PDF BAB I PENDAHULUAN 1.1, -BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang Masalah - repo unpas - BAB I PENDAHULUAN. membawa dampak yang sangat kuat dalam dunia usaha, hal tersebut. menyebabkan persaingan antar perusahaan semakin meningkat.
Wait Loading...


PDF :1 PDF :2 PDF :3 PDF :4 PDF :5 PDF :6 PDF :7 PDF :8


Like and share and download

BAB I PENDAHULUAN. membawa dampak yang sangat kuat dalam dunia usaha, hal tersebut. menyebabkan persaingan antar perusahaan semakin meningkat.

BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang Masalah - repo unpas

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan yang sangat pesat di bidang teknologi dan informasi membawa dampak yang sangat kuat dalam dunia usaha, hal tersebut menyebabkan persaingan antar

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan yang sangat pesat di bidang teknologi dan informasi membawa dampak yang sangat kuat dalam dunia usaha, hal tersebut menyebabkan persaingan antar BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia usaha begitu cepat sehingga membawa dampak yang kuat terhadap situasi? juga membawa dampak pada kinerja pasar modal Turunnya nilai tukar mata uang lokal ini menyebabkan terjadinya ketimpangan bagi struktur ekonomi yang ? Globalisasi dan modernisasi

Related PDF

1 BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia usaha begitu cepat sehingga membawa dampak yang kuat terhadap situasi 
PDF

1 BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah Krisis ekonomi

juga membawa dampak pada kinerja pasar modal Turunnya nilai tukar mata uang lokal ini menyebabkan terjadinya ketimpangan bagi struktur ekonomi yang  
PDF

BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah Globalisasi dan

Globalisasi dan modernisasi membawa perubahan yang begitu besar pada memegang banyak peranan dan membawa dampak bagi berbagai bidang
PDF

BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Modernisasi dewasa ini

membawa dampak yang progres bagi masyarakat, misalnya saja dengan adanya modernisasi maka secara tidak langsung teknologi akan mudah diserap oleh 
PDF

BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah - Eprints UMM

BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah Globalisasi telah membawa dampak yang beragam seperti halnya perkembangan dan populasi manusia 
PDF

BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang Perkembangan

1 1 Latar Belakang Perkembangan teknologi dan internet membawa dampak besar bagi kehidupan manusia Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak 
PDF

BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang Penelitian - repo unpas

Perkembangan teknologi dan industri membawa dampak bagi kehidupan Persaingan tersebut disebabkan karena saat ini kuliner menjadi bisnis yang sangat
PDF

BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang Masalah - repo unpas

PENDAHULUAN 1 1 Latar Belakang Masalah Perkembangan perusahaan jasa yang semakin pesat membawa dampak timbulnya persaingan usaha yang 
PDF

WALIKOTA PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 12 TAHUN 2015 TENTANG BACA TULIS AL QUR AN BAGI PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR / MADRASAH IBTIDAIYAH, SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

WALIKOTA PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 3 TAHUN 2017 TENTANG LAMBANG? Menimbang a bahwa guna memberikan pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan pendapatan asli daerah dan dalam rangka memberikan landasan ? b Peraturan Walikota Pekalongan Nomor 26 Tahun 2016

BAB IV LANGKAH-LANGKAH TEROBOSAN PENDIDIKAN TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH DASAR BAB IV LANGKAH-LANGKAH TEROBOSAN PENDIDIKAN TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH DASAR 41 LANGKAH-LANGKAH TEROBOSAN PENDIDIKAN TAMAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A Langkah langkah Penelitian Langkah langkah penelitian pada hakikatnya merupakan suatu persiapan? 74 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A Langkah Langkah Penelitian dan Pengembangan 1 Tahap Define (Pendefinisian) Tujuan pada tahap ini

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG

Perda No 4 tahun 2011 tentang RPJMD Kabupaten Serang Tahun

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR : 738 TAHUN : 2006 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN DI KABUPATEN SERANG Menimbang : DENGAN

