PDF skripsi analisis laporan arus kas -analisa laporan arus kas sebagai alat evaluasi kinerja keuangan - ANALISA LAPORAN ARUS KAS
Wait Loading...


PDF :1 PDF :2 PDF :3 PDF :4 PDF :5 PDF :6


Like and share and download

ANALISA LAPORAN ARUS KAS

analisa laporan arus kas sebagai alat evaluasi kinerja keuangan

Handout : Analisis Rasio Keuangan Dosen : Nila Firdausi Nuzula, PhD Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya Tujuan ANALISA LAPORAN ARUS KAS Net cash flows atau biasa disebut secara singkat sebagai

Handout : Analisis Rasio Keuangan Dosen : Nila Firdausi Nuzula, PhD Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya Tujuan ANALISA LAPORAN ARUS KAS Net cash flows atau biasa disebut secara singkat sebagai PDF ANALISIS LAPORAN ARUS KAS SEBAGAI ALAT UKUR digilib unila ac id SKRIPSI 20TANPA 20BAB 20PEMBAHASAN pdf PDF ANALISIS LAPORAN ARUS KAS USD Repository Universitas repository usd ac id 11593 2 132114158 full pdf

Related PDF

ANALISIS LAPORAN ARUS KAS SEBAGAI ALAT UKUR

[PDF] ANALISIS LAPORAN ARUS KAS SEBAGAI ALAT UKUR digilib unila ac id SKRIPSI 20TANPA 20BAB 20PEMBAHASAN pdf
PDF

ANALISIS LAPORAN ARUS KAS - USD Repository - Universitas

[PDF] ANALISIS LAPORAN ARUS KAS USD Repository Universitas repository usd ac id 11593 2 132114158 full pdf
PDF

“Analisis Laporan Arus Kas dalam Menilai Kinerja Keuangan pada

[PDF] “Analisis Laporan Arus Kas dalam Menilai Kinerja Keuangan pada repository uinsu ac id 3843 1 skripsi 20marfu 27ah pdf
PDF

analisis laporan arus kas sebagai salah satu alat untuk menilai

[PDF] analisis laporan arus kas sebagai salah satu alat untuk menilai repository mercubuana ac id 28408 1 Cover pdf
PDF

ARTIKEL ANALISIS LAPORAN ARUS KAS UNTUK MENGUKUR

[PDF] ARTIKEL ANALISIS LAPORAN ARUS KAS UNTUK MENGUKUR simki unpkediri ac id 1816ad104e77a46d8579d3672cf18990 pdf
PDF

analisa laporan arus kas sebagai alat evaluasi kinerja keuangan

[PDF] analisa laporan arus kas sebagai alat evaluasi kinerja keuangan eprints ums ac id 3081 1 B100050246 pdf
PDF

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 201/PMK.06/2010 TENTANG KUALITAS PIUTANG KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA DAN PEMBENTUKAN PENYISIHAN PIUTANG TIDAK TERTAGIH DENGAN

repository beacukai go id peraturan 2013 10 d3134ad2abb menteri keuangan republ k indonesia salinan peraturan menteri keuangan repuslik indonesia nomor 130 pmk oll 2013 tentang perusahan atas peraturan menteri keuangan nomor 121 pmk oll 2013 tentang jenis sarang kena pajak yang tergolong mewah selain kendaraan sermotor yang dikenai pajak

MAKMUR Tbk Periode 2009, 2010 dan 2011)

PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan anak - AKSes KSEI

ANALISIS RASIO KEUANGAN LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, LEVERAGE DAN SIZE PERUSAHAAN PADA KINERJA KEUANGAN PT.INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk (Studi Kasus pada PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk Periode 2009, 2010 dan

PDF bab i pendahuluan repo unpasrepository unpas ac id 1370 3 BAB 20I pdf PDF ANALISIS RASIO UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PT digilib uns ac id Analisis Rasio Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pt Indofood Sukses Makmur Tbk Periode

