PDF evaluation of agri-food sustainability -Malaysian Agricultural Qualty Standards - FFTC-AP - AGRO-BASED INDUSTRY CERTIFICATION SERVICES
Wait Loading...


PDF :1 PDF :2 PDF :3 PDF :4 PDF :5 PDF :6 PDF :7 PDF :8 PDF :9


Like and share and download

AGRO-BASED INDUSTRY CERTIFICATION SERVICES

Malaysian Agricultural Qualty Standards - FFTC-AP

PANDUAN PROSES SERTIFIKASI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2008, SERTIFIKASI SISTEM HACCP, DAN SERTIFIKASI SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN PANGAN ISO 22000:2005 AGRO-BASED INDUSTRY CERTIFICATION SERVICES BALAI

PANDUAN PROSES SERTIFIKASI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2008, SERTIFIKASI SISTEM HACCP, DAN SERTIFIKASI SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN PANGAN ISO 22000:2005 AGRO-BASED INDUSTRY CERTIFICATION SERVICES BALAI Chief, Publishing Management Service, Information Division, FAO, Viale delle in some of them, most obviously in organic agriculture and the related labelling verification methods that are also relevant for other sectors and industries Rural Infrastructure and Agro Industries Division 2

Related PDF

Environmental and Social Standards, Certification and - FAO

Chief, Publishing Management Service, Information Division, FAO, Viale delle in some of them, most obviously in organic agriculture and the related labelling verification methods that are also relevant for other sectors and industries
PDF

Investment and capacity building for GAP standards Case - FAO

Rural Infrastructure and Agro Industries Division 2 2 Good agriculture practices versus GAP certification 6 Summary of regulation and oversight services 16
PDF

evaluation of agri-food sustainability certification systems

Biomass sustainability certification is based on the EU Renewable Energy Sodexo is a large multi national food services and facilities management company based improve the environmental performance of the wine industry in Ontario
PDF

Sustainable Agriculture Standard - Rainforest Alliance

Jul 1, 2017 Agriculture Network) to Rainforest Alliance, Inc and or to its Translation accuracy of any Rainforest Alliance sustainable agriculture certification program The standard setting process was based on the Theory of Change to ensure Service providers are selected and monitored for compliance with 
PDF

Producer groups models and certification - Aidenvironment

Sustainability certification schemes in agriculture, forestry and fisheries are on the rise producer group based models, service provider groups and mixed ownership supply based Large agro industrial enterprises can take advantage of
PDF

Agro-based industries and growth - Sustainable Development

Jul 3, 2007 ledge and services and can have more value added agricultural or agro based goods are still modest, but global demand for these products is highly dynamic and will health certificate from approved establishments and
PDF

annex d certification schemes for agricultural products and foodstuffs1

May 15, 1996 Certification services should be freely available across borders Schemes industries, regional groupings of firms, and even, internationally
PDF

The Economic Impact of Agriculture and Natural - Volusia County

This report provides a profile of agriculture and natural resource industries and and food and kindred product distribution (food services, wholesale trade of food Certified organically produced crop lands Land enrolled in federal or other
PDF

Malaysian Agricultural Qualty Standards - FFTC-AP

May 24, 2016 Recently, the Ministry of Agriculture and Agro Based Industry introduced one Veterinary Services (DVS) conducted certification programs, 
PDF

BAB III LANDASAN TEORI

10 BAB III LANDASAN TEORI 31 Definisi Perancangan

BAB III LANDASAN TEORI Untuk pembuatan website penjualan cd demo program Surabaya, mengambil beberapa teori penunjang sebagai acuan pembuatan website ini. Teoriteori tersebut antara lain : 3.1 Pengertian

BAB III LANDASAN TEORI 3 1 Metode Penelitian Metodologi penelitian bertujuan untuk memberikan kerangka penelitian yang sistematis sehingga dapat? 3 1 Museum Museum memiliki beberapa arti yang diperoleh sebagai sumber, menurut Peraturan Pemerintah RI No 19 Tahun 1995, museum merupakan? BAB III