PDF lembaran daerah kabupaten serang nomor 13 tahun 2017 jdih serangkab go id downlot php?id download=474&file pdf PDF LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 14 TAHUN jdih serangkab go id downlot php?id download=475&file pdf PDF lembaran daerah kabupaten serang Ditjen PPditjenpp kemenkumham go

SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 119 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN JARAK JAUH PADA JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN

Menimbang a bahwa Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman? 15 Jun 2017 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2017 TENTANG HARI SEKOLAH Menimbang

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

BERITA DAERAH KOTA BEKASI - pengaduanbekasikotagoid

BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 13.A 2013 SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 13.A TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENETAPAN KATEGORI SEKOLAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BEKASI, Menimbang

jdih bekasikota go id jdih web uploads BD Perwal (1) Pembiayaan Masjid Agung Al Barkah Kota Bekasi bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Bekasi melalui alokasi anggaran Belanja Langsung serta sumber lain yang halal dan tidak mengikat (2) Sumber lain yang halal dan tidak mengikat sebagaimana dimaksud

BUPATI KUDUS PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 30 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN DI KABUPATEN KUDUS BUPATI KUDUS, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan pelayanan dasar pendidikan

PDF bupati kudus peraturan bupati kudus nomor 20 tahun 2015 tentang kuduskab go id arsip pdf renjapemkab2016 pdf PDF bupati kudus peraturan bupati kudus nomor 8 tahun 2014 tentang kuduskab go id arsip pdf rkpd2015 pdf PDF bupati kudus peraturan

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 25 TAHUN 2011 TENTANG

bupati kotawaringin barat - Repository UT - Universitas Terbuka

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 25 TAHUN 2011 TENTANG STANDAR UPAH PEKERJA HARIAN / TENAGA KONTRAK DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT DENGAN RAHMAT

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT, Menimbang a bahwa dalam rangka rnemenuhi ketentuan Pasal 20 ayat (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12? PERUBAHAN ATAS PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 43 TAHUN 2018 TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 2019 PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT

POTRET PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR (Indikator Makro)

kajian ekonomi dan keuangan regional provinsi jawa tengah

POTRET PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR (Indikator Makro) Pusat Data dan Statistik Pendidikan - Kebudayaan Setjen, Kemendikbud Jakarta, 2015 DAFTAR ISI A. Dua Konsep Pembahasan B. Potret IPM 2013 1. Nasional

Pada hakikatnya indikator visi ini sejalan dan merupakan keinginan untuk mewujudkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur seperti pada Gambar 4 1 Hasil Informasi Evaluasi Hasil Pembangunan Pendidikan Manfaat 1 yaitu Prov Bali, Prov Jawa Barat, Prov

PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG

pemerintah kabupaten sampang dinas koperasi - WordPresscom

PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG PERATURAN BUPATI SAMPANG NOMOR : 3 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG PENDIDIKAN KABUPATEN SAMPANG TAHUN 2008-2010 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PDF pemerintah kabupaten sampang JDIH Kemendagri jdih setjen kemendagri go id KAB SAMPANG 9 2008 pdf PDF pemerintah kabupaten sampang Ditjen PPditjenpp kemenkumham go id files ld KabupatenSampang 2010 2 pdf PDF PROFILE KABUPATEN SAMPANG

Home back 130131132133134135 Next

BAB I PENDAHULUAN 1

Guna meningkatkan dan mempertahankan kelangsungan usahanya, setiap perusahaan harus dapat bersaing dalam menghasilkan produk yang berkualitas baik dan ditunjang dengan harga yang terjangkau

Perusahaan merupakan tempat untuk melakukan kegiatan produksi barang atau jasa yang tujuan utamanya adalah memperoleh keuntungan untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya

Dalam mencapai tujuannya tersebut, diperlukan adanya informasi biaya yang berhubungan dengan perencanaan dan pengendalian biaya

Informasi biaya ini memiliki tiga tujuan pokok dalam mengelola sumber ekonomi perusahaan, yaitu menentukan harga pokok produk, mengendalikan biaya, dan sebagai dasar pengambilan keputusan bagi manajemen

Perhitungan harga pokok produk diperlukan perusahaan untuk mengetahui biaya yang dipakai dalam proses produksi yang dilakukannya

