentukan kompetensi, kegiatan ini perlu diberikan agar terjadi pemantapan pada

  • 15 diri peserta didik terhadap pembentukan kompetensi dasar dan pencapaian tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan
  • Penelitian yang Relevan Berikut ini akan dipaparkan mengenai penelitian-penelitian yang mendukung, diantaranya adalah Penelitian yang dilakukan Anita (2009) tentang Pelaksanaan Pembelajaran berbasis KTSP di SMP N 24 Surakarta

    Penelitian tersebut mengemukakan proses pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru jarang mengkaitkan materi pembelajaran dengan lingkungan sekitarnya, selain itu dalam menerapkan berbagai pendekatan dan strategi pembelajaran juga jarang dilakukan oleh guru

    Pelaksanaan pembelajaran metematika di kelas juga menunjukkan bahwa pembelajaran matematika masih terpusat pada guru yang cenderung menstransfer pengetahuan matematika yang di miliki dalam pikiran siswa

    Guru masih memandang bahwa matematika merupakan produk bukan proses, hal ini akan membuat pelajaran matematika menjadi tidak menarik, sehingga kebermaknaan terhadap matematika relatif rendah

    Penelitian Ilmiah lainnya juga dilakukan oleh Rahayu (2008) di SMK Negeri 6 Surakarta

    Penelitian yang dilakukan Rahayu memaparkan pelaksanaan KTSP yang sesuai dengan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yakni berpusat pada potensi peserta didik dan lingkungannya

    Proses Kegiatan Belajar Mengajar yang merupakan inti kegiatan dalam satuan pendidikan dilaksanakan dengan memperhatikan strategi pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, serta evaluasi pembelajaran

    Keberhasilan pembelajaran matematika juga tidak terlepas dari dukungan institusi sekolah sebagai lembaga yang menaungi proses pembelajaran tersebut

    Kesiapan perangkat pembelajaran baik dari segi administrasi, fisik, sosial dan lainnya akan memberikan pengaruh bagi pencapaian tujuan pembelajaran matematika berbasis KTSP

    Kerangka Berpikir Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional

    Salah satu di antaranya adalah pembaharuan kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah

    KTSP merupakan kurikulum terbaru saat ini

    KTSP memberikan kebebasan satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum sesuai dengan kompetensi sekolah yang tetap,