PEJABAT PENGADAAN BARANG DAN JASA KANTOR ARSIP PERPUSTAKAAN DAN PENGELOLAAN DATA ELEKTRONIK KOTA CIMAHI TAHUN ANGGARAN 2015 Jl. Rd. Demang Hardjakusumah Komplek Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi BERITA

standardisasi menlhk go id wp content uploads 2016 04 “DAFTAR LEMBAGA PENYEDIA JASA LINGKUNGAN YANG TELAH TEREGISTRASI KOMPETENSI” 1 Penyedia Jasa Penyusunan Dokumen AMDAL (Konsultan AMDAL) No Nama Konsultan Nomor registrasi dan masa berlaku registrasi Tenaga tetap yang bersertifikat kompetensi Alamat 1 PT Survindo Link

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Persediaan merupakan barang-barang yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali atau diproses lebih lanjut menjadi barang untuk dijual. Perusahaan dagang

PDF 1 BAB I PENDAHULUAN 1 1 Latar Belakang Masalah Persediaan eprints perbanas ac id 241 3 BAB 20I pdf PDF 1 BAB I PENDAHULUAN I 1 Latar Belakang Persediaan Barang repository potensi utama ac id jspui bitstream 2 BAB 20I

PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2010-2013 SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi

PDF pengaruh good corporate governance terhadap kinerja perusahaaneprints undip ac id 40432 1 LESTARI pdf PDF PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN Core core ac uk download pdf 11735570 pdf PDF pengaruh good corporate governance terhadap kinerja dan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sumber Daya Manusia atau Karyawan merupakan salah satu sumber daya yang sangat penting di dalam suatu perusahaan karena Karyawan inilah yang menggunakan dan

PDF 1 BAB 1 PENDAHULUAN A Latar Belakang Membaca merupakan eprints ums ac id 16983 2 BAB I pdf PDF 1 BAB 1 PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah Karakter eprints ums ac id 29804 4 04 BAB I pdf PDF 1

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Pada era globalisasi ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat pesat, apalagi informasi sekarang sangat cepat menyebar ke penjuru dunia. Sejalan

repository uksw edu bitstream 123456789 2488 2 T2 BAB I PENDAHULUAN 1 1 Latar Belakang Menurut Drucker (1997), pengetahuan penting untuk meningkatkan produktivitas serta harus diperhatikan dan di kelola Sejalan dengan hal tersebut maka Brown dan Duguid (1991), dengan tegas menyatakan bahwa sebenarnya esensi organisasi adalah pengetahuan,

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 11 Latar Belakang Penelitian

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Keberhasilan suatu perusahaan pada umumnya dinilai dari kemampuannya memperoleh laba. Dengan laba yang diperoleh, perusahaan dapat mengembangkan berbagai kegiatan,

library binus ac id eColls eThesisdoc Bab1 2011 1 00088 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1 1 Latar Belakang Indomaret merupakan jaringan minimarket yang menyediakan kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari hari dengan luas penjualan kurang dari 200 M2 Dikelola oleh PT Indomarco Prismatama, cikal bakal pembukaan Indomaret di Kalimantan

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR. 13/ 8 /PBI/2011 TENTANG LAPORAN HARIAN BANK UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan tugas Bank Indonesia

PDF peraturan bank indonesia nomor 13 8 pbi 2011 tentang laporan bi go id peraturan cc27b3fee2014f198e30654dbc7cd8eePBINo13 8 PBI 2012 pdf PDF PENJELASAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 13

PENJELASAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 13/ 8 /PBI/2011 TENTANG LAPORAN HARIAN BANK UMUM I. UMUM Dalam menjalankan tugas menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran

PDF 1 penjelasan atas peraturan bank indonesia nomor 15 5 pbi 2013 bi go id peraturan 570965f9e38c4886b4daa382bd13129fPenjelasanPBIPerubahanKed PDF PENJELASAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 13 bi

Home back 120121122123124125 Next

PANDUAN PROSES SERTIFIKASI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2008, SERTIFIKASI SISTEM HACCP, DAN SERTIFIKASI SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN PANGAN ISO 22000:2005 AGRO-BASED INDUSTRY CERTIFICATION SERVICES BALAI BESAR INDUSTRI AGRO KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA Jl

Juanda No

PENDAHULUAN A

ABICS Agro-Based Industry Certification Services (ABICS) merupakan Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen yang berlokasi di Bogor dan merupakan unit kegiatan Balai Besar Industri Agro (BBIA), Kementerian Perindustrian (KEMENPERIN)