Hasil perhitungan harga pokok produksi akan berpengaruh terhadap laba yang dihasilkan oleh perusahaan

Nilai dari laba tersebut dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengukur kinerja perusahaan

Dengan menghitung harga pokok produksi, maka 1
  • 2 perusahaan dapat menentukan harga jual dengan tepat sesuai kebijakan yang telah ditetapkan oleh manajemen
  • Pratiwi Mandiri merupakan merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang konveksi di mana kegiatan utamanya memproduksi barang berdasarkan pesanan dalam partai besar maupun eceran dengan harga tertentu

    Menurut Mulyadi (2010:11) perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang mempunyai kegiatan pokok mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual

    Barang yang diproduksi oleh CV

    Pratiwi Mandiri yaitu pakaian yang berupa kemeja dan jaket

    Pratiwi Mandiri memasarkan produknya di daerah Bandung dan di luar Bandung

    Pratiwi Mandiri biasanya mendapatkan pesanan dari toko toko pakaian maupun perorangan

    Spesifikasi dari pakaian yang dipesan oleh pelanggan berbeda-beda

    Oleh karena itu, bahan dan waktu pengerjaannya pun berbeda-beda untuk tiap pesanan

    Hal ini mengakibatkan biaya produksi yang dikeluarkan untuk masing masing pesanan akan berbeda pula

    Biaya produksi merupakan salah satu hal yang penting dalam menetapkan harga jual

    Pratiwi Mandiri melakukan perhitungan biaya produksi untuk menentukan harga jual, namun CV

    Pratiwi Mandiri sering mengalami kesulitan

    Hal ini karena biaya produksi untuk tiap pesanan yang berbeda-beda

    Biaya yang berbeda-beda tersebut dipengaruhi oleh perbedaan unit, pemakaian bahan baku, dan waktu penyelesaian produk yang dipesan

    Pada praktiknya, CV

    Pratiwi Mandiri telah melakukan perhitungan harga pokok produksi, namun perusahaan belum sepenuhnya memasukkan semua

  • 3 komponen biaya yang patut diperhitungkan
  • Pratiwi Mandiri menghitung harga pokok produksinya hanya dengan menjumlahkan biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung saja sedangkan untuk biaya overhead pabrik perusahaan tidak diperhitungkan

    Setiap perusahaan seharusnya memperhatikan faktor faktor yang mempengaruhi dalam penentuan harga jual produk salah satunya merupakan biaya biaya yang terlibat dalam proses produksi

    Hal ini dilakukan untuk dapat mempertahankan kelangsungan usahanya

    Namun biasanya perusahaan tersebut kurang memperhatikan faktor faktor terutama dalam biaya produksi yang terkait

    Dengan demikian, terdapat ketidaksesuaian antara kondisi ideal yang ada dengan kenyataan yang terjadi, sehingga dalam menetapkan biaya produksi untuk menentukan harga jual akan kurang tepat

    Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN METODE FULL COSTING SEBAGAI DASAR PENENTUAN HARGA JUAL PADA CV

    PRATIWI MANDIRI 1

    Berapa harga pokok produksi kemeja dan jaket yang dihitung oleh CV

    Pratiwi Mandiri

    Berapa harga pokok produksi kemeja dan jaket bila dihitung dengan metode full costing

    Bagaimana penetapan harga jual kemeja dan jaket yang dilakukan oleh CV

    Pratiwi Mandiri

    Untuk mengetahui harga pokok produksi kemeja dan jaket yang dihitung oleh CV

    Pratiwi Mandiri 2

    Untuk mengetahui harga pokok produksi kemeja dan jaket yang dihitung dengan metode full costing

    Untuk mengetahui harga jual produk kemeja dan jaket yang ditetapkan oleh CV

    Pratiwi Mandiri Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian yang penulis lakukan adalah sebagai berikut: 1

    Perusahaan

    Ilmu Pengetahuan Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah keragaman ilmu pengetahuan yang telah ada dan dapat digunakan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya dalam hal penentuan harga pokok produksi suatu produk 3