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - repositoryunimusacid

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Analisis Pengertian analisis menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dikutip oleh Yuniarsih dan Suwatno (2008:98) adalah: Analisis adalah penguraian suatu pokok atas

digilib uin suka ac id 5539 2 BAB II, III, IV pdf 10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 1 1 Tinjauan Pustaka Setelah peneliti melakukan telaah terhadap beberapa penelitian, ada beberapa yang memiliki keterkaitan dengan penelitian yang peneliti lakukan repository uksw edu bitstream 123456789 10231 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Rasio Lancar (Current Ratio) Menurut Horne dan Wachowicz (1997:135), rasio likuiditas membandingkan kewajiban jangka pendek dengan sumber dana jangka pendek

PDF BAB II TUNJAUAN PUSTAKA 2 Tinjauan Pustaka 2 1 repo unpasrepository unpas ac id 11798 4 BAB 202 20juita pdf PDF BAB II TINJAUAN PUSTAKA A Manajemen Keuangan 1 eprints ums ac id 28025 3 BAB II pdf

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, mengenai penilaian kinerja keuangan PT. Alam Sutera Realty yang diukur berdasarkan analisis ROI

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A Kesimpulan Gaya hidup merupakan suatu wawancara, observasi, dan analisis mengenai gaya hidup di dalam klub teori dari para ahli yang berkaitan dengan permasalahan dalam penelitian ini, maka penulis memberikan kesimpulan dan saran saran sebagai berikut

BAB IV ANALISIS STRATEGI PENANGANAN KELUHAN ATM DALAM RANGKA PENINGKATAN KEPUASAN A. Faktor-faktor Penyebab Nasabah di PT. Bank BNI Syariah Cabang Surabaya Mengalami Keluhan ATM Keluhan pelanggan merupakan

BAB IV ANALISIS STRATEGI PENANGANAN KELUHAN ATM DALAM RANGKA PENINGKATAN KEPUASAN A Faktor faktor Penyebab Nasabah di PT iv konsep strategi komunikasi yang dikhususkan untuk penanganan keluhan pelanggan Strategi komunikasi BAB III HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS

WALIKOTA SURABAYA WALIKOTA SURABAYA,

PERATURAN WALIKOTA SURABAYA

SALINAN WALIKOTA SURABAYA PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 25 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG PERJALANAN DINAS JABATAN DALAM NEGERI BAGI

Menimbang a bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 9 Peraturan Walikota Surabaya Nomor 81 Tahun 2011 tentang Tata Kerja Pejabat? WALIKOTA SURABAYA, Menimbang a bahwa dalam upaya mendukung kegiatan pencegahan dan penanganan tindak kekerasan terhadap perempuan dan? tentang Kedudukan,

BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA

PERATURAN DESA - desacibeureumfileswordpresscom

BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR 1 TAHUN 2009 PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG PERJALANAN DINAS DALAM NEGERI BAGI BUPATI/WAKIL BUPATI, PIMPINAN DAN ANGGOTA DPRD, PEGAWAI NEGERI

jdih majalengkakab go id wp content Majalengka Nomor berita daerah kabupaten majalengka nomor 18 tahun 2014 bupati majalengka provinsi jawa barat peraturan bupati majalengka nomor 17 tahun 2014 jdih majalengkakab go id wp Bupati Majalengka Nomor 13 berita daerah kabupaten majalengka nomor 14

SALINAN PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 32 TAHUN 2013 TENTANG PERJALANAN DINAS JABATAN DALAM NEGERI BAGI PEJABAT NEGARA, PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN PEGAWAI TIDAK TETAP WALIKOTA SURABAYA, Menimbang : a.

dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 45 PMK 05 2007 tentang Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri bagi Pejabat Negara, Pegawai Negeri, dan NOMOR 3 TAHUN 2018 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERJALANAN DINAS LUAR NEGERI DAN DALAM NEGERI PADA KEMENTERIAN LUAR?