ABICS berkedudukan di Jl Ir

Juanda No 11 Bogor, 16122, dan tidak memiliki kantor cabang lainnya

Sebelum pendirian ABICS, BBIA telah mendirikan Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ABIQA yang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) Badan Standarisasi Nasional sejak tahun 1994, dan Lembaga Sertifikasi Sistem HACCP ABI-HACCP yang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) Badan Standarisasi Nasional sejak tahun Untuk mengantisipasi permintaan pasar akan jasa sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan maka jasa sertifikasi ABICS diperluas untuk mencakup jasa sertifikasi SNI ISO 22000: Dengan demikian ABICS mencakup tiga kegiatan sertifikasi, yaitu sertifikasi sistem manajemen mutu SNI ISO 9001:2008, sertifikasi sistem HACCP SNI CAC/RCP 1:2011, dan sertifikasi sistem manajemen keamanan pangan SNI ISO 22000: Sebagai institusi yang secara kelembagaan merupakan bagian dari BBIA- KEMENPERIN, maka persyaratan legalitas hukum bagi ABICS dalam melaksanakan tugas kegiatannya merupakan hal yang tak terpisahkan dari legalitas hukum BBIA-KEMENPERIN

Tujuan pendirian ABICS adalah untuk menyediakan jasa sertifikasi, meliputi: (1) Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu mengacu pada Standar SNI ISO 9001:2008

Sistem manajemen mutu Persyaratan (Standar ISO 9001:2008

Quality management systems Requirements) (2) Sertifikasi Sistem HACCP mengacu pada Standar SNI CAC/RCP 1:2011

Rekomendasi nasional kode praktis Prinsip umum keamanan pangan (CAC/RCP , Rev

Recommended International Code of Practice

Panduan Penyusunan Rencana Sistem Analisa Bahaya dan Pengendalian Titik Kritis (HACCP)

(3) Sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan mengacu pada Standar SNI ISO 22000:2009

Sistem manajemen keamanan pangan Persyaratan untuk organisasi dalam rantai pangan (Standar ISO

22000:2005

Food safety managemnt system Requirements for any organisation in the food chain

Dalam memberikan layanan jasa kepada Klien, ABICS menerapkan sistem administrasi yang tidak membeda-bedakan, tidak menghalangi dan menghambat proses permohonan, dapat diakses oleh semua pemohon tanpa mensyaratkan ukuran/klasifikasi pemohon atau keanggotaan suatu asosiasi atau kelompok dan jumlah Klien yang telah disertifikasi, dengan tingkat biaya yang wajar

Kriteria asesmen sistem manajemen Klien semata-mata berdasarkan standar sistem manajemen yang diacu oleh Klien atau dokumen normatif lain yang relevan dengan fungsi kegiatan perusahaan Klien

Dalam melaksanakan proses sertifikasi, ABICS menjamin bahwa persyaratan sertifikasi, asesmen dan keputusan tentang sertifikasi sesuai dengan ruang lingkup sertifikasi yang sedang diproses

RUANG LINGKUP Ruang lingkup kegiatan sertifikasi ABICS yang sudah terakreditasi oleh Komite Kareditasi Nasional (KAN) adalah sebagai berikut: a

Sertifikasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 dengan ruang lingkup: 1

Pertanian, Perikanan 2

Makanan, minuman, dan tembakau b

Sertifikasi sistem HACCP dengan ruang lingkup: 1

Kakao, kopi, teh, dan hasil olahannya 2

Gula, madu, dan hasil olahannya 3

Lemak, minyak, dan hasil olahannya 4

Buah, sayuran, dan hasil olahannya 5

Air minum dan produknya, serta minuman 6

Produk perikanan dan hasil olahannya 7

Daging dan hasil olahannya 8

Hasil unggas dan hasil olahannya 9

Serealia, biji-bijian, umbi-umbian, dan hasil olahannya 10

Susu dan hasil olahannya 11

Bahan pembantu dan bahn tambahan pangan (BTP) 12

Produk makanan siap saji 13

Produk makanan untuk sasaran khusus 14

Rempah-rempah dan hasil olahannya, serta bumbu

Sertifikasi sistem manajemen keamanan pangan ISO 22000:2005 dengan ruang lingkup: C