    Peneliti Selanjutnya Penulis berharap hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi dan sumber informasi bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti dalam bidang kajian yang sama

    Dimana perusahaan tersebut sangat memerlukan informasi biaya untuk keberlangsungan kegiatan operasionalnya

    Tanpa informasi biaya, manajemen tidak akan memiliki ukuran apakah masukan yang dikorbankan memiliki nilai ekonomi yang lebih rendah daripada nilai keluarannya, sehingga tidak memiliki informasi apakah kegiatan usahanya menghasilkan laba atau tidak

    Tanpa informasi biaya pun manajemen perusahaan tidak memiliki dasar untuk mengalokasikan berbagai sumber ekonomi yang dikorbankan

    Pratiwi Mandiri menghitung harga pokok poduksinya hanya dengan menjumlahkan biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung saja

    Perhitungan harga pokok yang tidak tepat dapat mengakibatkan keadaan yang tidak

  • 6 menguntungkan bagi perusahaan dan dapat menyebabkan kesalahan dalam penentuan harga jual
  • Dalam hal ini perusahaan tidak memperhatikan faktor faktor biaya produksi yang terkait

    Sehingga terdapat ketidaksesuaian antara kenyataan yang terjadi dengan kondisi yang seharusnya ada

    Hal tersebut dapat mengakibatkan penetapan biaya produksi dan penentuan harga jual yang kurang tepat

    Penentuan harga pokok produksi sebaiknya ditentukan dengan menjumlahkan seluruh biaya produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik, baik yang bersifat variabel maupun yang bersifat tetap agar perhitungan harga pokok produksi perusahaan dilakukan dengan tepat dan dapat memaksimalkan laba yang diperoleh

    Langkah awal yang harus dilakukan oleh perusahaan yang akan menjual produknya adalah dengan menghitung harga pokok produksinya untuk mengetahui berapa harga pokok produk yang akan dijual sehingga pada saat dijual, perusahaan akan mendapatkan laba sesuai dengan presentase yang diinginkan dan tidak mengalami kerugian

    Pengertian biaya produksi menurut Mulyadi (2010:14) adalah biaya biaya yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan proses produksi seperti biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik

    Biaya overhead terdiri dari biaya bahan baku tidak langsung, biaya tenaga kerja tidak langsung beban depresiasi pabrik dan mesin, dan pemeliharaan fasilitas pabrik

    Ada beberapa definisi harga pokok produksi dan biaya produksi, yaitu sebagai berikut : Mursyidi (2008:14) mengemukakan bahwa, Harga Pokok adalah biaya yang telah terjadi (expired cost) yang belum dibebankan/dikurangkan dari penghasilan

    Harga pokok produksi sering dikenal dengan istilah biaya produksi

    Menurut Mulyadi (2010:14), biaya produksi merupakan biaya biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual

    Sedangkan menurut Bustami dan Nurlela (2006:10), biaya produksi adalah biaya yang digunakan dalam proses produksi yang terdiri dari bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik

    Maka dapat disimpulkan bahwa harga pokok produksi atau biaya produksi adalah biaya yang berhubungan dengan produksi dan harus dikeluarkan untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual

    Biaya produksi terdiri dari tiga macam biaya, yaitu biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik

    Biaya overhead pabrik terdiri dari biaya bahan baku tidak langsung, biaya tenaga kerja tidak langsung, beban depresiasi pabrik dan mesin, serta biaya asuransi, pajak, dan pemeliharaan fasilitas pabrik

    Menurut Mulyadi (2010:16), penentuan biaya produksi sangat ditentukan oleh dua cara

    Metode penentuan harga pokok berdasarkan cara produksi ada dua, yaitu produksi berdasarkan atas pesanan atau disebut job order costing dan berdasarkan proses atau disebut proses costing

    Job order costing yaitu metode

  • 8 penentuan harga pokok berdasarkan pesanan digunakan oleh perusahaan yang mengolah produksinya berdasarkan atas pesanan
  • Sedangkan penentuan harga pokok berdasarkan proses digunakan oleh perusahaan yang mengolah produknya secara massa