Home back420421422 423424425 Next

Handout : Analisis Rasio Keuangan Dosen : Nila Firdausi Nuzula, PhD Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya Tujuan ANALISA LAPORAN ARUS KAS Net cash flows atau biasa disebut secara singkat sebagai cash flows, merujuk pada kas masuk yang dimiliki perusahaan saat ini dikurangi kas yang keluar

Tujuan penyusunan laporan arus kas atau statement of cash flow adalah untuk menyediakan informasi tentang arus kas yang keluar dari dan masuk ke perusahaan dalam suatu periode

Berdasarkan jenis aktifitasnya, arus kas dibagi menjadi arus kas untuk kegiatan operasi (operating), investasi (investing), dan pendanaan (financing)

Dibandingkan dengan aset lain, kas atau cash merupakan aset yang paling likuid, dan memberikan informasi tentang tingkat likuiditas dan fleksibilitas perusahaan

Dalam siklus awal operasi perusahaan (operating cycle) melibatkan konversi kas menjadi beragam aset, termasuk persediaan, yang digunakan untuk menghasilkan piutang dari penjualan kredit

Siklus operasi akan selesai dengan utuh jika proses pengumpulan piutang dapat mengubah piutang menjadi kas masuk bagi perusahaan

Perubahan menjadi kas ini menandakan bahwa siklus baru siap dimulai kembali

Analisis laporan keuangan mengakui proses pencatatan akuntansi secara akrual, yaitu bahwa terdapat pengakuan adanya revenue atau pendapatan saat diterima dan beban pada saat terjadi, meskipun perusahaan secara fisik belum menerima dan mengeluarkan uang kas

Metode pencatatan ini berbeda dengan metode cash basis

Dengan demikian, arus kas bersih (net cash flow) dapat digunakan sebagai ukuran profitabilitas

Arus kas ini diperoleh setelah perusahaan mengenali arus kas yang digunakan untuk tiga jenis kegiatan tersebut di atas, yaitu operasi, investasi dan pendanaan

Aktifitas tersebut termasuk membayar hutang, mengganti peralatan, memperluas fasilitas, dan membayar dividen

Untuk melakukan aktifitas tersebut, perusahaan menggunakan kas, bukan pendapatan

Jadi, melakukan analisa terhadap arus kas akan membantu analis untuk menilai likuiditas, solvency, dan fleksibilitas keuangan

Likuiditas mengukur kemampuan aset untuk diubah menjadi kas dan kemudian digunakan untuk membayar hutang

Solvency berkaitan dengan kemampuan membayar hutang pada saat jatuh tempo

Dan fleksibilitas keuangan mengukur kemampuan perusahaan untuk bereaksi dan menyesuaikan diri terhadap kesempatan bisnis baru

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan kunci atau alat analisis yang umumnya digunakan analis pada saat menggunakan laporan arus kas: Berapa banyak kas yang dihasilkan dari atau digunakan dalam operasional perusahaan? Bagaimana membiayai investasi yang meningkat? Bagaimana membayar dividen jika perusahaan mengalami kerugian operasional? Mengapa jumlah kas lebih rendah meskipun pendapatan perusahaan meningkat? Bagaimana perusahaan menggunakan kas yang diterima dari kegiatan pendanaan? Dengan kata lain, analisa arus kas bermanfaat untuk mengetahui kemampuan perusahaan untuk membayar hutang, membayar dividen, meningkatkan kapasitas operasi, dan memperoleh dana atau financing

Analisa ini juga membantu untuk mengetahui kualitas laba dan seberapa besar laba pendapatan dapat diprediksi dari arus kas di masa datang (future cash flow)

Dalam neraca, istilah kas umumnya merujuk pada cash dan cash equivalent atau aset setara kas, yaitu investasi dalam jangka pendek yang bersifat likuid, dapat segera dengan mudah diubah menjadi sejumlah kas yang nilainya sudah dapat diketahui, dan memiliki masa jatuh tempo singkat (near maturity) dengan tingkat risiko perubahan harga aset yang rendah