  • 01 Susu dan Produk Susu 1

Minuman berbasis susu dan produk susu 2

Produk susu terfermentasi dan produk rennet 3

Produk susu terkondensasi 4

Produk susu berbasis krim (pasta) 5

Produk susu bubuk 6

Produk olahan susu lainnya E

Air minum dalam kemasan 2

Jus dan konsentrat buah dan sayuran 3

Minuman energi 4

Produk minuman kopi, teh, rempah-rempah, dan minuman asal sereal kecuali kakao 5

Minuman alkohol E

Tepung dan tepung Instan 2

Produk ekstrusi 4

Biskuit 5

Bakeri E

Gula mentah 2

Pemanis 3

Larutan gula dan sirup 4

Produk kakao dan produk cokelat termasuk penggunaan bahan substitusi 6

Produk confectionery

PERSYARATAN PERUSAHAAN UNTUK SERTIFIKASI Perusahaan yang akan mengajukan permohonan untuk sertifikasi sistem manajemen harus memenuhi persyaratan-persyaratan administrasi dan persayaratan standar yang diacu (standar ISO 9001:2008, standar HACCP, dan/atau standar ISO 22000:2005)

Persyaratan-persyaratan tersebut adalah sebagai berikut : a

Mengisi Formulir F01a: Permohonan Sertifikasi dan F02a: Formulir Data Perusahaan Untuk Perencanaan Proses Sertifikasi

Menyerahkan dokumen legalitas perusahaan (akta pendirian perusahaan dan dokumen perijinan industria)

Menandatangani dokumen kontrak perjanjian kerjasama yang telah disusun oleh ABICS

Telah menyusun & mengimplementasikan sistem manajemen sesuai standar yang diacu (standar ISO 9001:2008, standar HACCP, dan/atau standar ISO 22000:2005) dibuktikan dengan menyerahkan dokumen sistem manajemen (Manual Mutu/Manual HACCP/Manual Keamanan Pangan & Prosedur Kerja), laporan audit internal, dan laporan kaji ulang manajemen

PROSES SERTIFIKASI Proses sertifikasi meliputi tahap-tahap sebagai berikut: 1

Kontak pendahuluan Perusahaan mengajukan permohonan sertifikasi dengan menghubungi ABICS melalui telepon, faksimili, surat, surat elektronik atau datang langsung

Pengajuan permohonan sertifikasi Perusahaan akan memperoleh formulir permohonan yang harus diisi

Formulir yang sudah diisi kemudian diserahkan atau dikirimkan kembali

ABICS meminta klien memberikan informasi yang diperlukan untuk perencanaan sertifikasi, berkaitan dengan: a) Ruang lingkup sertifikasi yang diinginkan b) Informasi umum dari organisasi Klien, mencakup nama dan alamat dari lokasi fisik, aspek signifikan dari proses dan operasinya, dan setiap kewajiban hukum lainnya yang sesuai c) Informasi umum sesuai bidang sertifikasi yang dimohon, berkenaan dengan organisasi pelanggan seperti aktivitasnya, sumberdaya manusia dan teknisnya, fungsi dan jika ada, hubungannya dengan organisasi yang lebih besar

d) Informasi mengenai seluruh proses yang disubkontrakkan yang digunakan oleh organisasi Klien dan akan mempengaruhi kesesuaian terhadap persyaratan

e) Standar atau persyaratan lain keperluan sertifikasi organisasi Klien f) Informasi mengenai penggunaan konsultan yang berkaitan dengan sistem manajemen

ABICS melakukan kajian terhadap permohonan dan informasi tambahan untuk sertifikasi guna menjamin bahwa: a

Informasi mengenai organisasi Klien dan sistem manajemennya sudah cukup untuk merencanakan dan melaksanakan audit

Persyaratan untuk sertifikasi telah ditetapkan dan didokumentasikan dengan jelas, serta telah disediakan bagi organisasi Klien c

Setiap perbedaan pemahaman antara ABICS dan organisasi Klien telah diselesaikan

ABICS memiliki kompetensi dan kemampuan untuk melaksanakan kegiatan sertifikasi

Lingkup sertifikasi, lokasi operasi dari organisasi Klien, waktu yang diperlukan untuk audit secara lengkap dan setiap kegiatan lainnya yang mempengaruhi kegiatan sertifikasi telah diperhitungkan (bahasa, kondisi keamanan, ancaman terhadap ketidakberpihakan, dll)