    Menurut Bustami dan Nurlela (2006:111), penentuan biaya biaya proses merupakan suatu metode dimana bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik dibebankan kepusat biaya atau departemen

    Menurut Mulyadi (2010:17-18) Dalam memperhitungkan unsur unsur biaya ke dalam kos produksi, terdapat dua pendekatan: full costing dan variable costing

    Full Costing merupakan metode penentuan kos produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik, baik yang berperilaku variable maupun tetap

    Sedangkan variable costing merupakan metode penentuan kos produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang berperilaku variabel ke dalam kos produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik variabel

    Penulis menggunakan metode full costing dalam perhitungan harga pokok produksi atau biaya produksi

    Harga pokok yang dihitung adalah harga pokok pesanan

    Hansen dan Mowen (2011:290) menjelaskan bahwa perusahaan yang beroperasi dalam industri berdasarkan pesanan, memproduksi banyak jenis jasa atau produk yang cukup berbeda antara yang satu dengan yang lain

    Mulyadi (2010:35) juga mengemukakan bahwa Perusahaan yang memproduksi berdasarkan pesanan mengumpulkan harga pokok produksinya dengan menggunakan metode harga pokok pesanan (job order costing)

    Pratiwi Mandiri

    Penulis mengungkapkan masalah yang ada di perusahaan, mengumpulkan data, mengolah data, menganalisis, dan menginterpretasikan serta membuat kesimpulan dan memberi saran yang kemudian disusun pembahasannya secara sistematis sehingga masalah yang ada di perusahaan dapat dipahami Jenis dan Sumber Data Jenis Data Jenis data yang didapat dari penelitian ini adalah sebagai berikut: a

    Data Subyek Data ini diperoleh langsung dari responden seperti hasil wawancara dengan pihak yang berwenang mengenai biaya yang diperlukan dalam perhitungan harga pokok produksi, seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead

    Data Dokumenter Data ini berupa sejarah perusahaan, struktur organisasi perusahaan, Job Description masing-masing bagian di perusahaan

    Sumber Data Menurut sumbernya, data yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1

    Data Primer Data ini merupakan hasil wawancara atau jawaban atas pertanyaan yang diajukan kepada pemilik perusahaan dan bagian bagian yang terkait dalam proses produksi yang berhubungan dengan perhitungan harga pokok produksi

    Data Sekunder Data sekunder berupa data mengenai biaya biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi yang dilakukan oleh perusahaan

    Data sekunder merupakan data yang diperoleh penulis dari manajemen perusahaan, seperti data biaya, data sejarah singkat perusahaan, dan struktur organisasi Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1

    Wawancara Merupakan proses pengumpulan data yang dilakukan dengan cara berkomunikasi dua arah, yaitu dengan melakukan wawancara dengan pihak yang bersangkutan dengan penelitian yang dilakukan

    Dokumentasi Penulis mencatat data data yang diperlukan seperti: sejarah singkat perusahaan, bidang usaha perusahaan, jenis produk yang diproduksi oleh perusahaan serta data lainnya yang berhubungan dengan masalah yang diteliti Alat Analisis Data Alat analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing

    Data data mengenai biaya yang telah dikumpulkan akan diklasifikasikan berdasarkan jenis biayanya, kemudian dihitung harga pokok produksinya

    Adapun perhitungan harga pokok produksi dengan pendekatan full costing menurut Mulyadi (2010:17) mencakup semua unsur biaya produksi yang terdiri dari biaya bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik baik yang berperilaku variabel maupun tetap

    Perhitungan harga pokok produksi dengan metode full costing adalah sebagai berikut : Harga Pokok Produksi menurut Metode Full Costing Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead Variabel Rp

    XXX,- Rp

    XXX,- Rp

    XXX,- Biaya Overhead Tetap Rp

    XXX,- + Harga Pokok Produksi Rp

    XXX,-

    Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di CV

    Pratiwi Mandiri yang beralamat di Komplek Gempol Asri 1 Nomor 19 Bandung

    Sedangkan waktu pelaksanaan mulai dari bulan Mei sampai bulan Juni 2012