Masa jatuh tempo umumnya berkisar tiga bulan

Contoh dari aset setara kas ini adalah treasury bills dan dana di pasar uang (money market funds)

Accounts Year 1 Year 1 Cash and cash equivalent $ 3,000 $ 5,000 Noncash account Noncash current assets $ (9,000) $ (11,000) Noncurrent assets $ (6,000) $ (8,000) Current liabilities $ 8,000 $ 10,000 Long-term liabilities $ 3,000 $ 5,000 Equity $ 7,000 $ 9,000 Net noncash accounts balance $ 3,000 $ 5,000 Perhatikan persamaan berikut ini

Dalam contoh di atas, perhatikan bahwa terdapat kenaikan kas dari Year 1 ke Year 2, yaitu meningkat $2,000, yaitu sama dengan jumlah peningkatan nilai noncash balance

Hal ini ditunjukkan oleh persamaan asset sama dengan liabilities dan equity, sehingga perubahan satu sisi pada neraca harus sama dengan perubahan akun yang lain

Berikut ini adalah klasifikasi akun neraca (balance sheet) dalam jenis lancar (current) dan non lancar (noncurrent)

Current Noncurrent Account Receivable* Account payables* Investment Long-term debt Inventories* Accrued liabilities* Fixed Asset Deferred tax liabilities Prepaid expenses* Current portion long-term debt Intangibles Capital stock account Marketable securities Dividend payable Other assets Retained earnings *disebut juga sebagai item-item operating working capital Pelaporan berdasarkan aktifitas 1

Operating Activities Operating cash flow ini melaporkan jumlah kas yang dihasilkan dari penjualan dan kas yang digunakan dalam proses produksi

Yang termasuk dalam kategori ini adalah aktifitas bisnis yang berkaitan dengan upaya mendapatkan laba (earnings-related activities)

Aktifitas ini termasuk berbagai arus kas keluar maupun kas masuk yang dihasilkan dari pemberian kredit terhadap pelanggan, investasi dalam persediaan, mendapatkan kredit dari supplier, dan sebagainya

Aktifitas operasi ini berkaitan dengan akun-akun yang ditunjukkan dalam income statement atau laporan laba rugi (akun nominal), dan sebagian kecil akun-akun yang ditunjukkan oleh neraca (akun riil), termasuk piutang, persediaan, hutang (payables) dan beban yang masih harus dibayar (accrued expenses)

Elemen kunci yang ada dalam cash flow from operation (CFO) ini adalah sebagai berikut: a

Cash collections from sales b

Cash inputs into the manufacturing or retail process c

Cash operating expenses d

Cash interest expense, interest income, and dividend income e

Cash tax payment 2

Investing Activities Investing cash flow (CFI) melaporkan jumlah kas yang digunakan untuk membeli properti, tanah, pabrik dan peralatan, untuk membiayai akuisisi dan kas yang dihasilkan dari penjualan aset atau unit bisnis

Yang termasuk dalam kategori ini adalah aktifitas bisnis saat dilakukan akuisisi atau penjualan aset

noncash (disposing of noncash assets)

Termasuk dalam jenis kategori ini adalah aktifitas yang melibatkan aset yang jika digunakan akan mendapatkan keuntungan bagi perusahaan

Dalam aktifitas ini termasuk pula aktifitas pemberian dana pinjaman dan upaya pengumpulan piutang

Elemen inti dari CFI adalah: a

Pembelian properti, peralatan, tanah, pabrik, dan gedung

Pengeluaran untuk membiayai akuisisi bisnis

Pendapatan dari penjualan aset

Investasi atau penjualan aset yang termasuk dalam marketable securities

Financing Activities Financing cash flow (CFF) melaporkan transaksi yang berhubungan dengan struktur modal