Rekaman justifikasi keputusan untuk melakukan audit dipelihara

Penawaran Biaya sertifikasi meliputi: biaya permohonan dan sertifikasi, biaya asesmen, dan biaya pemeliharaan selama jangka waktu 3 tahun (sesuai masa berlakunya sertifikat)

Penyusunan dan persetujuan kontrak ABICS akan menyusun kontrak untuk pelaksanaan sertifikasi

Kunjungan ke perusahaan pemohon mungkin diperlukan untuk membahas kontrak tersebut

Jika kunjungan dianggap tidak diperlukan, maka persetujuan kontrak dilakukan melalui surat-menyurat

Audit Tahap 1 Audit tahap 1 yang berkaitan dengan evaluasi data dan informasi dapat dilakukan di Kantor ABICS (kecuali untuk sertifikasi ISO 22000, audit tahap 1 seluruhnya dilakukan di lokasi klien)

Untuk itu Klien diminta mengirimkan seluruh data dan informasi yang berkaitan dengan audit tahap 1

Keputusan apakah audit tahap 1 dilaksanakan pada lokasi pelanggan atau di lokasi (kantor ABICS) disesuaikan dengan kebutuhan

Bila data dan informasi yang dibutuhkan untuk melakukan audit tahap 1 diperoleh lengkap maka audit tahap 1 dapat dilakukan di lokasi ABICS

Sedangkan untuk audit tahap 1 yang berkaitan dengan mengevaluasi lokasi dan kondisi lapangan Klien yang spesifik dan melakukan diskusi dengan personel Klien harus dilakukan di lokasi klien

Apabila ditemukan ketidaksesuaian pada audit tahap 1, maka ABICS memberikan kesempatan kepada Klien untuk menindaklanjuti ketidaksesuaian dimaksud

Dalam hal ini audit tahap kedua dapat dilakukan apabila ketidaksesuain telah ditutup, dalam jangka waktu maksimum 2 bulan terhitung pelaksanaan audit tahap 1

Apabila batas waktu dilewati maka harus dilakukan audit ulang untuk audit tahap 1

Pada Audit Tahap 1 dilakukan hal-hal berikut ini: a

Mengaudit dokumentasi sistem manajemen klien

Mengevaluasi lokasi dan kondisi lapangan klien yang spesifik dan melakukan diskusi dengan personel klien untuk menentukan kesiapan untuk audit tahap 2

Mengkaji status dan pemahaman klien berkenaan dengan persyaratan standar, terutama yang berkaitan dengan identifikasi kinerja utama atau aspek yang signifikan, proses, sasaran, dan operasi sistem manajemen

Mengumpulkan informasi penting berkenaan dengan lingkup sistem manajemen, proses dan lokasi klien, dan aspek perundang-undangan dan hukum dan pemenuhannya (sebagai contoh aspek hukum, lingkungan, dan mutu dari operasi klien, keterkaitan resiko, dsb)

Mengkaji alokasi sumber daya untuk audit tahap 2 dan persetujuan klien berkenaan dengan rincian audit tahap 2

Memfokuskan perencanaan audit tahap 2 dengan mendapatkan pemahaman yang cukup tentang klien sistem manajemen dan operasi lapangan pada konteks aspek signifikan yang mungkin

Untuk Sertifikasi sistem manajemen keamanan pangan, selain tujuan audit tahap 1 yang diuraikan di atas, audit tahap 1 dilakukan untuk memberikan fokus perhatian untuk perencanaan audit tahap 2 dengan memperoleh pemahaman tentang SMKP dalam konteks identifikasi bahaya keamanan pangan, analisis, Rencana HACCP, PRP, kebijakan dan tujuan serta, khususnya, tingkat kesiapan organisasi untuk audit dengan meninjau sejauh mana: a) Klien telah mengidentifikasi PRP yang sesuai dengan bisnis (misalnya persyaratan peraturan dan perundang-undangan), b) SMKP mencakup proses dan metode yang memadai untuk identifikasi dan penilaian terhadap bahaya keamanan pangan organisasi, dan seleksi berikutnya dan kategorisasi tindakan pengendalian (kombinasi), c) Peraturan keamanan pangan digunakan pada sektor organisasi yang relevan d) SMKP itu dirancang untuk mencapai kebijakan keamanan pangan organisasi, e) Pelaksanaan program SMKP menjustifikasi lanjut ke audit tahap 2 f) Program validasi, verifikasi dan perbaikan sesuai dengan persyaratan dari standar SMKP g) Dokumen dan pengaturan SMKP berada di tempat untuk berkomunikasi secara internal dan dengan pemasok yang relevan, pelanggan dan pihak berkepentingan, dan h) Dokumentasi tambahan perlu ditinjau kembali dan / atau pengetahuan apa yang harus diperoleh di awal

Mengevaluasi apakah internal audit dan kaji ulang manajemen telah direncanakan dan dilakukan, dan level implementasi dari substansi sistem manajemen menunjukan bahwa klien siap untuk audit tahap Pra-asesmen Apabila perlu, akan dilakukan pra-asesmen untuk mengetahui kesiapan perusahaan dalam menghadapi asesmen

Pra-asesmen juga dimaksudkan untuk mempermudah auditor mengenali sistem manajemen mutu perusahaan pemohon sehingga asesmen akan berjalan lancar

Kegiatan pra-asesmen akan difokuskan pada pengendalian sistem manajemen mutu perusahaan

Audit tahap 2 Audit Tahap 2 dilakukan untuk mengevaluasi implementasi, termasuk efektifitas sistem manajemen Klien

ABICS menetapkan audit tahap 2 harus dilaksanakan di lokasi Klien, dan minimal harus mencakup hal-hal berikut: a) Informasi dan bukti tentang kesesuaian untuk seluruh persyaratan standar sistem manajemen yang berlaku atau dokumen normatif lainnya

b) Pemantauan, pengukuran, pelaporan, dan pengkajian kinerja dibandingkan dengan sasaran dan target kinerja yang utama (sesuai dengan harapan dalam standar sistem manajemen atau dokumen normatif lainnya yang berlaku

) c) Sistem manajemen dan unjuk kerja klien terkait pemenuhan legal d) Pengendalian operasional proses-proses klien e) Internal audit dan kaji ulang manajemen f) Tanggung jawab manajemen untuk kebijakan klien g) Hubungan antara persyaratan normatif, kebijakan, sasaran dan target kinerja (sesuai dengan harapan dalam standar sistem manajemen atau dokumen normatif lainnya yang berlaku), setiap persyaratan legal yang berlaku, tanggung jawab, kompetensi personel, operasional, prosedur, data kinerja dan temuan internal audit dan kesimpulan

Tindakan koreksi Apabila pada saat audit tahap 1 & tahap 2 ditemukan ketidaksesuaian, maka perusahaan harus melakukan tindakan koreksi secara memadai dan dalam jangka waktu yang telah ditetapkan dalam ketentuan ABICS

Kaji ulang asesmen oleh tim evaluator (Persetujuan Sertifikasi) Setelah semua tindakan koreksi diselesaikan oleh perusahaan dan telah disetujui oleh ABICS, maka akan dilakukan kaji ulang asesmen oleh tim

  • evaluator
  • Apabila hasil kaji ulang asesmen dinyatakan memenuhi syarat, maka perusahaan akan menerima sertifikat sistem manajemen sesuai dengan standar yang digunakan

    Penerbitan Sertifikat ABICS menerbitkan sertifikat sebagai bukti pemenuhan kesesuaian sistem manajemen dengan standar acuan

    Masa berlaku sertifikat adalah 3 tahun

    Kunjungan pengawasan berkala Untuk memastikan konsistensi implementasi sistem manajemen oleh Klien, ABICS melakukan surveilen secara berkala dengan cara melakukan audit terhadap area-area dan fungsi tertentu yang yang mewakili lingkup sistem manajemen Klien, dan memperhitungkan perubahan yang ada pada Klien yang disertifikasi dan sistem manajemennya

    Audit surveilen dilaksanakan minimal satu kali setahun

    Waktu audit surveilen pertama tidak boleh lebih dari 12 bulan sejak hari terakhir audit tahap 2 sertifikasi awal

    Dalam setiap pelaksanaan surveilan, ABICS memastikan program audit surveilen harus mencakup, minimal: a

    Internal audit dan kaji ulang manajemen b

    Tinjauan tindakan yang diambil terhadap ketidaksesuaian yang diidentifikasi selama audit sebelumnya c