Jenis ini mencakup berbagai jenis kegiatan yang berkaitan dengan pencarian dana, penarikan dan penyediaan jasa, termasuk perolehan pinjaman dana dari kreditor dan pembayaran pokok pinjaman oleh perusahaan, penyediaan dana (contributions) dan penarikan oleh pemilik (withdrawals) dan pembayaran dividen

Elemen kunci dari CFF adalah: a

Cash dividends paid b

Kenaikan atau penurunan pinjaman jangka pendek

Pinjaman jangka panjang dan pembayaran pinjaman jangka panjang

Penjualan dan pembelian kembali saham

Perlu diingat bahwa keuntungan atau kerugian perubahan mata uang asing (foreign exchange rate) akan dilaporkan sebagai bagian dari rekonsiliasi kas, tidak dimasukkan dalam laporan arus kas

Hal lain adalah bahwa cash dividend paid diklasifikasikan sebagai financing cash flow, sementara cash dividend received dari investasi pada perusahaan lain, dimasukkan dalam kategori cash flow from operation

Berikut ini adalah contoh bentuk laporan arus kas (statement of cash flow)

Untuk memahami dan menganalisa laporan arus kas, analis keuangan harus memahami dampak transaksi terhadap akun-akun

Berikut ini adalah klasifikasi transaksi berdasarkan aktifitas bisnis berdasarkan akun dalam neraca (akun riil)

Transactions or Events Effects on Noncurrent Account Activity Sales or cash Credit (increase) retained earnings via income Operating Account receivable collection Credit (decrease) receivable Operating Insurance paid in cash Debit (decrease) retained earnings via income Operating Interest payment Debit (decrease) retained earnings via income Operating Account payable paid Debit (decrease) payable Operating Collection of noncurrent Credit (decrease) receivable Operating operating receivable Payment for plant assets Debit (increase) plant assets Investing Sale of investment Credit (decrease) investment Investing Repayment of loans Debit (decrease) loans Financing Payment of dividends Debit (decrease) retained earnings Financing Penggunaan analisa debit dan credit terhadap perubahan pada akunt-akun ini bermanfaat untuk mengecek dampak perubahan tersebut pada sumber-sumber dan penggunaan kas, sekaligus untuk mengklasifikasikan perubahan akun ke dalam tiga jenis aktifitas

Analisa ini biasanya digunakan dalam pendekatan rekonstruksi transaksi (reconstruction of transaction) melalui rekening T atau disebut pula T-account, sebagai salah satu cara yang digunakan oleh analis keuangan dalam mempelajari laporan arus kas

Dengan pendekatan ini, analis perlu menyusun laporan arus kas dengan data yang berasal dari neraca, laporan laba rugi dan data lain, serta menggunakan penyesuaian terhadap neraca

Penggunaan laporan arus kas saat ini lebih banyak yaitu untuk mengevaluasi kemampuan kredit seorang nasabah, prediksi kebangkrutan, persetujuan terhadap proposal pinjaman, evaluasi terhadap kualitas laba, prediksi solvency perusahaan dan penetapan kebijakan dividen dan ekspansi

Ada kecenderungan pemahaman bahwa pengukuran arus kas lebih terpercaya dibandingkan pendekatan traditional accrual measures

Keunggulan cash flow analysis terletak pada komponen cash flow, bukan gambaran umum kinerja

Akan tetapi, analisa arus kas juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu: 1

Ada yang memasukkan pendapatan bunga dan dividen, serta pembayaran bunga (interest paid) sebagai operaing cash flows, sementara analis laporan arus kas lainnya memasukkan interest paid sebagai financing outflow

Sementara, pendapatan bunga dan dividen dimasukkan sebagai cash inflow dari aktifitas investasi

Pajak pendapatan dianggap sebagai operating cash flow

Klasifikasi ini bisa mengaburkan analisa terhadap masing-masing jenis aktifitas, karena sebenarnya pajak dapat dikenakan pada masing-masing aktifitas namun dengan proporsi yang tidak merata (disproportionate)

Interpretasi cash flow dan net income Kesalahan utama pengguna laporan arus kas dalam menganalisa makna cash flow adalah dalam mengartikan operating activities

Umumnya ada kesalahpahaman untuk menyamakan laporan laba rugi dengan laporan arus kas

Laporan laba rugi digunakan untuk mencatat pendapatan saat diterima dan beban saat dikeluarkan

Pada tahap ini, laporan laba rugi tidak mengukur profitabilitas, atau dampak operasi perusahan terhadap likuiditas dan solvabilitas

Sebaliknya, analisa terhadap statement of cash flow bermanfaat untuk memberikan waktu terjadinya cash inflow dan cash outflow

Laporan arus kas dari aktifitas operasi memberikan informasi lebih jauh tentang laba bersih (net income) karena laporan ini mencakup seluruh aktifitas yang berkaitan dengan penerimaan laba (earnings-related activities), tidak hanya mencakup pendapatan dan beban, tetapi juga permintaan kas (cash demand) untuk setiap aktifitas

Perusahaan dan kondisi ekonomi Laporan arus kas menunjukkan implikasi diperolehnya laba terhadap kas

Laporan tersebut juga mengungkapkan berapa jumlah asset yang diperoleh perusahaan dalam waktu tertentu dan bagaimana asset tersebut dibiayai

Laporan arus kas juga tentang bagaimana net income dan cash flow dari operasi bisa berbeda

Menariknya, laporan arus kas juga digunakan secara berbeda oleh perusahaan

Perusahaan yang sukses dan mendapatkan laba yang tinggi dan mengalami peningkatan jumlah investasi pada piutang dan persediaan (karena tingginya permintaan pelanggan), akan menggunakan informasi jumlah dana tambahan dari penyedia hutang jangka panjang atau pembeli saham untuk mendapatkan tambahan pendanaan

Perusahaan yang mengalami positive accrual income biasanya memiliki nilai cash flow yang positif

Sementara, perusahaan yang tidak sukses, yaitu menggunakan laporan arus kas untuk mengetahui besarnya penurunan jumlah piutang dan investasi pada persediaan

Analis juga dapat memfokuskan analisa pada perubahan dalam operating working capital pada kondisi tertentu

Sebagai contoh, peningkatan piutang bisa bermakna terjadi peningkatan permintaan konsumen terhadap produk perusahaan

Tapi di sisi lain, peningkatan piutang juga bermakna ketidakmampuan untuk menagih piutang dan memperpendek siklus kas

Free cash flow Salah satu indikator penting dalam analisa arus kas adalah Free Cash Flow (FCF)

FCF yang positif menunjukkan jumlah kas yang tersedia untuk melakukan proses bisnis setelah dikurangi kebutuhan untuk pendanaan (financing) dan investasi (investing) sebagai cara untuk menjaga tingkat kapasitas produksi yang diinginkan

FCF juga digunakan untuk menunjukkan pertumbuhan perusahaan

  • dan fleksibilitas keuangan
  • Perhitungan FCF dapat dilakukan dengan formula berikut ini

    Deduct Equals Cash flow from operation Net capital expenditures required to maintain productive capacity Dividends on preferred stock and common stock (assuming for payout policy) Free cash flow (FCF) Akan tetapi, muncul kesulitan untuk menentukan jumlah capital expenditure yang dibutuhkan untuk keperluan menjaga kapasitas produksi

    Jarang ada laporan arus kas yang membedakan informasi capital expenditure untuk ekspansi atau untuk menjaga tingkat produksi

    Perlu diingat bahwa dana yang dibutuhkan untuk ekspansi tidak bisa dikurangkan dari cash flow from operation

    Referensi: Andrew Temte (2005) Financial Statement Analysis, Dearborn Trade, A Kaplan Professional Company

    Wild, Leopold A

    Bernstein, K

    Subramanyam (2001) Financial Statement Analysis, Seventh Edition, Boston, USA: McGraw-Hill International Editions