    Penanganan keluhan (dari pelanggan Klien atau pihak lain yang relevan) d

    Efektifitas sistem manajemen untuk pencapaian sasaran klien tersertifikasi e

    Kemajuan dari aktifitas yang direncanakan untuk peningkatan berkelanjutan f

    Keberlanjutan pengendalian operasional g

    Tinjauan setiap perubahan, dan penggunaan logo dan/atau referensi sertifikasi lainnya

    SKEMA PROSES SERTIFIKASI ABICS

    PASCA SERTIFIKASI Apabila suatu perusahaan telah memperoleh sertifikat kesesuaian sistem manajemen dari ABICS, maka mereka mempunyai hak dan kewajiban yang harus dipenuhi, yaitu antara lain : 1

    Diperbolehkan menggunakan tanda sertifikasi ABICS sesuai dengan ketentuan yang berlaku

    Berhak mengajukan keluhan berkenaan dengan kegiatan sertifikasi yang dilakukan ABICS atau personilnya

    Keluhan harus disampaikan secara tertulis dan akan ditangani sesuai ketentuan yang berlaku

    Berhak mengajukan tuntutan terhadap keputusan ABICS untuk keluhan yang tidak direspon sebagaimana mestinya sesuai peraturan ABICS

    Tetap beroperasi dalam sistem yang telah disetujui secara konsisten dan melakukan perbaikan/peningkatan berkelanjutan

    Pihak perusahaan harus siap dilakukan verifikasi konsistensi penerapan sistem manajemen mutu oleh ABICS melalui kegiatan audit kunjungan pengawasan (surveillance visit) minimal satu kali dalam setahun

    Apabila hingga waktu yang telah ditentukan, perusahaan belum dapat dilakukan kunjungan pengawasan, maka ABICS akan memberikan toleransi waktu maksimal hingga dua bulan untuk perusahaan dilakukan kunjungan pengawasan

    Apabila lebih dari dua bulan perusahaan belum juga dapat dilakukan kunjungan pengawasan, maka ABICS akan membekukan sertifikat yang telah dikeluarkan

    Selama masa pembekuan, diberikan toleransi waktu selama maksimal dua bulan

    Apabila lebih dari dua bulan masa pembekuan sertifikat, perusahaan belum juga dapat dilakukan kunjungan pengawasan, maka ABICS akan melakukan pencabutan sertifikat

    Pihak perusahaan harus memberitahukan apabila terjadi perubahan penting sehubungan dengan sistem manajemennya

    Hal ini mencakup perubahan yang berkaitan dengan: a) Hukum, komersial, status organisasi atau kepemilikan, b) Organisasi dan manajemen (misal, manajerial penentu, pengambil keputusan atau staf teknis), c) Alamat penghubung dan lokasi d) Lingkup operasi sistem manajemen yang disertifikasi e) Perubahan utama pada sistem manajemen dan proses

    PUBLIKASI DAN KERAHASIAAN ABICS menyediakan Direktori Klien yang telah memperoleh sertifikat

    Daftar direktori tersebut mencakup nama Klien, lokasi Klien, standar sistem manajemen mutu yang digunakan bersama-sama dengan sistem manajemen mutu tambahan atau standar lain yang dapat diterapkan, serta produk, jasa atau aktifitas lainnya yang dicakup dalam sertifikasinya

    Informasi mengenai industri/perusahaan selain yang dicantumkan dalam Direktori Klien yang telah memperoleh sertifikat, akan disimpan oleh ABICS sebagai informasi yang bersifat rahasia

    AUDITOR Audit dilakukan oleh auditor yang sudah terlatih dan berpengalaman serta memenuhi persyaratan yang berlaku di bidang sertifikasi

    Semua auditor melakukan tugasnya secara profesional sesuai dengan standar yang berlaku

    Audit pada umumnya dilakukan oleh dua orang auditor atau lebih dan dipimpin oleh seorang auditor kepala (lead auditor)

    Apabila dalam audit diperlukan suatu keahlian teknis spesifik, misalnya untuk GMP atau HACCP, maka ABICS akan dibantu oleh tenaga ahli di bidang yang diperlukan

    Semua personil ABICS terutama mereka yang melakukan asesmen, baik auditor maupun tenaga teknis, harus menandatangani perjanjian untuk tetap menjaga kerahasiaan data ABICS dan industri/perusahaan pemohon serta pernyataan untuk tidak dipengaruhi oleh tekanan komersil dalam proses pengambilan keputusan sertifikasi